Bab 3 Elements Dan Awal Pelatihan

Waktu menunjukkan pukul 06.00 pagi. Sinar matahari yang semakin terang membangunkan hewan-hewan yang segera bergerak mencari makan, memenuhi perut mereka yang kosong.

"Chen’er, cepat ke sini," perintah Guru Wu, melihat Luo Chen yang baru saja menyelesaikan tugas dan mandi di belakang rumah.

"Baik, Guru," jawab Luo Chen sambil duduk di meja makan, tanpa menunggu perintah lebih lanjut.

Guru Wu sedang duduk santai, menikmati arak dari guci yang dipegangnya. Ia tampak tak menghiraukan kehadiran Luo Chen. Beberapa menit berlalu dalam keheningan, sampai akhirnya Guru Wu berhenti minum dan berbicara.

"Habiskan semua makanan di situ, jangan ada yang tersisa," tegas Guru Wu, sebelum berdiri dan berjalan keluar ruangan tanpa menunggu tanggapan.

Luo Chen menatap punggung gurunya yang pergi dengan kebingungan. "Tunggu, Guru tidak makan?" tanyanya sambil berdiri dari kursi.

Guru Wu berhenti sejenak dan menjawab, "Orang yang berkultivasi seperti aku tidak perlu makan. Kami hanya butuh energi Qi—semacam tenaga dalam—untuk menggantikan kebutuhan makan. Semua makanan itu khusus untukmu."

Perasaan hangat meresap di hati Luo Chen. Ia berpikir dalam hati, "Apa ini yang disebut kasih sayang? Mengapa air mata mengalir di pipiku?" Namun, kebingungannya tentang perasaan itu membuatnya terdiam.

"Selesaikan makananmu segera, lalu temui aku di depan rumah. Aku sudah menyiapkan latihan fisik yang berat untukmu," kata Guru Wu sambil melangkah pergi.

"Baik, Guru," jawab Luo Chen dengan kepala tertunduk, air matanya jatuh tanpa suara.

Di depan rumah, Guru Wu berdiri dengan pedang perak di tangannya, gagang pedang berbentuk elang. Dengan tenang, ia mengayunkan pedang itu. Setiap gerakannya halus, tapi memancarkan aura mematikan.

"Aghh, racun ini semakin menyebar. Seandainya aku bisa menemukan teknik legendaris itu, mungkin hidupku akan lebih lama," gerutu Guru Wu sambil menahan rasa sakit.

Ternyata, Guru Wu menyimpan rahasia besar—racun yang bersemayam dalam tubuhnya selama bertahun-tahun. Racun itu bisa merenggut nyawanya kapan saja. Hanya Qi yang digunakannya yang mampu menahan penyebarannya, memberi Guru Wu waktu yang terbatas untuk menyelesaikan misinya.

"Penderitaan, pengkhianatan, serigala berbulu domba... Meski bukan aku yang akan menghancurkanmu, muridku kelak pasti akan membalaskan dendam ini," gumam Guru Wu dengan amarah membara di hatinya. Ia mengumpulkan energi Qi dalam pedangnya dan melepaskannya dalam satu tebasan.

"BLARRRR!" Tebasan itu mengeluarkan cahaya terang, disertai percikan petir yang menghancurkan tanah di depannya. Sebuah jurang terbentuk dengan kedalaman 100 meter dan panjang 10 kilometer.

Luo Chen berlari keluar rumah saat mendengar gemuruh keras itu. "Guru, apa yang terjadi barusan?" tanya Luo Chen sambil menggoyangkan tubuh gurunya.

Guru Wu menatap jurang yang baru saja ia ciptakan. "Tampaknya aku terlalu berlebihan," katanya sambil tertawa kecil.

Luo Chen hanya bisa menggelengkan kepala melihat dampak serangan gurunya yang luar biasa. "Guru, seharusnya kau lebih berhati-hati," komentarnya setengah bercanda.

"Sudahlah, itu hanya insiden kecil," jawab Guru Wu sambil mengalihkan pembicaraan. "Apakah kau sudah menyelesaikan makanmu?"

Luo Chen mengangguk. "Sudah, tapi karena mendengar suara gemuruh tadi, aku belum sempat beres-beres."

"Biarkan saja, aku yang akan membereskannya nanti," kata Guru Wu.

"Tidak, Guru. Biar aku saja yang bereskan," kata Luo Chen bersikeras.

"TOK!" Guru Wu mengetukkan jarinya ke kepala Luo Chen. "Jangan keras kepala, bocah. Dengarkan baik-baik, sebentar lagi kau akan mulai menjalani pelatihan yang akan berlangsung selama lima tahun."

