Bab 5 Fenomena Tidak Terduga

Di luar rumah, tepat di bawah pohon rindang, tampak Kakek Wu duduk bersila, melakukan meditasi dengan tenang, melayang di atas tanah.

Suasana tenang tersebut tiba-tiba terusik oleh kedatangan Luo Chen, yang berlari sambil berkata, "Kakek, katanya mau kasih sesuatu setelah makan?" ucapnya dengan cengengesan khas anak muda yang penuh rasa ingin tahu.

Kakek Wu membuka mata, tersenyum kecil, dan menggelengkan kepala. "Kamu ini, tak pernah sabar ya?" ujar Kakek Wu, berdiri dari posisinya dan berjalan perlahan menghampiri Luo Chen.

"Hehe, aku memang penasaran, Kakek," balas Luo Chen dengan senyum lebar yang memperlihatkan antusiasme tanpa batas.

"Baiklah, cepat duduk bersila di sini, dan fokus pada aliran meridianmu yang menuju dantian. Biar Kakek periksa kenapa energi Qi-mu selalu bocor," perintah Kakek Wu, sambil kembali duduk bersila di belakang Luo Chen. Ia meletakkan kedua telapak tangannya di punggung Luo Chen, kemudian mulai memeriksa aliran energi Qi di tubuh cucu angkatnya itu.

Beberapa menit berlalu dalam keheningan yang khidmat, hingga akhirnya Kakek Wu menarik tangannya dari punggung Luo Chen. "Ternyata lumayan parah juga ya. Kalau begitu, cepat minum pil Nirwana tingkat 8 ini," ucap Kakek Wu, sambil mengeluarkan pil berwarna putih bergaris tujuh dari dalam cincin ruang yang ia miliki.

"Kakek? Obat ini untuk apa? Dan apakah itu benar cincin ruang yang bisa menyimpan barang?" tanya Luo Chen dengan mata berbinar, tak bisa menahan rasa penasarannya yang semakin besar.

"Ini obat untuk menyembuhkan dirimu, agar kau bisa berkultivasi dengan benar. Dan ya, cincin ini adalah cincin ruang, meski yang kumiliki lebih spesial. Sekarang cepat telan pil itu," perintah Kakek Wu dengan nada lembut namun tegas. Ia tahu kalau Luo Chen dibiarkan terlalu lama berpikir, pasti akan terus bertanya.

"Glekk," dengan satu gerakan, Luo Chen menelan pil tersebut, lalu kembali duduk bersila. Namun, tak lama setelah itu, warna hitam samar mulai mengelilingi tubuhnya, menandakan proses yang tidak biasa sedang berlangsung.

"Chen'er, segera kendalikan esensi pil itu. Arahkan energi hitam yang keluar melewati jalur meridian dan masukkan ke dantianmu," instruksi Kakek Wu dengan teliti sambil meletakkan telapak tangannya kembali ke punggung Luo Chen, membantu mengarahkan aliran energi Qi dalam tubuh cucunya.

Proses berlangsung dengan perlahan tapi pasti. Kakek Wu dengan cermat membantu Luo Chen mengatasi kendala di dalam tubuhnya. Namun, hal yang tak terduga terjadi. Energi Qi di dalam tubuh Luo Chen sangat liar, seolah memberontak, bahkan menyerap sebagian energi Kakek Wu saat diatur.

"Ahggg!" Teriakan Luo Chen menggema, memecah keheningan hutan saat perbaikan pada dantiannya berlangsung. Meski menyakitkan, Luo Chen tetap bertahan.

Setelah lima jam yang melelahkan, teriakan Luo Chen berhenti. Kakek Wu menarik telapak tangannya dan segera bermeditasi, memulihkan energi Qi yang terkuras habis dalam proses tersebut.

"Haihhh... Energi Qi-nya terlalu liar. Kalau aku tidak ada, mungkin bocah ini sudah tak tertolong," gumam Kakek Wu sambil memandang langit.

Tiba-tiba, langit yang tadinya cerah berubah mendung. Awan-awan tebal berwarna gelap berkumpul, seolah-olah mempersiapkan sesuatu yang besar. Hewan-hewan iblis di hutan mulai berteriak, ketakutan dengan fenomena yang tidak biasa ini.

"Fenomena apa lagi ini?" pikir Kakek Wu, matanya terbelalak saat menyaksikan awan gelap yang berpusat di sekitar Luo Chen.

