bab 3

Amira di periksa oleh seorang dokter. Setelah memeriksa Amira, dokter pun berbicara pada Arya..

"Pak ada kemungkinan istri bapak sedang hamil, tapi saya kurang tau pasti. Coba bapak bawa istri bapak ke dokter kandungan.atau di rumah bisa juga di coba dulu tes pakai tespek"

Arya tampak begitu gembira mendengar nya, begitu pun Amira,ucap syukur tak henti- henti di ucapkan nya.

"Alhamdulillah sayang..kita akan segera mempunyai bayi kecil yang lucu"

"Iya a,"Arumi merasa sangat bahagia.

Sampai di rumah Arya pun menyuruh Amira untuk istirahat.

Sedangkan Arya pergi ke pasar membeli segala macam buah-buahan yang di sukai ibu hamil, ada jeruk,kedondong, apel, jambu air, mangga muda, mangga yang sudah matang pun tak lupa Arya beli.

Selesai membeli itu semua Arya langsung pulang. Di perjalanan pulang Arya ingat kata dokter yang menyuruh di cek dulu dengan tespek, jadi Arya berhenti dulu di Apotek untuk membelinya.

Arya pulang ke rumah dengan barang bawaan yang begitu banyak.

Amira tersenyum manis melihat suaminya belanja begitu banyak nya buat dia, padahal Arumi tidak menginginkan sama sekali buah buahan tersebut. Cuma jeruk yang Amira cicipi, itupun hanya sedikit.

...-------------------------------...

Pagi-pagi Amira bangun, langsung ke kamar mandi membawa tespek, untuk mengecek hasil nya apakah positif atau negatif.

Lima menit kemudian hasilnya sudah tampak, ada garis dua tapi samar-samar tidak terlalu jelas.

Amira langsung memperlihatkan nya pada Arya, tapi mereka sedikit heran, kenapa ya kok kelihatannya samar-samar, apa karena usia kandungan nya masih kecil?

🤔🤔

Semakin siang Amira merasa perutnya agak sakit, Arya mengelus-elus perut Amira, agar sakitnya sedikit berkurang.

Tapi bukan nya berkurang Lama-lama terasa semakin menjadi sakitnya.

Amira mencoba berdiri barangkali bisa mengurangi rasa sakit tersebut, tapi tetap saja sakit nya tak hilang-hilang.

Bahkan ketika Amira mau ke kamar mandi hampir saja dia terjatuh,perutnya terasa kram dan kakinya pun sulit untuk di lurus kan saking sakitnya.

Arya sangat kaget, dia gugup, entah apa yang harus dia lakukan. Lalu Arya memanggil orang tua Amira.

"Ibu,bapak tolong lihat Amira kesakitan perutnya"

"Kok sakit ya?Biasanya kalau hamil perutnya tidak akan terasa sakit seperti ini"

Orang tua Amira pun kebingungan karena kalau sakit begitu bukan pertanda kehamilan.

"Coba panggil dukun beranak kesini.. " suruh bapak pada Arya.(ini di desa ya pemirsa, jadi masih ada dukun beranak).Arya pun langsung menjemput dukun beranak tersebut.

... tok.. tok.. tok..

Pintu rumah dukun beranak di ketok

"Assalamu'alaikum.. " Arya mengucap salam.

Terdengar dari dalam jawaban salamnya.

"wa'alaikumsalam.. silahkan masuk nak. "

Arya pun masuk.

"ada perlu apa nak..? "

"Ini bu, istri saya tiba-tiba perutnya sakit, entah kenapa, tolong ibu periksa dia ke rumah. " Arya langsung mengajak ibu tersebut ke rumah nya.

Sampai di rumah ibu(dukun beranak) itu meraba raba perut Amira lalu tangannya diam di bawah pusar Amira.

"Nak disini ada benjolan kecil, tapi entah apa itu.Letaknya tidak di dalam rahim. Bawa secepatnya istri mu ke dokter kandungan takutnya benjolan ini semakin membesar dan akan berbahaya.

"Kasian Amira pun sampai kram karena menahan sakitnya"

"baik bu.. " kata Arya

Kemudian Arya mengantarkan kembali ibu tersebut kembali ke rumah nya.

" Pak besok kita bawa Amira ke kota untuk di periksa ke dokter kandungan. " kata Arya.

"Iya, jangan lupa kamu siapkan apa-apa yang di perlukan di sana. " kata bapak.

Lalu Arya di bantu ibunya Amira mempersiapkan segala nya, dari mulai baju ganti, air minum,termos, makanan,alat alat mandi, karena takutnya di sana Amira harus di rawat.

Tidak lupa Arya juga membawa beberapa lembar uang.

Pak Mamat pun memesan mobil untuk tumpangan ke sana, kebetulan saudara nya ada yang mempunyai kendaraan tersebut.

Rencananya jam 5 pagi mereka akan berangkat, karena jarak dari desa ke kota terbilang sangat jauh.

Semalaman semua tidak tidur, karena Amira tidak berhenti merintih kesakitan.

Pagi pun tiba mereka langsung berangkat, tidak lupa berhenti dulu di Puskesmas untuk meminta surat rujukan.

Tepat pukul 10.00 pagi mereka sampai di dokter kandungan, di sana sudah banyak yang antri. Arya mendapatkan no antrian ke 30.

(bagaimana kelanjutan nasib Amira?.., sakit apakah dia?.. , tunggu di bab selanjutnya pemirsa)

Terpopuler

Comments

Yanti

Yanti

kembali ke masa2 indah y kak? 🤗
mohon dukungannya ya kak dan setia terus membaca setiap episode nya. 😘

2024-01-27

1

Maisarah Asril

Maisarah Asril

Waktu membaca cerita ini rasanya seperti di masa lalu, indah dan penuh warna.

2024-01-27

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!