Bab 14 Persetujuan Pelelangan

Di saat semua orang di rumah sedang bersih-bersih, terlihat paman Ze bersama istrinya, diikuti oleh paman Zhu dan paman Zi, sibuk membawa barang sembari bolak-balik dari satu toko ke toko yang lain. Mereka bahkan sampai menyewa tiga gerobak pembawa barang untuk mengangkut semua belanjaan mereka, baik untuk renovasi maupun untuk bahan memasak.

Di tempat lain, Luo Huang Chen sedang berjalan menyusuri jalanan kota, diikuti paman Za dan paman Zo. Mereka menuju sebuah gedung berbentuk segi delapan yang tertutup di bagian atas. Luo Huang Chen menatap tulisan pada papan kayu di atas gerbang, "Pelelangan Bintang Senja. Mungkinkah ini tempat yang ada di catatan?" gumamnya.

"Heii! Apa yang kalian lakukan di sini? Jika ingin ikut pelelangan, kalian harus menunggu dua tahun lagi!" bentak penjaga gerbang.

"Maaf, kami hanya ingin menawarkan sebuah barang untuk dilelang," jawab Luo Huang Chen.

"Barang apa yang akan kalian lelang? Jika itu tidak berharga, lebih baik kalian bawa pulang," potong penjaga tanpa peduli.

"Padahal, bisa saja harta yang kami tawarkan ini tingkat S. Yasudah, kami jual di tempat lain saja," ujar Luo Huang Chen, seraya akan melangkah pergi.

"Tunggu! Akan aku tanyakan kepala pelelangan," tahan penjaga, lalu segera berlari masuk ke dalam pelelangan setelah mendengar ucapan Luo Huang Chen.

"Tuan muda? Apa benar kamu memiliki harta semacam itu?" tanya paman Za, dengan tatapan penuh kebingungan.

"Kalian lihat saja nanti," sahut Luo Huang Chen sambil menunggu kedatangan penjaga gerbang.

Beberapa waktu berlalu dengan cepat, tiba-tiba penjaga itu datang berlari, diikuti oleh sesosok pria muda yang mengenakan pakaian mewah dan memiliki rambut panjang yang tertata rapi.

"Maaf, apakah tuan muda yang ingin melelang barang?" tanya pria muda itu dengan nada pelan.

"Benar. Jika kalian mau mengambilnya, kalau tidak, aku akan jual di tempat lain, mungkin seharga beberapa platinum sampai puluhan platinum," ujar Luo Huang Chen dengan penuh percaya diri.

"Tenang, tuan muda. Silakan ikuti saya," sahut pria muda itu, sambil berjalan memasuki pelelangan.

Ruangan pelelangan itu sangat besar, memiliki puluhan ruang VIP dan ribuan tempat biasa. Mereka menuju lantai lima yang merupakan tempat khusus negosiasi.

"Silakan masuk lift langsung. Jika lewat tangga, akan memakan waktu yang lama," kata pemuda itu, menekan tombol. Sebuah pintu terbuka, dan mereka berempat masuk.

Pintu tertutup dan lift bergerak perlahan ke atas. Luo Huang Chen, paman Za, dan paman Zo baru pertama kali merasakan sensasi ini.

"Teknologi di pelelangan lebih maju. Meski di kota ini hanya cabang, tetapi teknologi diimpor langsung dari benua Tengah," ujar pemuda itu sambil membuka kipas dari sakunya.

Tak butuh waktu lama, pintu kembali terbuka, dan mereka sudah berada di ruangan yang berbeda. Pemuda itu berjalan lurus hingga ujung, mengambil sebuah kunci, dan membukanya.

"Klik!" Pintu terbuka, memperlihatkan ruangan kedap suara dengan dekorasi indah di mana-mana. Membuat mata mereka terpesona, tetapi dengan cepat mereka tersadar.

"Baiklah, silakan duduk, tuan muda. Saya Ming Hao, pemilik pelelangan cabang di kota ini," ujar pemuda itu dengan nada penuh kesopanan.

"Saya Luo Huang Chen. Jadi tanpa basa-basi, barang yang akan aku lelang adalah ini," Luo Huang Chen mengeluarkan sepotong tanduk dari cincin penyimpanan miliknya.

"Apaa? Harta yang Anda maksud tingkat S adalah tanduk usang ini? Anda bercanda?" sahut Ming Hao, seraya mengambil dan mengecek tanduk yang dibawa Luo Huang Chen.

