Bab 6 Kontes Memancing

Di pagi yang cerah, tepat saat sang surya baru muncul, Luo Chen terbangun dari pingsan, masih dalam posisi terlentang. Ia mencoba duduk sambil memegang kepalanya dan bergumam, "Apa yang terjadi kemarin? Kenapa aku bisa di sini? Bukankah kemarin sedang latihan di luar? Aku harus cari kakek." Luo Chen berjalan keluar kamar menuju depan rumah.

"Ternyata kamu sudah bangun, Chen'er. Bagaimana rasanya di tubuhmu? Apa ada yang sakit?" ujar Kakek Wu dengan tenang, sambil duduk di bawah pohon rindang.

"Tubuhku terasa lebih ringan, Kek. Lalu, aku merasa ada aliran energi yang kuat di dalam tubuhku. Apakah ini yang disebut energi Qi ya, Kek?"

"Syukurlah kalau tubuhmu baik-baik saja. Jadi, kamu sudah merasakan aliran energi Qi? Memang benar, itu energi Qi yang berjalan di dalam meridian milikmu."

Sambil cengengesan, Luo Chen bertanya, "Lalu, Kek? Kapan aku bisa melatih energi Qi milikku?" dengan nada penuh semangat.

"Hadeh, mungkin satu minggu lagi aku akan melatihmu cara mengatur, memakai, membuat, menyimpan, dan menstabilkan energi Qi di dalam tubuh," ujar Kakek Wu sambil tersenyum, mengingat kejadian minggu lalu.

"Siap, Kek! Tapi, kenapa aku bisa berada di kamar, Kek? Apakah aku pingsan? Seberapa lama aku pingsan, Kek?" Luo Chen merasa ada sesuatu yang menarik saat ia pingsan.

"Baru sekarang kamu mau bertanya, Chen'er?" sahut Kakek Wu seraya membenarkan tatanan rambut panjangnya yang sedikit berantakan.

"Maaf, Kek, tadi aku lupa mau tanya apa dulu, hehehe," ujar Luo Chen diakhiri dengan kekehan tawa kecil.

"Sudahlah, kamu pingsan saat perbaikan akar Elements selesai. Jadi, Kakek bawa kamu ke kamar. Kamu sudah pingsan selama satu minggu. Memangnya, apa yang kamu rasakan saat itu?" Kakek Wu balik bertanya dengan sorot mata yang tampak menyelidiki sesuatu.

"Buset dah, Kek! Aku kira baru semalam aku pingsan, ternyata sudah cukup lama ya. Yang aku rasakan kemarin, tiba-tiba jiwaku tersedot ke ruang gelap tanpa cahaya."

"Setelah itu, aku dikelilingi oleh 15 cahaya yang berbeda, tapi jaraknya semua sama, seperti membentuk sebuah lingkaran. Lalu, tiba-tiba cahaya itu terbagi."

"Mereka membentuk sebuah rasi bintang, aku ingat beberapa bentuknya persis seperti di buku rasi bintang yang aku pelajari. Formasi cahaya itu selalu berubah setiap kali menjadi salah satu rasi bintang," ujar Luo Chen, terdiam sejenak melihat Kakek Wu yang memejamkan matanya.

"Berarti benar, Chen'er mendapatkan anugerah dari langit," pikir Kakek Wu sambil menutup matanya.

"Kek? Lalu, apa yang terjadi denganku, Kek?" tanya Luo Chen seraya menggoyangkan tubuh Kakek Wu.

"Sabar, Chen'er. Saat kamu mulai perbaikan...," Kakek Wu mulai menjelaskan seluruh kejadian, dari fenomena yang terjadi saat Luo Chen memulai perbaikan hingga saat dia pingsan.

Ketika penjelasan selesai, Luo Chen dan Kakek Wu sama-sama terdiam, larut dalam pikiran masing-masing.

"Biarkan jalannya sendiri yang menentukan takdirnya," pikir Kakek Wu sambil memandang Luo Chen yang masih terdiam.

Kakek Wu mengusap kepala Luo Chen sambil berucap, "Chen'er, lebih baik sekarang kita memancing ikan di sungai untuk makan malam nanti," dengan nada lembut.

Luo Chen terlihat antusias, "Ayo, Kek! Aku juga sudah kangen mancing. Tapi alat pancingnya?"

