Rencana kemping dan barbeque pun terlaksana.
Sebuah mobil menerobos masuk wilayah perhutanan, beberapa menit kemudian mobil itu berhenti di sebuah tanah lapang yang di tumbuhi rerumputan, didepannya terhampar danau dengan air jernih,di pinggir danau itu ada papan yang bertuliskan "lokasi untuk tenda".
Lewis dan Harold terlihat sibuk dengan tendanya,Bu nensi sibuk mempersiapkan pembakaran sementara Arayan sibuk mencari kayu bakar untuk api unggun nanti malam, Amelia diam-diam memperhatikan ketiga pria yang ada dihadapannya, membandingkan tinggi dan otot-otot mereka,ketiga pria itu sama-sama gagah tapi otot-otot dan tinggi badan Arayan tetap yang terbaik dari ketiganya,badannya yang kekar benar-benar melebihi kedua temannya.
Kedua tenda sudah terpasang,satu tenda berukuran sedang untuk Amelia dan Bu nensi sementara tenda satunya lagi berukuran cukup besar untuk ketiga monster itu.
Mereka berlimapun duduk di pinggir danau menikmati pemandangan sunset senja itu,langit cerah berwarna biru di kelilingi awan yang berwarna putih, sementara warna langit diatas air danau rona merah kekuning-kuningan,bayangan sunset itu terpancar dari air danau seperti cermin yang menambah keindahan senja yang tidak akan mereka lupakan.
"Ayo,kita siap-siap"
"mau kemana?" Lewis dan semuanya menatap Arayan.
"bukannya mau barbeque?"
"oh,ok siap....." akhirnya semua ikut bangun dan bersiap.
Amelia dan Bu nensi mengeluarkan bahan untuk barbeque, sementara Lewis dan Harold memotong jamur,timun dan sebagainya,Arayan membakar arang.mereka berkumpul di satu tempat setelah semuanya siap.
Paha ayam, sosis,baso,sliced beef dan ikan di bakar satu persatu,bau harum dari daging dengan bumbu yang terbakar menyeruak membuat perut mereka keroncongan seakan tidak sabar untuk segera menikmatinya.
Setelah hampir selesai,tinggal beberapa potong ikan lagi untuk di bakar,Arayan menyerahkan blower udara barbeque pada Lewis lalu menuju tempat bumbu.
"om mau buat apa?"tanya Amelia heran.
"sambelnya"
"oh" Amelia memperhatikan setiap gerakan Arayan, Arayan terlihat sudah terlatih,bukan cuma jago menembak dan taekwondo tapi juga jago membuat sambel.dalam beberapa menit tiga macam sambelpun sudah siap.
"sebanyak ini om"
"sini om kasih tahu" Arayan menarik tangan Amelia dan berdiri dibelakang Amelia lalu menunjuk satu persatu sambel yang dia buat "yang pertama ini namanya sambel kecap terbuat dari kecap manis dengan irisan cabai rawit merah, cabe rawit hijau dan bawang merah.yang kedua namanya sambel matah bahannya bawang merah, cabai rawit merah, serai dan daun jeruk,ditambah dengan air jeruk nipis baru kemudian disiram dengan minyak panas dan yang ketiga ini adalah sambal mangga bahannya tentu saja mangga muda dikupas lalu diiris tipis panjang baru kemudian dicampur cabai merah, cabai rawit, garam dan terasi"
Amelia semakin kagum dengan pria penyelamatnya,bukan cuma ahli dalam bidang kemiliteran tapi juga ahli dalam bidang perdapuran.
Arayan menceritakan sekilas perjalan hidupnya ketika berada di pusat pelatihan,dialah yang selalu membuat sambel agar bisa menambah nafsu makan,juga selalu memasak untuk para anggotanya dengan hasil buruannya di hutan.
"apa om akan menikah?"Pertanyaan Amelia membuat Arayan tersedak.lalu menoleh dengan tatapan aneh pada Amelia.
"kamu mau punya Tante ya?tenang Mel sebentar lagi om Harold dan om mau menikah kalau om kamu yang satu ini,cek cek cek.....jangan harap" celetuk Lewis.
"hiiiss....kalian" Arayan hampir melempar timun ke wajah kedua temannya.
"kalian mau menikah?" tanya Amelia.
"iya dong,kita kan normal,haha....." Harold melirik Arayan yang sibuk menata makanan di meja.
"kapan om?"
"om pasti kabari kamu, karena biar bagaimanapun kamu harus hadir di pernikahan om,om gak akan nikah kalau kamu sama om Arayan gak datang" jawab Lewis.
"siap,aku pasti hadir"teriak Amelia sembari memberi hormat seperti seorang prajurit.
Malampun semakin larut, Amelia yang sudah kekenyangan tertidur pulas bersama Bu nensi, sementara ketiga pria militer itu sibuk menghangatkan diri didepan api unggun sambil mereguk kopi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 200 Episodes
Comments