Bab 13 Perkenalan

"Baiklah semua, kita akan membersihkan rumah ini, termasuk halamannya, lalu segera menuju toko untuk membersihkan tempat itu. Untuk pembagian tugas, para wanita dan anak-anak kecil, silakan bersihkan rumah ini terlebih dahulu."

"Untuk ketiga paman, silakan beli barang-barang yang diperlukan untuk merenovasi rumah maupun toko. Ajak satu wanita untuk sekalian membeli perlengkapan dapur dan bahan-bahan yang dibutuhkan." Luo Chen menatap ketiga paman yang menjaga barisan tengah dan belakang.

"Lalu kami?" tanya paman tertua.

"Paman tertua akan ikut aku ke asosiasi petualang, restoran, dan pelelangan. Untuk Paman Huang Zo, segera cari satu toko makanan atau restoran, dan satu toko penjualan yang dijual."

"Tunggu, Chen'er. Kalian tidak perlu mencari, aku punya tiga kenalan, atau sebut saja teman, yang masing-masing menjual satu toko," sahut kakek pemilik rumah.

"Ah, bagus kalau begitu. Paman Huang Zo ikut kami saja, kakek istirahat saja ya," pinta Luo Chen sambil berjalan pergi meninggalkan rumah.

"Tunggu dulu, kita semua belum kenalan. Kakek jadi bingung mau memanggil kalian," tanya kakek pemilik rumah sambil menahan lengan Luo Chen.

"Benar juga. Aku juga memanggil mereka dengan sebutan urutan, kecuali Paman Huang Zo," pikir Luo Chen sambil berbalik.

"Baiklah, kakek dulu ya? Panggil saja kakek Ma," ujar kakek pemilik rumah.

"Saya Huang Za, kakak tertua dari kami berlima," sahut paman tertua dengan antusias.

"Huang Ze, ini istri saya Huang An. Mereka bertiga anak kami, yang berumur 5 tahun itu Huang Bao, satunya lagi yang cewek berumur 3 tahun, namanya Huang Niu, dan bayi kecil umur 5 bulan di lengan istri saya ini, Huang Xia," ucap paman kedua.

"Ah, saya Huang Zu, istri saya ini Huang Yun. Kami punya dua anak, kembar laki-laki berumur 4 tahun. Jika ingin tahu perbedaan mereka, Huang Jun memiliki tanda lahir di lengan kanan, lalu Huang Yan memiliki tanda lahir di lengan kiri," tutup penjelasan paman ketiga sambil menunjukkan tanda lahir di lengan dekat pundak.

"Perkenalkan, saya Huang Zi, ini istri saya, dia bernama Huang Wan. Anak kami dua, laki-laki berumur 3 tahun bernama Huang Kong, dan perempuan berumur 2 tahun di sampingnya, Huang Hien. Jangan kaget jika melihat mereka selalu berdua," paman keempat menjelaskan terus terang agar tidak terjadi salah faham.

"Namaku Huang Zo, istriku yang lagi hamil ini, bernama Huang Yi. Untuk nama anak kami nanti, sudah berencana kami beri nama Luo Huang Sujia," sahut paman Huang Zo dengan nada tenang.

"Eh? Kenapa memakai nama depanku, paman?" tanya Luo Chen sambil menggaruk rambut panjangnya.

"Apa tidak boleh, tuan muda? Aku beri nama itu karena tuan muda sudah membantu kami, jadi suatu kehormatan bagiku jika anakku memakai nama depan tuan muda," balas paman Huang Zo, seraya tersenyum melihat bayi di kandungan Huang Yi.

"Iya, sudahlah. Perkenalkan, saya Luo Chen," ujar Luo Chen sambil tersenyum ramah, melihat satu persatu wajah yang menjadi keluarganya saat ini.

"Benar juga, karena tuan muda sudah memperbolehkan, maka nama depan kami semua akan memakai nama depan tuan muda. Kayak aku jadi Luo Huang Za," celetuk paman Huang Za yang merupakan paman tertua.

"Kerennn! Kami juga mau, paman, bolehkan ayah? Ibu?" tanya Luo Huang Bao sambil tersenyum bahagia.

"Lagian kita semua keluarga, jadi kenapa tidak? Semua setuju?" teriak Huang Ze dengan semangat.

"SETUJUUUU!!!!" sahut semua orang di situ. Luo Chen sendiri terdiam mendengarkan obrolan mereka sambil tersenyum kecut.

