Bab 4 Pelajaran Masa Lalu

Di pagi yang cerah, seperti biasa, Guru Wu selalu mengamati pelatihan yang dilakukan oleh Luo Chen tanpa mengenal rasa lelah.

Guru Wu tersenyum, melihat perkembangan Luo Chen yang akhirnya sesuai dengan umurnya. Tepat hari ini, Luo Chen berusia 12 tahun, dan fisiknya sudah sebanding dengan anak-anak seumurannya, dengan sedikit perbedaan pada otot-otot di tubuhnya yang mulai terbentuk.

“Sudah dua tahun dia berlatih, mungkin sudah saatnya memberikan pelatihan baru,” gumam Guru Wu, melihat kecepatan Luo Chen dalam menjalani latihan yang ia berikan.

Jika dulu Luo Chen mengangkat beban, ia butuh waktu lama dan sering berhenti berulang kali. Namun kini, ia hanya berhenti beberapa kali dengan waktu istirahat yang singkat, hanya dalam hitungan detik.

“Chen'er, letakkan batu itu sekarang, dan segera kemari," panggil Guru Wu sambil tersenyum, bangga melihat murid yang ia latih melebihi ekspektasinya.

"Ada apa, Guru? Apakah aku kena hukuman lagi?" tanya Luo Chen dengan panik, karena terakhir kali ia dihukum dengan push-up 100 kali setelah melampaui batas waktu pelatihan.

"Tenang saja, sekarang ikut aku duduk bersila di bawah pohon itu," ujar Guru Wu sambil berjalan menuju pohon yang rindang, lalu duduk di bawahnya. Tempat itu sejuk, terlindung dari sinar matahari yang menyengat.

"Jadi, Guru? Mengapa mengajak saya ke sini?"

Guru Wu menatap ke langit yang cerah, dengan awan-awan lembut di kejauhan, lalu mulai berbicara, "Kamu dulu ingin tahu tentang kakekmu, bukan? Sekarang dengarkan baik-baik, kakek tidak akan mengulangnya dua kali."

"Tentu, murid akan mendengarkan dengan baik. Terima kasih, Guru, sudah bersedia memenuhi permintaan murid," jawab Luo Chen, memberi salam hormat.

“Chen'er, kamu sudah kakek anggap seperti cucu sendiri. Jadi, panggil saja Kakek Wu, setuju?” ujar Guru Wu, diakhiri dengan senyum khasnya.

“Iya, Kek,” balas Luo Chen sambil tersenyum bahagia, karena kini dia merasa memiliki seseorang yang berarti di dunia ini.

“Anak pintar. Baiklah, kakek mulai. Nama asli kakek adalah Sun Luo Wu. Kakek tinggal di daerah ini karena ada pengkhianatan dari salah satu bawahan kakek.

Seperti yang kamu baca di buku-buku, nama klan kakek adalah klan Sun, salah satu klan kuno yang memiliki banyak pengikut di wilayah Benua Tengah."

"Bahkan, kakek tidak menyangka bahwa pemimpin pemberontakan itu adalah sahabat kakek sendiri, leluhur klan Wang, yang memimpin klan Song, klan Wang, dan menggerakkan seratus pembunuh bayaran."

"Saat itu, jika saja seluruh anggota klan Sun tidak terkena racun yang menghilangkan energi Qi sementara, kami bisa melawan dengan lebih mudah. Namun, apalah daya, kami tertipu oleh pesta perayaan kelahiran cucu dari sahabat kakek.”

“Pembantaian besar pun terjadi. Wanita, anak-anak, dan bayi—semuanya dibunuh tanpa ampun.”

"Anggota klan kakek yang tersisa dipenuhi amarah. Satu-satunya pilihan kami adalah menggunakan teknik terlarang dari klan Sun."

“Namun saat pelaksanaan teknik itu, anggota klan kakek tiba-tiba melindungi kakek dari belakang, dan kata-kata terakhir mereka masih terngiang di telinga kakek.”

"'Patriak, tetaplah hidup demi kami semua. Terima kasih telah menerima kami sebagai bagian dari klan Sun. Kami bangga menjadi pengikutmu.'"

Guru Wu terdiam sejenak, lalu melanjutkan dengan senyum yang pahit, "Itulah pesan mereka, sebelum mengaktifkan jimat teleportasi. Saat kakek terkena racun dari panah beracun yang mengandung Racun 9 Pelangi, tiba-tiba kakek melihat teknik terlarang kami berhasil menghancurkan musuh. Namun sebelum ledakan itu mengenai kakek, kakek sudah dikirim ke Benua Selatan.”