"Duarrrr!" Suara petir hitam menggelegar, menyambar tanah dengan kecepatan dan kekuatan luar biasa. 15 kali petir hitam menyambar secara berurutan, menciptakan lingkaran sempurna di sekitar Luo Chen. Kakek Wu melihat ini dengan mata terbelalak.

"Sungguh tidak mungkin. Petir hitam, dan lingkaran rasi bintang Elements. Ini terlalu besar untuk seorang anak berusia 12 tahun!" teriak Kakek Wu dalam hatinya.

Cahaya beraneka warna muncul, melambangkan 15 Elements yang berbeda, membentuk pola bintang raksasa di langit yang kini berubah kelam.

Dalam hitungan detik, cahaya itu bergerak menuju Luo Chen dan menyatu dengan tubuhnya, berbaur dengan akar Elements miliknya. Kejadian ini begitu luar biasa dan berlangsung hingga matahari mulai terbit kembali.

Namun, meskipun matahari sudah muncul, mendung tebal masih menutupi langit, memberikan kesan gelap dan mengancam.

"Sial, ini belum selesai," gumam Kakek Wu saat ia merasakan tekanan besar yang berasal dari tubuh Luo Chen. Tekanan itu begitu kuat sehingga Kakek Wu harus membuat pelindung Qi di sekitarnya.

Namun, dalam hitungan detik, pelindung Qi tersebut hancur berkeping-keping. Kekuatan yang muncul dari tubuh Luo Chen terlalu hebat, bahkan membuat Kakek Wu terlempar mundur, meski ia sudah mencapai tingkat kultivasi level 80.

"Berapa lama lagi aku harus bertahan?" pikir Kakek Wu, bersiap melawan tekanan yang terus meningkat. Namun, perlahan tekanan mulai mereda, dan setelah sepuluh menit yang panjang, semuanya kembali normal. Mendung mulai hilang, cahaya matahari kembali bersinar terang.

Luo Chen, yang telah melalui proses luar biasa itu, kini terbaring lemas di tanah, napasnya teratur, namun ia tidak sadarkan diri.

Kakek Wu segera terbang mendekati Luo Chen, mengecek kondisinya. "Syukurlah kau baik-baik saja, Chen'er," ucapnya dengan lega. Ia lalu menggendong Luo Chen dan membawanya ke dalam rumah, membaringkannya di atas kasur.

Setelah memastikan Luo Chen aman, Kakek Wu keluar rumah dan terbatuk, mengeluarkan sedikit darah. "Haihh... Sepertinya aku yang akan butuh istirahat setelah ini," gumamnya sambil mengusap mulutnya yang berlumuran darah.

Namun, baru saja ia merasa lega, terdengar raungan para Hewan Iblis yang kini mengelilingi rumah. Kakek Wu melirik sekeliling, mengetahui bahwa formasi pelindung rumah telah hancur akibat tekanan tadi.

"Benar juga, semua formasi sudah hancur ya? Baiklah, waktunya sedikit berlatih dengan membangun ulang formasi," ujar Kakek Wu sambil tertawa kecil.

Tapi tawa itu tak berlangsung lama. Tujuh Tigesnake tingkat Mythical muncul, menyerbu dari berbagai arah.

"Baiklah, sepertinya hiburan baru tiba," ujar Kakek Wu sambil tersenyum sinis. "Jurus Rasi Bintang Aquila, tingkat kedua: 7 Tebasan Elang."

Dalam sekejap, 7 Tigesnake tersebut tewas seketika oleh jurus Kakek Wu, dan ia pun kembali mempersiapkan formasi pelindungnya.

Setelah berhasil menghabisi Tigesnake, Kakek Wu menghela napas panjang, menatap sekelilingnya. Meskipun ia tampak tenang di luar, dalam hatinya masih ada kekhawatiran tentang kejadian yang baru saja terjadi.

"Luo Chen memang berbakat, tapi bakatnya terlalu besar untuk dikendalikan dengan mudah. Aku harus segera membuat segel agar mereka tidak ada yang tahu tentang kebangkitan Akar Elements ini," pikirnya sambil memeriksa sisa-sisa formasi yang hancur.

Ia mulai mengatur ulang beberapa batu formasi, memasang segel-segel baru dengan gerakan yang terlatih. Setiap batu formasi yang ia pasang bersinar lembut, menunjukkan bahwa perlindungan baru mulai aktif.

