Bab 7 Pertarungan Sengit

Sang surya mulai terbenam, menandai akhir pelaksanaan kontes. Warna senja memenuhi langit, menciptakan kesan tersendiri di hati Luo Chen. Baru kali ini ia merasakan kenangan indah.

"Kakek Wu, terima kasih sudah mau menerima diriku," ucap Luo Chen saat menata kembali alat pancingnya.

"Chen'er, jangan sedih begitu, cepat kita balik ke rumah. Ingat, ini bukan hanya tentang kontes tadi! Hahaha," sahut kakek Wu, mendengar nada kesedihan dalam ucapan Luo Chen.

Mereka berdua berjalan kembali ke rumah, sambil menikmati perjalanan di dalam hutan. Tak terasa setengah jalan sudah terlewati, matahari sudah menghilang digantikan oleh sinar rembulan.

"Jadi, Chen'er? Tadi kamu mendapat berapa ikan?" tanya kakek Wu, membuka pembicaraan.

"Aku hanya dapat 16 ikan, kek. Tadi lepas terus," ujar Luo Chen seraya mengingat beberapa jenis ikan yang baru ia ketahui.

"Berarti kakek menang, karena kakek mendapat 32 ikan, hahahaha," kakek Wu tertawa penuh kemenangan, saat mengingat candaan Luo Chen.

"Iyaa dehh, ya sudah berarti kakek boleh minta satu permintaan apa pun itu."

"Kakek minta, peluk kakek sekarang, lalu kamu tidak boleh keluar rumah apa pun yang terjadi sampai besok pagi," perintah kakek Wu, sambil merasakan pergerakan seseorang yang melewati formasi array yang dibuatnya.

Luo Chen langsung memeluk kakek Wu, mereka berpelukan seakan mereka adalah kakek dan cucu kandung. Luo Chen juga sudah lama menginginkan pelukan dari kakek Wu, namun terhalang oleh batasan hubungan.

"Luo Chen, pakai cincin kakek ini. Mungkin hanya ini yang bisa kakek berikan padamu. Di dalamnya sudah ada salinan semua buku di rumah, serta uang. Jika kakek sudah tidak ada, kamu harus pelajari buku bahasa yang ada di cincin."

"Ingat pesan kakek, jangan pernah meremehkan kekuatan seseorang sedikit pun. Karena kamu akan menyesal ketika hal itu terjadi." Kakek Wu dan Luo Chen terdiam beberapa saat.

"Kakek, jangan bilang seperti itu seakan kakek mau pergi saja," Luo Chen semakin erat memeluk kakek Wu, merasa seperti akan kehilangan seseorang yang berharga di hatinya.

"Sudahlah, ayo kita segera pulang. Cepat pegang tangan kakek," kakek Wu melepas pelukan mereka, lalu memegang erat tangan Luo Chen.

Merasa waktunya semakin sempit, kakek Wu menggunakan tenaga dalam miliknya untuk kembali ke rumah. Dalam sekejap, mereka sudah sampai di depan rumah.

Tanpa basa-basi, kakek Wu segera menarik Luo Chen agar masuk ke rumah. Ia kembali keluar, memasang formasi array yang berfungsi menyamarkan seluruh indra manusia.

"Kenapa kakek seakan menunggu seseorang? Tunggu, kenapa pintu ini tidak bisa dibuka?" Luo Chen berpikir keras, mencari cara agar bisa membuka pintu.

"Hahahaaa, Sun Luo Wu, akhirnya aku menemukan dirimu," sebuah suara menggelegar terdengar keras dari dalam hutan.

Seorang kakek tua terlihat, sambil mengeluarkan tekanan tingkat kultivasi level 85. Ia terbang menggunakan tenaga dalam yang mengolah elemen angin melewati pepohonan.

"Wang Ji, masih berani kamu menampakkan diri di hadapanku?" bentak kakek Wu penuh amarah, mengingat dalang di balik hancurnya klan Sun.

"Masih sombong juga ya? Padahal kamu sudah terkena racun dariku saat ini. Lebih baik aku bersujud meminta ampun dariku."

"Lebih baik aku mati daripada meminta ampun padamu, manusia busuk! Keluar, Burung Oozlum!" ujar kakek Wu sambil menarik pedang di samping tubuh.