“Kakek merasa terpukul, tapi kakek harus memenuhi permintaan terakhir mereka. Meskipun waktu terus berjalan, racun itu tidak hanya mengikis hidup kakek, tapi juga menggerogoti kultivasi kakek,” Guru Wu menutup ceritanya sambil tersenyum mengingat masa lalu yang penuh kenangan.

“Kakek? Saya punya pertanyaan tentang anggota klan Sun,” tanya Luo Chen, merasa ada sesuatu yang mengganjal di pikirannya.

“Anggota klan Sun hanyalah orang-orang yang kakek bantu. Meskipun mereka pembunuh atau penjahat, selama mereka masih memiliki hati yang baik, kakek tidak ragu untuk menolong mereka."

“Menurut kakek, seburuk-buruknya seseorang, jika dia memiliki secercah kebaikan, dia layak diberi kesempatan kedua. Jika dia berubah, bagus. Jika tidak, pedang yang akan bertindak."

"Lagian, kakek lebih suka berteman dengan orang jahat yang mau berubah menjadi baik, daripada dengan orang yang terlihat baik di depan, tapi jahat di belakang."

“Tapi sekarang terbukti, pilihan kakek tidak salah. Meski mereka menjadi bawahan kakek, kakek menganggap mereka sebagai teman, bahkan keluarga.” Guru Wu mengakhiri penjelasannya sambil mengusap kepala Luo Chen.

“Tunggu, Kek. Apakah kakek pernah menikah? Dan bagaimana dengan wanita, anak-anak, dan bayi yang kakek sebutkan tadi?” tanya Luo Chen lagi, dengan rasa penasaran.

“Kakek sudah menikah, tapi istri kakek meninggal saat kami berkelana mencari pengalaman. Sejak itu, kakek berjanji pada almarhumah untuk tidak menikah lagi."

“Wanita, anak-anak, dan bayi itu? Sebagian adalah keluarga dari anggota klan kakek, dan sebagian lagi adalah orang-orang yang kakek selamatkan."

“Kenapa kakek membantu begitu banyak orang yang bahkan tidak ada hubungannya dengan kakek? Bukankah kebanyakan orang hanya memikirkan diri sendiri, Kek?” tanya Luo Chen dengan rasa heran.

“Kakek punya prinsip, bahwa kekuatan besar bukan untuk menindas, tapi untuk melindungi dan menolong sesama. Tidak ada gunanya kekuatan besar jika hanya digunakan untuk menindas yang lemah.”

"Jangan pernah ragu untuk menolong orang yang layak dibantu, tapi juga jangan segan untuk menumpas mereka yang menggunakan kekuatan untuk tujuan jahat.”

"Fahami kata-kata kakek, ini bisa jadi panduanmu di masa depan," ujar Kakek Wu dengan senyum penuh kebijaksanaan, melihat Luo Chen yang mendengarkan dengan seksama.

“Baik, Kek. Terima kasih atas nasihat dan cerita yang kakek bagikan. Maaf jika membuat kakek mengingat masa lalu yang menyedihkan,” ucap Luo Chen sambil menunduk dalam-dalam, merasa bersalah.

“Sudahlah, Chen'er. Jangan pikirkan itu. Cepat atau lambat, kakek pasti akan menceritakan semuanya. Sekarang, ayo kita makan. Setelah istirahat, kakek akan memberikanmu sesuatu.”

“Siap, Kek!” seru Luo Chen, lalu mengikuti Kakek Wu masuk ke dalam rumah.Setelah makan bersama dan istirahat sejenak, Luo Chen duduk dengan perasaan penuh harap. Ia penasaran dengan apa yang akan diberikan oleh Kakek Wu kepadanya.

“Kakek, apa yang akan kakek berikan padaku?” tanya Luo Chen dengan mata berbinar.

Kakek Wu tersenyum, lalu mengeluarkan sebuah kotak kecil dari dalam lengan jubahnya. “Ini adalah jimat pelindung yang telah diwariskan dari generasi ke generasi dalam klan Sun. Kakek merasa sekarang adalah waktu yang tepat untuk memberikannya kepadamu. Jimat ini akan melindungimu dalam situasi berbahaya, tapi ingat, gunakan dengan bijak.”

