Di luar restoran, Luo Huang Chen melanjutkan perjalanan bersama kedua pamannya. Mereka melewati jalanan kota yang ramai, dipenuhi para penjual yang menawarkan berbagai barang dan makanan.
"Paman, ini uang yang sudah aku siapkan untuk membeli makanan malam nanti. Tolong belikan sesuai selera semua orang di rumah. Mau uang itu habis, aku tidak peduli," kata Luo Huang Chen, berhenti sejenak dan memberikan sekantong kecil berisi koin emas.
"Kenapa tuan muda memberikan uang ini kepada kami? Bukankah kita akan mencari makanan bersama?" tanya paman Za.
"Benar, lagian jika ada..." sahut paman Zo, tetapi langsung dipotong oleh Luo Huang Chen.
"Paman, ada tamu yang harus aku urus sendiri. Apa kalian tidak ingat pertarungan kita di hutan dulu? Aku harap paman mengerti maksudku," Luo Huang Chen menutup penjelasannya, memberi kode tangan agar paman Za dan paman Zo mengikuti arah jalan yang ditunjukkannya.
Paman Za menghampiri Luo Huang Chen, mengambil sekantong uang itu, sambil berbisik, "Kami tunggu di rumah, semoga Tuhan melindungi tuan muda," kemudian pergi bersama paman Zo.
Setelah beberapa menit berlalu, Luo Huang Chen melihat paman Za dan paman Zo sudah tidak terlihat lagi. Ia berbalik dan berjalan menuju luar gerbang kota.
Sesampainya di hutan yang berjarak cukup jauh dari area kota, ia berhenti dan mengeluarkan sebilah pedang. Pedang terhunus ke samping dengan genggaman yang kuat, keheningan tercipta, hanya semilir angin yang terdengar melewati lebatnya hutan.
"Aku sudah tahu kau mengikuti, lebih baik keluar sekarang," ujar Luo Huang Chen dengan nada datar, menatap salah satu pohon.
Seorang figure berpakaian ninja muncul dari balik pohon, berjalan santai sambil menjawab, "Tidak mungkin anak biasa mengetahui tempat persembunyianku! Siapa kau sebenarnya?"
"Hemmm?" Luo Huang Chen menaikkan sebelah alis sambil tersenyum sinis. "Lo bego atau gimana? Justru yang tanya itu aku. Kenapa kau mengikuti diriku? Berikan motif sebenarnya atau..."
"Wushhhh!" Luo Huang Chen menghilang dari pandangan. "Clank!" Dua pedang berbenturan, membuat keduanya terlempar ke belakang beberapa langkah.
"Punya kemampuan ternyata? Dengarkan baik-baik, namaku Luo Huang Chen," ucapnya, menancapkan pedangnya ke tanah, mengakibatkan retakan sepanjang tiga meter.
Sambil menahan rasa kaget, ninja itu berbicara, "Aku tahu namamu, tapi untuk menghormati pernyataanmu, akan aku beri tahu motifku mengikuti dirimu," sambil mengangkat katana miliknya.
"Aku disuruh menangkapmu, entah mati atau hidup!" teriak ninja itu sebelum menghilang lagi, lalu kembali dengan serangan.
"Tebasan Teratai Pertama, Simbol Teratai!" simbol tercipta pada pedangnya, lalu ia menebas ke arah Luo Huang Chen dengan gerakan menyerupai seseorang melukis sebuah teratai.
"Wush, clank, clank, clank, wush, bruk, wush, clank!" Serangan terus berbenturan, merusak area sekitar. Beberapa pohon terbelah dan ambruk.
Pertarungan sengit berlangsung, tetapi Luo Huang Chen hanya menahan, menghindar, dan sesekali membalas tebasan. Meskipun begitu, terlihat bahwa Luo Huang Chen tidak terpojok, justru ninja itu yang merasa terdesak.
"Sialan! Apa coba, tidak mungkin aku kalah sama kamu! Sudah bertahun-tahun aku melatih teknik tingkat tinggi ini, tapi kenapa sesulit ini melawanmu?" teriak ninja itu di sela-sela pertarungan.
Mereka masing-masing mengambil dua langkah mundur, terus menghunuskan pedang. Meskipun sama-sama terhunus, hanya pedang Luo Huang Chen yang terhias darah segar.
