Sakit, Perih seakan di sayat-sayat Amira rasakan.
"Ibu... tolong bu perut Amira sakit banget"
"Bang Arya... tolong Amira..gak kuat.. "
😭😭😭
Sungguh memilukan keadaan Amira, Arya terus menggenggam tangan istri kesayangannya tersebut dengan derai air mata.
"Yang kuat sayang.. demi aku.. demi purnama..
"Ya Alloh.. berikanlah rasa sakit itu padaku, hapuslah rasa sakit yang di derita istriku, Ya Alloh.. 😭" Arya tak kuat melihat penderitaan istrinya.
"Astaghfirullahalazim.. Astaghfirullahalazim.. Astaghfirullahalazim.. 😭,,"
Amira tak henti-henti beristighfar.
Kemudian ada seorang perawat masuk
"Yang kuat ya ibu.. Insya Alloh nanti juga sakit nya akan hilang. " beliau berkata sambil menyuntikkan obat ke dalam selang infusan.
Para tetangga datang menjenguk Amira di rumah sakit, ada yang membawa lontong, ada yang membawa buah -buahan, ada juga yang memberi uang dalam amplop.
Mereka semua berdoa untuk kesembuhan Amira. Ada juga yang membacakan surat Yasin agar sakit yang diderita Amira segera sembuh.
Setelah malam sakit yang di rasakan Amira agak sedikit mereda.
Amira mulai agak bisa tidur walaupun cuma beberapa menit.
Arya tak pernah jauh dari Amira,dia terus menerus memegang tangan istrinya itu, kadang ia juga memijit kening Amira.
Arya tidak makan atau minum apapun sebelum melihat Amira membaik.
Hari kedua Amira sudah bisa duduk,dibantu oleh Arya.
Amira pun mulai mau makan bubur yang di kasih pihak rumah sakit untuk makanan pasien nya.
Arya terlihat lega melihat kondisi Amira sekarang.
Hari ke tiga Amira sudah di perbolehkan pulang oleh dokter.
Selang infusan sudah di buka oleh perawat.
Amira pun di suruh untuk mencoba berdiri dan perlahan-lahan mulai melangkahkan kakinya.
Sebenarnya sih kepala Amira terasa pusing ketika mencoba berdiri agak lama, tapi Amira terus mencoba nya.
Mobil jemputan pun telah datang, akhirnya mereka pulang.
Rumah Amira yang cukup jauh dari jalan raya, membuat mobil pun mengantarkan nya tidak sampai rumah. Amira di pangku dengan sangat hati-hati oleh Arya. Sedangkan ibu dan bapak membawa barang-barang yang di bawa ke rumah sakit waktu itu.
Sampai di rumah Arya membaringkan Amira di tempat tidur, lalu mengelap tubuh Amira dengan air hangat setelah itu mengganti pakaian nya. Agar Amira merasa nyaman.
Satu hari.. dua hari.. tiga hari.. telah berlalu.
Amira sudah berangsur membaik. Arya selalu memperhatikan setiap apa yang di makan dan di lakukan Amira.
Arya menyiapkan makanan yang bikin Amira cepat sembuh lukanya misalnya ikan gabus yang dia masak sendiri.
Arya tidak membiarkan Amira melakukan pekerjaan apapun, dari mulai masak, nyuci, bersih- bersih rumah, semua Arya yang kerjakan.
Bahkan kalau Amira makan, Arya selalu menyuapi nya. Kadang Amira menolak, karena dia tidak ingin terlalu merepotkan Arya. Tapi Arya tidak merasa di repot kan sama sekali. Malah dia senang melakukannya.
Setelah satu minggu sudah waktunya untuk kontrol ke rumah sakit.
Alhamdulillah hasilnya bagus. Luka Amira luarnya sudah kering. Amira sudah tidak di saran kan untuk kontrol kembali.
Cuma dokter menyarankan agar Amira menjaga pola makan dan jangan terlalu beraktivitas yang berat-berat.
Dokter juga bilang kalau Amira masih bisa hamil, karena tuba falopi yang di angkatnya cuma sebelah, tapi harus menunggu lebih dari satu tahun dulu.Sampai lukanya benar-benar sembuh.
