Bab 20 Tiga Kendali

Pagi datang dengan sinar matahari yang menembus pepohonan di sekitar villa, memberikan nuansa damai setelah malam panjang yang dilalui. Di dalam villa, kesibukan mulai terasa.

Semua orang yang tinggal di sana bergegas menjalankan tugas mereka. Sebagian orang sedang membersihkan villa, sementara yang lainnya berada di dapur, menyiapkan makanan untuk sarapan bersama.

Kakek Luo Huang Ma, yang memiliki peran sebagai penanggung jawab sementara, mengumpulkan semua orang untuk berkumpul di tengah rumah besar itu, kecuali Luo Huang Chen yang sedang berlatih pedang sendirian di lapangan depan.

"Semua orang, mari kita kumpul sejenak," panggil kakek Luo Huang Ma sambil melambaikan tangannya. Suaranya tegas, namun penuh dengan kasih sayang seperti seorang ayah yang mengarahkan anak-anaknya.

Orang-orang yang sedang membersihkan atau memasak menghentikan sejenak aktivitas mereka dan mulai berkumpul di ruang utama. Paman Za, Si Lian Hua, dan yang lainnya dengan cepat berkumpul, termasuk anak-anak yang berlarian riang menuju tengah rumah.

Saat semua orang sudah berkumpul, kecuali Luo Huang Chen, kakek Luo Huang Ma mulai berbicara dengan suara yang tenang namun penuh perhatian.

"Baiklah, hari ini kita akan membahas tentang struktur villa ini. Villa ini sebenarnya lebih besar daripada yang terlihat di permukaan. Selain lapangan luas di depan dan belakang, serta kolam renang yang ada di belakang villa, bangunan ini memiliki tiga lantai di atas tanah, tapi ada delapan lantai di bawah tanah."

Mata orang-orang terbelalak mendengar itu. Mereka tidak pernah menyangka bahwa villa tempat mereka tinggal menyimpan rahasia besar di bawah tanah.

"Selain delapan lantai bawah, ada lantai ke-9 yang merupakan tempat rahasia. Kita masih belum tahu apa yang ada di lantai itu, tetapi lantai lainnya kosong, kecuali lantai pertama yang dipenuhi dengan rak-rak buku," lanjutnya.

Kakek Luo Huang Ma kemudian menjelaskan bahwa mereka harus membersihkan dan menata buku-buku di lantai bawah tersebut. "Rak-rak buku yang ada di sana mungkin berjumlah ratusan, atau bahkan ribuan. Kalian harus mengatur rak-rak buku tersebut dengan rapi, bahkan kalau perlu, lakukan pembagian tempat agar mudah mencari buku saat dibutuhkan. Atur tata letaknya dengan sistematis. Itu tugas utama kita hari ini," katanya dengan senyum kecil di wajahnya.

Semua orang mendengarkan dengan seksama, dan semangat mulai terpancar di wajah mereka. Mereka merasa antusias untuk segera melihat betapa luas dan misteriusnya lantai bawah tersebut.

Setelah semua penjelasan selesai, kakek Luo Huang Ma memberikan kebebasan kepada mereka untuk memilih kamar sesuka hati di lantai atas. Villa ini memiliki ratusan kamar yang tersebar dari lantai pertama hingga lantai kedua.

Namun, ada satu kamar yang lebih mewah dari yang lain, dan setiap orang tampaknya sepakat bahwa kamar itu pantas untuk Luo Huang Chen.

Setelah semua penjelasan selesai, mereka mulai bergerak kembali ke tugas mereka masing-masing. Obrolan santai terjadi di beberapa sudut villa, sementara yang lain bersemangat untuk segera menyelesaikan tugas membersihkan dan menata buku di lantai bawah.

Di salah satu pojok ruangan di lantai bawah, tepatnya di lantai pertama, Luo Huang Bao, Luo Huang Jun, dan Luo Huang Kong sedang sibuk membersihkan rak-rak buku.

Debu tebal menyelimuti buku-buku yang tampaknya sudah lama tidak tersentuh. Namun, semangat mereka tak surut, bahkan obrolan santai mulai mengalir di antara ketiganya.

“Bao, kamu ingin belajar teknik bela diri apa?” tanya Luo Huang Jun sambil mengelap rak buku di depannya. Ia sesekali melihat ke arah buku-buku yang tampak menarik perhatian.

“Aku sudah pasti ingin belajar teknik bela diri dengan pedang,” jawab Luo Huang Bao sambil tersenyum. Tangannya terampil menggeser beberapa buku ke rak yang lebih rapi. “Pedang selalu membuatku merasa kuat, bisa mengalahkan musuh dengan serangan cepat.”