"Tunggu! Tanduk ini? Bukankah dari hewan tingkat Legendary?" teriak Ming Hao, tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.

"Bukan tingkat Legendary, tapi tingkat Supreme," jawab Luo Huang Chen dengan santai, mengingat bahwa dia mendapatkan tanduk itu dari hewan iblis yang merupakan musuh kakeknya.

"Bahkan lebih tinggi? Jika boleh tahu, tanduk ini berasal dari hewan iblis apa, tuan muda?" tanya Ming Hao dengan hati-hati, sembari mengembalikan tanduk itu kepada Luo Huang Chen.

"Centicore," balas Luo Huang Chen, sambil mengembalikan tanduk itu ke dalam cincin penyimpanan miliknya.

"Bagaimana mungkin Anda mendapatkan itu?" Ming Hao tidak percaya begitu saja, tetapi bukti sudah ada di depan mata.

"Itu terserah padamu. Jika ingin ambil dan lelang, kalau tidak, aku akan pergi," ujar Luo Huang Chen seakan tak peduli dengan uang, padahal ia sangat mengharapkan harga yang pantas.

"Kami pihak lelang mau, tetapi untuk harganya kami tidak bisa tentukan, karena ini hanya pelelangan cabang. Jika ingin menjual barang tingkat S seperti itu, minimal harus di ibu kota, atau bahkan pusat pelelangan. Bagaimana jika kita buat kesepakatan?" Ming Hao melihat kesempatan ini tidak datang untuk kedua kalinya dan tidak ingin melewatkan.

"Kesepakatan apa itu?" tanya Luo Huang Chen, sedikit tertarik karena ia tahu betul betapa langkanya barang seperti itu.

"Kita buat perjanjian darah, jadi tuan muda bisa mempercayai kami. Pada perjanjian surat ini tertulis, pembagian harta pelelangan adalah 90% bagi pemilik dan 10% pajak untuk pihak pelelangan," jelas Ming Hao.

"Jika ada pelanggaran yang terjadi, si pelanggar akan terkena petir penghukum. Sebut saja ini sumpah kepada langit dan bumi. Namun, jika tuan muda masih tidak percaya, kami akan kasih uang muka untuk barang lelang."

"Berapa harga dasar yang akan kalian berikan untuk sementara?" tanya Luo Huang Chen, sembari mengeluarkan tanduk Centicore lagi.

"Ini 4 platinum. Untuk sisanya, nanti dihitung dengan pengurangan 4 platinum ini. Tuan muda harus bersedia menunggu dua tahun. Anda tahu sendiri betapa langkanya barang seperti ini."

"Jadi kemungkinan kami harus menjual di pusat pelelangan yang ada di benua Tengah. Untuk sisanya, tuan muda bisa ambil, sekalian mengikuti pelelangan yang terjadi di sini tepat dua tahun lagi."

"Ini adalah token tanda pengenal agar bisa mendapatkan ruang VIP nomor satu. Para petugas pelelangan juga akan memperlakukan kalian secara khusus. Bisa kalian pakai di mana pun tempat pelelangan kami." Ming Hao menyerahkan sebuah token dari giok dengan simbol bintang dan awan.

"Baiklah, aku terima ini, dan ini tanduk Centicore. Sebelum itu, cepat taruh darahmu ke atas kertas perjanjian," ujar Luo Huang Chen dengan nada tegas penuh penekanan.

Ming Hao langsung meneteskan darahnya ke atas kertas perjanjian, karena ia tidak akan berani melawan seseorang yang memiliki kekuatan setara level 71-80, sedangkan dia hanya berlevel 56.

Luo Huang Chen juga meneteskan setetes darahnya ke atas kertas perjanjian. Seketika, kertas itu terbakar dan lenyap. Luo Huang Chen tersenyum, lalu berbicara, "Senang bekerja sama dengan Anda. Kalau begitu, aku akan datang dua tahun lagi," sebuah aura hitam bocor, membuat rasa hampa terlintas saat Ming Hao menatap Luo Huang Chen.

"Baik, akan kami tunggu kedatangan Anda, tuan muda Chen," sahut Ming Hao, sambil menutupi ketakutan yang ia rasakan.

Perjanjian selesai, Luo Huang Chen meninggalkan pelelangan tepat saat sore hari, diikuti oleh paman Za dan paman Zo.

Karena mereka memang tidak memahami hal seperti itu, mereka belajar dari keadaan dan situasi di sana. Luo Huang Chen sendiri hanya belajar lewat buku yang dipelajarinya, buku peninggalan almarhum Kakek Wu.