Burung Oozlum, burung yang konon memiliki kecepatan supersonik, bisa terbang mundur. Ekor burung tersebut memiliki keindahan tersendiri yang membuat musuhnya terhipnotis.

"Kakek Wu? Apa mungkin dia akan bertarung dengan kakek tua di sana? Tunggu, bukankah dia leluhur klan Wang? Lalu yang dikeluarkan oleh kakek Wu itu adalah hewan kontrak?" Luo Chen semakin bingung dengan keadaannya saat ini.

"Jika ingin mati secepatnya, maka akan aku layani, Sun Luo Wu! Keluar, Centicore! Lawan burung itu!" perintah Wang Ji, yang merupakan leluhur klan Wang.

"Baik, Tuan!" Centicore segera berlari ke arah Burung Oozlum yang masih dengan santai menatapnya.

"Aku mengandalkan dirimu lagi," ujar kakek Wu sambil mengusap kepala Burung Oozlum di sampingnya.

Ukuran Centicore dan Burung Oozlum setara, yakni setinggi 5 meter. Namun, perbedaan mencolok terlihat dari elemen yang berlawanan.

Burung Oozlum memiliki elemen angin, air, dan petir. Centicore memiliki elemen api, racun, dan tanah. Luo Chen yang melihat dua Hewan Iblis Legendaris tak berhenti merasa kagum.

"Mari kita mulai!" teriak Wang Ji, seakan tidak sabar ingin menyiksa kakek Wu.

Pertarungan tak terhindarkan, di mana Centicore melawan Burung Oozlum terjadi dengan sangat sengit. Kakek Wu sendiri yang menggunakan pedang terus menggempur Wang Ji yang memakai tongkat sihir.

Wang Ji tertawa, meremehkan serangan kakek Wu. "Hei, pak tua, lebih baik kamu menyerah, biar aku beri kematian yang tak terasa padamu!" cibir Wang Ji.

Kakek Wu dengan tenang berucap, "Mungkin itu hanya terjadi di mimpimu! Jurus Rasi Bintang Aquila, tingkat pertama, Elang Pencabik!"

Kali ini, terlihat seekor burung elang sebesar manusia tercipta dari tebasan kakek Wu, melesat tanpa terlihat lagi oleh mata. Meski hanya tingkat pertama, kekuatan di dalamnya terasa sangat tinggi sampai di tempat pertarungan hewan kontrak mereka.

"Jurus Naga Meteor, tingkat kedua, Bola Lava!"

"Duarrrrrrr," terjadi bentrokan antara kedua jurus, menciptakan lubang berdiameter satu kilometer. Meski serangan sudah menggunakan banyak energi Qi, mereka masih bertarung dengan sengit.

Tebasan demi tebasan terus-menerus dilakukan. Wang Ji sendiri hanya bisa menghindar, menyerang sekali-kali sambil menjaga jarak.

"Siallll, jika terus begini, aku yang terpojok!" pikir Wang Ji, karena beberapa kali ia sudah terkena tebasan tubuh.

Meski kakek Wu juga terkena sihir dari Wang Ji, terlihat bahwa kakek Wu lebih unggul, meski kultivasi mereka berjarak tiga tingkat.

Tidak hanya kakek Wu dengan Wang Ji yang terlihat sengit, tetapi hewan kontrak mereka juga demikian. Bahkan, terlihat banyak tetesan darah di tubuh mereka.

Pohon-pohon banyak yang tumbang, tanah-tanah berlubang. Banyak serangan yang menyasar, membuat kerusakan di hutan semakin menjadi-jadi.

Hewan Iblis yang merupakan penghuni asli tempat itu juga tidak berani menunjukkan diri dalam pertarungan dua Hewan Legendaris. Mereka hanya bisa berlari menjauh dari area pertarungan.

Meski tidak puas dengan perbuatan dua Hewan Legendaris, tetapi apalah daya mereka, hanya kematian yang akan datang menemui mereka jika berani datang menghadap.

"Kakek," gumam Luo Chen sangat khawatir melihat pertarungan antara kakek Wu dengan Wang Ji. Dia ingin keluar membantu meski sedikit. Namun, ia sendiri tidak bisa keluar karena formasi pengunci buatan kakek Wu.

"Apapun yang akan terjadi, aku tidak akan membiarkan kakek terluka dalam pertarungan iniiiiii!"

