"selamat pagi om"
Arayan hampir terperanjat ketika melihat Amelia berada disampingnya dengan posisi tengkurap dan menopang dagu,entah sejak kapan Amelia ada di sana?
Amelia melemparkan senyum manis ketika Arayan membuka matanya.
"heemm" Arayan terduduk mencoba mengumpulkan semua jiwanya yang belum terkumpul sepenuhnya,menggosok-gosok mata,di liriknya baju Amelia sekilas kali ini Amelia memakai mini jeans dengan tank top putih.entahlah? mungkin karena Amelia kini sudah dewasa makanya apapun yang dia pakai selalu terlihat seksi.
"om siap-siap dulu"
"mau kemana om" Amelia duduk lalu menyondongkan wajahnya hingga begitu dekat dengan wajah Arayan.
"eemm,kita ke asrama, untuk sementara kamu tinggal di asrama sama om,selagi nunggu Bu nensi pulang'
"tapi aku kan sekolah om"
"biar om yang bikin surat ijin, cepat sana siap-siap" Arayan menarik tangan Amelia pelan sampai pintu kamar lalu mengusirnya dengan menutup pintu kamar rapat "goblok, kenapa Amelia pagi-pagi masuk kamarku?" Arayan menatap ke arah bawahnya yang sudah berdiri tegak setiap pagi,dia pasti akan merasa sangat malu jika Amelia melihat pemandangan itu.
Arayan bersandar di pintu,dia menyadari jika terlalu lama berduaan di rumah semuanya akan semakin kacau,ada baiknya membawa Amelia ke asrama, toh jika ada panggilan tugas mendesak juga Amelia akan aman berada di sana tanpa membuat Arayan khawatir yang akan membuatnya tidak fokus.
Lagi dan lagi Arayan membiarkan shower mengguyur kepalanya,dia berharap semua pikiran kotor di otaknya bisa terbuang.
Kemeja putih dengan lengan panjang dan jeans hitam jadi pilihan Arayan pagi ini, setelah dirasa rapih Arayan pun meriah tas ranselnya lalu keluar dari kamarnya tidak lupa mengunci pintu kamarnya.
"Mel....." Panggil Arayan berdiri didepan pintu kamar Amelia sambil mengenakan arloji.
"Mel,udah selesai belum?" panggil Arayan kembali.
"Om..."
Arayan menghentikan tangannya yang hampir mengetuk pintu kamar.
Matanya terpaku ketika melihat seorang wanita berdiri tepat didepannya,gaun sabrina putih dengan bagian bahu yang terbuka, rambutnya panjang terurai,kakinya yang putih jenjang dengan hills yang tidak terlalu tinggi, senyum tersimpul manis di bibirnya layaknya seorang bidadari.
"Om..." Panggil Amelia sembari memiringkan kepalanya dan melambai-lambaikan tangannya didepan wajah Arayan.
"A....ayo....."
Amelia menggandeng tangan Arayan ketika keluar dari rumah,Arayan juga tidak keberatan tentang hal itu.mereka berdua menuju mobil yang sudah terparkir di depan rumah.
Sepanjang perjalan Arayan terus memperhatikan Amelia yang asik bermain angin,sesekali dia mengeluarkan sedikit kepalanya menikmati sejuknya angin yang menerbangkan rambutnya yang tergerai.
Empat jam sudah perjalanan mereka,Amelia tertidur lelah,Arayan menepikan mobilnya didepan sebuah restoran rest area lalu menarik seragam militer yang selalu tergantung di jok belakang,menyelimuti Amelia dengan seragam itu "anak ini,apa dia gak lapar?kok gak ngerengek minta makan?" gumam Arayan sambil menatap wajah Amelia yang tertidur pulas.
Mereka masih harus menempuh tiga jam perjalanan lagi untuk sampai ke asrama,bagi Arayan mungkin sudah terbiasa tapi bagi Amelia ini adalah perjalanan keduanya dari kota S dulu.
Amelia perlahan membuka matanya "apa kita sudah sampai om?" Tanya Amelia celingak-celinguk.
Arayan hanya menggeleng "kita makan dulu, nanti kamu masuk angin" ajak Arayan, melepaskan seat belt Amelia.
Amelia pun turun dari mobil tanpa menanggalkan seragam militer Arayan dan malah memakainya.membuat Arayan tersenyum tipis ketika melihatnya, bagaimana tidak? seragam Arayan yang begitu besar dipakai Amelia yang berpostur kecil membuat tubuhnya hampir tertelan.
"Apa segitu jeleknya om"
"Gak kok kamu malah lucu jadinya"
"Iihh om mah jahat,aku lepas aja aah...."
"Eehh jangan,udah pake aja biar kamu gak masuk angin" Arayan merapihkan kerah seragam itu di tubuh amelia.lalu menggandeng tangan Amelia menuju sebuah restoran yang berada di rest area itu.
Mereka berdua memilih meja paling ujung agar bisa menikmati pemandangan dari jendela restoran.
"selamat siang, silahkan" seorang waiters memberikan dua buku menu.
"maaf kak,saya pesan....." Amelia menoleh ke atas,menatap waiters wanita itu yang tengah asik memandang wajah Arayan yang sedang sibuk melihat menu dan tidak menyadarinya "ehm....." sebuah kode dari Amelia seketika membuat waiters itu tersadar.
"iya kak,mau pesan apa?" waiters itu terlihat gugup ketika raut wajah Amelia berubah seketika.
"satu soupe a l'oignon,baguette satu,crème brulee satu dan pers citron satu"tutur Amelia kecut sambil menyodorkan buku menu.
"aku mau beef bourguignon sama kafe au lait satu" pesan Arayan,lalu menatap Amelia dengan heran.sikap Amelia yang tadi masih ceria dan ramah kali ini berubah drastis menjadi jutek dan dingin.
"kenapa?" Arayan mencoba mencari tahu alasan perubahan sikap dari Amelia.
"dia dari tadi liatin om tahu"
"ya terus?"
"ya gak terus-terusan juga" Amelia merajuk, melipat kedua tangannya di dada memanyunkan bibirnya.
"itu tandanya om ganteng"
"oom...." amelia melototi Arayan yang kepedean, walaupun memang Arayanlah yang sangat mencolok diantara tamu pria lainnya di restoran itu.
Padahal siang ini bukan cuma Arayan yang jadi pusat perhatian kaum wanita tapi mereka berdua saat ini jadi pusat perhatian semua orang yang ada di restoran termasuk para waiters perempuan yang memperhatikan Arayan secara terang-terangan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 200 Episodes
Comments