Bab 18 Waktu Minim

Di ruang makan villa yang nyaman dan luas, suasana terasa begitu hangat. Semua orang duduk melingkar di sekitar meja besar, menikmati hidangan yang tersaji.

Setiap gigitan makanan diselingi dengan tawa dan obrolan yang mengalir tanpa henti. Luo Huang Chen, yang duduk di tengah, tersenyum tipis melihat keluarganya yang baru, saling berbagi cerita dan canda.

Suara piring yang bergemerincing saat mereka makan menambah kesan damai. Paman Zo tertawa keras ketika paman Huang Za menceritakan lelucon konyol tentang pengalaman masa mudanya.

Anak-anak ikut tertawa, wajah mereka penuh kegembiraan. Obrolan hangat tentang masa lalu, harapan masa depan, dan rencana ke depan menjadi pengisi malam itu.

Kehangatan yang tercipta di antara mereka membuat semua orang bersyukur karena dipersatukan oleh satu sosok yang mereka hormati dan kagumi: Luo Huang Chen.

Setelah semua makanan dihabiskan, dan suasana perlahan menjadi lebih tenang, tiba-tiba, semua orang di ruangan itu berdiri dari kursi mereka secara serempak.

Luo Huang Chen, yang masih duduk, menatap mereka dengan bingung, belum menyadari apa yang akan terjadi. Paman Huang Za, dengan nada tegas dan penuh rasa hormat, membungkukkan badan setengah sambil berkata lantang, "Terima kasih, Tuan Muda Luo, atas semua yang telah kau lakukan untuk kami."

Hening sejenak meliputi ruangan, sebelum akhirnya semua orang di sana ikut menundukkan badan setengah, sambil mengulang dengan serempak kalimat yang sama, "Terima kasih, Tuan Muda Luo, atas semua yang telah kau lakukan untuk kami."

Luo Huang Chen terkejut, tak menyangka akan mendapatkan penghormatan sebesar itu. Matanya berkedip beberapa kali, dan ia merasa seolah terhanyut dalam perasaan haru.

Namun, dengan cepat ia menenangkan diri, berdiri dari tempat duduknya, lalu mengangkat tangannya perlahan, memberi isyarat agar semua orang kembali duduk.

"Tenang, tenang," kata Luo Huang Chen dengan senyum hangat. "Tidak perlu seperti ini, aku hanya melakukan apa yang menurutku benar. Aku berterima kasih kepada kalian semua karena telah menerima aku dengan tangan terbuka dan menjadikan aku bagian dari keluarga ini."

Saat semua orang duduk kembali, Luo Huang Chen melanjutkan, "Sekarang, ada sesuatu yang penting yang ingin aku bicarakan. Ada rencana yang harus kita siapkan untuk masa depan kita bersama."

Suasana yang tadinya dipenuhi tawa riang dan percakapan ringan berubah menjadi lebih serius ketika Luo Huang Chen menatap semua orang yang hadir, terutama para paman, bibi, dan anak-anak yang kini merupakan keluarganya.

Luo Huang Chen menarik napas dalam-dalam sebelum memulai percakapannya, nadanya lebih tenang dan berat. "Aku ingin berbicara tentang sesuatu yang penting. Ini terkait dengan masa lalu dan masa depan kita."

Semua orang di ruangan mendengarkan dengan seksama, suasana menjadi hening saat kata-kata Luo Huang Chen mulai menggantung di udara.

"Seperti yang kalian tahu," lanjutnya, menatap mereka satu per satu, "kakek Wu, salah satu orang yang paling aku hormati, meninggal karena pengkhianatan beberapa orang yang dulu seharusnya berdiri di sisinya. Kematian itu bukan kebetulan, dan aku tidak bisa membiarkan hal ini berlalu begitu saja. Tujuanku saat ini adalah mencapai puncak kultivasi, mendirikan sekte sendiri, dan membalaskan dendam kakek."

Ekspresi wajah orang-orang di sekelilingnya berubah menjadi serius, meski mereka tidak mengatakan apa-apa. Mereka tahu bahwa Luo Huang Chen adalah pemimpin yang kuat dan bijaksana, tetapi mendengar tujuan ini langsung dari mulutnya menambah beban di hati mereka.

