"maaf sudah memanggil ibu datang ke sekolah,ada yang ingin saya sampaikan mengenai Amelia"
"non Amel kenapa Bu?"
Kemarin siang Bu nensi membawa selembar surat panggilan dari pihak sekolah,padahal baru beberapa minggu Amelia masuk sekolah,apa yang sebenarnya sudah Amelia lakukan?
"Amelia baik-baik saja,tidak ada kenakalan yang Amelia buat di kelas maupun diluar sekolah hanya saja....."
Bu nensi mendengarkan dengan seksama.
"selama beberapa minggu ini saya lihat Amelia sama sekali tidak beradaptasi,tidak bergaul, bahkan cenderung menyendiri, memisahkan diri dari teman-temannya.boleh saya tahu bagaimana dia di rumah dan bagaimana Amelia berinteraksi dengan kedua orangtuanya?"
Bu nensi terdiam,entah bagaimana dia harus menyampaikannya.sementara perintah dari Arayan adalah menutupi semua kenyataannya,Arayan takut Amelia akan menjadi sasaran bully ketika teman-temannya tahu bahwa Amelia lahir di negara S yang jelas-jelas beberapa bulan yang lalu dilanda perang agama dan apa yang akan terjadi jika orang-orang tahu bahwa Amelia adalah seorang muslim dan kedua orangtuanya meninggal dalam peperangan itu.sementara sekolah Amelia sekarang adalah non muslim karena mayoritas penduduk di kota ini adalah kristen.termasuk Arayan dan Bu nensi sendiri.
Bu nensi masih ingat perkataan Arayan yang mengatakan bahwa semua data Amelia sudah di palsukan hanya nama orangtua dan tanggal lahir yang tidak di rubah.
Sebenarnya Arayan bisa memasukkan Amelia dalam kartu keluarganya tapi sayangnya kartu keluarga Arayan sudah masuk kedalam data militer.bagaimana bisa ada seorang anak lahir ketika semua pihak militer tahu bahwa Arayan adalah anak tunggal.
"ayah dan ibu Amelia sedang berada di luar negeri Bu, mereka baru kembali beberapa tahun lagi karena pekerjaan,mungkin karena itulah non Amel tidak bisa beradaptasi dengan baik,tapi di rumah dia selalu bercerita banyak hal dengan saya, mungkin dia masih malu-malu Bu"
"mungkin, baiklah kita tunggu beberapa bulan lagi semoga Amelia bisa beradaptasi dengan teman-temannya.kalau begitu terimakasih atas waktunya Bu"
Bu nensi melihat Amelia yang sedang belajar dari jendela kelas yang dia lewati.
Bagaimana mungkin Amelia bisa menjalani hari-harinya seperti anak-anak yang lain? sementara yang dia alami sangatlah menyakitkan, seorang anak kecil yang harus menjadi saksi sekaligus korban, melihat ibunya meninggal didepan mata,mayat dimana-mana, menyaksikan bom yang menghancurkan seluruh kota, seorang anak yang berada di tengah pertempuran yang sangat dahsyat, ribuan peluru yang hampir merenggut nyawanya.
Bu nensi masih ingat betul ketika malam itu Arayan pulang sambil menggendong seorang anak perempuan yang sedang terlelap.sebelum kembali ke barak Arayan mengajak Bu nensi ke meja makan dan menceritakan tentang Amelia dan semua yang terjadi hari itu lalu menyerahkan semua tanggung jawab Amelia padanya saat Arayan tidak di rumah.
TRING......
Satu pesan masuk dari ponsel Bu nensi.
Terlihat notifikasi pesan dari Arayan (bagaimana Bu,apa yang terjadi? kenapa belum ada kabar?)
Bu nensi segera pergi dari sekolah itu dan menelepon Arayan.
"Bu,kenapa lama sekali?ada apa?kenapa Amelia?apa dia membuat kekacauan?" belum sempat Bu nensi bicara sudah di hujani banyak pertanyaan dari Arayan.
"Amelia tidak membuat keributan apapun tuan,hanya saja....."
"hanya apa Bu? katakan?"
Bu nensi lalu menceritakan semuanya juga semua kebohongannya pada kepala sekolah.
"terimakasih ya Bu,jangan sampai ada orang yang tahu tentang kebenaran Amelia,jangan sampai terjadi sesuatu padanya"
"iya tuan,saya mengerti"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 200 Episodes
Comments
Tasya
Umurnya bs jd 8 atau 9 thn..krn do aebutkan td di dalam Cerita tersebut Amelia Kls 3 SD krn mash bocah..
2024-05-12
0
sharvik
sbnar y skrang amelia umr brp sih kok gk ad ktrgn y . .ap msh umr 7 thn jg
2024-05-08
0