Luo Huang Jun tertawa kecil. “Pedang itu memang hebat, tapi aku lebih tertarik dengan bela diri tangan kosong. Rasanya lebih menantang, kita bisa mengandalkan kekuatan fisik sepenuhnya. Bayangkan melawan musuh tanpa senjata, hanya dengan tangan kosong, dan tetap bisa menang.”

Luo Huang Kong, yang sedang menata buku di rak sebelah, ikut masuk dalam percakapan. “Aku sih lebih tertarik dengan teknik memanah. Jarak jauh adalah keahlianku. Bayangkan membidik musuh dari kejauhan, satu anak panah langsung menghentikan langkah mereka sebelum mereka mendekat.”

“Hebat, ya. Kalau kita bertiga menguasai semua itu, kita bisa jadi tim yang kuat,” kata Luo Huang Bao dengan semangat. “Pedang, tangan kosong, dan panah, gabungan yang sempurna.”

Ketiganya tertawa ringan sambil terus bekerja. Mereka tak menyadari bahwa semangat mereka terdengar oleh Luo Huang Chen, yang baru saja tiba di lantai bawah setelah selesai berlatih pedang. Dengan senyum kecil, Luo Huang Chen mendekat ke arah mereka.

“Kalian benar-benar bersemangat, ya,” ujar Luo Huang Chen dengan nada hangat. Suaranya membuat ketiganya tersentak kaget.

“Oh, Tuan Muda!” kata Luo Huang Bao sambil menunduk hormat. “Kami hanya sedang berbicara tentang keinginan kami untuk belajar teknik bela diri. Kami ingin menjadi kuat seperti Tuan Muda.”

Luo Huang Chen tersenyum, lalu mendekat ke rak buku yang sedang mereka bersihkan. “Itu adalah impian yang luar biasa. Aku senang mendengar kalian punya keinginan untuk belajar. Ingat, menjadi kuat itu bukan hanya tentang fisik, tapi juga tentang mental. Pedang, tangan kosong, atau panah, semua itu hanyalah alat. Kekuatan sejati datang dari hati kalian.”

Ketiganya mendengarkan dengan penuh perhatian. Motivasi yang diberikan Luo Huang Chen membuat semangat mereka semakin membara.

“Yang penting kalian belajar dengan disiplin, latih tubuh kalian, latih pikiran kalian. Tidak ada yang tidak mungkin. Semua impian bisa kalian capai selama kalian punya tekad dan dedikasi. Jangan pernah ragu untuk bermimpi besar. Aku percaya, kalian semua akan mampu mencapai impian itu,” lanjut Luo Huang Chen, tatapannya penuh keyakinan.

Kata-kata Luo Huang Chen itu menumbuhkan tekad baru di hati mereka bertiga. Mereka merasa lebih yakin akan masa depan mereka, dan tekad untuk belajar dan berlatih semakin kuat.

“Terima kasih, Tuan Muda,” kata Luo Huang Jun dengan nada rendah, namun penuh semangat.

“Terima kasih banyak,” tambah Luo Huang Kong.

Luo Huang Chen menepuk bahu mereka bertiga dengan senyum penuh kebanggaan, kemudian berbalik meninggalkan mereka untuk melanjutkan tugas mereka.

Ketiganya kembali bekerja, namun kini dengan semangat yang lebih tinggi dari sebelumnya. Mereka tahu, di bawah bimbingan Luo Huang Chen, mereka akan tumbuh menjadi kuat dan tak terkalahkan.

Setelah memberikan motivasi, Luo Huang Chen kembali berjalan menuju bagian lain dari villa, meninggalkan ketiganya yang kini dipenuhi semangat baru.

Mereka bertiga saling berpandangan sejenak, lalu mulai bekerja dengan kecepatan dan ketekunan yang lebih besar.

Setiap buku yang mereka tata kini terasa lebih bermakna, seolah menjadi bagian dari perjalanan panjang yang akan membawa mereka menuju impian yang lebih tinggi.

“Lihat, bahkan hanya dengan kata-kata, Tuan Muda bisa membangkitkan semangat kita,” kata Luo Huang Bao sambil tersenyum.

“Benar,” jawab Luo Huang Kong sambil menepuk rak buku yang sudah rapi. "Aku jadi semakin tak sabar untuk mulai berlatih."

Luo Huang Jun mengangguk setuju. "Ini baru permulaan. Perjalanan kita masih panjang, tapi aku yakin dengan semangat ini, kita bisa mencapai puncak."

