Bab 10 Bakat Memasak

Sekitar sepuluh menit berlalu, akhirnya mereka melihat empat gubuk yang tidak layak pakai, dengan beberapa anak kecil berlarian di sekitar.

"Di sinilah kami tinggal, tuan muda. Silakan ikut saya masuk ke rumah," ujar paman paling muda, sementara paman yang lain menghampiri anak-anak kecil yang sedang bermain.

"Assalamualaikum, sayang. Sampeyan nduk endi?" ucap paman muda sambil membuka pintu gubuk.

"Wa'alaikumsalam. Sampun bali, Mas. Lah, niki sinten?" tanya istri paman muda, yang ternyata sedang hamil besar.

"Niki tamune, Mas. Maaf, tuan muda, hampir lupa memperkenalkan diri. Saya Huang Zo, istri saya ini bernama Huang Yi."

"Perkenalkan, saya Luo Chen. Jangan terlalu serius begitu, Paman Zo," sahut Luo Chen sambil tersenyum ramah.

"Iyaa, tuan muda," balas Huang Zo, sambil tersenyum melihat keramahan Luo Chen.

"Biar aku buatkan teh," ucap istri Huang Zo hendak ke belakang, namun lengannya ditahan.

"Sayang, kamu duduk saja menemani tuan muda. Biarkan aku yang membuatkan di belakang. Ingat, jaga diri baik-baik dan jaga bayi kita," ujar Huang Zo dengan nada penuh kelembutan.

"Tuan muda, silakan duduk. Saya tinggal ke belakang sebentar," Huang Zo segera pergi untuk membuat teh untuk Luo Chen.

Luo Chen terdiam, menyaksikan adegan kemesraan itu. Tanpa merespon apapun, dia segera duduk di tikar, dan istri Huang Zo juga ikut duduk, namun sedikit menjaga jarak.

"Nona? Boleh aku bertanya?" Luo Chen membuka pembicaraan.

"Boleh, memang mau tanya tentang apa ya?" tanya istri Huang Zo seraya tersenyum ramah.

"Apa pekerjaan Huang Zo setiap hari? Lalu bahasa apa yang kalian gunakan itu?" ucap Luo Chen sambil mengingat beberapa kosa kata yang disebutkan tadi.

"Suamiku bekerja sebagai pemburu. Terkadang ia juga mencari buah atau tumbuhan dari hutan. Untuk bahasa, kami menggunakan bahasa khas benua selatan, yakni Bahasa Java."

"Tunggu, apakah kalian tidak takut diserang Hewan Iblis atau yang kalian sebut siluman? Apakah kalian juga pernah kekurangan makanan? Maaf jika membuatmu tersinggung," Luo Chen terus menggali informasi.

"Tidak apa-apa. Ya, kami sudah sering diserang. Kadang-kadang kami juga trauma, namun apalah daya, kami tidak punya cukup uang untuk tinggal di kota, itu belum termasuk biaya lainnya. Kami juga sering kekurangan makanan, bahkan dulu sempat kami puasa tanpa makan selama dua hari," tutup penjelasan Huang Yi.

Luo Chen terdiam, menatap bayi yang dikandung Huang Yi. Ia tak terbayang betapa takutnya anak-anak yang tinggal di wilayah berbahaya seperti ini. Mengingat dirinya yang juga harus melawan kekerasan dunia saat kecil, Luo Chen merasa sedikit tertekan. Jika dia berada di posisi mereka, wajar jika mereka melakukan itu demi keluarga.

"Tuan muda, silakan diminum," ucap Huang Zo sambil memberikan segelas teh di depan Luo Chen.

"Terima kasih, Paman Zo. Apa paman dan saudara paman bisa memasak makanan dari berbagai macam bahan?" tanya Luo Chen seraya meneguk minuman.

"Kami bisa saja, asal ada bahan. Untuk rasa, silakan coba sendiri, tuan muda," balas Huang Zo, sambil berpikir tentang maksud dari pertanyaan Luo Chen.

Luo Chen mengeluarkan sepotong daging Gaurguin dari cincin yang diberikan kakek Wu, "Ambil daging ini, lalu olah menjadi sebuah makanan," ujar Luo Chen.

Tangan Huang Zo bergetar menerima daging Hewan Iblis itu. Dengan ragu, ia bertanya, "Dari mana tuan muda mendapat daging Hewan Iblis tingkat tinggi ini?"