Terpopuler

Comments

Audy Muhinsya

Audy Muhinsya

ada jaman dulu lift,bahasa jawa,lalu salmnya juga......bikin genre dan latar belakang yg jelas author........jangan main asala campur aja

2024-11-04

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Pertemuan
2 Bab 2 Hewan Iblis
3 Bab 3 Elements Dan Awal Pelatihan
4 Bab 4 Pelajaran Masa Lalu
5 Bab 5 Fenomena Tidak Terduga
6 Bab 6 Kontes Memancing
7 Bab 7 Pertarungan Sengit
8 Bab 8 Melangkah Maju
9 Bab 9 Lima Bersaudara
10 Bab 10 Bakat Memasak
11 Bab 11 Menuju Kota
12 Bab 12 Keluarga Tambahan
13 Bab 13 Perkenalan
14 Bab 14 Persetujuan Pelelangan
15 Bab 15 Sedikit Ancaman
16 Bab 16 Bantuan Tidak Terduga
17 Bab 17 Kehangatan
18 Bab 18 Waktu Minim
19 Bab 19 Malam Tenang
20 Bab 20 Tiga Kendali
21 Bab 21 Kehangatan Keluarga
22 Bab 22 Langkah Awal
23 Bab 23 Memilih Kitab
24 Bab 24 Scorpius
25 Bab 25 Kepergian
26 Bab 26 Awal Pertarungan
27 Bab 27 Kekuatan
28 Bab 28 Air Terjun
29 Bab 29 Pertarungan Sengit
30 Bab 30 Puncak Pertarungan
31 Bab 31 Kedamaian
32 Bab 32 Harta Tak Terduga
33 Bab 33 Ruangan Rahasia
34 Bab 34 Lorong Gelap
35 Bab 35 Pemilik Harta
36 Bab 36 Tekanan
37 Bab 37 Pencerahan
38 Bab 38 Tempat Misterius
39 Bab 39 Harta Terakhir
40 Bab 40 Dua Lawan Satu
41 Bab 41 Sekte Elang Langit
42 Bab 42 Villa
43 Bab 43 Kehangatan
44 Bab 44 Obrolan Ringan
45 Bab 45 Persiapan
46 Bab 46 Topeng
47 Bab 47 VVIP
48 Bab 48 Pembukaan Lelang dan Pil Qi Pemula
49 Bab 49 Piala Jiwa Sejati
50 Bab 50 Persaingan dan Barang Terakhir
51 Bab 51 Ancaman
52 Bab 52 Ritual
53 Bab 53 Transaksi
54 Bab 54 Benua Tengah
55 Bab 55 Penginapan Kyabakura
56 Bab 56 Wanita Misterius
57 Bab 57 Pendamping Hidup
58 Bab 58 Perjalanan Romantis
59 Bab 59 Tepi Danau
60 Bab 60 Percakapan Yang Mengubah Segalanya
61 Bab 61 Kebebasan
62 Bab 62 Perjalanan Baru
63 Bab 63 Dratiger
64 Bab 64 Perjalanan Laut
65 Bab 65 Lomba Hewan Kontrak
66 Bab 66 Lautan Luas
67 Bab 67 Sea Serpent
68 Bab 68 Dewa Scorpius
69 Bab 69 Awal Perjalanan Baru
70 Bab 70 Mencari Petunjuk
71 Bab 71 Amarah
72 Bab 72 Akses Teleportasi
73 Bab 73 Perjalanan Berliku
74 Bab 74 Pertarungan Awal Sekte Taring Naga
75 Bab 75 Pertarungan Mengerikan Dalam Markas Sekte
76 Bab 76 Serangan Mei Xue yang Menggegerkan Sekte
77 Bab 77 Pertarungan dengan Para Petinggi Sekte
78 Bab 78 Misi Berbahaya
79 Bab 79 Melawan Ice Snake
80 Bab 80 Misi Tuntas
81 Bab 81 Perjalanan Menuju Gunung Eldoria
82 Bab 82 Menuju Kaki Gunung
83 Bab 83 Pertemuan dengan Monster Dragaraj
84 Bab 84 Pertarungan di Puncak Eldoria
85 Bab 85 Pertemuan dengan Nagasatu
86 Bab 86 Akhir Pertarungan
87 Bab 87 Penemuan Altar Misterius
88 Bab 88 Portal Menuju Alam Abadi
89 Menemukan Tujuan Baru
90 Menyusun Dasar Sekte
91 Mengundang Para Ahli
Episodes