Mereka bertiga kembali sibuk dengan pekerjaan mereka, namun kali ini ada perasaan kuat bahwa mereka bukan sekadar menata buku, melainkan mempersiapkan diri untuk masa depan yang gemilang.

Mereka tahu, di bawah bimbingan Luo Huang Chen, semua impian dan harapan mereka akan terwujud. Tidak ada kata menyerah, karena mereka sekarang percaya bahwa di depan mereka terbentang jalan menuju kekuatan dan kemuliaan.

Luo Huang Chen, yang berjalan menjauh, sesekali menoleh ke belakang dan melihat mereka dengan tatapan bangga. Ia tahu bahwa kelompok ini, keluarga barunya, akan menjadi sekutu yang kuat dalam perjalanannya.

Episodes
1 Bab 1 Pertemuan
2 Bab 2 Hewan Iblis
3 Bab 3 Elements Dan Awal Pelatihan
4 Bab 4 Pelajaran Masa Lalu
5 Bab 5 Fenomena Tidak Terduga
6 Bab 6 Kontes Memancing
7 Bab 7 Pertarungan Sengit
8 Bab 8 Melangkah Maju
9 Bab 9 Lima Bersaudara
10 Bab 10 Bakat Memasak
11 Bab 11 Menuju Kota
12 Bab 12 Keluarga Tambahan
13 Bab 13 Perkenalan
14 Bab 14 Persetujuan Pelelangan
15 Bab 15 Sedikit Ancaman
16 Bab 16 Bantuan Tidak Terduga
17 Bab 17 Kehangatan
18 Bab 18 Waktu Minim
19 Bab 19 Malam Tenang
20 Bab 20 Tiga Kendali
21 Bab 21 Kehangatan Keluarga
22 Bab 22 Langkah Awal
23 Bab 23 Memilih Kitab
24 Bab 24 Scorpius
25 Bab 25 Kepergian
26 Bab 26 Awal Pertarungan
27 Bab 27 Kekuatan
28 Bab 28 Air Terjun
29 Bab 29 Pertarungan Sengit
30 Bab 30 Puncak Pertarungan
31 Bab 31 Kedamaian
32 Bab 32 Harta Tak Terduga
33 Bab 33 Ruangan Rahasia
34 Bab 34 Lorong Gelap
35 Bab 35 Pemilik Harta
36 Bab 36 Tekanan
37 Bab 37 Pencerahan
38 Bab 38 Tempat Misterius
39 Bab 39 Harta Terakhir
40 Bab 40 Dua Lawan Satu
41 Bab 41 Sekte Elang Langit
42 Bab 42 Villa
43 Bab 43 Kehangatan
44 Bab 44 Obrolan Ringan
45 Bab 45 Persiapan
46 Bab 46 Topeng
47 Bab 47 VVIP
48 Bab 48 Pembukaan Lelang dan Pil Qi Pemula
49 Bab 49 Piala Jiwa Sejati
50 Bab 50 Persaingan dan Barang Terakhir
51 Bab 51 Ancaman
52 Bab 52 Ritual
53 Bab 53 Transaksi
54 Bab 54 Benua Tengah
55 Bab 55 Penginapan Kyabakura
56 Bab 56 Wanita Misterius
57 Bab 57 Pendamping Hidup
58 Bab 58 Perjalanan Romantis
59 Bab 59 Tepi Danau
60 Bab 60 Percakapan Yang Mengubah Segalanya
61 Bab 61 Kebebasan
62 Bab 62 Perjalanan Baru
63 Bab 63 Dratiger
64 Bab 64 Perjalanan Laut
65 Bab 65 Lomba Hewan Kontrak
66 Bab 66 Lautan Luas
67 Bab 67 Sea Serpent
68 Bab 68 Dewa Scorpius
69 Bab 69 Awal Perjalanan Baru
70 Bab 70 Mencari Petunjuk
71 Bab 71 Amarah
72 Bab 72 Akses Teleportasi
73 Bab 73 Perjalanan Berliku
74 Bab 74 Pertarungan Awal Sekte Taring Naga
75 Bab 75 Pertarungan Mengerikan Dalam Markas Sekte
76 Bab 76 Serangan Mei Xue yang Menggegerkan Sekte
77 Bab 77 Pertarungan dengan Para Petinggi Sekte
78 Bab 78 Misi Berbahaya
79 Bab 79 Melawan Ice Snake
80 Bab 80 Misi Tuntas
81 Bab 81 Perjalanan Menuju Gunung Eldoria
82 Bab 82 Menuju Kaki Gunung
83 Bab 83 Pertemuan dengan Monster Dragaraj
84 Bab 84 Pertarungan di Puncak Eldoria
85 Bab 85 Pertemuan dengan Nagasatu
86 Bab 86 Akhir Pertarungan
87 Bab 87 Penemuan Altar Misterius
88 Bab 88 Portal Menuju Alam Abadi
89 Menemukan Tujuan Baru
90 Menyusun Dasar Sekte
91 Mengundang Para Ahli
Episodes