"Kalau begitu, nama kakek juga jadi Luo Huang Ma," ujar kakek Ma yang ikut antusias.

"Berarti aku juga ikut nih?" Luo Chen menggelengkan kepala, lalu berbicara lagi, "Mulai saat ini, namaku Luo Huang Chen," teriak Luo Chen sambil mengangkat genggaman tangan.

"Hahahaha!" Canda tawa memecah keheningan rumah itu, rumah yang harusnya terlihat menyeramkan dan sepi.

Sekarang terlihat ramai dengan suasana hangat. Kakek Ma sendiri tidak menyangka, karena kedatangan bocah keras kepala ini akan merubah situasi dan keadaan rumahnya.

"Baiklah semua, kita lakukan pekerjaan kita masing-masing. Usahakan bersihkan tempat istirahat dulu ya? Aku yakin butuh waktu lebih dari 1 bulan untuk merenovasi dan membersihkan rumah sepenuhnya."

"Paman Huang Ze, ini uang untuk melakukan tugas yang aku beri tadi," Luo Huang Chen memberikan sekantong uang berisi 100 koin emas.

"Tuan muda? Apa ini tidak berlebihan?" tanya Huang Ze sambil melihat uang begitu banyak di tangannya.

"Pakai saja, jika kurang nanti tinggal bilang," sahut Luo Huang Chen seraya tersenyum ramah.

"Aku akan gunakan sebaik mungkin, tuan muda. Lagi pula ini sudah lebih dari cukup. Baiklah, kami berangkat duluan, assalamu'alaikum," ujar paman Ze, berjalan pergi diikuti istrinya, bersama paman Zu dan paman Zi.

"Wa'alaikumsalam," balas semua orang. Setelah kepergian mereka berempat, Luo Huang Chen menatap semua orang yang tersisa dengan tatapan lembut.

"Kalau begitu, aku serahkan bagian sini kepada kalian ya? Jangan terlalu memaksakan diri, okee? Aku akan pergi bersama paman Za dan paman Zo. Mungkin kami pulang agak larut malam, jadi kalian bisa tidur duluan," ujar Luo Huang Chen sambil berjalan meninggalkan rumah.

Sesaat membuka pintu, terdengar suara dari belakang, "Jangan pulang terlalu malam, kak! Kami semua menunggu kalian," teriak Luo Huang Bao sambil melambaikan tangan.

Luo Huang Chen berbalik badan, "Hahahah, iya, sampai jumpa nanti, assalamu'alaikum," sahut Luo Huang Chen sambil pergi meninggalkan rumah diikuti paman Za dan paman Zo.

"Wa'alaikumsalam," balas semua orang yang tersisa di tempat itu sambil melihat kepergian orang yang paling mereka kagumi.

"Ayo, kita bersihkan, supaya kak Chen bangga!" teriak Luo Huang Bao, membangkitkan semangat mereka semua.

Kakek Ma sendiri hanya bisa tersenyum melihat kelakuan anak-anak kecil itu. Dia sangat bersyukur menerima kedatangan Luo Huang Chen; jika tidak, mungkin ia akan sendiri sampai menjelang kematian.

Akhirnya, mereka semua segera melakukan tugas yang ditugaskan. Tidak ada yang bermalasan; baik yang tua maupun yang muda saling membantu. Jika ada yang lelah, mereka akan bergantian.

Semua tampak antusias membersihkan rumah, terutama anak-anak. Walau mereka membersihkan sambil bermain, tetapi tingkat kebersihan yang mereka buat patut diacungi jempol.

Meski hanya baru membersihkan ruang tamu, mereka sudah cukup puas melihat kebersihan yang ada. Ruang tamu itu akan digunakan sementara sebagai tempat istirahat, sesuai pesan Luo Huang Chen.

Setelah selesai membersihkan ruang tamu, mereka memutuskan untuk membuat makanan sederhana sebagai hidangan selamat datang untuk Luo Huang Chen. Kakek Ma mengawasi anak-anak sambil mengingat kenangan indah bersama keluarganya. Dia merasa harapan baru muncul di rumah yang dulunya sepi ini.

Terpopuler

Comments

Wang Du

Wang Du

hadeh bahasanya jadi gak cocok...coba bikin novel saja daripada cerita silat

2024-11-09

0

Audy Muhinsya

Audy Muhinsya

yang masuk akal lh......kok ada assalamualaikum.......ini genre nya apa......nama karakter nya huaxia........lalu kok aneh..........mending novel bergenre nusantara aja......