Updated 91 Episodes

1
Bab 1 Pertemuan
2
Bab 2 Hewan Iblis
3
Bab 3 Elements Dan Awal Pelatihan
4
Bab 4 Pelajaran Masa Lalu
5
Bab 5 Fenomena Tidak Terduga
6
Bab 6 Kontes Memancing
7
Bab 7 Pertarungan Sengit
8
Bab 8 Melangkah Maju
9
Bab 9 Lima Bersaudara
10
Bab 10 Bakat Memasak
11
Bab 11 Menuju Kota
12
Bab 12 Keluarga Tambahan
13
Bab 13 Perkenalan
14
Bab 14 Persetujuan Pelelangan
15
Bab 15 Sedikit Ancaman
16
Bab 16 Bantuan Tidak Terduga
17
Bab 17 Kehangatan
18
Bab 18 Waktu Minim
19
Bab 19 Malam Tenang
20
Bab 20 Tiga Kendali
21
Bab 21 Kehangatan Keluarga
22
Bab 22 Langkah Awal
23
Bab 23 Memilih Kitab
24
Bab 24 Scorpius
25
Bab 25 Kepergian
26
Bab 26 Awal Pertarungan
27
Bab 27 Kekuatan
28
Bab 28 Air Terjun
29
Bab 29 Pertarungan Sengit
30
Bab 30 Puncak Pertarungan
31
Bab 31 Kedamaian
32
Bab 32 Harta Tak Terduga
33
Bab 33 Ruangan Rahasia
34
Bab 34 Lorong Gelap
35
Bab 35 Pemilik Harta
36
Bab 36 Tekanan
37
Bab 37 Pencerahan
38
Bab 38 Tempat Misterius
39
Bab 39 Harta Terakhir
40
Bab 40 Dua Lawan Satu
41
Bab 41 Sekte Elang Langit
42
Bab 42 Villa
43
Bab 43 Kehangatan
44
Bab 44 Obrolan Ringan
45
Bab 45 Persiapan
46
Bab 46 Topeng
47
Bab 47 VVIP
48
Bab 48 Pembukaan Lelang dan Pil Qi Pemula
49
Bab 49 Piala Jiwa Sejati
50
Bab 50 Persaingan dan Barang Terakhir
51
Bab 51 Ancaman
52
Bab 52 Ritual
53
Bab 53 Transaksi
54
Bab 54 Benua Tengah
55
Bab 55 Penginapan Kyabakura
56
Bab 56 Wanita Misterius
57
Bab 57 Pendamping Hidup
58
Bab 58 Perjalanan Romantis
59
Bab 59 Tepi Danau
60
Bab 60 Percakapan Yang Mengubah Segalanya
61
Bab 61 Kebebasan
62
Bab 62 Perjalanan Baru
63
Bab 63 Dratiger
64
Bab 64 Perjalanan Laut
65
Bab 65 Lomba Hewan Kontrak
66
Bab 66 Lautan Luas
67
Bab 67 Sea Serpent
68
Bab 68 Dewa Scorpius
69
Bab 69 Awal Perjalanan Baru
70
Bab 70 Mencari Petunjuk
71
Bab 71 Amarah
72
Bab 72 Akses Teleportasi
73
Bab 73 Perjalanan Berliku
74
Bab 74 Pertarungan Awal Sekte Taring Naga
75
Bab 75 Pertarungan Mengerikan Dalam Markas Sekte
76
Bab 76 Serangan Mei Xue yang Menggegerkan Sekte
77
Bab 77 Pertarungan dengan Para Petinggi Sekte
78
Bab 78 Misi Berbahaya
79
Bab 79 Melawan Ice Snake
80
Bab 80 Misi Tuntas
81
Bab 81 Perjalanan Menuju Gunung Eldoria
82
Bab 82 Menuju Kaki Gunung
83
Bab 83 Pertemuan dengan Monster Dragaraj
84
Bab 84 Pertarungan di Puncak Eldoria
85
Bab 85 Pertemuan dengan Nagasatu
86
Bab 86 Akhir Pertarungan
87
Bab 87 Penemuan Altar Misterius
88
Bab 88 Portal Menuju Alam Abadi
89
Menemukan Tujuan Baru
90
Menyusun Dasar Sekte
91
Mengundang Para Ahli

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!