Updated 91 Episodes

1
Bab 1 Pertemuan
2
Bab 2 Hewan Iblis
3
Bab 3 Elements Dan Awal Pelatihan
4
Bab 4 Pelajaran Masa Lalu
5
Bab 5 Fenomena Tidak Terduga
6
Bab 6 Kontes Memancing
7
Bab 7 Pertarungan Sengit
8
Bab 8 Melangkah Maju
9
Bab 9 Lima Bersaudara
10
Bab 10 Bakat Memasak
11
Bab 11 Menuju Kota
12
Bab 12 Keluarga Tambahan
13
Bab 13 Perkenalan
14
Bab 14 Persetujuan Pelelangan
15
Bab 15 Sedikit Ancaman
16
Bab 16 Bantuan Tidak Terduga
17
Bab 17 Kehangatan
18
Bab 18 Waktu Minim
19
Bab 19 Malam Tenang
20
Bab 20 Tiga Kendali
21
Bab 21 Kehangatan Keluarga
22
Bab 22 Langkah Awal
23
Bab 23 Memilih Kitab
24
Bab 24 Scorpius
25
Bab 25 Kepergian
26
Bab 26 Awal Pertarungan
27
Bab 27 Kekuatan
28
Bab 28 Air Terjun
29
Bab 29 Pertarungan Sengit
30
Bab 30 Puncak Pertarungan
31
Bab 31 Kedamaian
32
Bab 32 Harta Tak Terduga
33
Bab 33 Ruangan Rahasia
34
Bab 34 Lorong Gelap
35
Bab 35 Pemilik Harta
36
Bab 36 Tekanan
37
Bab 37 Pencerahan
38
Bab 38 Tempat Misterius
39
Bab 39 Harta Terakhir
40
Bab 40 Dua Lawan Satu
41
Bab 41 Sekte Elang Langit
42
Bab 42 Villa
43
Bab 43 Kehangatan
44
Bab 44 Obrolan Ringan
45
Bab 45 Persiapan
46
Bab 46 Topeng
47
Bab 47 VVIP
48
Bab 48 Pembukaan Lelang dan Pil Qi Pemula
49
Bab 49 Piala Jiwa Sejati
50
Bab 50 Persaingan dan Barang Terakhir
51
Bab 51 Ancaman
52
Bab 52 Ritual
53
Bab 53 Transaksi
54
Bab 54 Benua Tengah
55
Bab 55 Penginapan Kyabakura
56
Bab 56 Wanita Misterius
57
Bab 57 Pendamping Hidup
58
Bab 58 Perjalanan Romantis
59
Bab 59 Tepi Danau
60
Bab 60 Percakapan Yang Mengubah Segalanya
61
Bab 61 Kebebasan
62
Bab 62 Perjalanan Baru
63
Bab 63 Dratiger
64
Bab 64 Perjalanan Laut
65
Bab 65 Lomba Hewan Kontrak
66
Bab 66 Lautan Luas
67
Bab 67 Sea Serpent
68
Bab 68 Dewa Scorpius
69
Bab 69 Awal Perjalanan Baru
70
Bab 70 Mencari Petunjuk
71
Bab 71 Amarah
72
Bab 72 Akses Teleportasi
73
Bab 73 Perjalanan Berliku
74
Bab 74 Pertarungan Awal Sekte Taring Naga
75
Bab 75 Pertarungan Mengerikan Dalam Markas Sekte
76
Bab 76 Serangan Mei Xue yang Menggegerkan Sekte
77
Bab 77 Pertarungan dengan Para Petinggi Sekte
78
Bab 78 Misi Berbahaya
79
Bab 79 Melawan Ice Snake
80
Bab 80 Misi Tuntas
81
Bab 81 Perjalanan Menuju Gunung Eldoria
82
Bab 82 Menuju Kaki Gunung
83
Bab 83 Pertemuan dengan Monster Dragaraj
84
Bab 84 Pertarungan di Puncak Eldoria
85
Bab 85 Pertemuan dengan Nagasatu
86
Bab 86 Akhir Pertarungan
87
Bab 87 Penemuan Altar Misterius
88
Bab 88 Portal Menuju Alam Abadi
89
Menemukan Tujuan Baru
90
Menyusun Dasar Sekte
91
Mengundang Para Ahli

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!