Mendengar itu, Luo Chen terdiam sejenak, tapi wajahnya menyiratkan kegembiraan. "Baik, Guru. Aku siap," jawabnya sambil tersenyum.

Guru Wu melanjutkan, "Coba lihat jurang itu lagi. Aku akan memperbaikinya sekarang." Guru Wu meletakkan telapak tangannya ke tanah dan mengucapkan, "Jurus Penyatuan Tanah, Tingkat Pertama!"

Tanah yang tadinya terbelah mulai bergetar, bergerak dengan sendirinya, lalu menyatu kembali. Dalam hitungan detik, jurang itu tertutup rapat, seolah tidak pernah ada.

Sambil berdiri, Guru Wu berkata, "Ada 15 elemen di dunia ini. Tujuh elemen umum, lima elemen langka, dan tiga elemen legendaris. Aku sendiri baru menemui dua belas dari lima belas elemen itu."

Luo Chen tercengang. "Setahuku, hanya ada empat elemen—api, air, angin, dan tanah. Bagaimana bisa ada lima belas?" tanyanya penasaran.

Guru Wu tersenyum tipis. "Itu hanya elemen dasar. Dengarkan, elemen umum meliputi api, air, angin, tanah, kayu, petir, dan racun. Elemen langka adalah es, magma, logam, kegelapan, dan cahaya."

Luo Chen mencoba mengulang-ulang penjelasan itu di dalam benaknya. "Guru, bolehkah aku membaca buku-buku tentang elemen-elemen itu sekarang?" tanyanya sambil melangkah ke dalam rumah.

Namun, Guru Wu cepat-cepat menghentikannya. "Jangan terburu-buru, bocah. Dengarkan dulu sampai selesai," ujar Guru Wu dengan nada datar.

Luo Chen segera berbalik, menundukkan kepalanya. "Maaf, Guru. Murid terlalu bersemangat."

Guru Wu hanya menghela napas panjang. "Mulai besok, kau akan menjalani pelatihan fisik dan mental. Bangun pagi, ambil air di sungai, dan latih tubuhmu. Ini akan menjadi perjalanan panjang. Siapkah kau?"

Luo Chen tersenyum, kali ini lebih mantap dari sebelumnya. "Aku siap, Guru."

“Bagus,” balas Guru Wu dengan senyuman. “Setiap hari adalah kesempatan untuk memperbaiki diri. Jangan pernah meremehkan kekuatan latihan dan dedikasi. Jika kau serius, kau akan melihat hasilnya dalam waktu singkat.”

Luo Chen mengangguk dengan penuh semangat, merasakan dorongan kuat untuk membuktikan kemampuannya. "Aku akan berusaha sekuat tenaga, Guru!" tekadnya menggebu-gebu.

"Baiklah, ingatlah untuk selalu menjaga konsentrasi dan disiplin. Setiap usaha yang kau lakukan adalah investasi untuk masa depanmu," ucap Guru Wu sambil menatap lurus ke depan, seolah melihat masa depan cerah yang menanti Luo Chen.

Dengan tekad yang baru ditemukan, Luo Chen berlari menuju sungai, siap menghadapi semua tantangan yang ada di depan.

Hari baru telah tiba, dan pelatihannya akan dimulai dengan penuh semangat. Dia tahu, setiap tetes keringat akan menjadi langkah menuju impiannya untuk menjadi seorang pejuang yang hebat.

Saat Luo Chen berlari menuju sungai, pikirannya dipenuhi bayangan masa depan yang penuh tantangan. Ia tahu, perjalanan yang akan ia tempuh bukanlah hal yang mudah.

Setiap langkah yang diambil hari ini akan menentukan kekuatannya di masa depan. Pelatihan yang diberikan oleh Guru Wu bukanlah sekadar latihan fisik, tetapi juga pelatihan mental dan spiritual yang akan membentuk jati dirinya.

Ketika ia sampai di tepi sungai, Luo Chen berhenti sejenak untuk merasakan angin sejuk yang berhembus, menenangkan pikirannya. "Ini hanya permulaan," pikirnya. Dengan batu berat di tangan, ia mulai melangkah masuk ke sungai yang dingin, air menyapu kakinya.

Dengan tekad bulat dan hati yang bersemangat, Luo Chen mengangkat batu itu, membasahinya dengan air sungai sesuai perintah gurunya. Setiap kali ia membasahi batu itu, tubuhnya mulai merasakan beban yang semakin berat. Namun, tekadnya tak pernah goyah.