"Maaf, paman. Mengapa paman melakukan hal ini? Terpaksa? Atau karena uang? Cukup beri aku satu alasan, aku tidak ingin salah menggunakan kekuatan yang aku miliki," Luo Huang Chen merubah posisi kuda-kuda.
"Terima kasih atas kepedulian itu. Asal kamu tahu, kekuatanmu memang di atas rata-rata, namun kamu akan mati jika mempertahankan cara naifmu!" sahut ninja itu sambil berlari cepat, berusaha menebas Luo Huang Chen.
"Jurus Scorpius, Tingkat Pertama, Tebasan Ringan!" gumam Luo Huang Chen, menebas ke depan. Bayangan libasan ekor kalajengking berukuran manusia muncul saat ia menebas ke depan.
"Blarrrr!" Garis setengah lingkaran tercipta di tanah dengan kedalaman tiga meter, tepat di depan ninja yang terdiam berdiri. "Kenapa kau sengaja melesetkan serangan itu?" suara ninja itu terdengar seakan ia melepas topengnya.
"Karena aku tahu paman tidak jahat. Sekarang aku ingin minta bantuan paman, tentu saja dengan bayaran yang sepadan."
"Hufffttt, kenapa kau begitu mudah percaya sama seseorang? Aku baru saja mengancam nyawamu, tetapi sekarang malah kamu ingin memberi tugas? Takdir macam apa ini?"
Terlihat di balik topeng ninja, adalah lelaki paruh baya berusia sekitar 30 tahunan dengan paras lumayan tampan, tetapi raut wajahnya terlihat selalu kesal kepada semua orang.
"Paman sendiri bisa tertarik dengan tawaran lawan? Apakah semudah itu untuk percaya kepada pihak yang ingin dibunuh? Hahaha, sebenarnya aku sudah tahu siapa yang mengirim paman."
"Menarik juga. Aku puas dengan jawaban itu. Untuk memastikan hal tersebut, beri aku siapa orangnya. Jika benar, aku akan membantu sesuai permintaanmu. Jika salah, perjanjian kita berakhir di sini."
"Hahaha, okeyy. Jadi dia pasti pemimpin penjaga gerbang, bukan? Apakah aku salah, paman?" Luo Huang Chen berkata dengan penuh percaya diri sambil membersihkan pedang miliknya.
Paman berpakaian ninja terdiam, menatap penuh kecurigaan. Dari mana Luo Huang Chen bisa tahu informasi tersebut? Ia tersenyum sambil menggelengkan kepala dan berkata, "Kamu benar. Baiklah, untuk bantuannya, apa yang engkau inginkan? Lalu beri aku penjelasan tentang bagaimana kamu bisa tahu bahwa yang menyuruhku adalah pak tua mata duitan itu."
"Sederhana, paman. Aku hanya ingin paman menjaga keluarga baruku di rumah, saat aku sedang melakukan sesuatu di luar."
"Aku hanya butuh bantuan paman, sekitar satu tahun mungkin? Untuk biaya, terserah paman saja. Masalah fasilitas tempat tinggal atau makan, nanti sudah disediakan di rumah."
"Lalu mengenai mengapa aku tahu bahwa yang menyuruh paman adalah si pemimpin penjaga, karena terakhir kali aku mengakhiri masalah dengan pak tua itu, tatapan saat itu seperti seorang serakah. Hahaha."
"Masalah tugas aku terima. Untuk alasan tentang kamu tahu informasi tentang si pak tua, aku juga setuju. Baiklah, kapan tugasku dimulai?"
"Kalau begitu, sekarang paman ikut aku ke rumah. Jika masih ada urusan, ini adalah alamat tempat yang akan paman jaga dan sebagai tempat tinggal."
"Baiklah, aku terima. Kalau begitu, aku akan urus sedikit urusanku. Begitu selesai, aku akan segera ke sana. Tunggu saja kedatanganku, Luo Huang Chen."
Begitu selesai mengatakan hal tersebut, paman ninja menghilang begitu saja, seperti lenyap ditelan bumi. Luo Huang Chen pun langsung berjalan menuju arah pulang, seraya tersenyum tipis.
Saat berjalan, Luo Huang Chen merenungkan segala kemungkinan yang bisa terjadi di masa depan. "Aku harus siap menghadapi apa pun."
Dengan semangat baru, ia melangkah lebih cepat, bertekad untuk melindungi orang-orang yang dicintainya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 91 Episodes
Comments