Amira membuat telor orak arik.
Tiba-tiba terdengar suara dahan patah dan *bugh*suara benda terjatuh
"Allahu Akbar..."
Amira sangat kaget, lalu dia lari ke luar, melihat ke arah pohon durian, dan Amira sudah tidak melihat Arya di situ.
"Astaghfirullah.. "
"Aa... "
"Ya Alloh..a Arya.."Amira berteriak memanggil Arya, sambil Tergopoh-gopoh menuju tebing curam di bawah pohon durian.
Amira meluncur ke bawah dengan menggunakan pantatnya, dia tidak peduli ada duri atau pun apa saja yang ada di sana.
Bahkan kalau tidak hati hati bisa-bisa dia meluncur ke bawah di mana di sana terdapat batu -batu besar yang berbahaya.
Amira melirik ke sana ke mari,mencari keberadaan Arya.
"A di mana kamu?"
"Sayang.. ini aa.. " Amira mendengar suara Arya samar-samar.
"Astaghfirullah.. aa..."
Amira berteriak sambil menangis melihat keadaan Arya.
Arya jatuh tepat di atas akar pohon, badan sampai kaki terlentang, sedangkan leher agak berputar ke samping tanah.
Amira mendekati Arya dan berusaha meluruskan kepala nya.
Alhamdulillah Arya masih dalam keadaan sadar, tapi dia sama sekali tidak bisa menggerakkan badan nya.
Amira mencoba mengangkat Arya, namun sama sekali dia tidak bisa, badan Arya terlalu berat dan lemah.
"Abang tunggu sebentar, Amira mau minta bantuan orang lain dulu ya.. "
"Iya sayang.."
Akhirnya Amira memutuskan untuk meminta bantuan para tetangga.
Amira berlari sekuat tenaga, waktu itu rasanya Amira pengen sekali bisa terbang,agar bisa sampai secepatnya.
Sampailah Amira di warung terdekat, terdapat bapak-bapak di sana yang lagi minum kopi.
"Pak tolong pak.. tolong suami saya.. "kata Amira sambil terengah-engah.
"Ada apa neng Amira, kenapa suaminya? ''kata seorang bapak-bapak sambil berdiri
" Suami saya jatuh dari pohon durian, tolong bantu secepatnya pa.. "
Setelah mendengar itu semua orang di sana berlari menuju pohon durian dekat rumah Amira tersebut.
Dengan bantuan bapak-bapak akhirnya Arya bisa di angkat dan di bawa ke rumah.
Sampai rumah pun Arya masih tetap dalam keadaan sadar.
Lalu bapak-bapak tersebut melihat tubuh Arya bagian mana saja yang terluka, kalau dari luar hanya terdapat goresan-goresan luka kecil.
Tapi yang bikin kaget Arya tidak bisa menggerakkan sama sekali badan nya, dari mulai tangan sampai kaki dia tidak bisa bergerak.
Bahkan dia juga tidak merasakan apa-apa.Sala seorang mencoba memukul lutut Arya, Arya tidak merasakan nya sama sekali.
Kemudian mereka mencoba mendudukkan Arya.Belum juga tegak Arya duduk, Arya mengaduh kesakitan .
"Aduh gak kuat pak, saya tidak bisa bernapas",
Akhirnya Arya di tidur kan kembali.
Ada seorang tetangga yang berceloteh:" Neng sebaiknya kalau ada yang jatuh, itu gak boleh di lihat oleh perempuan dulu, " pamali katanya.
"saya tidak tau bu.. " kata Amira sambil terus air matanya mengalir.
Ada yang menyarankan agar Arya di bawa ke tukang pijat dahulu.
Takut nya ada persendian yang patah, atau apa saja.
Hari itu juga Arya di bawa ke tempat pijat terdekat.
Bapak Darsim nama nya, dia mulai meraba tangan lalu kebagian dada dan dia berhenti di perut,
"Astaghfirullah.. "
"Ada apa pak..? "tanya bapak Amira ke pak Darsim
Dia berbisik ke bapak,
" Bagian usus nak Arya koyak, entah terbalik atau bagaimana ini bisa terjadi"
Bapak sangat kaget mendengar nya.
Lalu pak Darsim melanjutkan memijat bagian kepala menuju ke leher, saat memegang lehernya, Arya kesakitan.
Akhirnya bagian leher tersebut tidak di pijat nya lagi.
"Bagaimana keadaan menantu saya pak? "
"Sekarang semuanya kita serahkan kepada Alloh SWT saja, tinggal sabar sabarnya kamu nak Amira.. "
Amira manggut, walaupun tidak mengerti apa yang di katakan pak Darsim.