"Ambil di dapur, dalam lemari. Di sana ada alat pancing dengan dua ember tempat wadah ikan. Untuk umpan, cari saja cacing di tanah yang subur di bawah rumput," jawab Kakek Wu sambil berjalan mencari umpan.

Luo Chen segera berlari ke dalam rumah, lalu berteriak, "Oke, aku ambil alat pancing dulu, Kek! Nanti kita kontes mancing!"

"Cepat, atau nanti Kakek tinggal," sahut Kakek Wu sambil mengumpulkan umpan ke dalam wadah daun.

Beberapa menit kemudian, Kakek Wu sudah siap dengan umpannya dan berjalan menuju sungai. Luo Chen segera menyusul dengan cepat.

"Cepat, Kek! Semakin cepat kita mancing, semakin banyak ikan yang kita dapat nanti," ujar Luo Chen sambil berjalan mendahului Kakek Wu.

Perjalanan menuju sungai terasa ringan, seolah mereka sudah terbiasa melaluinya. Saat mereka sampai di tepi sungai, Luo Chen langsung bersiap memancing, begitu juga Kakek Wu yang tampak tenang.

"Kek, bagaimana kalau kita kontes mancing? Siapa yang mendapat ikan lebih banyak, dia harus menuruti pemenang sekali, dengan syarat dilarang menggunakan tenaga dalam atau teknik lainnya."

"Siapa takut, bocah," sahut Kakek Wu sambil tersenyum tipis di balik jenggotnya.Setelah Kakek Wu dan Luo Chen menyepakati aturan kontes, mereka pun mulai fokus menunggu di tepi sungai. Air yang jernih memantulkan sinar matahari, membuat suasana semakin cerah. Beberapa menit berlalu, tetapi belum ada tanda-tanda ikan yang tertarik dengan umpan mereka.

"Ah, mungkin aku harus mencoba mengubah cara melempar umpan," pikir Luo Chen. Ia mengubah posisi duduknya, menyiapkan mental untuk menarik perhatian ikan. Dengan penuh konsentrasi, ia melemparkan umpan ke arah tengah sungai, berharap mendapatkan tangkapan yang lebih besar.

Setelah beberapa saat menunggu, Luo Chen merasakan sesuatu yang aneh. Pelampungnya bergerak-gerak sedikit, seakan ada sesuatu yang mendekat. "Kek, aku merasa ada yang menggigit umpan!" serunya dengan penuh semangat. Kakek Wu yang melihat reaksi cucunya langsung memperhatikan pelampung di air.

"Tarik pelan-pelan, Chen'er! Jangan terburu-buru," nasihat Kakek Wu sambil bersiap membantu jika diperlukan.

Dengan penuh kehati-hatian, Luo Chen mulai menarik pancingnya. Tarikan di ujung tali terasa semakin kuat. "Hiyaa!" teriaknya, berusaha melawan tarikan ikan yang tak ingin menyerah. Seluruh fokus Luo Chen tertuju pada pancingnya, sementara Kakek Wu menunggu dengan cemas.

"Come on, sedikit lagi!" teriak Luo Chen, semangatnya membara. Setelah berjuang beberapa saat, akhirnya ia melihat sosok ikan yang melompat ke permukaan air. “Kakek! Lihat!” teriaknya, gembira. Ikan berukuran sedang itu berkilau di bawah sinar matahari.

"Keren, Chen'er! Tarik lebih kuat!" dorong Kakek Wu, melihat semangat cucunya semakin membara. Dengan satu tarikan terakhir yang penuh tenaga, Luo Chen berhasil menarik ikan tersebut ke daratan. Ia melompat kegirangan.

"Ikan! Aku dapat ikan!" teriak Luo Chen sambil mengangkat ikan tersebut. Kakek Wu tersenyum bangga. "Bagus sekali, Chen'er! Itu ikan Gudgeon yang cukup besar."

Luo Chen mengamati ikannya dengan takjub. "Rasanya, aku ingin menangkap lebih banyak ikan!" serunya penuh semangat. Kakek Wu mengangguk, "Kalau begitu, ayo lanjutkan, mungkin hari ini adalah hari keberuntunganmu!"

Dengan semangat baru, mereka melanjutkan kontes mancing, bertekad untuk mendapatkan lebih banyak tangkapan sebelum matahari terbenam.