"Memang terdengar egois," tambah Luo Huang Chen, tersenyum samar, "tetapi ini adalah jalanku sekarang. Dan aku butuh kalian untuk tetap kuat di sini."

Paman Huang Za, yang duduk tak jauh dari Luo Huang Chen, mengangguk setuju, tetapi matanya menunjukkan keprihatinan. "Kami selalu bersama denganmu, Tuan Muda. Apa pun yang kau butuhkan, kami siap melakukannya."

Luo Huang Chen mengangguk, merasa didukung. "Karena itu, aku ingin kalian semua—baik yang muda maupun yang tua—mulai berlatih dan meningkatkan kultivasi kalian. Aku akan memberikan beberapa ratus buku metode kultivasi, teknik bela diri, sihir, teknik array, alkimia, dan banyak lagi. Aku yakin di antara kalian pasti ada yang akan menemukan sesuatu yang cocok dengan bakat dan minat masing-masing."

Mendengar ini, antusiasme mulai muncul di wajah orang-orang. Bahkan anak-anak yang tadinya hanya mendengarkan dengan tenang, kini mulai bersemangat. Mereka tahu bahwa kesempatan seperti ini sangat berharga.

"Aku ingin kalian menyiapkan satu ruangan khusus untuk menyimpan semua buku itu," lanjut Luo Huang Chen. "Setidaknya harus ada sepuluh rak buku di sana. Kalian akan belajar dari sana, dan aku berharap kalian bisa lebih kuat, bukan hanya untuk melindungi diri, tapi juga untuk masa depan keluarga kita."

Beberapa orang di ruangan itu, termasuk Paman Za dan Paman Zo, saling pandang. Mereka tahu bahwa ini bukan hanya tentang latihan fisik, tetapi juga kesempatan untuk mendalami berbagai teknik yang akan mengubah hidup mereka.

"Jangan khawatir tentang biaya kehidupan," lanjut Luo Huang Chen, "Aku akan meninggalkan empat platinum sebagai tambahan modal untuk kalian. Gunakan itu untuk meningkatkan usaha atau membuka cabang baru. Kalian bebas memutuskan, tetapi yang penting adalah kalian bisa hidup dengan nyaman selama aku pergi."

Seorang bibi yang duduk di sudut ruangan, yang tampak seperti pemilik salah satu usaha keluarga, tersenyum dengan rasa terima kasih. "Terima kasih, Tuan Muda. Kami akan memastikan setiap koin digunakan dengan baik."

"Aku akan pergi dalam dua hari," Luo Huang Chen menginformasikan lebih lanjut. "Aku perlu meningkatkan kultivasi di luar kota selama dua bulan. Selama aku pergi, kalian bisa berlatih sparing dengan Paman Si Lian Hua. Dia juga akan menjaga kalian semua."

Si Lian Hua, yang duduk di sebelah Luo Huang Chen, tersenyum tipis dan memberi anggukan. "Aku akan menjaga mereka sebaik mungkin, Tuan Muda. Kalian semua tidak perlu khawatir."

Semua orang di ruangan itu tampak lega sekaligus bersemangat. Mereka tahu bahwa dua bulan tanpa Luo Huang Chen akan sulit, tetapi dengan persiapan yang diberikan dan bimbingan Si Lian Hua, mereka yakin bisa menjalani masa itu dengan baik.

"Jadi, mulai sekarang, aku ingin kalian berjanji," ucap Luo Huang Chen, melihat setiap wajah di ruangan itu. "Berjanji bahwa kalian akan terus belajar, terus berusaha, dan tidak akan mengecewakanku."

Orang-orang yang hadir, dari anak kecil hingga yang tua, menganggukkan kepala mereka dengan semangat. Dalam hati mereka, janji itu telah tertanam—janji untuk menjadi lebih kuat, demi diri mereka sendiri dan demi Luo Huang Chen.

Setelah semua hal penting dibicarakan, suasana di ruangan kembali menjadi lebih ringan. Namun, di balik itu semua, setiap orang di sana merasa diberdayakan dan siap untuk menjalani hari-hari berikutnya dengan tekad yang lebih besar.