"Dari hasil membunuh, itu adalah hasil dari almarhum guruku, mungkin sekitar dua tahun lalu."

"Jangan-jangan, itu cincin ruang dan waktu?" bentak Huang Zo, teringat ciri-ciri dari cincin yang sangat mirip.

"Tunggu, apa itu cincin ruang dan waktu?" tanya Luo Chen, bingung dengan reaksi Huang Zo yang tiba-tiba kaget.

"Jadi tuan muda tidak tahu? Cincin itu termasuk salah satu benda tingkat dewa, di mana semua barang yang disimpan di dalamnya akan mengalami pemberhentian waktu, dan kapasitas cincin tidak terbatas."

"Saran saya, jangan pernah kasih tahu siapapun tentang cincin itu, karena banyak kultivator tingkat tinggi yang menginginkan harta seperti ini," tutup penjelasan Huang Zo.

"Untung paman kasih tahu. Jika tidak, mungkin aku sudah diburu," ujar Luo Chen diakhiri dengan tawa.

"Kalau begitu, saya akan masak di belakang dulu, tuan muda," balas Huang Zo sambil pergi menuju ke belakang.

Waktu terus berlalu. Luo Chen hanya mengobrol santai dengan istri Huang Zo. Tak terasa, satu jam berlalu, dan aroma masakan mulai tercium bersamaan dengan langkah kaki Huang Zo.

"Paman, baunya sangat kuat," ujar Luo Chen terkagum akan aroma yang dihasilkan dari masakan Huang Zo.

"Tuan muda, silakan coba," ujar Huang Zo menaruh satu piring penuh daging di depan Luo Chen.

Daging yang dihidangkan sudah dimasak menjadi daging bakar yang terpotong dan dibubuhi bumbu seadanya.

"Paman, ini sungguh nikmat. Mari kita makan bersama saja. Kalian pasti lapar," ajak Luo Chen dengan senyuman.

"Tidak, tuan muda. Silakan Anda makan saja," tolak Huang Zo secara halus, karena sudah sewajarnya ia menjamu seorang tamu.

"Paman, lebih baik paman dan istri paman ikut makan, atau aku akan membuang makanan ini," ancam Luo Chen dengan nada sedikit tidak senang.

Huang Zo dan Huang Yi saling bertatapan, tatapan mata Huang Yi seakan memberi isyarat bahwa dia ingin memakan daging itu. Akhirnya, Huang Zo menurut.

"Baiklah, tuan muda. Saya dan istri saya akan ikut makan," sambil ragu-ragu, mereka tetap ikut makan. Ternyata, di luar tercium bau masakannya, membuat beberapa anak kecil, wanita, dan paman yang bertarung dengan Luo Chen datang di depan rumah, sambil malu-malu ingin merasakan masakan yang dimakan.

Pada akhirnya, Luo Chen berkumpul dan makan bersama seluruh keluarga lima bersaudara. Hubungan antara mereka pun semakin dekat, tiada lagi ketakutan yang tersirat.

Obrolan terus berlangsung sampai makanan habis tak tersisa. Luo Chen yang merasakan hangatnya hubungan mereka, terlintas sebuah ide untuk memberikan tempat yang lebih layak.

"Baiklah, mohon perhatian kalian. Aku akan bertanya kepada kalian semua," ujar Luo Chen seraya menatap semua orang yang saat ini terdiam.

"Apa kalian ingin pindah dari tempat ini? Jika iya, akan aku bantu," sekarang gantian Luo Chen yang terdiam menunggu jawaban.

"Emmm, aku mau pindah, Kak," ujar salah satu anak kecil.

"Aku juga."

"Aku sangat mau, karena takut dengan para monster di sini."

Luo Chen tersenyum. Saat ia ingin berbicara, terdengar suara bantahan, "Kita tidak boleh merepotkan tuan muda lagi," sahut paman paling muda dan tua secara bersamaan.

"Kalian tidak punya hak untuk menolak, karena ini demi kebaikan keluarga kalian. Aku tidak ingin kalian merasakan penyesalan," ujar Luo Chen sambil menatap dingin ke arah paman yang paling muda dan tua.

"Baiklah, cepat bereskan semua barang kalian, dan dalam waktu satu jam kalian akan ikut aku ke kota." Luo Chen tersenyum puas, melihat kebahagiaan di wajah anak-anak kecil.