Selesai memasang formasi, Kakek Wu kembali memandang ke arah langit yang kini sudah cerah. "Fenomena seperti ini tidak bisa disembunyikan selamanya. Dunia akan segera mengetahui tentang kebangkitan anak ini," gumamnya sambil berbalik dan berjalan masuk ke dalam rumah untuk memastikan Luo Chen baik-baik saja.

Terpopuler

Comments

Aman 2016

Aman 2016

lanjut Thor 💪

2024-10-24

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Pertemuan
2 Bab 2 Hewan Iblis
3 Bab 3 Elements Dan Awal Pelatihan
4 Bab 4 Pelajaran Masa Lalu
5 Bab 5 Fenomena Tidak Terduga
6 Bab 6 Kontes Memancing
7 Bab 7 Pertarungan Sengit
8 Bab 8 Melangkah Maju
9 Bab 9 Lima Bersaudara
10 Bab 10 Bakat Memasak
11 Bab 11 Menuju Kota
12 Bab 12 Keluarga Tambahan
13 Bab 13 Perkenalan
14 Bab 14 Persetujuan Pelelangan
15 Bab 15 Sedikit Ancaman
16 Bab 16 Bantuan Tidak Terduga
17 Bab 17 Kehangatan
18 Bab 18 Waktu Minim
19 Bab 19 Malam Tenang
20 Bab 20 Tiga Kendali
21 Bab 21 Kehangatan Keluarga
22 Bab 22 Langkah Awal
23 Bab 23 Memilih Kitab
24 Bab 24 Scorpius
25 Bab 25 Kepergian
26 Bab 26 Awal Pertarungan
27 Bab 27 Kekuatan
28 Bab 28 Air Terjun
29 Bab 29 Pertarungan Sengit
30 Bab 30 Puncak Pertarungan
31 Bab 31 Kedamaian
32 Bab 32 Harta Tak Terduga
33 Bab 33 Ruangan Rahasia
34 Bab 34 Lorong Gelap
35 Bab 35 Pemilik Harta
36 Bab 36 Tekanan
37 Bab 37 Pencerahan
38 Bab 38 Tempat Misterius
39 Bab 39 Harta Terakhir
40 Bab 40 Dua Lawan Satu
41 Bab 41 Sekte Elang Langit
42 Bab 42 Villa
43 Bab 43 Kehangatan
44 Bab 44 Obrolan Ringan
45 Bab 45 Persiapan
46 Bab 46 Topeng
47 Bab 47 VVIP
48 Bab 48 Pembukaan Lelang dan Pil Qi Pemula
49 Bab 49 Piala Jiwa Sejati
50 Bab 50 Persaingan dan Barang Terakhir
51 Bab 51 Ancaman
52 Bab 52 Ritual
53 Bab 53 Transaksi
54 Bab 54 Benua Tengah
55 Bab 55 Penginapan Kyabakura
56 Bab 56 Wanita Misterius
57 Bab 57 Pendamping Hidup
58 Bab 58 Perjalanan Romantis
59 Bab 59 Tepi Danau
60 Bab 60 Percakapan Yang Mengubah Segalanya
61 Bab 61 Kebebasan
62 Bab 62 Perjalanan Baru
63 Bab 63 Dratiger
64 Bab 64 Perjalanan Laut
65 Bab 65 Lomba Hewan Kontrak
66 Bab 66 Lautan Luas
67 Bab 67 Sea Serpent
68 Bab 68 Dewa Scorpius
69 Bab 69 Awal Perjalanan Baru
70 Bab 70 Mencari Petunjuk
71 Bab 71 Amarah
72 Bab 72 Akses Teleportasi
73 Bab 73 Perjalanan Berliku
74 Bab 74 Pertarungan Awal Sekte Taring Naga
75 Bab 75 Pertarungan Mengerikan Dalam Markas Sekte
76 Bab 76 Serangan Mei Xue yang Menggegerkan Sekte
77 Bab 77 Pertarungan dengan Para Petinggi Sekte
78 Bab 78 Misi Berbahaya
79 Bab 79 Melawan Ice Snake
80 Bab 80 Misi Tuntas
81 Bab 81 Perjalanan Menuju Gunung Eldoria
82 Bab 82 Menuju Kaki Gunung
83 Bab 83 Pertemuan dengan Monster Dragaraj
84 Bab 84 Pertarungan di Puncak Eldoria
85 Bab 85 Pertemuan dengan Nagasatu
86 Bab 86 Akhir Pertarungan
87 Bab 87 Penemuan Altar Misterius
88 Bab 88 Portal Menuju Alam Abadi
89 Menemukan Tujuan Baru
90 Menyusun Dasar Sekte
91 Mengundang Para Ahli
Episodes