Setelah beberapa saat, Luo Chen kembali merasakan tarikan kuat di pancingnya. “Kek, sepertinya ada ikan besar!” teriaknya antusias.

Terpopuler

Comments

absolut

absolut

lanjut tor bagusss

2024-02-15

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Pertemuan
2 Bab 2 Hewan Iblis
3 Bab 3 Elements Dan Awal Pelatihan
4 Bab 4 Pelajaran Masa Lalu
5 Bab 5 Fenomena Tidak Terduga
6 Bab 6 Kontes Memancing
7 Bab 7 Pertarungan Sengit
8 Bab 8 Melangkah Maju
9 Bab 9 Lima Bersaudara
10 Bab 10 Bakat Memasak
11 Bab 11 Menuju Kota
12 Bab 12 Keluarga Tambahan
13 Bab 13 Perkenalan
14 Bab 14 Persetujuan Pelelangan
15 Bab 15 Sedikit Ancaman
16 Bab 16 Bantuan Tidak Terduga
17 Bab 17 Kehangatan
18 Bab 18 Waktu Minim
19 Bab 19 Malam Tenang
20 Bab 20 Tiga Kendali
21 Bab 21 Kehangatan Keluarga
22 Bab 22 Langkah Awal
23 Bab 23 Memilih Kitab
24 Bab 24 Scorpius
25 Bab 25 Kepergian
26 Bab 26 Awal Pertarungan
27 Bab 27 Kekuatan
28 Bab 28 Air Terjun
29 Bab 29 Pertarungan Sengit
30 Bab 30 Puncak Pertarungan
31 Bab 31 Kedamaian
32 Bab 32 Harta Tak Terduga
33 Bab 33 Ruangan Rahasia
34 Bab 34 Lorong Gelap
35 Bab 35 Pemilik Harta
36 Bab 36 Tekanan
37 Bab 37 Pencerahan
38 Bab 38 Tempat Misterius
39 Bab 39 Harta Terakhir
40 Bab 40 Dua Lawan Satu
41 Bab 41 Sekte Elang Langit
42 Bab 42 Villa
43 Bab 43 Kehangatan
44 Bab 44 Obrolan Ringan
45 Bab 45 Persiapan
46 Bab 46 Topeng
47 Bab 47 VVIP
48 Bab 48 Pembukaan Lelang dan Pil Qi Pemula
49 Bab 49 Piala Jiwa Sejati
50 Bab 50 Persaingan dan Barang Terakhir
51 Bab 51 Ancaman
52 Bab 52 Ritual
53 Bab 53 Transaksi
54 Bab 54 Benua Tengah
55 Bab 55 Penginapan Kyabakura
56 Bab 56 Wanita Misterius
57 Bab 57 Pendamping Hidup
58 Bab 58 Perjalanan Romantis
59 Bab 59 Tepi Danau
60 Bab 60 Percakapan Yang Mengubah Segalanya
61 Bab 61 Kebebasan
62 Bab 62 Perjalanan Baru
63 Bab 63 Dratiger
64 Bab 64 Perjalanan Laut
65 Bab 65 Lomba Hewan Kontrak
66 Bab 66 Lautan Luas
67 Bab 67 Sea Serpent
68 Bab 68 Dewa Scorpius
69 Bab 69 Awal Perjalanan Baru
70 Bab 70 Mencari Petunjuk
71 Bab 71 Amarah
72 Bab 72 Akses Teleportasi
73 Bab 73 Perjalanan Berliku
74 Bab 74 Pertarungan Awal Sekte Taring Naga
75 Bab 75 Pertarungan Mengerikan Dalam Markas Sekte
76 Bab 76 Serangan Mei Xue yang Menggegerkan Sekte
77 Bab 77 Pertarungan dengan Para Petinggi Sekte
78 Bab 78 Misi Berbahaya
79 Bab 79 Melawan Ice Snake
80 Bab 80 Misi Tuntas
81 Bab 81 Perjalanan Menuju Gunung Eldoria
82 Bab 82 Menuju Kaki Gunung
83 Bab 83 Pertemuan dengan Monster Dragaraj
84 Bab 84 Pertarungan di Puncak Eldoria
85 Bab 85 Pertemuan dengan Nagasatu
86 Bab 86 Akhir Pertarungan
87 Bab 87 Penemuan Altar Misterius
88 Bab 88 Portal Menuju Alam Abadi
89 Menemukan Tujuan Baru
90 Menyusun Dasar Sekte
91 Mengundang Para Ahli
Episodes

