bab 17

"Begini non ceritanya..

" Pak Burhan kakek non dulu, dia seorang pengusaha yang dermawan tapi sayang semua nya dia ukur dengan harta. bahkan ketika ada pegawainya yaitu Pak Nana yang minta ijin pulang karena anak nya sakit dia tidak mengizinkan nya, malah memberi banyak uang untuk berobat anak tersebut"

"Pak anak saya sakit keras, saya ijin pulang sekarang"

" Tidak, pekerjaan mu masih menumpuk, masih banyak berkas yang kamu belum selesai kan" kata pak Burhan.

"Tapi Pak.."

Sebelum Pak Nana melanjutkan omongan nya Pak Burhan memotong nya.

" Selesaikan dulu pekerjaan mu, biar saya transfer uang pada istrimu untuk segera mengobati anak mu itu"

Pak Burhan pun pergi meninggalkan Pak Nana.

Pak Nana tidak bisa berbuat apa-apa, secepatnya dia mau menyelesaikan pekerjaan nya, biar dia bisa segera pulang menemani anak nya yang sedang sakit parah.

Namun berkas-berkas itu tidak lah sedikit. Jadi Pak Nana tetap saja memerlukan waktu lama untuk mengerjakannya.

Istri Pak Nana terus saja menelpon, tetapi Pak Nana tidak bisa mengangkat nya karena dari tadi Pak Burhan terus saja memperhatikan nya.

Pak Burhan benar-benar mentransfer sejumlah uang ke rekening istri Pak Nana. Namun bukan itu yang sekarang dia butuhkan.

Setelah sore, baru Pak Nana bisa pulang. Dia langsung menuju Rumah Sakit

Sayang sekali setiba nya dia di sana seorang suster sedang menutup seluruh badan anaknya.

Istri Pak Nana sedang menangis histeris.

Pak Nana merangkul nya dari belakang sambil dia pun ikut nangis juga.

"Lepaskan mas.. lepaskan.. buat apa kamu kesini sekarang?.. anak kita sudah pergi.. anak kita sudah meninggalkan kita mas.. " Kata istri Pak Nana sambil berontak melepaskan pelukan Pak Nana.

"Maafkan aku bu.."

" Maaf kamu bilang, tadi anak mu memanggil-manggil namamu mas.. Dia ingin ada kamu di saat kepergian nya. Sampai nafas terakhir nya hanya kamu yang dia panggil"

Istri Pak Nana sambil bersimpuh di lantai menceritakan kekecewaan anak nya tadi.

"Semua ini karena Pak Burhan bu.. dia melarang ku pulang. Dia malah memberi kita uang"

"uang.. uang.. semuanya dia ukur dengan uang, bahkan nyawa seorang anak pun dia ukur dengan uang"

Istri Pak Nana semakin histeris.

"Suatu saat nanti dia akan merasakan kehilangan orang yang dia sayangi. Dia akan merasakan bahwa uang itu tidak ada apa-apa nya di banding dengan orang yang dia sayangi"

Bahkan setelah tau anak Pak Nana meninggal, tidak ada raut penyesalan pun di muka Pak Burhan. Seperti biasa dia hanya memberi sejumlah uang tanpa datang melayat ke pemakaman.

Dari sejak itu Pak Nana dan istrinya menaruh dendam pada Pak Burhan.

Mereka selalu mengawasi Pak Burhan dan mencari kesempatan untuk menculik orang yang paling Pak Burhan sayangi.

Sekarang orang yang paling di sayangi Pak Burhan itu adalah kamu Amira, cucu kesayangan satu-satunya.

Pak Nana dan istrinya sudah merencanakan ini sejak lama.

Dan akhirnya non Amira pun mereka culik"

Begitu non ceritanya. Bi Tuti mengakhiri nya.

Amira masih penasaran kenapa Bi Tuti juga mereka culik.

"Terus kenapa mereka menculik bibi juga?.."

..."Pak Nana, istrinya sekaligus anak laki-laki nya tidak ingin menyakiti non Amira, mereka hanya ingin agar Pak Burhan merasakan betapa menderita nya di tinggal orang yang disayanginya"...

...Amira mendengarkan semua yang di katakan Bi Tuti....

..."Bibi di bawa kesini tanpa sepengetahuan siapa pun. Dengan tujuan untuk menjaga mu, non"...

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!