Walaupun Amelia tahu bagaimana kesibukan Arayan tapi tidak membuatnya menyerah untuk mengirim pesan chat padanya.entah itu akan di balas atau tidak Amelia tidak perduli.
(om,hari ini aku dapat nilai seratus loh) tidak lupa Amelia memotret hasil ulangannya.
(om,hari ini Bu nensi masak kesukaan om)
(om,hari ini aku boleh gak ke toko boneka?hari ini teman sekelasku ulangtahun)
Dan masih banyak chat Amelia setiap harinya dan Arayan akan membalasnya ketika senggang saja.
"ciee.... senyum-senyum sendiri,pasti baca chat dari pacar?"
"bukan,ini Am....." belum selesai bicara ponselnya beralih tangan dalam hitungan detik "hiiiss....." Arayan hanya bisa pasrah ketika Lewis dan Harold membaca semua pesan dari Amelia.
TUT TUT TUT
Terdengar panggilan video dari ponsel Arayan.
"hadeehh...."Arayan menepuk keningnya sendiri ketika kedua temannya melakukan panggilan video pada Amelia.padahal sekarang adalah jam belajar bagi Amelia.
"om,aku lagi...."suara Amelia terdengar berbisik yang di susul dengan mulut yang terbuka lebar ketika melihat layar ponselnya "om Harold....,om Lewis...." panggilnya dengan sangat pelan lalu melambaikan tangan.
Lewis mengalihkan layar kamera ke belakang dan menyoroti Arayan yang sedang asik menyeruput secangkir kopi.
"tolong jagain om ya,aku belajar dulu" bisik Amelia yang lalu menutup panggilan.
"sudah berapa tahun ya gak ketemu dia,udah gede aja nih bocil"
Arayan tersenyum mendengar ucapan Harold,jangankan mereka Arayan sendiri yang satu rumah dengan Amelia sudah tidak bertemu bertahun-tahun.
Arayan menatap para taruna yang sedang melatih fisik di tengah lapang,berlari entah sudah berapa putaran dan besok mereka semua akan di giring ke pusat pendidikan dan pelatihan khusus lalu ke tengah hutan untuk melatih mereka cara bertahan hidup dan beberapa strategi perang ketika melawan musuh.
"haaah....." sebagai jendral komando Arayan tentu saja harus ikut andil dan juga turun tangan langsung melatih para taruna itu.
Tidak sedikit dari mereka yang akan bertahan ketika di hutan nanti,mencari seekor ular hanya untuk minum darahnya dan menyusuri hutan demi bertahan hidup,memakan apapun yang mereka temukan.
Tahun lalu banyak taruna yang langsung jatuh sakit karena dehidrasi,mereka lebih memilih dehidrasi dan kelaparan daripada harus meminum darah ular.
Apapun latihan fisik yang akan mereka lakukan nanti,itulah yang pernah Arayan alami, berkali-kali muntah dan terus di paksa minum darah ular lagi,dibetak lagi dan minum darah ular lagi, Arayan hampir mati karena tidak tahan dengan bau anyir dari darah ular itu,hingga akhirnya Arayan sadar bahwa bertahan hidup itu tidak gampang,jika saja waktu itu bayangan kedua orangtuanya tidak datang dalam benaknya mungkin Arayan sudah gagal dalam pelatihan.
"tinggal beberapa bulan lagi"gumam Arayan,itupun jika tidak ada hal lain atau tugas mendesak, mungkin Arayan bisa pulang ke rumah dan cuti beberapa hari.memanfaatkan hari-hari itu dengan liburan dan kemping bersama Amelia dan Bu nensi,menepati janji yang pernah Arayan ucapkan pada Bu nensi,membawa Amelia jalan-jalan dan mengabulkan semua keinginannya.
"kamu pasti lelah ya bro?"
Arayan hanya mengangkat kedua alisnya.
"setelah ini selesai mereka tinggal mengikuti upacara pelantikan sekaligus penyumpahan dan mereka langsung diberi tugas di berbagai daerah"
"setelah itu kamu mau apa bro?"
"cutilah,kemping sama bocah itu"
"ikut" Harold dan Lewis bebarangan.
"ok,kita barbeque "
"serius bro?"
"serius"
"asiiikk,memang komandan kita ini luar biasa"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 200 Episodes
Comments