Updated 91 Episodes

1
Bab 1 Pertemuan
2
Bab 2 Hewan Iblis
3
Bab 3 Elements Dan Awal Pelatihan
4
Bab 4 Pelajaran Masa Lalu
5
Bab 5 Fenomena Tidak Terduga
6
Bab 6 Kontes Memancing
7
Bab 7 Pertarungan Sengit
8
Bab 8 Melangkah Maju
9
Bab 9 Lima Bersaudara
10
Bab 10 Bakat Memasak
11
Bab 11 Menuju Kota
12
Bab 12 Keluarga Tambahan
13
Bab 13 Perkenalan
14
Bab 14 Persetujuan Pelelangan
15
Bab 15 Sedikit Ancaman
16
Bab 16 Bantuan Tidak Terduga
17
Bab 17 Kehangatan
18
Bab 18 Waktu Minim
19
Bab 19 Malam Tenang
20
Bab 20 Tiga Kendali
21
Bab 21 Kehangatan Keluarga
22
Bab 22 Langkah Awal
23
Bab 23 Memilih Kitab
24
Bab 24 Scorpius
25
Bab 25 Kepergian
26
Bab 26 Awal Pertarungan
27
Bab 27 Kekuatan
28
Bab 28 Air Terjun
29
Bab 29 Pertarungan Sengit
30
Bab 30 Puncak Pertarungan
31
Bab 31 Kedamaian
32
Bab 32 Harta Tak Terduga
33
Bab 33 Ruangan Rahasia
34
Bab 34 Lorong Gelap
35
Bab 35 Pemilik Harta
36
Bab 36 Tekanan
37
Bab 37 Pencerahan
38
Bab 38 Tempat Misterius
39
Bab 39 Harta Terakhir
40
Bab 40 Dua Lawan Satu
41
Bab 41 Sekte Elang Langit
42
Bab 42 Villa
43
Bab 43 Kehangatan
44
Bab 44 Obrolan Ringan
45
Bab 45 Persiapan
46
Bab 46 Topeng
47
Bab 47 VVIP
48
Bab 48 Pembukaan Lelang dan Pil Qi Pemula
49
Bab 49 Piala Jiwa Sejati
50
Bab 50 Persaingan dan Barang Terakhir
51
Bab 51 Ancaman
52
Bab 52 Ritual
53
Bab 53 Transaksi
54
Bab 54 Benua Tengah
55
Bab 55 Penginapan Kyabakura
56
Bab 56 Wanita Misterius
57
Bab 57 Pendamping Hidup
58
Bab 58 Perjalanan Romantis
59
Bab 59 Tepi Danau
60
Bab 60 Percakapan Yang Mengubah Segalanya
61
Bab 61 Kebebasan
62
Bab 62 Perjalanan Baru
63
Bab 63 Dratiger
64
Bab 64 Perjalanan Laut
65
Bab 65 Lomba Hewan Kontrak
66
Bab 66 Lautan Luas
67
Bab 67 Sea Serpent
68
Bab 68 Dewa Scorpius
69
Bab 69 Awal Perjalanan Baru
70
Bab 70 Mencari Petunjuk
71
Bab 71 Amarah
72
Bab 72 Akses Teleportasi
73
Bab 73 Perjalanan Berliku
74
Bab 74 Pertarungan Awal Sekte Taring Naga
75
Bab 75 Pertarungan Mengerikan Dalam Markas Sekte
76
Bab 76 Serangan Mei Xue yang Menggegerkan Sekte
77
Bab 77 Pertarungan dengan Para Petinggi Sekte
78
Bab 78 Misi Berbahaya
79
Bab 79 Melawan Ice Snake
80
Bab 80 Misi Tuntas
81
Bab 81 Perjalanan Menuju Gunung Eldoria
82
Bab 82 Menuju Kaki Gunung
83
Bab 83 Pertemuan dengan Monster Dragaraj
84
Bab 84 Pertarungan di Puncak Eldoria
85
Bab 85 Pertemuan dengan Nagasatu
86
Bab 86 Akhir Pertarungan
87
Bab 87 Penemuan Altar Misterius
88
Bab 88 Portal Menuju Alam Abadi
89
Menemukan Tujuan Baru
90
Menyusun Dasar Sekte
91
Mengundang Para Ahli

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!