2024-11-04

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Pertemuan
2 Bab 2 Hewan Iblis
3 Bab 3 Elements Dan Awal Pelatihan
4 Bab 4 Pelajaran Masa Lalu
5 Bab 5 Fenomena Tidak Terduga
6 Bab 6 Kontes Memancing
7 Bab 7 Pertarungan Sengit
8 Bab 8 Melangkah Maju
9 Bab 9 Lima Bersaudara
10 Bab 10 Bakat Memasak
11 Bab 11 Menuju Kota
12 Bab 12 Keluarga Tambahan
13 Bab 13 Perkenalan
14 Bab 14 Persetujuan Pelelangan
15 Bab 15 Sedikit Ancaman
16 Bab 16 Bantuan Tidak Terduga
17 Bab 17 Kehangatan
18 Bab 18 Waktu Minim
19 Bab 19 Malam Tenang
20 Bab 20 Tiga Kendali
21 Bab 21 Kehangatan Keluarga
22 Bab 22 Langkah Awal
23 Bab 23 Memilih Kitab
24 Bab 24 Scorpius
25 Bab 25 Kepergian
26 Bab 26 Awal Pertarungan
27 Bab 27 Kekuatan
28 Bab 28 Air Terjun
29 Bab 29 Pertarungan Sengit
30 Bab 30 Puncak Pertarungan
31 Bab 31 Kedamaian
32 Bab 32 Harta Tak Terduga
33 Bab 33 Ruangan Rahasia
34 Bab 34 Lorong Gelap
35 Bab 35 Pemilik Harta
36 Bab 36 Tekanan
37 Bab 37 Pencerahan
38 Bab 38 Tempat Misterius
39 Bab 39 Harta Terakhir
40 Bab 40 Dua Lawan Satu
41 Bab 41 Sekte Elang Langit
42 Bab 42 Villa
43 Bab 43 Kehangatan
44 Bab 44 Obrolan Ringan
45 Bab 45 Persiapan
46 Bab 46 Topeng
47 Bab 47 VVIP
48 Bab 48 Pembukaan Lelang dan Pil Qi Pemula
49 Bab 49 Piala Jiwa Sejati
50 Bab 50 Persaingan dan Barang Terakhir
51 Bab 51 Ancaman
52 Bab 52 Ritual
53 Bab 53 Transaksi
54 Bab 54 Benua Tengah
55 Bab 55 Penginapan Kyabakura
56 Bab 56 Wanita Misterius
57 Bab 57 Pendamping Hidup
58 Bab 58 Perjalanan Romantis
59 Bab 59 Tepi Danau
60 Bab 60 Percakapan Yang Mengubah Segalanya
61 Bab 61 Kebebasan
62 Bab 62 Perjalanan Baru
63 Bab 63 Dratiger
64 Bab 64 Perjalanan Laut
65 Bab 65 Lomba Hewan Kontrak
66 Bab 66 Lautan Luas
67 Bab 67 Sea Serpent
68 Bab 68 Dewa Scorpius
69 Bab 69 Awal Perjalanan Baru
70 Bab 70 Mencari Petunjuk
71 Bab 71 Amarah
72 Bab 72 Akses Teleportasi
73 Bab 73 Perjalanan Berliku
74 Bab 74 Pertarungan Awal Sekte Taring Naga
75 Bab 75 Pertarungan Mengerikan Dalam Markas Sekte
76 Bab 76 Serangan Mei Xue yang Menggegerkan Sekte
77 Bab 77 Pertarungan dengan Para Petinggi Sekte
78 Bab 78 Misi Berbahaya
79 Bab 79 Melawan Ice Snake
80 Bab 80 Misi Tuntas
81 Bab 81 Perjalanan Menuju Gunung Eldoria
82 Bab 82 Menuju Kaki Gunung
83 Bab 83 Pertemuan dengan Monster Dragaraj
84 Bab 84 Pertarungan di Puncak Eldoria
85 Bab 85 Pertemuan dengan Nagasatu
86 Bab 86 Akhir Pertarungan
87 Bab 87 Penemuan Altar Misterius
88 Bab 88 Portal Menuju Alam Abadi
89 Menemukan Tujuan Baru
90 Menyusun Dasar Sekte
91 Mengundang Para Ahli
Episodes