Episodes
1 Bab 1 Pertemuan
2 Bab 2 Hewan Iblis
3 Bab 3 Elements Dan Awal Pelatihan
4 Bab 4 Pelajaran Masa Lalu
5 Bab 5 Fenomena Tidak Terduga
6 Bab 6 Kontes Memancing
7 Bab 7 Pertarungan Sengit
8 Bab 8 Melangkah Maju
9 Bab 9 Lima Bersaudara
10 Bab 10 Bakat Memasak
11 Bab 11 Menuju Kota
12 Bab 12 Keluarga Tambahan
13 Bab 13 Perkenalan
14 Bab 14 Persetujuan Pelelangan
15 Bab 15 Sedikit Ancaman
16 Bab 16 Bantuan Tidak Terduga
17 Bab 17 Kehangatan
18 Bab 18 Waktu Minim
19 Bab 19 Malam Tenang
20 Bab 20 Tiga Kendali
21 Bab 21 Kehangatan Keluarga
22 Bab 22 Langkah Awal
23 Bab 23 Memilih Kitab
24 Bab 24 Scorpius
25 Bab 25 Kepergian
26 Bab 26 Awal Pertarungan
27 Bab 27 Kekuatan
28 Bab 28 Air Terjun
29 Bab 29 Pertarungan Sengit
30 Bab 30 Puncak Pertarungan
31 Bab 31 Kedamaian
32 Bab 32 Harta Tak Terduga
33 Bab 33 Ruangan Rahasia
34 Bab 34 Lorong Gelap
35 Bab 35 Pemilik Harta
36 Bab 36 Tekanan
37 Bab 37 Pencerahan
38 Bab 38 Tempat Misterius
39 Bab 39 Harta Terakhir
40 Bab 40 Dua Lawan Satu
41 Bab 41 Sekte Elang Langit
42 Bab 42 Villa
43 Bab 43 Kehangatan
44 Bab 44 Obrolan Ringan
45 Bab 45 Persiapan
46 Bab 46 Topeng
47 Bab 47 VVIP
48 Bab 48 Pembukaan Lelang dan Pil Qi Pemula
49 Bab 49 Piala Jiwa Sejati
50 Bab 50 Persaingan dan Barang Terakhir
51 Bab 51 Ancaman
52 Bab 52 Ritual
53 Bab 53 Transaksi
54 Bab 54 Benua Tengah
55 Bab 55 Penginapan Kyabakura
56 Bab 56 Wanita Misterius
57 Bab 57 Pendamping Hidup
58 Bab 58 Perjalanan Romantis
59 Bab 59 Tepi Danau
60 Bab 60 Percakapan Yang Mengubah Segalanya
61 Bab 61 Kebebasan
62 Bab 62 Perjalanan Baru
63 Bab 63 Dratiger
64 Bab 64 Perjalanan Laut
65 Bab 65 Lomba Hewan Kontrak
66 Bab 66 Lautan Luas
67 Bab 67 Sea Serpent
68 Bab 68 Dewa Scorpius
69 Bab 69 Awal Perjalanan Baru
70 Bab 70 Mencari Petunjuk
71 Bab 71 Amarah
72 Bab 72 Akses Teleportasi
73 Bab 73 Perjalanan Berliku
74 Bab 74 Pertarungan Awal Sekte Taring Naga
75 Bab 75 Pertarungan Mengerikan Dalam Markas Sekte
76 Bab 76 Serangan Mei Xue yang Menggegerkan Sekte
77 Bab 77 Pertarungan dengan Para Petinggi Sekte
78 Bab 78 Misi Berbahaya
79 Bab 79 Melawan Ice Snake
80 Bab 80 Misi Tuntas
81 Bab 81 Perjalanan Menuju Gunung Eldoria
82 Bab 82 Menuju Kaki Gunung
83 Bab 83 Pertemuan dengan Monster Dragaraj
84 Bab 84 Pertarungan di Puncak Eldoria
85 Bab 85 Pertemuan dengan Nagasatu
86 Bab 86 Akhir Pertarungan
87 Bab 87 Penemuan Altar Misterius
88 Bab 88 Portal Menuju Alam Abadi
89 Menemukan Tujuan Baru
90 Menyusun Dasar Sekte
91 Mengundang Para Ahli
Episodes