"Ini adalah jalanku menuju kekuatan. Aku tidak akan menyerah," gumamnya sambil terus melanjutkan latihan.

Terpopuler

Comments

Acing Kagawa

Acing Kagawa

yang ke 13 , elemen ruang ,...
yang ke 14 , elemen waktu ,...
yang ke 15 , elemen asal ,... kayak novel sebelah , hhhhh

2024-11-06

1

syarif ibrahim

syarif ibrahim

ini kayaknya utk pembaca aja ya waktunya.... kalo diceritanya jam belom ditemukan... 😁😁😁🙏🏻👍🏻

2024-11-16

0

Aman 2016

Aman 2016

mantab Thor lanjut semangat

2024-10-24

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Pertemuan
2 Bab 2 Hewan Iblis
3 Bab 3 Elements Dan Awal Pelatihan
4 Bab 4 Pelajaran Masa Lalu
5 Bab 5 Fenomena Tidak Terduga
6 Bab 6 Kontes Memancing
7 Bab 7 Pertarungan Sengit
8 Bab 8 Melangkah Maju
9 Bab 9 Lima Bersaudara
10 Bab 10 Bakat Memasak
11 Bab 11 Menuju Kota
12 Bab 12 Keluarga Tambahan
13 Bab 13 Perkenalan
14 Bab 14 Persetujuan Pelelangan
15 Bab 15 Sedikit Ancaman
16 Bab 16 Bantuan Tidak Terduga
17 Bab 17 Kehangatan
18 Bab 18 Waktu Minim
19 Bab 19 Malam Tenang
20 Bab 20 Tiga Kendali
21 Bab 21 Kehangatan Keluarga
22 Bab 22 Langkah Awal
23 Bab 23 Memilih Kitab
24 Bab 24 Scorpius
25 Bab 25 Kepergian
26 Bab 26 Awal Pertarungan
27 Bab 27 Kekuatan
28 Bab 28 Air Terjun
29 Bab 29 Pertarungan Sengit
30 Bab 30 Puncak Pertarungan
31 Bab 31 Kedamaian
32 Bab 32 Harta Tak Terduga
33 Bab 33 Ruangan Rahasia
34 Bab 34 Lorong Gelap
35 Bab 35 Pemilik Harta
36 Bab 36 Tekanan
37 Bab 37 Pencerahan
38 Bab 38 Tempat Misterius
39 Bab 39 Harta Terakhir
40 Bab 40 Dua Lawan Satu
41 Bab 41 Sekte Elang Langit
42 Bab 42 Villa
43 Bab 43 Kehangatan
44 Bab 44 Obrolan Ringan
45 Bab 45 Persiapan
46 Bab 46 Topeng
47 Bab 47 VVIP
48 Bab 48 Pembukaan Lelang dan Pil Qi Pemula
49 Bab 49 Piala Jiwa Sejati
50 Bab 50 Persaingan dan Barang Terakhir
51 Bab 51 Ancaman
52 Bab 52 Ritual
53 Bab 53 Transaksi
54 Bab 54 Benua Tengah
55 Bab 55 Penginapan Kyabakura
56 Bab 56 Wanita Misterius
57 Bab 57 Pendamping Hidup
58 Bab 58 Perjalanan Romantis
59 Bab 59 Tepi Danau
60 Bab 60 Percakapan Yang Mengubah Segalanya
61 Bab 61 Kebebasan
62 Bab 62 Perjalanan Baru
63 Bab 63 Dratiger
64 Bab 64 Perjalanan Laut
65 Bab 65 Lomba Hewan Kontrak
66 Bab 66 Lautan Luas
67 Bab 67 Sea Serpent
68 Bab 68 Dewa Scorpius
69 Bab 69 Awal Perjalanan Baru
70 Bab 70 Mencari Petunjuk
71 Bab 71 Amarah
72 Bab 72 Akses Teleportasi
73 Bab 73 Perjalanan Berliku
74 Bab 74 Pertarungan Awal Sekte Taring Naga
75 Bab 75 Pertarungan Mengerikan Dalam Markas Sekte
76 Bab 76 Serangan Mei Xue yang Menggegerkan Sekte
77 Bab 77 Pertarungan dengan Para Petinggi Sekte
78 Bab 78 Misi Berbahaya
79 Bab 79 Melawan Ice Snake
80 Bab 80 Misi Tuntas
81 Bab 81 Perjalanan Menuju Gunung Eldoria
82 Bab 82 Menuju Kaki Gunung
83 Bab 83 Pertemuan dengan Monster Dragaraj
84 Bab 84 Pertarungan di Puncak Eldoria
85 Bab 85 Pertemuan dengan Nagasatu
86 Bab 86 Akhir Pertarungan
87 Bab 87 Penemuan Altar Misterius
88 Bab 88 Portal Menuju Alam Abadi
89 Menemukan Tujuan Baru
90 Menyusun Dasar Sekte
91 Mengundang Para Ahli
Episodes