Seketika gubuk itu sepi. Semua orang pergi mengambil barang yang akan mereka bawa, sambil melepaskan kenangan yang tersisa di tempat ini, kecuali Luo Chen, Huang Zo, dan Huang Yi.

Episodes
1 Bab 1 Pertemuan
2 Bab 2 Hewan Iblis
3 Bab 3 Elements Dan Awal Pelatihan
4 Bab 4 Pelajaran Masa Lalu
5 Bab 5 Fenomena Tidak Terduga
6 Bab 6 Kontes Memancing
7 Bab 7 Pertarungan Sengit
8 Bab 8 Melangkah Maju
9 Bab 9 Lima Bersaudara
10 Bab 10 Bakat Memasak
11 Bab 11 Menuju Kota
12 Bab 12 Keluarga Tambahan
13 Bab 13 Perkenalan
14 Bab 14 Persetujuan Pelelangan
15 Bab 15 Sedikit Ancaman
16 Bab 16 Bantuan Tidak Terduga
17 Bab 17 Kehangatan
18 Bab 18 Waktu Minim
19 Bab 19 Malam Tenang
20 Bab 20 Tiga Kendali
21 Bab 21 Kehangatan Keluarga
22 Bab 22 Langkah Awal
23 Bab 23 Memilih Kitab
24 Bab 24 Scorpius
25 Bab 25 Kepergian
26 Bab 26 Awal Pertarungan
27 Bab 27 Kekuatan
28 Bab 28 Air Terjun
29 Bab 29 Pertarungan Sengit
30 Bab 30 Puncak Pertarungan
31 Bab 31 Kedamaian
32 Bab 32 Harta Tak Terduga
33 Bab 33 Ruangan Rahasia
34 Bab 34 Lorong Gelap
35 Bab 35 Pemilik Harta
36 Bab 36 Tekanan
37 Bab 37 Pencerahan
38 Bab 38 Tempat Misterius
39 Bab 39 Harta Terakhir
40 Bab 40 Dua Lawan Satu
41 Bab 41 Sekte Elang Langit
42 Bab 42 Villa
43 Bab 43 Kehangatan
44 Bab 44 Obrolan Ringan
45 Bab 45 Persiapan
46 Bab 46 Topeng
47 Bab 47 VVIP
48 Bab 48 Pembukaan Lelang dan Pil Qi Pemula
49 Bab 49 Piala Jiwa Sejati
50 Bab 50 Persaingan dan Barang Terakhir
51 Bab 51 Ancaman
52 Bab 52 Ritual
53 Bab 53 Transaksi
54 Bab 54 Benua Tengah
55 Bab 55 Penginapan Kyabakura
56 Bab 56 Wanita Misterius
57 Bab 57 Pendamping Hidup
58 Bab 58 Perjalanan Romantis
59 Bab 59 Tepi Danau
60 Bab 60 Percakapan Yang Mengubah Segalanya
61 Bab 61 Kebebasan
62 Bab 62 Perjalanan Baru
63 Bab 63 Dratiger
64 Bab 64 Perjalanan Laut
65 Bab 65 Lomba Hewan Kontrak
66 Bab 66 Lautan Luas
67 Bab 67 Sea Serpent
68 Bab 68 Dewa Scorpius
69 Bab 69 Awal Perjalanan Baru
70 Bab 70 Mencari Petunjuk
71 Bab 71 Amarah
72 Bab 72 Akses Teleportasi
73 Bab 73 Perjalanan Berliku
74 Bab 74 Pertarungan Awal Sekte Taring Naga
75 Bab 75 Pertarungan Mengerikan Dalam Markas Sekte
76 Bab 76 Serangan Mei Xue yang Menggegerkan Sekte
77 Bab 77 Pertarungan dengan Para Petinggi Sekte
78 Bab 78 Misi Berbahaya
79 Bab 79 Melawan Ice Snake
80 Bab 80 Misi Tuntas
81 Bab 81 Perjalanan Menuju Gunung Eldoria
82 Bab 82 Menuju Kaki Gunung
83 Bab 83 Pertemuan dengan Monster Dragaraj
84 Bab 84 Pertarungan di Puncak Eldoria
85 Bab 85 Pertemuan dengan Nagasatu
86 Bab 86 Akhir Pertarungan
87 Bab 87 Penemuan Altar Misterius
88 Bab 88 Portal Menuju Alam Abadi
89 Menemukan Tujuan Baru
90 Menyusun Dasar Sekte
91 Mengundang Para Ahli
Episodes

