Di luar rumah, tepat di bawah pohon rindang, tampak Kakek Wu duduk bersila, melakukan meditasi dengan tenang, melayang di atas tanah.
Suasana tenang tersebut tiba-tiba terusik oleh kedatangan Luo Chen, yang berlari sambil berkata, "Kakek, katanya mau kasih sesuatu setelah makan?" ucapnya dengan cengengesan khas anak muda yang penuh rasa ingin tahu.
Kakek Wu membuka mata, tersenyum kecil, dan menggelengkan kepala. "Kamu ini, tak pernah sabar ya?" ujar Kakek Wu, berdiri dari posisinya dan berjalan perlahan menghampiri Luo Chen.
"Hehe, aku memang penasaran, Kakek," balas Luo Chen dengan senyum lebar yang memperlihatkan antusiasme tanpa batas.
"Baiklah, cepat duduk bersila di sini, dan fokus pada aliran meridianmu yang menuju dantian. Biar Kakek periksa kenapa energi Qi-mu selalu bocor," perintah Kakek Wu, sambil kembali duduk bersila di belakang Luo Chen. Ia meletakkan kedua telapak tangannya di punggung Luo Chen, kemudian mulai memeriksa aliran energi Qi di tubuh cucu angkatnya itu.
Beberapa menit berlalu dalam keheningan yang khidmat, hingga akhirnya Kakek Wu menarik tangannya dari punggung Luo Chen. "Ternyata lumayan parah juga ya. Kalau begitu, cepat minum pil Nirwana tingkat 8 ini," ucap Kakek Wu, sambil mengeluarkan pil berwarna putih bergaris tujuh dari dalam cincin ruang yang ia miliki.
"Kakek? Obat ini untuk apa? Dan apakah itu benar cincin ruang yang bisa menyimpan barang?" tanya Luo Chen dengan mata berbinar, tak bisa menahan rasa penasarannya yang semakin besar.
"Ini obat untuk menyembuhkan dirimu, agar kau bisa berkultivasi dengan benar. Dan ya, cincin ini adalah cincin ruang, meski yang kumiliki lebih spesial. Sekarang cepat telan pil itu," perintah Kakek Wu dengan nada lembut namun tegas. Ia tahu kalau Luo Chen dibiarkan terlalu lama berpikir, pasti akan terus bertanya.
"Glekk," dengan satu gerakan, Luo Chen menelan pil tersebut, lalu kembali duduk bersila. Namun, tak lama setelah itu, warna hitam samar mulai mengelilingi tubuhnya, menandakan proses yang tidak biasa sedang berlangsung.
"Chen'er, segera kendalikan esensi pil itu. Arahkan energi hitam yang keluar melewati jalur meridian dan masukkan ke dantianmu," instruksi Kakek Wu dengan teliti sambil meletakkan telapak tangannya kembali ke punggung Luo Chen, membantu mengarahkan aliran energi Qi dalam tubuh cucunya.
Proses berlangsung dengan perlahan tapi pasti. Kakek Wu dengan cermat membantu Luo Chen mengatasi kendala di dalam tubuhnya. Namun, hal yang tak terduga terjadi. Energi Qi di dalam tubuh Luo Chen sangat liar, seolah memberontak, bahkan menyerap sebagian energi Kakek Wu saat diatur.
"Ahggg!" Teriakan Luo Chen menggema, memecah keheningan hutan saat perbaikan pada dantiannya berlangsung. Meski menyakitkan, Luo Chen tetap bertahan.
Setelah lima jam yang melelahkan, teriakan Luo Chen berhenti. Kakek Wu menarik telapak tangannya dan segera bermeditasi, memulihkan energi Qi yang terkuras habis dalam proses tersebut.
"Haihhh... Energi Qi-nya terlalu liar. Kalau aku tidak ada, mungkin bocah ini sudah tak tertolong," gumam Kakek Wu sambil memandang langit.
Tiba-tiba, langit yang tadinya cerah berubah mendung. Awan-awan tebal berwarna gelap berkumpul, seolah-olah mempersiapkan sesuatu yang besar. Hewan-hewan iblis di hutan mulai berteriak, ketakutan dengan fenomena yang tidak biasa ini.
"Fenomena apa lagi ini?" pikir Kakek Wu, matanya terbelalak saat menyaksikan awan gelap yang berpusat di sekitar Luo Chen.
"Duarrrr!" Suara petir hitam menggelegar, menyambar tanah dengan kecepatan dan kekuatan luar biasa. 15 kali petir hitam menyambar secara berurutan, menciptakan lingkaran sempurna di sekitar Luo Chen. Kakek Wu melihat ini dengan mata terbelalak.
