bab 11

Saya titip Purnama ya pak, selagi Amira di sana"

"Bapak akan menjaga anakmu, meskipun kamu tidak menitipkannya,Jangan khawatirkan dia

Pagi-pagi Amira sudah pergi ke makam Arya. Seperti biasa dia berdoa untuk almarhum ,agar Alloh SWT mengampuni segala dosa nya, dan menerima segala amal ibadah nya. Dilanjutkan dengan membaca surat yassin.

Tidak lupa Amira pun berpamitan pada Almarhum.

"Aa.. Amira minta ijin, Amira mau tinggal di tempat bibi dulu untuk sementara waktu, Amira akan selalu mendo'akan aa walaupun dari sana".

Lalu Amira menaburkan bunga mawar di atas pusara nya.

Amira berdiri dengan gontai, seakan kakinya berat untuk meninggalkan pusara nya.

Jarak dari rumah ke pemakaman tidak terlalu jauh, bila berjalan kaki juga tidak menghabiskan waktu sepuluh menit.

Sampai rumah Amira mandi di teruskan dengan menyetrika dahulu baju-baju yang akan dia bawa. Dari mulai baju buat sehari-hari, baju tidur, daleman dan lain-lain.

Setelah beres di setrika,baju-baju tersebut di masukkan ke dalam koper. tidak lupa Amira memasukkan satu foto dan baju Arya yang selalu menemani tidur nya.

Purnama pun datang menghampiri, Dia menangis sambil memeluk ibunya,

"Ibu jaga diri di sana, jangan lupa makan bu, Purnama pasti merindukan ibu"

Amira pun memeluk erat anaknya

"Iya sayang, kamu juga hati-hati di sini, turuti nasehat kakek dan nenek mu ya sayang, Ibu juga pasti merindukan mu nak".

Mereka berdua saling berpelukan sambil menumpahkan air mata.

Di rumah orang tua Amira.

Ibu lagi sibuk memasukkan buah-buahan ke dalam dus, untuk oleh-oleh nanti. Kebetulan sekarang lagi musim durian, dukuh dan manggis.

Sedangkan bapak sedang beres-beres kamar buat Purnama nanti jika ibunya sudah berangkat.

Sore hari nya Amira berpamitan ke rumah keluarga almarhum Arya. Mereka semua sedih dengan kepergian Amira, Mereka semua mendo'akan agar Amira betah di sana, dan bisa melupakan kejadian yang di alami nya.

Sebelum Amira pulang, mereka semua berfoto-foto dahulu katanya buat kenang-kenangan. lalu Amira pulang di antarkan kakaknya Arya.

Di perjalanan kakak Arya pun berbicara,

"Kakak do'a kan agar di sana kamu mendapatkan pengganti Arya, Dan kamu akan terus melanjutkan kehidupan mu dengan bahagia".

Amira malah meneteskan air mata mendengar penuturan kakak nya.

Sampai rumah Kakak Amira di persilahkan masuk rumah dulu, tapi dia menolak nya, soalnya akan melanjutkan lagi pekerjaannya.

Bapak dan ibu datang menghampiri Amira dan menyerahkan beberapa lembar uang.

"Terimalah ini nak.. untuk bekal kamu di sana".Kata bapak

Tapi Amira menolak nya.

"Tidak pa, gunakanlah uang itu untuk kebutuhan bapak disini, Saya masih punya uang peninggalan Almarhum pak.."

 "Baiklah kalau kamu tidak memerlukannya, bapak akan pakai buat keperluan Purnama sekolah"

"Makasih banyak pak atas semua kebaikan bapak dan ibu", kata Amira sambil memeluk keduanya.

Rencana nya Amira akan berangkat besok pagi, Ibu, bapak dan Purnama pun akan ikut mengantarkan ke sana.

Malam hari nya Amira tidak bisa tidur sama sekali.

Matanya sangat sulit terpejam. sebenarnya ia berat meninggalkan rumah nya, apalagi dia juga meninggalkan Purnama anak semata wayang nya,tapi Amira ingin menenangkan hati di sana.

Amira pun pergi ke kamar Purnama, ternyata Purnama sudah tertidur lelap, Amira pun tidur di samping Purnama sambil menatap wajah anaknya. Anak semata wayangnya yang sangat dia sayangi. Tidak lama kemudian Amira pun tidur di sana.

Amira seolah -olah berdiri di suatu tempat yang sama sekali tidak ada apa-apa di sana, hanya hamparan pasir putih membentang.

Amira seolah olah tersesat dan tidak menemukan jalan pulang, Dia melirik ke sana ke mari, Seolah ingin menemukan seseorang, namun nihil, di sana jangan kan orang ,seekor binatang pun tidak ada.

Kemudian terlihat samar-samar ada sebuah cahaya, Amira pun berjalan menuju ke arah cahaya tersebut. Sungguh sangat lama dia melangkah, kaki nya sudah terasa sakit. Amira pun terus mencoba mendekati cahaya itu

Begitulah gambaran Amira sekarang

***

Pukul tiga pagi Amira bangun.kemudian

Amira melaksanakan shalat Tahajud di lanjutkan dengan membaca Al-Quran sambil menunggu adzan subuh.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!