Updated 91 Episodes

1
Bab 1 Pertemuan
2
Bab 2 Hewan Iblis
3
Bab 3 Elements Dan Awal Pelatihan
4
Bab 4 Pelajaran Masa Lalu
5
Bab 5 Fenomena Tidak Terduga
6
Bab 6 Kontes Memancing
7
Bab 7 Pertarungan Sengit
8
Bab 8 Melangkah Maju
9
Bab 9 Lima Bersaudara
10
Bab 10 Bakat Memasak
11
Bab 11 Menuju Kota
12
Bab 12 Keluarga Tambahan
13
Bab 13 Perkenalan
14
Bab 14 Persetujuan Pelelangan
15
Bab 15 Sedikit Ancaman
16
Bab 16 Bantuan Tidak Terduga
17
Bab 17 Kehangatan
18
Bab 18 Waktu Minim
19
Bab 19 Malam Tenang
20
Bab 20 Tiga Kendali
21
Bab 21 Kehangatan Keluarga
22
Bab 22 Langkah Awal
23
Bab 23 Memilih Kitab
24
Bab 24 Scorpius
25
Bab 25 Kepergian
26
Bab 26 Awal Pertarungan
27
Bab 27 Kekuatan
28
Bab 28 Air Terjun
29
Bab 29 Pertarungan Sengit
30
Bab 30 Puncak Pertarungan
31
Bab 31 Kedamaian
32
Bab 32 Harta Tak Terduga
33
Bab 33 Ruangan Rahasia
34
Bab 34 Lorong Gelap
35
Bab 35 Pemilik Harta
36
Bab 36 Tekanan
37
Bab 37 Pencerahan
38
Bab 38 Tempat Misterius
39
Bab 39 Harta Terakhir
40
Bab 40 Dua Lawan Satu
41
Bab 41 Sekte Elang Langit
42
Bab 42 Villa
43
Bab 43 Kehangatan
44
Bab 44 Obrolan Ringan
45
Bab 45 Persiapan
46
Bab 46 Topeng
47
Bab 47 VVIP
48
Bab 48 Pembukaan Lelang dan Pil Qi Pemula
49
Bab 49 Piala Jiwa Sejati
50
Bab 50 Persaingan dan Barang Terakhir
51
Bab 51 Ancaman
52
Bab 52 Ritual
53
Bab 53 Transaksi
54
Bab 54 Benua Tengah
55
Bab 55 Penginapan Kyabakura
56
Bab 56 Wanita Misterius
57
Bab 57 Pendamping Hidup
58
Bab 58 Perjalanan Romantis
59
Bab 59 Tepi Danau
60
Bab 60 Percakapan Yang Mengubah Segalanya
61
Bab 61 Kebebasan
62
Bab 62 Perjalanan Baru
63
Bab 63 Dratiger
64
Bab 64 Perjalanan Laut
65
Bab 65 Lomba Hewan Kontrak
66
Bab 66 Lautan Luas
67
Bab 67 Sea Serpent
68
Bab 68 Dewa Scorpius
69
Bab 69 Awal Perjalanan Baru
70
Bab 70 Mencari Petunjuk
71
Bab 71 Amarah
72
Bab 72 Akses Teleportasi
73
Bab 73 Perjalanan Berliku
74
Bab 74 Pertarungan Awal Sekte Taring Naga
75
Bab 75 Pertarungan Mengerikan Dalam Markas Sekte
76
Bab 76 Serangan Mei Xue yang Menggegerkan Sekte
77
Bab 77 Pertarungan dengan Para Petinggi Sekte
78
Bab 78 Misi Berbahaya
79
Bab 79 Melawan Ice Snake
80
Bab 80 Misi Tuntas
81
Bab 81 Perjalanan Menuju Gunung Eldoria
82
Bab 82 Menuju Kaki Gunung
83
Bab 83 Pertemuan dengan Monster Dragaraj
84
Bab 84 Pertarungan di Puncak Eldoria
85
Bab 85 Pertemuan dengan Nagasatu
86
Bab 86 Akhir Pertarungan
87
Bab 87 Penemuan Altar Misterius
88
Bab 88 Portal Menuju Alam Abadi
89
Menemukan Tujuan Baru
90
Menyusun Dasar Sekte
91
Mengundang Para Ahli

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!