"Sungguh tidak mungkin. Petir hitam, dan lingkaran rasi bintang Elements. Ini terlalu besar untuk seorang anak berusia 12 tahun!" teriak Kakek Wu dalam hatinya.
Cahaya beraneka warna muncul, melambangkan 15 Elements yang berbeda, membentuk pola bintang raksasa di langit yang kini berubah kelam.
Dalam hitungan detik, cahaya itu bergerak menuju Luo Chen dan menyatu dengan tubuhnya, berbaur dengan akar Elements miliknya. Kejadian ini begitu luar biasa dan berlangsung hingga matahari mulai terbit kembali.
Namun, meskipun matahari sudah muncul, mendung tebal masih menutupi langit, memberikan kesan gelap dan mengancam.
"Sial, ini belum selesai," gumam Kakek Wu saat ia merasakan tekanan besar yang berasal dari tubuh Luo Chen. Tekanan itu begitu kuat sehingga Kakek Wu harus membuat pelindung Qi di sekitarnya.
Namun, dalam hitungan detik, pelindung Qi tersebut hancur berkeping-keping. Kekuatan yang muncul dari tubuh Luo Chen terlalu hebat, bahkan membuat Kakek Wu terlempar mundur, meski ia sudah mencapai tingkat kultivasi level 80.
"Berapa lama lagi aku harus bertahan?" pikir Kakek Wu, bersiap melawan tekanan yang terus meningkat. Namun, perlahan tekanan mulai mereda, dan setelah sepuluh menit yang panjang, semuanya kembali normal. Mendung mulai hilang, cahaya matahari kembali bersinar terang.
Luo Chen, yang telah melalui proses luar biasa itu, kini terbaring lemas di tanah, napasnya teratur, namun ia tidak sadarkan diri.
Kakek Wu segera terbang mendekati Luo Chen, mengecek kondisinya. "Syukurlah kau baik-baik saja, Chen'er," ucapnya dengan lega. Ia lalu menggendong Luo Chen dan membawanya ke dalam rumah, membaringkannya di atas kasur.
Setelah memastikan Luo Chen aman, Kakek Wu keluar rumah dan terbatuk, mengeluarkan sedikit darah. "Haihh... Sepertinya aku yang akan butuh istirahat setelah ini," gumamnya sambil mengusap mulutnya yang berlumuran darah.
Namun, baru saja ia merasa lega, terdengar raungan para Hewan Iblis yang kini mengelilingi rumah. Kakek Wu melirik sekeliling, mengetahui bahwa formasi pelindung rumah telah hancur akibat tekanan tadi.
"Benar juga, semua formasi sudah hancur ya? Baiklah, waktunya sedikit berlatih dengan membangun ulang formasi," ujar Kakek Wu sambil tertawa kecil.
Tapi tawa itu tak berlangsung lama. Tujuh Tigesnake tingkat Mythical muncul, menyerbu dari berbagai arah.
"Baiklah, sepertinya hiburan baru tiba," ujar Kakek Wu sambil tersenyum sinis. "Jurus Rasi Bintang Aquila, tingkat kedua: 7 Tebasan Elang."
Dalam sekejap, 7 Tigesnake tersebut tewas seketika oleh jurus Kakek Wu, dan ia pun kembali mempersiapkan formasi pelindungnya.
Setelah berhasil menghabisi Tigesnake, Kakek Wu menghela napas panjang, menatap sekelilingnya. Meskipun ia tampak tenang di luar, dalam hatinya masih ada kekhawatiran tentang kejadian yang baru saja terjadi.
"Luo Chen memang berbakat, tapi bakatnya terlalu besar untuk dikendalikan dengan mudah. Aku harus segera membuat segel agar mereka tidak ada yang tahu tentang kebangkitan Akar Elements ini," pikirnya sambil memeriksa sisa-sisa formasi yang hancur.
Ia mulai mengatur ulang beberapa batu formasi, memasang segel-segel baru dengan gerakan yang terlatih. Setiap batu formasi yang ia pasang bersinar lembut, menunjukkan bahwa perlindungan baru mulai aktif.
Selesai memasang formasi, Kakek Wu kembali memandang ke arah langit yang kini sudah cerah. "Fenomena seperti ini tidak bisa disembunyikan selamanya. Dunia akan segera mengetahui tentang kebangkitan anak ini," gumamnya sambil berbalik dan berjalan masuk ke dalam rumah untuk memastikan Luo Chen baik-baik saja.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 91 Episodes
Comments
Aman 2016
lanjut Thor 💪
2024-10-24
1