Tepat pukul 10.00 pagi mereka sampai di tempat praktek dokter kandungan, di sana sudah banyak yang antri, dan Arya mendapat no antrian ke 30.
Sambil menunggu panggilan mereka menyempatkan untuk sarapan, ada juga yang pergi ke kamar mandi.Lama di perjalanan membuat bu Ratna ingin buang air kecil.
*No antrian ke 30 atas nama ibu Amira silahkan masuk...
Akhirnya tibalah giliran Amira di periksa, setelah menunggu hampir satu jam lamanya.
Amira pun masuk di papah oleh Arya.
"Silahkan ibu berbaring di sini" kata seorang perawat sambil mendekat ikut membantu memapah Amira.
Setelah Amira berbaring, perawat tersebut membalurkan gel ke perut Amira. Dan dokter pun menempel kan sebuah alat ke atas perutnya.
"Selamat siang ibu.. "Dokter nya menyapa Amira dengan ramah.
"Siang dok.. " Amira menjawab.
"Apa yang ibu rasakan?.."
"Perut saya sakit dok"
"Nah coba ibu lihat ke layar, ini penyebab sakit di perut ibu"
"Terdapat benjolan yang menempel di luar rahim ibu. Ini pertanda bahwa ibu mengalami Kehamilan Ektopik yang bisa disebut juga Kehamilan di Luar Kandungan. "
Arya ikut melihat ke layar, dan mendengarkan segala yang di tuturkan oleh dokter tersebut.
"Nah ibu...,ini sangat berbahaya dan harus secepatnya di angkat, bahkan saya sarankan agar hari ini juga ibu melakukan operasi pengangkatan nya. Karena kalau tidak secepatnya,benjolan ini akan semakin membesar dan semakin berbahaya."
Dokter berkata sambil memberikan alat yang di gunakan tadi kepada perawat. lalu duduk kembali di kursi.
"Bagaimana pak? Apa mau di operasi sekarang?.. " tanya dokter pada Arya.
"Iya dok, lakukan sekarang saja" Arya menjawab
"Baiklah kami akan mempersiapkan dulu segalanya ...Dan ibu akan di cek urine dan darah dulu di Laboratorium. setelah ada hasilnya ibu akan di bawa ke tempat operasi, Tempatnya agak jauh dari sini ya pak."kata perawat itu kepada Arya.
Arya pun menganggukkan kepala nya.
Amira di bawa ke tempat lain oleh beberapa perawat untuk melakukan beberapa tes. dari mulai golongan darah dan lain sebagainya, tidak ketinggalan juga melakukan tes urine.
Sedangkan Arya dan ibu membayar biaya operasi nya.
Selesai menjalani serangkaian tes, mereka di persilahkan mempersiapkan untuk keberangkatan ke rumah sakit tempat operasi.
Sudah ada mobil ambulan yang telah di siapkan. Cuma Arya yang ikut ke rumah sakit tersebut. karena tidak boleh di temani banyak orang. Sedangkan ibu dan bapak Amira menunggu di tempat rawat inap nya nanti.
Amira dan Arya pun naik ke dalam mobil ambulans tersebut . Mobil pun melaju menuju tempat tujuan.
Sesampainya di Rumah Sakit Amira di bawa oleh beberapa suster. Baju Amira pun di ganti dengan baju khusus untuk operasi
perawat di sana sangat ramah-ramah.
"Bagaimana bu sudah siap?.. "Kata salah satu perawat bertanya pada Amira sambil tersenyum manis.
"Insya Allah siap.. " jawab Amira sambil membalas senyuman perawat tersebut.
Padahal di hati nya Amira begitu takut, was was, segala macam perasaan campur aduk.
Dalam hati Amira berdoa:,
""Tenangkan lah hati ku Ya Alloh, hapuskan lah segala tegang ku ini, lancarkan lah operasi nya, semuanya ku serahkan pada-Mu Ya Robbi.. Hasbunallahu wa ni'mal wakillu 'Alallaahi tawakkalnaa"
Al Fatihah :
BISMILLĀHIR-RAḤMĀNIR-RAḤĪM
Alhamdu lillahi robbil alamiin
Ar Rahmanir rahiim
Maliki yaumiddiin
Iyyaka Na'budu wa iyyaka nasta'in
ihdinas Siraatal mustaqim
Siraatolladzina an 'amta 'alaihim goiril magdu bi 'alaihim wa laddoolliin.
