Sang surya mulai terbenam, menandai akhir pelaksanaan kontes. Warna senja memenuhi langit, menciptakan kesan tersendiri di hati Luo Chen. Baru kali ini ia merasakan kenangan indah.
"Kakek Wu, terima kasih sudah mau menerima diriku," ucap Luo Chen saat menata kembali alat pancingnya.
"Chen'er, jangan sedih begitu, cepat kita balik ke rumah. Ingat, ini bukan hanya tentang kontes tadi! Hahaha," sahut kakek Wu, mendengar nada kesedihan dalam ucapan Luo Chen.
Mereka berdua berjalan kembali ke rumah, sambil menikmati perjalanan di dalam hutan. Tak terasa setengah jalan sudah terlewati, matahari sudah menghilang digantikan oleh sinar rembulan.
"Jadi, Chen'er? Tadi kamu mendapat berapa ikan?" tanya kakek Wu, membuka pembicaraan.
"Aku hanya dapat 16 ikan, kek. Tadi lepas terus," ujar Luo Chen seraya mengingat beberapa jenis ikan yang baru ia ketahui.
"Berarti kakek menang, karena kakek mendapat 32 ikan, hahahaha," kakek Wu tertawa penuh kemenangan, saat mengingat candaan Luo Chen.
"Iyaa dehh, ya sudah berarti kakek boleh minta satu permintaan apa pun itu."
"Kakek minta, peluk kakek sekarang, lalu kamu tidak boleh keluar rumah apa pun yang terjadi sampai besok pagi," perintah kakek Wu, sambil merasakan pergerakan seseorang yang melewati formasi array yang dibuatnya.
Luo Chen langsung memeluk kakek Wu, mereka berpelukan seakan mereka adalah kakek dan cucu kandung. Luo Chen juga sudah lama menginginkan pelukan dari kakek Wu, namun terhalang oleh batasan hubungan.
"Luo Chen, pakai cincin kakek ini. Mungkin hanya ini yang bisa kakek berikan padamu. Di dalamnya sudah ada salinan semua buku di rumah, serta uang. Jika kakek sudah tidak ada, kamu harus pelajari buku bahasa yang ada di cincin."
"Ingat pesan kakek, jangan pernah meremehkan kekuatan seseorang sedikit pun. Karena kamu akan menyesal ketika hal itu terjadi." Kakek Wu dan Luo Chen terdiam beberapa saat.
"Kakek, jangan bilang seperti itu seakan kakek mau pergi saja," Luo Chen semakin erat memeluk kakek Wu, merasa seperti akan kehilangan seseorang yang berharga di hatinya.
"Sudahlah, ayo kita segera pulang. Cepat pegang tangan kakek," kakek Wu melepas pelukan mereka, lalu memegang erat tangan Luo Chen.
Merasa waktunya semakin sempit, kakek Wu menggunakan tenaga dalam miliknya untuk kembali ke rumah. Dalam sekejap, mereka sudah sampai di depan rumah.
Tanpa basa-basi, kakek Wu segera menarik Luo Chen agar masuk ke rumah. Ia kembali keluar, memasang formasi array yang berfungsi menyamarkan seluruh indra manusia.
"Kenapa kakek seakan menunggu seseorang? Tunggu, kenapa pintu ini tidak bisa dibuka?" Luo Chen berpikir keras, mencari cara agar bisa membuka pintu.
"Hahahaaa, Sun Luo Wu, akhirnya aku menemukan dirimu," sebuah suara menggelegar terdengar keras dari dalam hutan.
Seorang kakek tua terlihat, sambil mengeluarkan tekanan tingkat kultivasi level 85. Ia terbang menggunakan tenaga dalam yang mengolah elemen angin melewati pepohonan.
"Wang Ji, masih berani kamu menampakkan diri di hadapanku?" bentak kakek Wu penuh amarah, mengingat dalang di balik hancurnya klan Sun.
"Masih sombong juga ya? Padahal kamu sudah terkena racun dariku saat ini. Lebih baik aku bersujud meminta ampun dariku."
"Lebih baik aku mati daripada meminta ampun padamu, manusia busuk! Keluar, Burung Oozlum!" ujar kakek Wu sambil menarik pedang di samping tubuh.
Burung Oozlum, burung yang konon memiliki kecepatan supersonik, bisa terbang mundur. Ekor burung tersebut memiliki keindahan tersendiri yang membuat musuhnya terhipnotis.
