Bab 2 Hewan Iblis

"Heii bocahh tengik, sudah ku bilang untuk istirahat bukan? Taruh buku itu, besok akan aku jelaskan," ujar Guru Wu yang tiba-tiba muncul entah dari mana.

"Iya, iya, Guru Wu," sahut Luo Chen sambil menaruh buku di genggamannya dan segera naik ke tempat tidur.

"Dasar anak ini, terlalu bersemangat. Mungkin mulai besok aku akan ajarkan dia latihan dasar," pikir si kakek tua sambil berdiri di depan pintu kamar.

Waktu terus berjalan, hanya angin malam yang berhembus, membuat suasana sedikit mencekam. Perlahan, malam berganti pagi, dan matahari mulai muncul dari balik cakrawala, mengakhiri ketenangan malam.

"Chen'er, bangun sekarang," ucap Guru Wu sambil membalik tempat tidur Luo Chen dengan kasar.

"Ahhh, iya Guru," sahut Luo Chen, menggosok matanya yang masih mengantuk sebelum keluar dari kamar.

"Ini masih pukul lima pagi. Kalau mau mandi, isi dulu tong air di belakang rumah dengan air sungai."

"Embernya di mana, Guru? Dan sungainya ke arah mana?" tanya Luo Chen, langsung tanpa basa-basi.

"Embernya ada di samping tong, dan ikuti saja jalan setapak di samping rumah untuk sampai ke sungai," jawab Guru Wu dengan senyum sinis, seolah menantang Luo Chen.

Tanpa menunggu lebih lama, Luo Chen segera mengambil ember dan bergegas mengikuti jalan setapak yang dibuat Guru Wu menuju sungai.

"Semoga bocah itu bisa menyelesaikan tugasnya dengan baik," pikir Guru Wu, mengingat masa lalu dan murid-murid yang pernah ia ajar.

Di sisi lain, Luo Chen terus berjalan di tengah hutan, hanya ditemani suara langkah kakinya yang menggema. Jalanan tampak sepi, membuat suasana hutan menjadi agak menakutkan.

"Tiba-tiba, 'Boommmm,' sebuah ledakan keras terdengar dari sisi kiri Luo Chen. Seekor Gaurguin, monster seperti kerbau berbulu tebal, muncul dari dalam semak belukar dan langsung menyerang!"

Namun, Gaurguin itu terhantam sesuatu yang tak kasat mata dan terpental ke belakang, berusaha menyerang kembali tapi terhenti lagi oleh penghalang tak terlihat.

"Apa yang baru saja terjadi?" Luo Chen mendekati penghalang tersebut, mengulurkan tangan untuk menyentuhnya. "Apakah ini semacam penghalang energi?"

"Bocah, kenapa kau berhenti di situ?" suara Guru Wu tiba-tiba terdengar dari kejauhan, membuat Luo Chen terlonjak kaget.

"Aku hanya ingin memastikan ini, Guru. Apakah ini semacam Array pelindung?"

"Pandanganmu lumayan tajam juga. Memang benar, ini adalah Array pelindung yang aku buat agar kau aman selama menjalani latihan. Bahkan monster tingkat Legendary sekalipun akan kesulitan menembusnya," jawab Guru Wu tanpa memperdulikan Gaurguin yang mencoba merusak Array tersebut.

"Tingkat Legendary? Bagaimana caranya kita mengetahui tingkat monster, Guru?" tanya Luo Chen dengan rasa penasaran.

"Melalui aura yang mereka keluarkan. Coba tebak, Gaurguin ini berada di tingkat mana?"

"Mungkin di tingkat Unique, sekitar level 36?" tebak Luo Chen ragu.

"Salah! Gaurguin ini hanya berada di tingkat Ultra Rare, level 29. Kau bisa mengetahuinya dari energi yang mengelilingi tubuhnya," jawab Guru Wu dengan yakin.

"Menarik," gumam Luo Chen, mencoba mencerna semua penjelasan itu.

Guru Wu lalu mengambil ranting kayu dari tanah dan mengayunkannya ke arah Gaurguin sambil bergumam, "Jurus Rasi Bintang Aquila."

Dari belakang Guru Wu, cahaya putih membentuk sosok elang raksasa yang terbang dengan kecepatan tinggi, menabrak Gaurguin dan memotongnya menjadi tiga bagian.

Sebuah mutiara merah muncul dari tubuh monster itu, bersinar terang dengan aura gelap yang mengerikan.

"Chen'er, coba lihat mutiara ini. Apa kau merasa nyaman berada di dekatnya?" tanya Guru Wu, memperlihatkan mutiara tersebut kepada Luo Chen.

"Jujur, aku merasa tidak nyaman, Guru. Seperti ada sesuatu yang menolak kehadirannya," jawab Luo Chen dengan jujur.