"Aamiin.. "
"Bu nanti ketika sedang dioperasi ada obat yang di masukkan khusus langsung ke dalam perut ibu, tapi obat ini harus di bayar sekarang.Apa ibu mau memakai nya apa tidak?.. " Kata seorang perawat
"Tanyakan saja dulu pada suami saya sus. " sahut Amira
lalu perawat itu meninggalkan Amira dan pergi kepada Arya.
"Maaf pa ada obat yang khusus di masukan ke dalam perut ketika di operasi, harganya 200 ribu, kalau mau obat tersebut harus di bayar sekarang. "
Arya merogoh sakunya, ternyata tidak ada dompet di saku nya tersebut. Arya ingat dompet nya di berikan pada ibu Amira ketika sedang membayar administrasi untuk operasi Amira tadi.
"Ya Alloh jika saya tidak lupa membawa kembali dompet ku,pasti obat itu akan aku beli. "Arya sangat kesal karena dia lupa
"Maaf sus dompet saya tidak di bawa"
Arya terus menggerutu dalam hati nya. kenapa bisa lupa pada dompet tersebut.
*Di ruang operasi*
Amira di suruh duduk, kemudian ada yang menyemprotkan entah cairan apa Amira kurang tau yang pasti rasanya dingin banget di punggung. (sebenernya sih author nya yang gak tau nama cairan tersebut 🤭).
kemudian tulang punggung agak bawah Amira di suntik, setelah itu Amira di suruh berbaring kembali.
Setelah beberapa menit ada yang menghampiri Amira.
"coba ibu angkat kaki ibu bisa apa tidak? "
Amira mencoba mengangkat nya, rasanya kaki Amira susah untuk di angkat tapi masih bisa mungkin beberapa centi terangkat.
lalu perawat tersebut menyuruh Amira untuk mencoba mengangkat kakinya lagi. kali ini Amira sudah tidak bisa mengangkat nya.
"Coba sekarang angkat tangan ibu" suruh perawat itu lagi
Amira mencoba mengangkat nya, rasanya sulit sekali tapi masih bisa sedikit, setelah berapa lama akhirnya Amira sudah tidak bisa mengangkat tangannya, hanya lehernya saja yang masih bisa di gerakkan.
Operasi nya pun di mulai, Amira tidak melihat siapa pun di situ karena di halangi oleh baju yang separuh di kenakan pada Amira.
Entah berapa lama Amira di ruang operasi, akhirnya datanglah perawat yang menghampiri.
"Selamat ya bu operasi nya telah selesai"
Amira heran dia tidak bisa merasakan nya sama sekali padahal dari tadi dia sadar. tapi kaki dan tangan nya belum bisa dia gerakan.
Akhirnya Amira di pindahkan ke ruangan lain, Setelah berapa lama Amira di masukan ke dalam mobil Ambulans untuk di bawa ke ruang rawat inap.
Amira di masukan ke kamar MELATI (nama ruang Amira di rawat) . Ibu, Bapak, serta Arya pun turut masuk kedalam.
Amira melihat mata Arya dan ibu yang sembab keliatan habis menangis, mungkin mereka nangis karena menghawatirkan Amira.
Perlahan Amira mulai bisa menggerakkan ibu jari kaki nya, dan perut nya pun terasa agak perih.
Makin lama makin terasa sakit di perutnya, Air mata Amira pun bercucuran.
Amira tidak di perbolehkan dulu di kasih minum oleh perawat karena bisa berbahaya katanya.
Kaki Amira pun mulai bisa di gerakkan, perlahan naik ke atas sampai tangannya pun bisa di gerakkan.
Sakit, Perih seakan di sayat-sayat Amira rasakan.
"Ibu.. tolong bu perut Amira sakit banget bu.. "
"Bang Arya tolong Amira.. Amira gak kuat... "
😭😭😭
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 43 Episodes
Comments