Hari-hari berganti.tahun demi tahun berlalu.
Tapi Arayan masih belum kembali,hanya ada surat dan beberapa barang yang dia kirim untuk Amelia juga Bu nensi.
Dan tahun ini Amelia kembali harus melewati ulangtahunnya bersama Bu nensi lagi seperti tahun-tahun kemarin,hanya berdua saja.bedanya adalah tahun ini Amelia semakin lebih bisa menerima kenyataan.
"non,ini ada paket dari om Arayan"
Amelia memperhatikan paket tersebut,selama ini barang-barang yang Arayan kirim semuanya random,tidak ada yang Amelia pinta atau Arayan tanyakan sebelumnya.perlahan Amelia membuka kotak paket tersebut dan isinya adalah sebuah ponsel baru dan sepucuk surat dari Arayan.
"selamat ulangtahun ya non,om Arayan bilang non Amel sudah boleh pegang ponsel karena sudah berusia dua belas tahun" selama berada di rumah ini Amelia memang tidak diijinkan memegang ponsel, alasannya belum cukup umur.
Amelia hanya akan mendapatkan surat dari Arayan entah itu ucapan selamat atau sekedar memberi kabar itupun tidak pernah Amelia baca dan di simpan didalam sebuah kotak.Amelia juga tidak pernah mengobrol dengan Arayan di telepon rumah atau ponsel Bu nensi,dia selalu masuk kamar dan tidak mau berbicara dengan Arayan.
KRING....KRING.....
Sebuah panggilan video dari (om gantengku) mata Amelia terbelalak ketika membaca nama kontak di layar ponsel barunya.di susul senyum tipis dari bibirnya.
"kok lama sih angkat teleponnya?gak kangen ya sama om?" Setelah sekian lama akhirnya Amelia bisa melihat Arayan walaupun hanya lewat panggilan video.pria itu terlihat lebih hitam,brewok dan cambangnya lebih lebat tapi tidak ada yang berubah dari wajahnya,suaranya juga masih terdengar berat dan seksi.
"kok nama kontaknya om gantengku sih om?"
"lah terus apa dong?kan memang om ganteng?masa om cantik?kan gak nyambung?'
"iya gak pake ganteng juga,kan bisa om aja"
"eits....gak boleh,harus ada gantengnya pokoknya kalau sampai kamu edit nanti om ambil lagi ponselnya"
"yeh terserah dong,kan ini udah jadi milik Amel sekarang om gak punya hak, pokoknya nanti aku edit,titik"
"eehh,nakal ya kamu,gak boleh pokoknya"
"om, sendirian?om Lewis sama om Harold kemana?"
"om lagi di kamar om,mereka ada kok di kamar mereka"
"memangnya gak satu kamar om?"
"gaklah,geli kalau harus satu kamar"
"om kapan pulang?"
Arayan terdiam "om masih harus mengikuti pelatihan komando taruna baru, mungkin tujuh atau delapan bulan lagi om bisa pulang,kenapa?kangen ya?"
"enak aja,gaklah"
"masa sih?"
"mana ada aku kangen om genit?"
"om ganteng"
"om genit"
"diih,om ganteng dong"
Obrolan mereka kali ini akhirnya bisa membuat jarak diantara keduanya yang dulu melebar kini hilang,ada perasaan tenang yang Arayan rasakan setelah melihat dan mengobrol dengan Amelia,perasaan akrab yang tidak pernah dia dapatkan dari wanita manapun,rasanya seperti memiliki saudara perempuan sungguhan, begitupun Amelia yang merasa sangat bahagia,buktinya sejak menutup panggilan video dan sampai sekarang bibirnya tidak bisa berhenti tersenyum.
Semua kemarahan Amelia selama beberapa tahun ini benar-benar hilang seketika.
Amelia kembali melihat ponselnya,lalu mengedit kontak yang memang hanya ada satu-satunya itu.
kemudian keluar dari kamarnya dan mengendap-endap masuk kedalam kamar Arayan yang sudah lama kosong tapi tetap rapih karena setiap hari Bu nensi selalu membersihkannya dan membuka jendelanya setiap pagi agar udara dapat masuk.
Amelia membuka kamera dan memotret satu foto Arayan lalu memasangnya menjadi foto profil layar ponselnya.
Selama berada di rumah ini,Amelia tidak pernah sekalipun masuk kedalam kamar Arayan.entah kenapa Amelia tidak pernah merasa penasaran sama sekali.
Dan sekarang dia berada didalam sana, memeriksa lemari baju dan mencoba seragam militer Arayan yang bersize big bahkan over big, melihat foto-foto yang terpajang di dinding lalu memeriksa beberapa parfum yang ada di atas meja rias dan.....mata Amelia berhenti di sebuah bingkai foto yang terpajang di samping kaca rias ( Piagam Penghargaan Kategori Lembaga Pendidikan Militer Pertama Latihan dan Demontrasi Taekwondo ), Amelia memicingkan mata "taekwondo?" dan ada banyak piagam penghargaan dan juga beberapa lencana yang tersusun dengan rapih dalam sebuah bingkai.
Amelia menemukan akte kelahiran Arayan didalam laci meja, tersungging senyum tipis di bibirnya lalu mencatat beberapa hal penting dalam memo ponselnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 200 Episodes
Comments
sharvik
omr bru umr 12 thn toh . .msh sngt kcil ye🤭😁
2024-05-08
0