bab 14

"Apa kamu masih memikirkan mimpi mu tadi malam?"

"Iya bu,soalnya mimpi itu berasa nyata banget"

Amira kini baru lulus SMA.

Rencana nya dia akan melanjutkan pendidikan nya. Dia akan kuliah di Universitas yang ada di ibukota.

Amira merasa sangat bahagia, Dia mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan di sana.

Rencananya Amira akan kos bareng temennya yang sama mau kuliah di sana.

Amira akan berangkat kurang lebih tiga hari lagi.

Di waktu luang Amira menemui bu ustadzah, dia berpamitan sambil meminta wejangan.

Bu ustadzah mendo'akan Amira agar betah di sana. Dan mencari ilmu yang bermanfaat bagi dirinya dan orang lain.

Bu ustadzah juga memberi wejangan pada Amira, agar selalu rendah hati ,dan selalu ingat pada Alloh SWT. Karena semua yang terjadi pada kita, itu atas kehendak-Nya.

Bu ustadzah pun memberi Amira tasbih kecil, agar Amira selalu ingat Alloh selama dia di sana.

Waktu keberangkatan pun tiba. Amira di antar ayah dan ibu nya ke sana.

Tidak lupa Amira mengantongi tasbih yang di berikan Bu Ustadzah di dalam saku baju nya.

Jarak yang di tempuh lumayan jauh

Memasuki area jalan yang sepi, Ayah Amira melihat ke arah kaca spion, kayaknya ada yang mengikuti mereka dari tadi.

Mobil pun melaju dengan kencang.

Ternyata benar, mobil itu mengikuti mereka.

Mobil ayah Amira pun diserempet nya, sampai-sampai tidak bisa melaju kembali.

Mobil pun berhenti, para pria bertopeng keluar dari dalam mobil.

Mereka menggedor kaca mobil dan menyuruh agar semuanya turun, termasuk Amira.

Ayah Amira pun memberanikan diri keluar,

"Mau apa kalian?.."

" Diam,jangan banyak bicara." kata salah seorang dari mereka.

Kemudian sekelompok orang menyergapnya,Ayah pun berontak,namun jumlah mereka yang banyak membuat ayah kewalahan.Dan akhirnya ayah pun berhasil diikat oleh mereka.

Salah seorang menuju mobil dan menyuruh agar semua yang ada di mobil keluar.

Amira dan ibunya pun keluar dengan ketakutan.

"Siapa kalian?.."

kata ibu Amira yang langsung di sambut dengan bekapan yang di lakukan para penjahat itu ke mulut Ibu nya. Lalu Ibu nya pun sama diikat di dekat suaminya.

Melihat itu Amira mau menjerit,tapi tertahan dengan bekapan kain saputangan yang ada obat bius nya.

Amira pun tidak sadarkan diri dan di masukkan ke dalam mobil.

Lalu mereka pergi meninggalkan ayah dan ibu Amira yang masih terikat, dan mulut nya di bekap dengan lakban.

Mereka tidak bisa berbuat apa-apa menyaksikan anaknya di bawa pergi.

Jalan itu lumayan sepi, jarang sekali kendaraan yang lewat.

Sudah hampir sepuluh menit akhirnya ada sebuah motor lewat ke sana. Dan pengendara motor pun turun melepaskan ikatan di tangan dan kaki ayah dan ibu Amira.

Kemudian mereka pergi ke kantor polisi, melapor kejadian yang mereka alami. Polisi pun akan segera menangani kasus tersebut.

Sementara Amira di dalam mobil masih belum sadarkan diri.

Dia dibawa ke tempat yang cukup jauh.

Menuju ke sebuah desa kecil. Di Sana sudah ada seseorang menunggu.

Perawakannya tinggi, putih, dan masih muda.

Dia menyuruh agar Amira di masukkan ke dalam kamar.Kemudian tali yang mengikat tangan Amira pun di buka. Mereka meninggalkan Amira dan menguncinya dari luar.

Setelah beberapa lama Amira pun tersadar. Matanya melihat ke segala arah.

"Dimana aku ini?.. Ya Alloh tolong aku.. "

Amira turun dari kasur, menuju ke arah pintu, tapi dia tidak bisa membuka nya.

"Buka.. tolong buka pintunya .."

Teriak Amira sambil menggedor pintu tersebut.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!