Updated 91 Episodes

1
Bab 1 Pertemuan
2
Bab 2 Hewan Iblis
3
Bab 3 Elements Dan Awal Pelatihan
4
Bab 4 Pelajaran Masa Lalu
5
Bab 5 Fenomena Tidak Terduga
6
Bab 6 Kontes Memancing
7
Bab 7 Pertarungan Sengit
8
Bab 8 Melangkah Maju
9
Bab 9 Lima Bersaudara
10
Bab 10 Bakat Memasak
11
Bab 11 Menuju Kota
12
Bab 12 Keluarga Tambahan
13
Bab 13 Perkenalan
14
Bab 14 Persetujuan Pelelangan
15
Bab 15 Sedikit Ancaman
16
Bab 16 Bantuan Tidak Terduga
17
Bab 17 Kehangatan
18
Bab 18 Waktu Minim
19
Bab 19 Malam Tenang
20
Bab 20 Tiga Kendali
21
Bab 21 Kehangatan Keluarga
22
Bab 22 Langkah Awal
23
Bab 23 Memilih Kitab
24
Bab 24 Scorpius
25
Bab 25 Kepergian
26
Bab 26 Awal Pertarungan
27
Bab 27 Kekuatan
28
Bab 28 Air Terjun
29
Bab 29 Pertarungan Sengit
30
Bab 30 Puncak Pertarungan
31
Bab 31 Kedamaian
32
Bab 32 Harta Tak Terduga
33
Bab 33 Ruangan Rahasia
34
Bab 34 Lorong Gelap
35
Bab 35 Pemilik Harta
36
Bab 36 Tekanan
37
Bab 37 Pencerahan
38
Bab 38 Tempat Misterius
39
Bab 39 Harta Terakhir
40
Bab 40 Dua Lawan Satu
41
Bab 41 Sekte Elang Langit
42
Bab 42 Villa
43
Bab 43 Kehangatan
44
Bab 44 Obrolan Ringan
45
Bab 45 Persiapan
46
Bab 46 Topeng
47
Bab 47 VVIP
48
Bab 48 Pembukaan Lelang dan Pil Qi Pemula
49
Bab 49 Piala Jiwa Sejati
50
Bab 50 Persaingan dan Barang Terakhir
51
Bab 51 Ancaman
52
Bab 52 Ritual
53
Bab 53 Transaksi
54
Bab 54 Benua Tengah
55
Bab 55 Penginapan Kyabakura
56
Bab 56 Wanita Misterius
57
Bab 57 Pendamping Hidup
58
Bab 58 Perjalanan Romantis
59
Bab 59 Tepi Danau
60
Bab 60 Percakapan Yang Mengubah Segalanya
61
Bab 61 Kebebasan
62
Bab 62 Perjalanan Baru
63
Bab 63 Dratiger
64
Bab 64 Perjalanan Laut
65
Bab 65 Lomba Hewan Kontrak
66
Bab 66 Lautan Luas
67
Bab 67 Sea Serpent
68
Bab 68 Dewa Scorpius
69
Bab 69 Awal Perjalanan Baru
70
Bab 70 Mencari Petunjuk
71
Bab 71 Amarah
72
Bab 72 Akses Teleportasi
73
Bab 73 Perjalanan Berliku
74
Bab 74 Pertarungan Awal Sekte Taring Naga
75
Bab 75 Pertarungan Mengerikan Dalam Markas Sekte
76
Bab 76 Serangan Mei Xue yang Menggegerkan Sekte
77
Bab 77 Pertarungan dengan Para Petinggi Sekte
78
Bab 78 Misi Berbahaya
79
Bab 79 Melawan Ice Snake
80
Bab 80 Misi Tuntas
81
Bab 81 Perjalanan Menuju Gunung Eldoria
82
Bab 82 Menuju Kaki Gunung
83
Bab 83 Pertemuan dengan Monster Dragaraj
84
Bab 84 Pertarungan di Puncak Eldoria
85
Bab 85 Pertemuan dengan Nagasatu
86
Bab 86 Akhir Pertarungan
87
Bab 87 Penemuan Altar Misterius
88
Bab 88 Portal Menuju Alam Abadi
89
Menemukan Tujuan Baru
90
Menyusun Dasar Sekte
91
Mengundang Para Ahli

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!