"Itulah energi negatif yang terkandung dalam Qi-nya. Mutiara ini bisa digunakan untuk meningkatkan kultivasi, tapi harus dimurnikan terlebih dahulu," jelas Guru Wu.

Luo Chen mendengarkan dengan seksama, semakin penasaran dengan dunia kultivasi yang sedang ia pelajari.

"Segala sesuatu di tubuh monster ini bisa berguna, mulai dari tulang hingga dagingnya. Bahkan, daging yang dimasak dengan benar bisa memberikan esensi energi bagi siapa pun yang memakannya," lanjut Guru Wu.

"Wow, begitu banyak hal yang bisa dipelajari dari monster. Kenapa Guru tidak menjualnya saja untuk mendapatkan keuntungan besar?" tanya Luo Chen.

Guru Wu tersenyum lebar, "Apa aku terlihat seperti orang yang butuh uang, bocah? Sekarang cepat selesaikan tugasmu dan pergi makan di dapur."

"Baik, Guru!" sahut Luo Chen, lalu bergegas menuju sungai tanpa membuang waktu lagi.

Beruntung, perjalanan untuk mengambil air berjalan lancar. Setelah enam kali bolak-balik membawa air, akhirnya tong di belakang rumah penuh.

Setelah beberapa jam berlalu, Luo Chen masih berjuang dengan batu-batu besar di halaman. Otot-ototnya terasa tegang dan lelah, tapi ia tetap gigih.

Setiap tarikan napas terasa berat, namun tekad di dalam dirinya semakin kuat. Ia tahu bahwa jalan menuju kekuatan bukanlah hal yang mudah, dan ini baru permulaan.

Guru Wu, yang sejak tadi berdiri di bawah pohon besar, memperhatikan setiap gerakan Luo Chen dengan mata tajam. Meskipun ia tampak acuh, sesungguhnya ia sangat memperhatikan perkembangan muridnya.

Setiap langkah Luo Chen, setiap keringat yang jatuh, semuanya merupakan cerminan dari semangat dan kerja keras. Guru Wu mengenal tipe orang seperti Luo Chen — anak yang tak pernah menyerah meski menghadapi kesulitan terbesar sekalipun.

Setelah beberapa batu berhasil diangkat dan dipindahkan, Luo Chen jatuh terduduk di tanah, napasnya terengah-engah. Kakinya gemetar, tubuhnya terasa lelah, namun senyum kecil tersungging di wajahnya.

"Aku... aku berhasil memindahkan semuanya, Guru," katanya dengan suara terbata-bata, menunjukkan kebanggaan dalam dirinya.

Guru Wu melangkah mendekati Luo Chen, menatapnya tanpa ekspresi sejenak, lalu tersenyum tipis. "Kau melakukan pekerjaan yang bagus hari ini, Chen'er. Tapi ingat, ini baru permulaan. Pelatihan fisik hanyalah satu bagian dari perjalanan panjangmu. Di masa depan, kau akan menghadapi tantangan yang jauh lebih berat. Jadi jangan cepat puas."

Luo Chen mengangguk, menyadari bahwa perjalanan kultivasinya baru saja dimulai. Ia menatap tangan dan kakinya yang terasa pegal, namun di dalam hatinya, ia merasa puas.

"Guru, kapan aku bisa mulai belajar menggunakan Qi seperti yang kau lakukan?" tanyanya dengan penuh antusiasme.

Guru Wu tertawa kecil. "Semua ada waktunya, bocah tengik. Qi adalah sesuatu yang tidak boleh dianggap enteng. Kau harus memahami dasar-dasarnya terlebih dahulu sebelum bisa menggunakannya dengan benar.

Untuk sekarang, fokuslah pada kekuatan fisikmu. Qi tanpa dasar yang kuat hanya akan menjadi pedang bermata dua — bisa melukai musuh, tapi juga bisa menghancurkan dirimu sendiri."

Luo Chen termenung, merenungkan kata-kata itu. Ia mulai memahami bahwa jalan menuju kekuatan bukanlah sesuatu yang bisa dipercepat. Setiap langkah, sekecil apapun, adalah bagian penting dari proses yang harus ia jalani.

"Baik, Guru. Aku akan terus berlatih dan mengasah kekuatanku," jawab Luo Chen dengan tekad yang semakin membara. Ia tahu bahwa di balik setiap pelajaran yang diberikan Guru Wu, tersimpan kebijaksanaan yang akan membantunya di masa depan.

Hari itu, meskipun tubuhnya lelah dan otot-ototnya terasa kaku, Luo Chen merasa bahwa ia telah mengambil langkah pertama dalam perjalanan yang panjang dan penuh tantangan.

Dengan bimbingan Guru Wu, ia yakin suatu hari nanti akan mencapai kekuatan yang luar biasa, dan mungkin, suatu saat, ia akan mampu membalas segala kebaikan gurunya.

