Sebuah mobil GAZ TIGR berhenti didepan sebuah panti asuhan.
Pria kekar itupun turun dan berjalan paling depan,di susul kedua temannya Harold dan Lewis dan seorang anak perempuan yang menenteng tas kecil di pundaknya.
Mereka menuju sebuah kantor dimana sudah menunggu seorang wanita kira-kira berusia lima puluh tahunan.
"selamat datang tuan-tuan, setelah menerima kabar kami langsung menyiapkan kamar khusus untuk anak spesial"ucap wanita tersebut ramah sambil berjabat tangan dan senyum yang tersumpal dibibirnya "haii.....kamu pasti Amelia kan?" wanita itu beralih ke anak perempuan itu.sayangnya Amelia tidak menggubris uluran tangan wanita tersebut,dia malah berjalan mundur dan bersembunyi di balik tubuh pria kekar penyelamatnya.
"tidak apa-apa, mungkin karena kita belum saling mengenal.mari masuk....."wanita itu berjalan menuju meja dan mengeluarkan sebuah map dari laci mejanya "kami hanya butuh tanda tangan kalian di sini agar tidak ada kesalahpahaman suatu hari" ucapnya menyodorkan pulpen pada Arayan.
Tanpa ragu Arayan pun menandatangani berkas tersebut lalu menyerahkan map itu kembali.
"kalau begitu kami permisi" setelah saling berjabat tangan mereka bertiga pun beranjak pergi.
Amelia berlari mendekati jendela dan memandang kepergian ketiga pria itu dari balik jendela,ada perasaan yang tidak bisa di jelaskan,tapi intinya Amelia merasa dirinya seperti sampah yang sudah di buang Amelia yakin ini adalah terakhir kalinya mereka bertemu,dadanya bergemuruh,Amelia menempelkan tangannya di kaca.
Lewis tiba-tiba berhenti dan balik badan, dilihatnya kembali bocah kecil itu yang sepertinya sedang berjuang menahan kesedihannya,matanya berkaca-kaca,Lewis mencoba memalingkan matanya dan kembali berjalan menyusul kedua temannya.walaupun dia harus terbiasa dengan sikapnya tapi Lewis juga hanya manusia biasa,ada perasaan tidak tega karena meninggalkan anak itu sendirian.
"hidup itu memang kejam, padahal dia masih kecil tapi harus menjalani hidupnya yang berat" ketus Lewis ketika mereka sampai di mobil
Ucapan itu membuat Harold terdiam dan menatap Amelia yang masih memperhatikan mereka dari jendela
"apa kamu yakin mau meninggalkannya?" tidak cuma Lewis yang merasa tersentuh tapi kini Harold juga ikut tersentuh karena harus berpisah dari bocah kecil itu.
Arayan bergeming lalu masuk ke dalam mobil, berusaha menghiraukan perkataan kedua temannya.di starternya mobil tersebut perlahan menarik pedal gas.tiba-tiba Arayan terhenti dan terdiam tatapannya kosong kedepan.
"Amelia,ayo masuk"ajak wanita itu setelah cukup lama membiarkan Amelia memperhatikan ketiga pria tersebut.
Amelia menepis tangan wanita itu,dia terus berdiri didepan jendela.airmata yang dia tahan sedari tadi akhirnya jatuh tidak terbendung.
"ayo Amelia...."wanita itu menarik paksa tangan Amelia tapi Amelia berusaha memberontak hingga membuat wanita itu terpaksa menggendongnya.
"LEPASKAN......AKU TIDAK MAU DI SINI,AKU MAU PULANG....."teriakan Amelia terdengar oleh ketiga pria itu "OOM..... BAWA AMEL PULANG.....AMEL MOHON,AMEL TIDAK MAU DI SINI.....UWAAAA......" tangis itu semakin kencang.
BLAM......
Arayan menutup pintu mobil kencang, membuat Lewis dan Harold ternganga.
"bagaimana dia turun?"Harold merasa tidak menyadari ketika Arayan keluar dari mobil.
Harold dan Lewis hanya memperhatikan Arayan dari dalam mobil.
Langkah Arayan semakin cepat ketika mendengar suara tangis Amelia yang semakin kencang lalu terdengar samar.setelah memasuki kantor panti Arayan langsung mencari Amelia ketika Amelia tidak didapati di tempat terakhirnya.
"AMELIA....."panggil Arayan menyusuri ruangan demi ruangan tapi Amelia tidak juga ketemu.
"UWAAA......" teriak Amelia membuat Arayan berlari menuju ke arah suara.
"AMELIA....."
"OOMM....." Arayan mendengar suara Amelia dari balik kamar.
DOK DOK DOK.....
"AMELIA BUKA PINTUNYA....." Arayan terus menggedor pintu dan meminta bocah itu membuka pintu.
"ga bisa om,ibu itu mengunci Amel.....Amel takut...."
Isak tangis bocah itu membuat hati Arayan sakit "mundurlah....menjauh dari pintu" ucap Arayan lalu mundur beberapa langkah dan.....
BRAAAKK.....
Terlihat Amelia berjongkok di pojok kamar sambil menutupi wajahnya dengan kedua tangan.
"Amelia....."Arayan segera mendekati bocah itu,di peluknya tubuh kecil itu yang gemetar "ayo...." Arayan menggandeng tangan Amelia meninggalkan kamar itu.
"tuan....ada apa ini?anda tidak bisa membawa Amelia begitu saja,anda baru saja menandatangani berkas ini jelas melanggar peraturan kami" ucap wanita itu sambil terus mengikuti langkah Arayan.
"tunggu sebentar" Arayan meninggalkan Amelia dipintu masuk lalu menuju meja dan mengambil berkas yang dia tanda tangani tadi dengan segera Arayan merobek kertas-kertas tersebut dihadapan wanita itu "tidak akan pernah ada kontak diantara kita" ucapnya dingin lalu kembali menggandeng tangan kecil Amelia menuju mobil.
"mantap bro....." Harold dan Lewis saling memberi tos.mereka tahu kalau masih ada sisi lembut yang di miliki komandan mereka.
Mobil itupun melaju meninggalkan panti asuhan menuju bandara.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 200 Episodes
Comments
Mama lilik Lilik
belum apa-apa sudah mewek Thor,hebat kamu bikin saya mewek😓🙈
2024-03-07
1