Badan Amira terasa lengket dan gak enak, mungkin karena dari kemarin dia tidak mandi.
Akhirnya dia memutuskan untuk mandi. Dia pun masuk kamar mandi yang ada di kamar itu.
Ternyata di sana sudah tersedia handuk dan alat mandi komplit.
Amira pun dengan segera mengambil baju yang orang tadi berikan dan membawanya ke kamar mandi.
Setelah di cari -cari ternyata orang itu hanya menyiapkan baju saja, tidak dengan daleman nya.
"Kenapa hanya baju saja yang dia siapkan?..Dasar orang aneh. " Amira menggerutu dalam hatinya.Dia kebingungan, akhirnya dia mencuci daleman nya dan memeras nya sampai agak kering. Lalu dia pakai walaupun terasa gak enak
Setelah berpakaian Amira mencoba keluar dari kamar. Dia menelusuri rumah itu. Terdapat dua kamar di sana satu yang dia tempati satu lagi entah kamar siapa.
Adalagi ruangan tempat menonton televisi.
Rumah yang kecil, tapi tampak nyaman.
Terdapat beberapa CCTV yang di pasang di masing-masing ruangan. Satu di kamar tidur nya, satu di kamar tidur sebelah nya, satu di tempat menonton TV.
Terus Amira menelusuri ke arah dapur. Di Sana terdapat alat masak lengkap. Dia pun membuka kulkas, ternyata benar yang di katakan orang tadi. Ada berbagai macam bahan masakan di dalam nya.
Perutnya sudah terdengar keroncongan. Tapi dia belum berani untuk makan apalagi masak di sana.
Kenapa dia tidak diikat atau di kurung seperti orang-orang yang di culik dalam film? Kenapa orang itu memperlakukan ku dengan baik? Apa maksud dari penculikan nya ini?
Pertanyaan itu selalu muncul di benak Amira.
"Assalamu'alaikum.."
Tiba-tiba terdengar suara orang mengucap salam dari luar. Suara itu tidak asing di telinga Amira
Amira pun menuju ke arah pintu dan membuka nya.
" Bi Tuti..."
Teriak Amira sambil merangkul pembantu yang sudah di anggap nya sebagai saudara.
Bi Tuti pun balik merangkul Amira.
"Non Amira tidak kenapa-kenapa?.."
Tanya Bi Tuti melihat ke seluruh tubuh Amira
" Alhamdulillah, saya baik-baik saja bi"
"Syukur lah kalau begitu non"
" Bi sebenarnya apa yang terjadi?.."
Amira bertanya pada Bi Tuti.
"Nanti bibi cerita kan non.."
" Ayo kalian berdua masuk. "
Kata salah seorang yang mengantar Bu Tuti.
Lalu Bu Tuti dan Amira pun masuk.
Amira merasa lega sekaligus heran karena Bi Tuti bisa berada di sini menemani nya sekarang.
Lalu mereka duduk di kursi dekat TV.
"Non Amira sudah makan belum?.."
" Belum bi, Bagaimana keadaan ayah dan ibu bi? Apa mereka baik-baik saja? Amira sangat mencemaskan mereka bi. "
"Alhamdulillah non mereka berdua baik-baik saja. "
"Bi kenapa kita berada di sini?.. Sebenarnya apa yang terjadi?.."
" Nanti setelah non makan bibi akan menceritakan semua nya. Sekarang ayo kita ke dapur. Bibi juga sudah lapar"
"Iya bi"
Amira dan Bi Tuti pun ke dapur, mereka mengambil bahan masakan dalam kulkas yang cukup besar. Amira mengambil Sosis dan beberapa butir telur. Sedangkan Bi Tuti mengambil bawang daun dan bumbu-bumbu lain yang mereka butuhkan.
Bi Tuti dan Amira hanya memasak sosis asam manis dan telur dadar. mereka kerjakan berdua biar masakan nya cepat matang. Soalnya Amira dan Bi Tuti sudah sangat lapar.
Kebetulan di dalam rice cooker sudah ada nasi yang sudah matang. mungkin orang tadi yang memasaknya.
Mereka pun langsung menikmati makanan nya di dapur.
Selesai makan Amira pun bertanya lagi pada bi Tuti.
"Ayo bi ceritakan kenapa kita sampai ada di sini? Apa maksud dan tujuan mereka menculik ku?"
" Begini non ceritanya..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 43 Episodes
Comments