Updated 91 Episodes

1
Bab 1 Pertemuan
2
Bab 2 Hewan Iblis
3
Bab 3 Elements Dan Awal Pelatihan
4
Bab 4 Pelajaran Masa Lalu
5
Bab 5 Fenomena Tidak Terduga
6
Bab 6 Kontes Memancing
7
Bab 7 Pertarungan Sengit
8
Bab 8 Melangkah Maju
9
Bab 9 Lima Bersaudara
10
Bab 10 Bakat Memasak
11
Bab 11 Menuju Kota
12
Bab 12 Keluarga Tambahan
13
Bab 13 Perkenalan
14
Bab 14 Persetujuan Pelelangan
15
Bab 15 Sedikit Ancaman
16
Bab 16 Bantuan Tidak Terduga
17
Bab 17 Kehangatan
18
Bab 18 Waktu Minim
19
Bab 19 Malam Tenang
20
Bab 20 Tiga Kendali
21
Bab 21 Kehangatan Keluarga
22
Bab 22 Langkah Awal
23
Bab 23 Memilih Kitab
24
Bab 24 Scorpius
25
Bab 25 Kepergian
26
Bab 26 Awal Pertarungan
27
Bab 27 Kekuatan
28
Bab 28 Air Terjun
29
Bab 29 Pertarungan Sengit
30
Bab 30 Puncak Pertarungan
31
Bab 31 Kedamaian
32
Bab 32 Harta Tak Terduga
33
Bab 33 Ruangan Rahasia
34
Bab 34 Lorong Gelap
35
Bab 35 Pemilik Harta
36
Bab 36 Tekanan
37
Bab 37 Pencerahan
38
Bab 38 Tempat Misterius
39
Bab 39 Harta Terakhir
40
Bab 40 Dua Lawan Satu
41
Bab 41 Sekte Elang Langit
42
Bab 42 Villa
43
Bab 43 Kehangatan
44
Bab 44 Obrolan Ringan
45
Bab 45 Persiapan
46
Bab 46 Topeng
47
Bab 47 VVIP
48
Bab 48 Pembukaan Lelang dan Pil Qi Pemula
49
Bab 49 Piala Jiwa Sejati
50
Bab 50 Persaingan dan Barang Terakhir
51
Bab 51 Ancaman
52
Bab 52 Ritual
53
Bab 53 Transaksi
54
Bab 54 Benua Tengah
55
Bab 55 Penginapan Kyabakura
56
Bab 56 Wanita Misterius
57
Bab 57 Pendamping Hidup
58
Bab 58 Perjalanan Romantis
59
Bab 59 Tepi Danau
60
Bab 60 Percakapan Yang Mengubah Segalanya
61
Bab 61 Kebebasan
62
Bab 62 Perjalanan Baru
63
Bab 63 Dratiger
64
Bab 64 Perjalanan Laut
65
Bab 65 Lomba Hewan Kontrak
66
Bab 66 Lautan Luas
67
Bab 67 Sea Serpent
68
Bab 68 Dewa Scorpius
69
Bab 69 Awal Perjalanan Baru
70
Bab 70 Mencari Petunjuk
71
Bab 71 Amarah
72
Bab 72 Akses Teleportasi
73
Bab 73 Perjalanan Berliku
74
Bab 74 Pertarungan Awal Sekte Taring Naga
75
Bab 75 Pertarungan Mengerikan Dalam Markas Sekte
76
Bab 76 Serangan Mei Xue yang Menggegerkan Sekte
77
Bab 77 Pertarungan dengan Para Petinggi Sekte
78
Bab 78 Misi Berbahaya
79
Bab 79 Melawan Ice Snake
80
Bab 80 Misi Tuntas
81
Bab 81 Perjalanan Menuju Gunung Eldoria
82
Bab 82 Menuju Kaki Gunung
83
Bab 83 Pertemuan dengan Monster Dragaraj
84
Bab 84 Pertarungan di Puncak Eldoria
85
Bab 85 Pertemuan dengan Nagasatu
86
Bab 86 Akhir Pertarungan
87
Bab 87 Penemuan Altar Misterius
88
Bab 88 Portal Menuju Alam Abadi
89
Menemukan Tujuan Baru
90
Menyusun Dasar Sekte
91
Mengundang Para Ahli

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!