Terpopuler

Comments

hyuga dara

hyuga dara

Sejak kapan Anak kecil bisa mengenal Leluhur Klan Wang?

2024-11-16

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Pertemuan
2 Bab 2 Hewan Iblis
3 Bab 3 Elements Dan Awal Pelatihan
4 Bab 4 Pelajaran Masa Lalu
5 Bab 5 Fenomena Tidak Terduga
6 Bab 6 Kontes Memancing
7 Bab 7 Pertarungan Sengit
8 Bab 8 Melangkah Maju
9 Bab 9 Lima Bersaudara
10 Bab 10 Bakat Memasak
11 Bab 11 Menuju Kota
12 Bab 12 Keluarga Tambahan
13 Bab 13 Perkenalan
14 Bab 14 Persetujuan Pelelangan
15 Bab 15 Sedikit Ancaman
16 Bab 16 Bantuan Tidak Terduga
17 Bab 17 Kehangatan
18 Bab 18 Waktu Minim
19 Bab 19 Malam Tenang
20 Bab 20 Tiga Kendali
21 Bab 21 Kehangatan Keluarga
22 Bab 22 Langkah Awal
23 Bab 23 Memilih Kitab
24 Bab 24 Scorpius
25 Bab 25 Kepergian
26 Bab 26 Awal Pertarungan
27 Bab 27 Kekuatan
28 Bab 28 Air Terjun
29 Bab 29 Pertarungan Sengit
30 Bab 30 Puncak Pertarungan
31 Bab 31 Kedamaian
32 Bab 32 Harta Tak Terduga
33 Bab 33 Ruangan Rahasia
34 Bab 34 Lorong Gelap
35 Bab 35 Pemilik Harta
36 Bab 36 Tekanan
37 Bab 37 Pencerahan
38 Bab 38 Tempat Misterius
39 Bab 39 Harta Terakhir
40 Bab 40 Dua Lawan Satu
41 Bab 41 Sekte Elang Langit
42 Bab 42 Villa
43 Bab 43 Kehangatan
44 Bab 44 Obrolan Ringan
45 Bab 45 Persiapan
46 Bab 46 Topeng
47 Bab 47 VVIP
48 Bab 48 Pembukaan Lelang dan Pil Qi Pemula
49 Bab 49 Piala Jiwa Sejati
50 Bab 50 Persaingan dan Barang Terakhir
51 Bab 51 Ancaman
52 Bab 52 Ritual
53 Bab 53 Transaksi
54 Bab 54 Benua Tengah
55 Bab 55 Penginapan Kyabakura
56 Bab 56 Wanita Misterius
57 Bab 57 Pendamping Hidup
58 Bab 58 Perjalanan Romantis
59 Bab 59 Tepi Danau
60 Bab 60 Percakapan Yang Mengubah Segalanya
61 Bab 61 Kebebasan
62 Bab 62 Perjalanan Baru
63 Bab 63 Dratiger
64 Bab 64 Perjalanan Laut
65 Bab 65 Lomba Hewan Kontrak
66 Bab 66 Lautan Luas
67 Bab 67 Sea Serpent
68 Bab 68 Dewa Scorpius
69 Bab 69 Awal Perjalanan Baru
70 Bab 70 Mencari Petunjuk
71 Bab 71 Amarah
72 Bab 72 Akses Teleportasi
73 Bab 73 Perjalanan Berliku
74 Bab 74 Pertarungan Awal Sekte Taring Naga
75 Bab 75 Pertarungan Mengerikan Dalam Markas Sekte
76 Bab 76 Serangan Mei Xue yang Menggegerkan Sekte
77 Bab 77 Pertarungan dengan Para Petinggi Sekte
78 Bab 78 Misi Berbahaya
79 Bab 79 Melawan Ice Snake
80 Bab 80 Misi Tuntas
81 Bab 81 Perjalanan Menuju Gunung Eldoria
82 Bab 82 Menuju Kaki Gunung
83 Bab 83 Pertemuan dengan Monster Dragaraj
84 Bab 84 Pertarungan di Puncak Eldoria
85 Bab 85 Pertemuan dengan Nagasatu
86 Bab 86 Akhir Pertarungan
87 Bab 87 Penemuan Altar Misterius
88 Bab 88 Portal Menuju Alam Abadi
89 Menemukan Tujuan Baru
90 Menyusun Dasar Sekte
91 Mengundang Para Ahli
Episodes