"Kakek Wu? Apa mungkin dia akan bertarung dengan kakek tua di sana? Tunggu, bukankah dia leluhur klan Wang? Lalu yang dikeluarkan oleh kakek Wu itu adalah hewan kontrak?" Luo Chen semakin bingung dengan keadaannya saat ini.
"Jika ingin mati secepatnya, maka akan aku layani, Sun Luo Wu! Keluar, Centicore! Lawan burung itu!" perintah Wang Ji, yang merupakan leluhur klan Wang.
"Baik, Tuan!" Centicore segera berlari ke arah Burung Oozlum yang masih dengan santai menatapnya.
"Aku mengandalkan dirimu lagi," ujar kakek Wu sambil mengusap kepala Burung Oozlum di sampingnya.
Ukuran Centicore dan Burung Oozlum setara, yakni setinggi 5 meter. Namun, perbedaan mencolok terlihat dari elemen yang berlawanan.
Burung Oozlum memiliki elemen angin, air, dan petir. Centicore memiliki elemen api, racun, dan tanah. Luo Chen yang melihat dua Hewan Iblis Legendaris tak berhenti merasa kagum.
"Mari kita mulai!" teriak Wang Ji, seakan tidak sabar ingin menyiksa kakek Wu.
Pertarungan tak terhindarkan, di mana Centicore melawan Burung Oozlum terjadi dengan sangat sengit. Kakek Wu sendiri yang menggunakan pedang terus menggempur Wang Ji yang memakai tongkat sihir.
Wang Ji tertawa, meremehkan serangan kakek Wu. "Hei, pak tua, lebih baik kamu menyerah, biar aku beri kematian yang tak terasa padamu!" cibir Wang Ji.
Kakek Wu dengan tenang berucap, "Mungkin itu hanya terjadi di mimpimu! Jurus Rasi Bintang Aquila, tingkat pertama, Elang Pencabik!"
Kali ini, terlihat seekor burung elang sebesar manusia tercipta dari tebasan kakek Wu, melesat tanpa terlihat lagi oleh mata. Meski hanya tingkat pertama, kekuatan di dalamnya terasa sangat tinggi sampai di tempat pertarungan hewan kontrak mereka.
"Jurus Naga Meteor, tingkat kedua, Bola Lava!"
"Duarrrrrrr," terjadi bentrokan antara kedua jurus, menciptakan lubang berdiameter satu kilometer. Meski serangan sudah menggunakan banyak energi Qi, mereka masih bertarung dengan sengit.
Tebasan demi tebasan terus-menerus dilakukan. Wang Ji sendiri hanya bisa menghindar, menyerang sekali-kali sambil menjaga jarak.
"Siallll, jika terus begini, aku yang terpojok!" pikir Wang Ji, karena beberapa kali ia sudah terkena tebasan tubuh.
Meski kakek Wu juga terkena sihir dari Wang Ji, terlihat bahwa kakek Wu lebih unggul, meski kultivasi mereka berjarak tiga tingkat.
Tidak hanya kakek Wu dengan Wang Ji yang terlihat sengit, tetapi hewan kontrak mereka juga demikian. Bahkan, terlihat banyak tetesan darah di tubuh mereka.
Pohon-pohon banyak yang tumbang, tanah-tanah berlubang. Banyak serangan yang menyasar, membuat kerusakan di hutan semakin menjadi-jadi.
Hewan Iblis yang merupakan penghuni asli tempat itu juga tidak berani menunjukkan diri dalam pertarungan dua Hewan Legendaris. Mereka hanya bisa berlari menjauh dari area pertarungan.
Meski tidak puas dengan perbuatan dua Hewan Legendaris, tetapi apalah daya mereka, hanya kematian yang akan datang menemui mereka jika berani datang menghadap.
"Kakek," gumam Luo Chen sangat khawatir melihat pertarungan antara kakek Wu dengan Wang Ji. Dia ingin keluar membantu meski sedikit. Namun, ia sendiri tidak bisa keluar karena formasi pengunci buatan kakek Wu.
"Apapun yang akan terjadi, aku tidak akan membiarkan kakek terluka dalam pertarungan iniiiiii!"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 91 Episodes
Comments
hyuga dara
Sejak kapan Anak kecil bisa mengenal Leluhur Klan Wang?
2024-11-16
1