Luo Chen menerima jimat itu dengan tangan gemetar. "Terima kasih, Kakek! Aku berjanji akan menjaga dan menggunakannya dengan sebaik-baiknya."

Terpopuler

Comments

Halu

Halu

ganti kata mendiang lah biar enak

2024-10-19

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Pertemuan
2 Bab 2 Hewan Iblis
3 Bab 3 Elements Dan Awal Pelatihan
4 Bab 4 Pelajaran Masa Lalu
5 Bab 5 Fenomena Tidak Terduga
6 Bab 6 Kontes Memancing
7 Bab 7 Pertarungan Sengit
8 Bab 8 Melangkah Maju
9 Bab 9 Lima Bersaudara
10 Bab 10 Bakat Memasak
11 Bab 11 Menuju Kota
12 Bab 12 Keluarga Tambahan
13 Bab 13 Perkenalan
14 Bab 14 Persetujuan Pelelangan
15 Bab 15 Sedikit Ancaman
16 Bab 16 Bantuan Tidak Terduga
17 Bab 17 Kehangatan
18 Bab 18 Waktu Minim
19 Bab 19 Malam Tenang
20 Bab 20 Tiga Kendali
21 Bab 21 Kehangatan Keluarga
22 Bab 22 Langkah Awal
23 Bab 23 Memilih Kitab
24 Bab 24 Scorpius
25 Bab 25 Kepergian
26 Bab 26 Awal Pertarungan
27 Bab 27 Kekuatan
28 Bab 28 Air Terjun
29 Bab 29 Pertarungan Sengit
30 Bab 30 Puncak Pertarungan
31 Bab 31 Kedamaian
32 Bab 32 Harta Tak Terduga
33 Bab 33 Ruangan Rahasia
34 Bab 34 Lorong Gelap
35 Bab 35 Pemilik Harta
36 Bab 36 Tekanan
37 Bab 37 Pencerahan
38 Bab 38 Tempat Misterius
39 Bab 39 Harta Terakhir
40 Bab 40 Dua Lawan Satu
41 Bab 41 Sekte Elang Langit
42 Bab 42 Villa
43 Bab 43 Kehangatan
44 Bab 44 Obrolan Ringan
45 Bab 45 Persiapan
46 Bab 46 Topeng
47 Bab 47 VVIP
48 Bab 48 Pembukaan Lelang dan Pil Qi Pemula
49 Bab 49 Piala Jiwa Sejati
50 Bab 50 Persaingan dan Barang Terakhir
51 Bab 51 Ancaman
52 Bab 52 Ritual
53 Bab 53 Transaksi
54 Bab 54 Benua Tengah
55 Bab 55 Penginapan Kyabakura
56 Bab 56 Wanita Misterius
57 Bab 57 Pendamping Hidup
58 Bab 58 Perjalanan Romantis
59 Bab 59 Tepi Danau
60 Bab 60 Percakapan Yang Mengubah Segalanya
61 Bab 61 Kebebasan
62 Bab 62 Perjalanan Baru
63 Bab 63 Dratiger
64 Bab 64 Perjalanan Laut
65 Bab 65 Lomba Hewan Kontrak
66 Bab 66 Lautan Luas
67 Bab 67 Sea Serpent
68 Bab 68 Dewa Scorpius
69 Bab 69 Awal Perjalanan Baru
70 Bab 70 Mencari Petunjuk
71 Bab 71 Amarah
72 Bab 72 Akses Teleportasi
73 Bab 73 Perjalanan Berliku
74 Bab 74 Pertarungan Awal Sekte Taring Naga
75 Bab 75 Pertarungan Mengerikan Dalam Markas Sekte
76 Bab 76 Serangan Mei Xue yang Menggegerkan Sekte
77 Bab 77 Pertarungan dengan Para Petinggi Sekte
78 Bab 78 Misi Berbahaya
79 Bab 79 Melawan Ice Snake
80 Bab 80 Misi Tuntas
81 Bab 81 Perjalanan Menuju Gunung Eldoria
82 Bab 82 Menuju Kaki Gunung
83 Bab 83 Pertemuan dengan Monster Dragaraj
84 Bab 84 Pertarungan di Puncak Eldoria
85 Bab 85 Pertemuan dengan Nagasatu
86 Bab 86 Akhir Pertarungan
87 Bab 87 Penemuan Altar Misterius
88 Bab 88 Portal Menuju Alam Abadi
89 Menemukan Tujuan Baru
90 Menyusun Dasar Sekte
91 Mengundang Para Ahli
Episodes