Selesai pemeriksaan mereka pulang
Tidak lupa Arya mampir dulu ke supermarket untuk membeli makanan dan kebutuhan sehari-hari lainnya.
Kesembuhan Amira terlihat cukup pesat.
Arya mengundang tetangga satu rt untuk mengadakan pengajian syukuran atas kesembuhan Amira.
Arya memesan nasi kuning lengkap dengan lauknya, serta berbagai macam kue untuk suguh para undangan yang hadir.
Pa ustadz memimpin acara pengajian tersebut.
Para tetangga yang di undang memenuhi rumah Arya, bahkan ada juga yang kebagian duduk di teras.
Selesai sudah acara tasyakuran nya, yang Alhamdulillah berlangsung dengan baik.
Arya mulai lagi bekerja seperti biasa. Pagi-pagi sekali dia bangun lalu mengerjakan pekerjaan rumah,dilanjut dengan memasak.
Lalu membangun kan Amira untuk shalat subuh berjamaah.
Setelah selesai lalu mereka sarapan
Arya pun berpamitan.
"Hati-hati di rumah ya sayang.. Aa berangkat dulu"
Amira mengangguk lalu Amira pun mencium takzim tangan Arya dan Arya balas dengan mencium kening nya.
"Assalamualaikum.. "ucap Arya sambil melangkah pergi.
"Wa'alaikumsalam.. Aa hati-hati juga ya.. "kata Amira sambil memperhatikan Arya sampai dia tidak terlihat lagi.
Sampai di lokasi pertambangan
Semua menyambut kedatangan Arya.
Karena semenjak Amira sakit, baru sekarang dia datang kembali bekerja.
Semua teman-teman se pekerjaannya menanyakan kondisi Amira. Arya pun menjelaskan bahwa sekarang Amira Alhamdulillah sudah sembuh.
Sebelum bekerja seperti biasa bapak-bapak pekerja tambang meminum kopi dahulu.ada yang sambil ngutak-ngatik hp, ada yang menyiapkan alat-alat, ada juga yang sambil memakan goreng pisang.
Mereka datang ke pertambangan biasanya jam 08.00 pagi. Dan mulai masuk ke lubang jam 09.00.
Sebelum masuk lubang mereka membaca Basmallah dan ayat kursi bersama-sama, agar terhindar dari kecelakaan di dalam.
Tidak lupa membaca do'a Nabi Sulaiman:
"Qaala Robigfirli wahablii mulkan laa yanbaghi li-ahadin mim ba'dii innaka antaal wahaabu
(agar di beri rezeki berupa emas yang banyak)
Kemudian mereka masuk satu per satu
Sungguh ngeri melihat lubang yang sangat kecil dan gelap.mereka masuk menggunakan senter di kepala.
Lubang tersebut di dalam nya terbagi menjadi beberapa lorong ada yang lurus, ada yang kesamping dan ada juga terowongan yang menuju ke bawah.
Lubang tersebut jaraknya beberapa meter. mereka berjalan merayap.dan di bagi menjadi beberapa kelompok tujuan,ada yang kebawah,ada yang kesamping,ada yang lurus.
Mereka bekerja sama antar kelompoknya untuk mengambil batu cadas yang ada urat emasnya.
Ada yang bertugas memahat, ada yang memasukkan cadas kedalam karung, ada juga yang bertugas membawa karung nya keluar dan masih banyak lagi yang lain nya.Yang nantinya cadas tersebut di olah di luar.
Cadas hasil beberapa kelompok pun di kumpulkan, kemudian di cuci di hilangkan lumpur nya.
Setelah beres di tumbuk dengan palu besar. lalu di masukan ke dalam alat dan segera di olah.
Sambil mengolah cadas tadi para pekerja asik ngobrol. Di mulai dari mang Ikin:
"kemarin ada kejadian katanya di desa sebelah"
"kejadian apa mang?.. "tanya kang Dudung
" Itu,, ada penambang yang tertimpa tanah katanya " mang Ikin menjawab
"Astaghfirullah.. " semuanya serempak menjawab
"Bagaimana cerita nya mang kok bisa terjadi seperti itu?.. " kang Dudung bertanya kembali
Begini ceritanya...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 43 Episodes
Comments