Updated 91 Episodes

1
Bab 1 Pertemuan
2
Bab 2 Hewan Iblis
3
Bab 3 Elements Dan Awal Pelatihan
4
Bab 4 Pelajaran Masa Lalu
5
Bab 5 Fenomena Tidak Terduga
6
Bab 6 Kontes Memancing
7
Bab 7 Pertarungan Sengit
8
Bab 8 Melangkah Maju
9
Bab 9 Lima Bersaudara
10
Bab 10 Bakat Memasak
11
Bab 11 Menuju Kota
12
Bab 12 Keluarga Tambahan
13
Bab 13 Perkenalan
14
Bab 14 Persetujuan Pelelangan
15
Bab 15 Sedikit Ancaman
16
Bab 16 Bantuan Tidak Terduga
17
Bab 17 Kehangatan
18
Bab 18 Waktu Minim
19
Bab 19 Malam Tenang
20
Bab 20 Tiga Kendali
21
Bab 21 Kehangatan Keluarga
22
Bab 22 Langkah Awal
23
Bab 23 Memilih Kitab
24
Bab 24 Scorpius
25
Bab 25 Kepergian
26
Bab 26 Awal Pertarungan
27
Bab 27 Kekuatan
28
Bab 28 Air Terjun
29
Bab 29 Pertarungan Sengit
30
Bab 30 Puncak Pertarungan
31
Bab 31 Kedamaian
32
Bab 32 Harta Tak Terduga
33
Bab 33 Ruangan Rahasia
34
Bab 34 Lorong Gelap
35
Bab 35 Pemilik Harta
36
Bab 36 Tekanan
37
Bab 37 Pencerahan
38
Bab 38 Tempat Misterius
39
Bab 39 Harta Terakhir
40
Bab 40 Dua Lawan Satu
41
Bab 41 Sekte Elang Langit
42
Bab 42 Villa
43
Bab 43 Kehangatan
44
Bab 44 Obrolan Ringan
45
Bab 45 Persiapan
46
Bab 46 Topeng
47
Bab 47 VVIP
48
Bab 48 Pembukaan Lelang dan Pil Qi Pemula
49
Bab 49 Piala Jiwa Sejati
50
Bab 50 Persaingan dan Barang Terakhir
51
Bab 51 Ancaman
52
Bab 52 Ritual
53
Bab 53 Transaksi
54
Bab 54 Benua Tengah
55
Bab 55 Penginapan Kyabakura
56
Bab 56 Wanita Misterius
57
Bab 57 Pendamping Hidup
58
Bab 58 Perjalanan Romantis
59
Bab 59 Tepi Danau
60
Bab 60 Percakapan Yang Mengubah Segalanya
61
Bab 61 Kebebasan
62
Bab 62 Perjalanan Baru
63
Bab 63 Dratiger
64
Bab 64 Perjalanan Laut
65
Bab 65 Lomba Hewan Kontrak
66
Bab 66 Lautan Luas
67
Bab 67 Sea Serpent
68
Bab 68 Dewa Scorpius
69
Bab 69 Awal Perjalanan Baru
70
Bab 70 Mencari Petunjuk
71
Bab 71 Amarah
72
Bab 72 Akses Teleportasi
73
Bab 73 Perjalanan Berliku
74
Bab 74 Pertarungan Awal Sekte Taring Naga
75
Bab 75 Pertarungan Mengerikan Dalam Markas Sekte
76
Bab 76 Serangan Mei Xue yang Menggegerkan Sekte
77
Bab 77 Pertarungan dengan Para Petinggi Sekte
78
Bab 78 Misi Berbahaya
79
Bab 79 Melawan Ice Snake
80
Bab 80 Misi Tuntas
81
Bab 81 Perjalanan Menuju Gunung Eldoria
82
Bab 82 Menuju Kaki Gunung
83
Bab 83 Pertemuan dengan Monster Dragaraj
84
Bab 84 Pertarungan di Puncak Eldoria
85
Bab 85 Pertemuan dengan Nagasatu
86
Bab 86 Akhir Pertarungan
87
Bab 87 Penemuan Altar Misterius
88
Bab 88 Portal Menuju Alam Abadi
89
Menemukan Tujuan Baru
90
Menyusun Dasar Sekte
91
Mengundang Para Ahli

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!