Updated 91 Episodes

1
Bab 1 Pertemuan
2
Bab 2 Hewan Iblis
3
Bab 3 Elements Dan Awal Pelatihan
4
Bab 4 Pelajaran Masa Lalu
5
Bab 5 Fenomena Tidak Terduga
6
Bab 6 Kontes Memancing
7
Bab 7 Pertarungan Sengit
8
Bab 8 Melangkah Maju
9
Bab 9 Lima Bersaudara
10
Bab 10 Bakat Memasak
11
Bab 11 Menuju Kota
12
Bab 12 Keluarga Tambahan
13
Bab 13 Perkenalan
14
Bab 14 Persetujuan Pelelangan
15
Bab 15 Sedikit Ancaman
16
Bab 16 Bantuan Tidak Terduga
17
Bab 17 Kehangatan
18
Bab 18 Waktu Minim
19
Bab 19 Malam Tenang
20
Bab 20 Tiga Kendali
21
Bab 21 Kehangatan Keluarga
22
Bab 22 Langkah Awal
23
Bab 23 Memilih Kitab
24
Bab 24 Scorpius
25
Bab 25 Kepergian
26
Bab 26 Awal Pertarungan
27
Bab 27 Kekuatan
28
Bab 28 Air Terjun
29
Bab 29 Pertarungan Sengit
30
Bab 30 Puncak Pertarungan
31
Bab 31 Kedamaian
32
Bab 32 Harta Tak Terduga
33
Bab 33 Ruangan Rahasia
34
Bab 34 Lorong Gelap
35
Bab 35 Pemilik Harta
36
Bab 36 Tekanan
37
Bab 37 Pencerahan
38
Bab 38 Tempat Misterius
39
Bab 39 Harta Terakhir
40
Bab 40 Dua Lawan Satu
41
Bab 41 Sekte Elang Langit
42
Bab 42 Villa
43
Bab 43 Kehangatan
44
Bab 44 Obrolan Ringan
45
Bab 45 Persiapan
46
Bab 46 Topeng
47
Bab 47 VVIP
48
Bab 48 Pembukaan Lelang dan Pil Qi Pemula
49
Bab 49 Piala Jiwa Sejati
50
Bab 50 Persaingan dan Barang Terakhir
51
Bab 51 Ancaman
52
Bab 52 Ritual
53
Bab 53 Transaksi
54
Bab 54 Benua Tengah
55
Bab 55 Penginapan Kyabakura
56
Bab 56 Wanita Misterius
57
Bab 57 Pendamping Hidup
58
Bab 58 Perjalanan Romantis
59
Bab 59 Tepi Danau
60
Bab 60 Percakapan Yang Mengubah Segalanya
61
Bab 61 Kebebasan
62
Bab 62 Perjalanan Baru
63
Bab 63 Dratiger
64
Bab 64 Perjalanan Laut
65
Bab 65 Lomba Hewan Kontrak
66
Bab 66 Lautan Luas
67
Bab 67 Sea Serpent
68
Bab 68 Dewa Scorpius
69
Bab 69 Awal Perjalanan Baru
70
Bab 70 Mencari Petunjuk
71
Bab 71 Amarah
72
Bab 72 Akses Teleportasi
73
Bab 73 Perjalanan Berliku
74
Bab 74 Pertarungan Awal Sekte Taring Naga
75
Bab 75 Pertarungan Mengerikan Dalam Markas Sekte
76
Bab 76 Serangan Mei Xue yang Menggegerkan Sekte
77
Bab 77 Pertarungan dengan Para Petinggi Sekte
78
Bab 78 Misi Berbahaya
79
Bab 79 Melawan Ice Snake
80
Bab 80 Misi Tuntas
81
Bab 81 Perjalanan Menuju Gunung Eldoria
82
Bab 82 Menuju Kaki Gunung
83
Bab 83 Pertemuan dengan Monster Dragaraj
84
Bab 84 Pertarungan di Puncak Eldoria
85
Bab 85 Pertemuan dengan Nagasatu
86
Bab 86 Akhir Pertarungan
87
Bab 87 Penemuan Altar Misterius
88
Bab 88 Portal Menuju Alam Abadi
89
Menemukan Tujuan Baru
90
Menyusun Dasar Sekte
91
Mengundang Para Ahli

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!