Matahari semakin tinggi di langit, menandakan awal dari hari yang baru, penuh dengan harapan dan tantangan. Luo Chen bangkit dari tanah, membersihkan debu dari pakaiannya, dan dengan semangat baru, ia melanjutkan latihannya, bersiap untuk menghadapi apa pun yang akan datang.

Terpopuler

Comments

herry bjb

herry bjb

bocah umur lima tahun dan tinggal di panti sdh tau arai pelindung dan yg janggal juga di suruh bangun sdh tau kalau masih pukul lima...memangnya ada jam...

2024-10-24

2

Ef

Ef

Sejauh ini, konflik utama dan tujuan protagonis belum jelas. Plotnya juga belum tahu arahnya kemana, tapi untuk penulisannya udah bagus. Semangat torr💪🏻💪🏻💪🏻

2024-10-20

5

Halu

Halu

untuk nama tingkatan sih keren tapi level nya yg kebanyakan, coba di bikin simpel levelnya

2024-10-19

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Pertemuan
2 Bab 2 Hewan Iblis
3 Bab 3 Elements Dan Awal Pelatihan
4 Bab 4 Pelajaran Masa Lalu
5 Bab 5 Fenomena Tidak Terduga
6 Bab 6 Kontes Memancing
7 Bab 7 Pertarungan Sengit
8 Bab 8 Melangkah Maju
9 Bab 9 Lima Bersaudara
10 Bab 10 Bakat Memasak
11 Bab 11 Menuju Kota
12 Bab 12 Keluarga Tambahan
13 Bab 13 Perkenalan
14 Bab 14 Persetujuan Pelelangan
15 Bab 15 Sedikit Ancaman
16 Bab 16 Bantuan Tidak Terduga
17 Bab 17 Kehangatan
18 Bab 18 Waktu Minim
19 Bab 19 Malam Tenang
20 Bab 20 Tiga Kendali
21 Bab 21 Kehangatan Keluarga
22 Bab 22 Langkah Awal
23 Bab 23 Memilih Kitab
24 Bab 24 Scorpius
25 Bab 25 Kepergian
26 Bab 26 Awal Pertarungan
27 Bab 27 Kekuatan
28 Bab 28 Air Terjun
29 Bab 29 Pertarungan Sengit
30 Bab 30 Puncak Pertarungan
31 Bab 31 Kedamaian
32 Bab 32 Harta Tak Terduga
33 Bab 33 Ruangan Rahasia
34 Bab 34 Lorong Gelap
35 Bab 35 Pemilik Harta
36 Bab 36 Tekanan
37 Bab 37 Pencerahan
38 Bab 38 Tempat Misterius
39 Bab 39 Harta Terakhir
40 Bab 40 Dua Lawan Satu
41 Bab 41 Sekte Elang Langit
42 Bab 42 Villa
43 Bab 43 Kehangatan
44 Bab 44 Obrolan Ringan
45 Bab 45 Persiapan
46 Bab 46 Topeng
47 Bab 47 VVIP
48 Bab 48 Pembukaan Lelang dan Pil Qi Pemula
49 Bab 49 Piala Jiwa Sejati
50 Bab 50 Persaingan dan Barang Terakhir
51 Bab 51 Ancaman
52 Bab 52 Ritual
53 Bab 53 Transaksi
54 Bab 54 Benua Tengah
55 Bab 55 Penginapan Kyabakura
56 Bab 56 Wanita Misterius
57 Bab 57 Pendamping Hidup
58 Bab 58 Perjalanan Romantis
59 Bab 59 Tepi Danau
60 Bab 60 Percakapan Yang Mengubah Segalanya
61 Bab 61 Kebebasan
62 Bab 62 Perjalanan Baru
63 Bab 63 Dratiger
64 Bab 64 Perjalanan Laut
65 Bab 65 Lomba Hewan Kontrak
66 Bab 66 Lautan Luas
67 Bab 67 Sea Serpent
68 Bab 68 Dewa Scorpius
69 Bab 69 Awal Perjalanan Baru
70 Bab 70 Mencari Petunjuk
71 Bab 71 Amarah
72 Bab 72 Akses Teleportasi
73 Bab 73 Perjalanan Berliku
74 Bab 74 Pertarungan Awal Sekte Taring Naga
75 Bab 75 Pertarungan Mengerikan Dalam Markas Sekte
76 Bab 76 Serangan Mei Xue yang Menggegerkan Sekte
77 Bab 77 Pertarungan dengan Para Petinggi Sekte
78 Bab 78 Misi Berbahaya
79 Bab 79 Melawan Ice Snake
80 Bab 80 Misi Tuntas
81 Bab 81 Perjalanan Menuju Gunung Eldoria
82 Bab 82 Menuju Kaki Gunung
83 Bab 83 Pertemuan dengan Monster Dragaraj
84 Bab 84 Pertarungan di Puncak Eldoria
85 Bab 85 Pertemuan dengan Nagasatu
86 Bab 86 Akhir Pertarungan
87 Bab 87 Penemuan Altar Misterius
88 Bab 88 Portal Menuju Alam Abadi
89 Menemukan Tujuan Baru
90 Menyusun Dasar Sekte
91 Mengundang Para Ahli
Episodes