Updated 91 Episodes

1
Bab 1 Pertemuan
2
Bab 2 Hewan Iblis
3
Bab 3 Elements Dan Awal Pelatihan
4
Bab 4 Pelajaran Masa Lalu
5
Bab 5 Fenomena Tidak Terduga
6
Bab 6 Kontes Memancing
7
Bab 7 Pertarungan Sengit
8
Bab 8 Melangkah Maju
9
Bab 9 Lima Bersaudara
10
Bab 10 Bakat Memasak
11
Bab 11 Menuju Kota
12
Bab 12 Keluarga Tambahan
13
Bab 13 Perkenalan
14
Bab 14 Persetujuan Pelelangan
15
Bab 15 Sedikit Ancaman
16
Bab 16 Bantuan Tidak Terduga
17
Bab 17 Kehangatan
18
Bab 18 Waktu Minim
19
Bab 19 Malam Tenang
20
Bab 20 Tiga Kendali
21
Bab 21 Kehangatan Keluarga
22
Bab 22 Langkah Awal
23
Bab 23 Memilih Kitab
24
Bab 24 Scorpius
25
Bab 25 Kepergian
26
Bab 26 Awal Pertarungan
27
Bab 27 Kekuatan
28
Bab 28 Air Terjun
29
Bab 29 Pertarungan Sengit
30
Bab 30 Puncak Pertarungan
31
Bab 31 Kedamaian
32
Bab 32 Harta Tak Terduga
33
Bab 33 Ruangan Rahasia
34
Bab 34 Lorong Gelap
35
Bab 35 Pemilik Harta
36
Bab 36 Tekanan
37
Bab 37 Pencerahan
38
Bab 38 Tempat Misterius
39
Bab 39 Harta Terakhir
40
Bab 40 Dua Lawan Satu
41
Bab 41 Sekte Elang Langit
42
Bab 42 Villa
43
Bab 43 Kehangatan
44
Bab 44 Obrolan Ringan
45
Bab 45 Persiapan
46
Bab 46 Topeng
47
Bab 47 VVIP
48
Bab 48 Pembukaan Lelang dan Pil Qi Pemula
49
Bab 49 Piala Jiwa Sejati
50
Bab 50 Persaingan dan Barang Terakhir
51
Bab 51 Ancaman
52
Bab 52 Ritual
53
Bab 53 Transaksi
54
Bab 54 Benua Tengah
55
Bab 55 Penginapan Kyabakura
56
Bab 56 Wanita Misterius
57
Bab 57 Pendamping Hidup
58
Bab 58 Perjalanan Romantis
59
Bab 59 Tepi Danau
60
Bab 60 Percakapan Yang Mengubah Segalanya
61
Bab 61 Kebebasan
62
Bab 62 Perjalanan Baru
63
Bab 63 Dratiger
64
Bab 64 Perjalanan Laut
65
Bab 65 Lomba Hewan Kontrak
66
Bab 66 Lautan Luas
67
Bab 67 Sea Serpent
68
Bab 68 Dewa Scorpius
69
Bab 69 Awal Perjalanan Baru
70
Bab 70 Mencari Petunjuk
71
Bab 71 Amarah
72
Bab 72 Akses Teleportasi
73
Bab 73 Perjalanan Berliku
74
Bab 74 Pertarungan Awal Sekte Taring Naga
75
Bab 75 Pertarungan Mengerikan Dalam Markas Sekte
76
Bab 76 Serangan Mei Xue yang Menggegerkan Sekte
77
Bab 77 Pertarungan dengan Para Petinggi Sekte
78
Bab 78 Misi Berbahaya
79
Bab 79 Melawan Ice Snake
80
Bab 80 Misi Tuntas
81
Bab 81 Perjalanan Menuju Gunung Eldoria
82
Bab 82 Menuju Kaki Gunung
83
Bab 83 Pertemuan dengan Monster Dragaraj
84
Bab 84 Pertarungan di Puncak Eldoria
85
Bab 85 Pertemuan dengan Nagasatu
86
Bab 86 Akhir Pertarungan
87
Bab 87 Penemuan Altar Misterius
88
Bab 88 Portal Menuju Alam Abadi
89
Menemukan Tujuan Baru
90
Menyusun Dasar Sekte
91
Mengundang Para Ahli

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!