Pagi sekali Amelia sudah bersiap dengan seragam sekolah dan tas ransel dipundaknya.
Mereka berdua pergi ke sekolah,tidak lupa Bu nensi membawa berkas yang akan dia serahkan pada kepala sekolah.
"saya titip non Amelia Bu"
"semoga Amelia betah di sekolah ini ya"
Selepas kepergian Bu nensi, Amelia dan kepala sekolah berjalan menuju ruang kelas.
TOK TOK TOK.....
"selamat pagi Bu guru,saya bawa anak baru tolong di bantu ya dan ini berkasnya nanti tolong bawa kembali berkas ini ke kantorku untuk pendataan"
"baik Bu kepala"
Sebelum memperkenalkan Amelia didepan kelas,wali kelas membaca terlebih dahulu berkas tersebut.
"perhatian semuanya,hari ini kelas kita kedatangan murid baru,ayo perkenalkan diri kamu sama teman-teman"
Amelia terdiam sejenak,lalu menarik nafas.
"hai semuanya,namaku Adrienne Amelia,panggil saja aku Amelia"
"sudah cukup, silahkan duduk di kursi kosong ya"
Amelia segera duduk disebuah kursi kosong dan segera mengeluarkan buku dari dalam tasnya.
"hari ini kita mau membahas tentang cita-cita,kalian pasti sudah punya cita-cita, tuliskan apa cita-cita kalian dan alasannya minggu depan kalian harus membacanya didepan kelas"
Hari pun berlalu,jam telah menunjukkan pukul sebelas siang,bel pulang sekolahpun sudah berbunyi.
Semua murid kelas tiga berlarian menuju gerbang,banyak diantara mereka yang dijemput oleh ibu atau ayah mereka,ada juga yang di jemput driver saja dan ada juga yang seperti Amelia pulang sendirian.
Amelia berjalan menyusuri trotoar jalan,lalu berhenti disebuah pagar yang menjulang tinggi,Amelia membaca tulisan yang ada diatas gedung itu (Gedung presiden), sekilas Amelia melihat seekor kuda yang sedang memakan rumput, seekor kuda putih yang gagah.
"itu kuda peliharaan presiden,setiap awal bulan presiden selalu mampir ke sini dan berjalan-jalan dengan kudanya mengelilingi taman sekitar gedung"
Amelia menoleh ke arah suara.seorang ibu paruh baya dengan seragam oranye dan sapu ditangannya tengah duduk di trotoar jalan, tepatnya disamping Amelia.
"apa tidak boleh masuk?"
"tidak ada yang boleh masuk, penjagaannya sangat ketat,polisi, militer mereka berjaga silih berganti"
"militer?"
"ya"
"apa di sekitar sini ada barak atau kantor militer?"
"tidak ada nak,kalau kantor polisi ada di seberang jalan sana"
"oh...." Amelia diam sejenak mengingat Arayan tiba-tiba.
Amelia pun kembali melanjutkan perjalanannya, beberapa menit kemudian Amelia tiba di pos keamanan residen.
"non Amel,sudah mulai masuk sekolah?"
"iya pak"
"waaah,baguslah,nanti kalau ada apa-apa lapor saja non,saya pasti akan melindungi non Amel"
"aku pulang dulu ya pak"
Amelia memang jarang keluar rumah,tapi Amelia sering melewati pos keamanan jika pergi les,sering bermain dengan kucing yang sengaja dibawa sekuriti ke pos dan mengobrol membahas banyak hal,makanya Amelia cukup akrab dengan para sekuriti di residen.
Beberapa blok dari pos Amelia sudah sampai rumah.
"aku pulang"
"selamat datang di rumah non,cape ya?mau saya siapkan minuman non?"
"gak usah Bu,nanti aku ambil sendiri saja"
Amelia meletakkan tasnya di meja, merebahkan tubuhnya diatas kasur,menatap langit-langit kamar yang berwarna putih.
"ayah, ibu,Amel sekarang sudah sekolah.oh ya om Arayan baik banget sama Amel, kalau bukan karena om Amel mungkin ada di panti asuhan sekarang.amel akan baik-baik saja kok Bu,yah kalian jangan khawatir" bulir air mata menetes melewati pipi Amelia.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 200 Episodes
Comments
V-hans🌺
ini umur brp ya thoorr sumpah nanya aku bingung dgn cara bicaranya
2024-02-27
0