Updated 91 Episodes

1
Bab 1 Pertemuan
2
Bab 2 Hewan Iblis
3
Bab 3 Elements Dan Awal Pelatihan
4
Bab 4 Pelajaran Masa Lalu
5
Bab 5 Fenomena Tidak Terduga
6
Bab 6 Kontes Memancing
7
Bab 7 Pertarungan Sengit
8
Bab 8 Melangkah Maju
9
Bab 9 Lima Bersaudara
10
Bab 10 Bakat Memasak
11
Bab 11 Menuju Kota
12
Bab 12 Keluarga Tambahan
13
Bab 13 Perkenalan
14
Bab 14 Persetujuan Pelelangan
15
Bab 15 Sedikit Ancaman
16
Bab 16 Bantuan Tidak Terduga
17
Bab 17 Kehangatan
18
Bab 18 Waktu Minim
19
Bab 19 Malam Tenang
20
Bab 20 Tiga Kendali
21
Bab 21 Kehangatan Keluarga
22
Bab 22 Langkah Awal
23
Bab 23 Memilih Kitab
24
Bab 24 Scorpius
25
Bab 25 Kepergian
26
Bab 26 Awal Pertarungan
27
Bab 27 Kekuatan
28
Bab 28 Air Terjun
29
Bab 29 Pertarungan Sengit
30
Bab 30 Puncak Pertarungan
31
Bab 31 Kedamaian
32
Bab 32 Harta Tak Terduga
33
Bab 33 Ruangan Rahasia
34
Bab 34 Lorong Gelap
35
Bab 35 Pemilik Harta
36
Bab 36 Tekanan
37
Bab 37 Pencerahan
38
Bab 38 Tempat Misterius
39
Bab 39 Harta Terakhir
40
Bab 40 Dua Lawan Satu
41
Bab 41 Sekte Elang Langit
42
Bab 42 Villa
43
Bab 43 Kehangatan
44
Bab 44 Obrolan Ringan
45
Bab 45 Persiapan
46
Bab 46 Topeng
47
Bab 47 VVIP
48
Bab 48 Pembukaan Lelang dan Pil Qi Pemula
49
Bab 49 Piala Jiwa Sejati
50
Bab 50 Persaingan dan Barang Terakhir
51
Bab 51 Ancaman
52
Bab 52 Ritual
53
Bab 53 Transaksi
54
Bab 54 Benua Tengah
55
Bab 55 Penginapan Kyabakura
56
Bab 56 Wanita Misterius
57
Bab 57 Pendamping Hidup
58
Bab 58 Perjalanan Romantis
59
Bab 59 Tepi Danau
60
Bab 60 Percakapan Yang Mengubah Segalanya
61
Bab 61 Kebebasan
62
Bab 62 Perjalanan Baru
63
Bab 63 Dratiger
64
Bab 64 Perjalanan Laut
65
Bab 65 Lomba Hewan Kontrak
66
Bab 66 Lautan Luas
67
Bab 67 Sea Serpent
68
Bab 68 Dewa Scorpius
69
Bab 69 Awal Perjalanan Baru
70
Bab 70 Mencari Petunjuk
71
Bab 71 Amarah
72
Bab 72 Akses Teleportasi
73
Bab 73 Perjalanan Berliku
74
Bab 74 Pertarungan Awal Sekte Taring Naga
75
Bab 75 Pertarungan Mengerikan Dalam Markas Sekte
76
Bab 76 Serangan Mei Xue yang Menggegerkan Sekte
77
Bab 77 Pertarungan dengan Para Petinggi Sekte
78
Bab 78 Misi Berbahaya
79
Bab 79 Melawan Ice Snake
80
Bab 80 Misi Tuntas
81
Bab 81 Perjalanan Menuju Gunung Eldoria
82
Bab 82 Menuju Kaki Gunung
83
Bab 83 Pertemuan dengan Monster Dragaraj
84
Bab 84 Pertarungan di Puncak Eldoria
85
Bab 85 Pertemuan dengan Nagasatu
86
Bab 86 Akhir Pertarungan
87
Bab 87 Penemuan Altar Misterius
88
Bab 88 Portal Menuju Alam Abadi
89
Menemukan Tujuan Baru
90
Menyusun Dasar Sekte
91
Mengundang Para Ahli

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!