Updated 91 Episodes

1
Bab 1 Pertemuan
2
Bab 2 Hewan Iblis
3
Bab 3 Elements Dan Awal Pelatihan
4
Bab 4 Pelajaran Masa Lalu
5
Bab 5 Fenomena Tidak Terduga
6
Bab 6 Kontes Memancing
7
Bab 7 Pertarungan Sengit
8
Bab 8 Melangkah Maju
9
Bab 9 Lima Bersaudara
10
Bab 10 Bakat Memasak
11
Bab 11 Menuju Kota
12
Bab 12 Keluarga Tambahan
13
Bab 13 Perkenalan
14
Bab 14 Persetujuan Pelelangan
15
Bab 15 Sedikit Ancaman
16
Bab 16 Bantuan Tidak Terduga
17
Bab 17 Kehangatan
18
Bab 18 Waktu Minim
19
Bab 19 Malam Tenang
20
Bab 20 Tiga Kendali
21
Bab 21 Kehangatan Keluarga
22
Bab 22 Langkah Awal
23
Bab 23 Memilih Kitab
24
Bab 24 Scorpius
25
Bab 25 Kepergian
26
Bab 26 Awal Pertarungan
27
Bab 27 Kekuatan
28
Bab 28 Air Terjun
29
Bab 29 Pertarungan Sengit
30
Bab 30 Puncak Pertarungan
31
Bab 31 Kedamaian
32
Bab 32 Harta Tak Terduga
33
Bab 33 Ruangan Rahasia
34
Bab 34 Lorong Gelap
35
Bab 35 Pemilik Harta
36
Bab 36 Tekanan
37
Bab 37 Pencerahan
38
Bab 38 Tempat Misterius
39
Bab 39 Harta Terakhir
40
Bab 40 Dua Lawan Satu
41
Bab 41 Sekte Elang Langit
42
Bab 42 Villa
43
Bab 43 Kehangatan
44
Bab 44 Obrolan Ringan
45
Bab 45 Persiapan
46
Bab 46 Topeng
47
Bab 47 VVIP
48
Bab 48 Pembukaan Lelang dan Pil Qi Pemula
49
Bab 49 Piala Jiwa Sejati
50
Bab 50 Persaingan dan Barang Terakhir
51
Bab 51 Ancaman
52
Bab 52 Ritual
53
Bab 53 Transaksi
54
Bab 54 Benua Tengah
55
Bab 55 Penginapan Kyabakura
56
Bab 56 Wanita Misterius
57
Bab 57 Pendamping Hidup
58
Bab 58 Perjalanan Romantis
59
Bab 59 Tepi Danau
60
Bab 60 Percakapan Yang Mengubah Segalanya
61
Bab 61 Kebebasan
62
Bab 62 Perjalanan Baru
63
Bab 63 Dratiger
64
Bab 64 Perjalanan Laut
65
Bab 65 Lomba Hewan Kontrak
66
Bab 66 Lautan Luas
67
Bab 67 Sea Serpent
68
Bab 68 Dewa Scorpius
69
Bab 69 Awal Perjalanan Baru
70
Bab 70 Mencari Petunjuk
71
Bab 71 Amarah
72
Bab 72 Akses Teleportasi
73
Bab 73 Perjalanan Berliku
74
Bab 74 Pertarungan Awal Sekte Taring Naga
75
Bab 75 Pertarungan Mengerikan Dalam Markas Sekte
76
Bab 76 Serangan Mei Xue yang Menggegerkan Sekte
77
Bab 77 Pertarungan dengan Para Petinggi Sekte
78
Bab 78 Misi Berbahaya
79
Bab 79 Melawan Ice Snake
80
Bab 80 Misi Tuntas
81
Bab 81 Perjalanan Menuju Gunung Eldoria
82
Bab 82 Menuju Kaki Gunung
83
Bab 83 Pertemuan dengan Monster Dragaraj
84
Bab 84 Pertarungan di Puncak Eldoria
85
Bab 85 Pertemuan dengan Nagasatu
86
Bab 86 Akhir Pertarungan
87
Bab 87 Penemuan Altar Misterius
88
Bab 88 Portal Menuju Alam Abadi
89
Menemukan Tujuan Baru
90
Menyusun Dasar Sekte
91
Mengundang Para Ahli

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!