Dari rumah pak Darsim Arya tidak langsung di bawa pulang, Arya di bawa ke Rumah Sakit dahulu.
Sampai di Rumah Sakit Arya langsung di bawa ke ruangan untuk di pasang infusan.
Kemudian Arya di bawa ke ruang periksa untuk melihat jika terdapat luka di dalam.
Alatnya sangat canggih, Dokter pun menunjukkan bagian leher Arya di layar, ternyata ada dua tulang leher Arya yang bergeser, itu menyebabkan dari bagian tangan sampai kaki Arya tidak bisa di gerakkan.
Lalu alat tersebut menyoroti ke bagian perut.
Ternyata usus Arya sudah tidak menempel di tempat nya, Dokter menjelaskan semuanya secara detail.
Amira sangat syok mendengar pernyataan dokter.
Lalu dia di papah menuju ruangan yang berbeda.
Sedangkan bapak Amira mendengar kan lanjut penuturan dokter.
"Dok apa menantu saya masih bisa di sembuhkan?"
"Maaf ya pak, saya tidak mau menutup nutupi keadaan menantu bapak, Kemungkinan untuk dia bisa bertahan sangatlah tipis, bahkan kalau pun dia bisa bertahan dalam beberapa minggu juga kita akan kasihan melihat nya, karena daging nya akan mengelupas secara perlahan lahan. "
Sungguh kaget bapak mendengar nya. Sekarang bapak hampir tidak bisa ngomong apa-apa.
Sekarang Arya di rawat di Rumah Sakit tersebut sudah hampir satu minggu.
Amira tidak pernah jauh dari Arya.
Jika Amira menangis Arya selalu menghibur Amira,
"Jangan nangis sayang, abang sebentar lagi akan segera sembuh"
Tubuh Arya terasa begitu panas.
Arya begitu kesakitan.
Amira gak kuat melihat keadaan Arya, Amira pun pergi ke kamar mandi, dia di sana nangis sejadi jadinya, dia tidak tega melihat keadaan Arya.
Lalu Amira mengambil air wudhu .
Dia membacakan surat Yasin dan surat taubat di dekat Arya.
"Lantunan ayat suci Al-Quran membuat hati abang adem sayang, bacakan lagi yang.." kata Arya.
Amira pun melanjutkan bacaan ayat suci Al-Quran tersebut dengan air mata yang terus berderai.
"Sayang.. kerongkongan abang rasanya kering sekali, abang haus yang.. " kata Arya
Lalu Amira dengan hati-hati memberi minum Arya
hampir beberapa botol besar air minum yang Arya habiskan tiap harinya.Terkadang Arya meminta minuman yang ada rasanya seperti teh botol/teh kotak.
Makin lama Arya semakin parah.Bahkan sekarang daging di bokong Arya mulai mengelupas.
Untung saja di belakang rumah sakit itu terdapat pohon pisang,Amira mengambilnya lalu di simpan di bawah bokong Arya,agar bagian bokong yang mengelupas nya tidak menempel di kasur.
Amira juga rutin membersihkan luka tersebut dengan air infusan yang di berikan pihak Rumah Sakit.
Arya pun akhirnya dipindahkan ke ruang ICU.
Setelah satu minggu kami semua memutuskan untuk membawa Arya pulang.
Dokter pun tidak melarang kami pulang,karena memang Arya sudah tidak ada kemungkinan untuk bisa sembuh kembali.
Mobil pun telah di siapkan untuk mengantarkan Arya dan keluarga nya pulang.
Sampailah mereka di rumah.Arya selalu ingin berdekatan dengan Amira, Amira pun sama sekali tidak pernah meninggalkan Arya.
Luka di bokong Arya semakin membesar. Amira menaburkan bubuk kopi yang gak ada gula nya, agar bau nya tidak terlalu tercium.
Hari itu tiba-tiba Arya ingin jenggot dan kumis nya di cukur.
"Yang kumis dan jenggot aa sudah panjang,aa pengen kamu panggilkan Ua Dudung untuk mencukur kumis dan jenggot aa ini"
"Iya a,Amira panggil dulu ya"
"Silahkan sayang"
Amira pun menyusul ua Dudung ke rumahnya dan meminta dia untuk mencukur kumis dan jenggot Arya
Mang Dudung pun dengan segera melaksanakan nya.
Selesai cukur kumis dan jenggot lalu Arya di mandiin sampai bersih.
Arya selalu menebar senyuman manisnya walaupun dia sedang sakit
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 43 Episodes
Comments