Jam menunjukan pukul sebelas malam,arayan membuka pintu kamar Amelia perlahan.di lihatnya bocah kecil itu yang tidur dengan lelap,di tatapnya wajah imut itu,wajah yang dulu pernah tergores serpihan bangunan kini sudah terlihat mulus kembali,mata yang saat itu tidak berhenti mengeluarkan airmata hingga terlelap dalam pelukannya,bocah yang saat itu terus meronta-ronta dari pangkuannya demi ingin memeluk tubuh ibunya yang sudah meninggal.
"haaahh....." nafas berat Arayan,dia tidak menyangka anak sekecil ini harus melewati masa-masa sulit dan berat sendirian.
Arayan tumbuh besar dalam keluarga berada,ayahnya seorang jendral dan ibunya seorang dokter, mereka berdua cukup sibuk sampai tidak bisa membagi waktu untuknya,itulah kenapa Arayan bisa merasakan bagaimana rasanya tidak mendapatkan kasih sayang dari kedua orangtua.
Hingga suatu hari seorang jendral militer dan beberapa dokter datang ke rumahnya dengan membawa kotak yang berisi topi,seragam dan segala hal tentang ayahnya,ya.....ayahnya meninggal dalam sebuah peperangan dan menjadi salah satu korban penyanderaan,dokter mengatakan ada beberapa peluru yang bersarang di kepala ayahnya, mendengar kabar itu ibunya Arayan langsung jatuh pingsan.Arayan yang baru berusia tiga belas tahun hanya bisa menangis di pojok lemari kamarnya dan satu tahun kemudian ibunya Arayan bunuh diri dengan cara menjatuhkan mobilnya ke jurang,kejadian itu jelas terekam cctv jalan. polisi pun menyatakan bahwa itu adalah faktor kesengajaan karena depresi dan tidak bisa menerima kenyataan.
Arayan terpaksa di titipkan di panti asuhan dan melanjutkan pendidikan di militer setelah mendapat panggilan.saat itu tabungan yang di tinggalkan kedua orangtuanya masih cukup untuk membiayai kuliah dan hidupnya beberapa tahun ke depan.
Setelah lulus kemiliteran Arayan menjual rumah peninggalan orangtuanya agar tidak ada kenangan yang selalu menghantuinya lalu membeli rumah yang saat ini dia tinggali,sementara Bu nensi adalah pembantu kepercayaan ibunya itulah kenapa Arayan memanggil Bu nensi kembali untuk menjaga rumahnya selagi dia pergi.
"Bu,jangan bilang sama Amelia malam ini aku pulang ya"
"Kenapa tuan?"
"Aku tidak mau Amelia kecewa ketika dia bangun aku sudah tidak ada"
"Baiklah tuan" bu nensi sangat mengerti,jangan sampai sikap Amelia berubah lagi karena kecewa ketika tahu om nya datang dan pergi tanpa dia temui.
"Selamat pagi bu"
"Selamat pagi non,ini sarapannya.hari ini saya sengaja masak ayam bakar kesukaan non"
"Makasih ya bu" amelia menyantap sarapannya dengan lahap.sekilas Amelia melirik gelas dan piring kosong yang ada didepannya "ada siapa Bu?"
"oh itu.....bekas saya tadi non,saya bereskan dulu...." Bu nensi segera membawa piring dan gelas itu ke dapur.
"Bu, kelihatannya aku akan sedikit telat pulangnya"
"kenapa non?"
"aku mau ke toko buku,mau beli buku yang di suruh Bu Choi"
"apa perlu saya temani non?"
"gak usah Bu,tapi aku pasti cepat pulang kalau sudah ketemu bukunya"
"baik non, hati-hati ya dan jangan lupa telepon jika ada apa-apa"
"iya" Amelia pun pamit ke tempat les.
Hal ini tentu saja Bu nensi laporkan pada arayan.selain Arayan yang minta Bu nensi juga tidak mau terjadi apa-apa pada Amelia.
"ya sudah Bu biarkan saja, sebelum jam enam dia harus sudah ada di rumah ya,jika belum pulang Bu nensi segera cari dia dan kabari aku"
"baik tuan"
Jam lima lebih lima puluh lima menit Amelia tiba di rumah, dengan membawa buku kamus bahasa Korea,memang keinginan Amelia untuk mengikuti les bahasa korea,baginya di sekolah nanti juga pasti ada pelajaran bahasa inggris jadi tidak perlu les.
"tuan, non Amel sudah kembali"
"syukurlah,kalau begitu aku kembali bekerja ya Bu"
"baik tuan"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 200 Episodes
Comments
V-hans🌺
amel umur berapa ya dari cara berbicaranya terlalu dewasa thor semandiri mandirinya yg di tuntut dewasa cara bicaranya terlalu ku kira sdh beranjak remaja ternyata blm
2024-02-27
4