bab 7

Tenang saja Pak Amira masih bisa hamil,Nanti bapa akan segera menimang cucu

"Syukurlah.. Kirain.."

"Kirain bakalan gak bakal bisa hamil lagi ya pa"

"Iya"

Sebenarnya Arya juga sangat menginginkan seorang bayi.

Bayi laki-laki ataupun bayi perempuan tidak masalah baginya. Begitupun dengan Amira.

Mereka sangat merindukan celotehan bayi yang menemani hari hari nya.

Amira dan Arya suka berkhayal, jika saja mereka Alloh kasih momongan.

Mereka akan menimang nimang bayi nya dengan menyanyikan lagu lawas milik Krisdayanti, yang mereka sukai

***

Timang timang anakku sayang

jangan menangis bapak disini

timang timang anakku sayang

jangan menangis bunda bernyanyi

Bila kelak engkau dewasa

sayangi saudara sayangi sesama

dengan cinta

jujur lakumu jujur Ucapmu

menjalani hidup

cantik jiwamu cantik parasmu

kala engkau tersenyum

timang timang anakku sayang

cepatlah tidur janganlah nakal

timang timang anakku sayang

mimpi yang indah nyenyak kan tidurmu

do'a kami sertakan

temani dirimu menjalani hidup

oh anakku

***

Lagu kesukaan Arya dan Amira itu selalu mereka nyanyikan, walaupun bayi nya cuma ada dalam khayalan.

Bahkan Arya sampai bermimpi menimang nimang bayi, dia sangat bahagia, tapi Amira membangunkannya.

Arya celingak celinguk melihat sekeliling, mencari bayi dalam mimpi tadi. ternyata tidak ada(wong itu cuma mimpi)

Berdoa dan berusaha sudah mereka lakukan, tinggal menunggu hasil, yang tentunya itu mutlak kuasa Alloh SWT.

Hampir sudah satu tahun lebih setelah operasi, Amira tidak memakai alat kontrasepsi apapun.

Amira sekarang sering makan makanan yang bisa menyuburkan kandungan. Seperti toge,sayur sayuran hijau, buah buahan seperti jeruk, alpukat dan lain-lain.

Bahkan Arya sempat memesan buah Zuriat yang katanya bagus untuk kesuburan.

Sore hari Amira dan Arya duduk di teras sambil melihat pohon durian yang berbuah lebat. Duriannya di ikat oleh tali rafia, sehingga kalau sudah matang durian tersebut menggantung tidak jatuh ke tanah.

"Sayang.. kamu mau durian itu..? "

tanya Arya pada Amira,

"Mau sih a, tapi kan kamu gak bisa manjat?.. " jawab Amira.

"Aa akan coba Memanjatnya mudah mudahan bisa ya..! "

"Jangan.. tebing di bawah pohon durian itu sangat curam,Sangat berbahaya jika aa naik ke pohon durian itu." Amira melarang Arya

Namun Arya tetap menuju pohon durian itu, walaupun Amira melarang nya.

 Dia berusaha susah payah untuk naik dan berhasil. Arya senang sekali dia mengambil 2 ikat durian yang sudah matang.

Dibawah Amira memperhatikan Arya dengan was was,takut terjadi apa apa pada suaminya.

Setelah turun, durian tersebut langsung di belah dan di makan berdua.

Durian nya sangat manis, bijinya kecil dan daging nya sangat tebal, durian montong nama nya.

"Sayang.. bagaimana kalau besok kita liburan" kata Arya

"Wah asyik.. mau banget a.!" timpal Amira.

"Kamu mau liburan ke mana?"

"Ke pantai saja*

"Iya kita besok liburan ke pantai"

Akhirnya mereka masuk rumah dan mempersiapkan alat-alat yang mau di bawa besok berlibur.

Keesokan harinya, Amira dan Arya berangkat berdua.

Mereka pergi berlibur dengan menaiki motor matic nya.

Perjalanan di tempuh selama tiga jam.

Sampailah mereka ke pantai Pangandaran.

Amira dan Arya asik berenang dan main pasir. Tidak ketinggalan mereka juga naik perahu untuk menuju pasir putih.

Amira dan Arya duduk melihat ombak yang tidak terlalu besar sambil ditemani dengan minuman air kelapa muda, yang terasa sangat menyegarkan.

Sungguh hari itu mereka lewati dengan penuh kebahagiaan.

Mereka menginap satu malam di penginapan.

Pagi-pagi mereka sudah bangun untuk menikmati indahnya matahari terbit.

Amira dan Arya duduk di atas pasir menikmati pemandangan yang luar biasa indahnya.

Sungguh kuasa Alloh Yang Maha Pencipta segala galanya.

"Lihat sayang pemandangannya sungguh indah,Tidak sia-sia kita bangun pagi-pagi ya"

"Iya a,"Kata Amira sambil terus menatap matahari nya

Kemudian mereka pergi untuk sarapan.Amira dan Arya hanya membeli bubur ayam saja.

"Pa pesan bubur ayamnya dua

"Baik neng,mau pakai sambel apa nggak?"

"Pakai sedikit aja pak"

"Baik neng"

Mereka pun memakan habis buburnya.

Kemudian kembali menuju penginapan untuk mandi dan berganti pakaian.

Arya mengajak Amira untuk berbelanja pakaian dan segala macam aksesoris untuk oleh oleh.

Tidak lupa Amira membeli Umang buat Purnama.

"Ini a lucu umang nya,Saya beli buat Purnama sama rumah-rumahannya.

"Iya"

"Itu di sana kayak nya baju nya bagus-bagus a,buat oleh-oleh nanti"

"Belilah mana yang kamu suka"

Amira pun merasa senang dia bergelayut manja di tangan Arya.

Setelah siang mereka pun makan. Mereka memesan Nasi hangat dengan ikan bakar, goreng udang dan kepiting lada hitam, lengkap dengan lalapan nya.

Setelah makan mereka langsung pulang.

Arya menjalankan kendaraan ny dengan sangat hati-hati.

Sore hari mereka sampai di rumah.

Ibu , Bapak dan Purnama menyambut kedatangan mereka. Lalu mereka semua membuka oleh oleh yang di bawa Arya dan Amira.

Keesokan harinya Arya bekerja seperti biasa.

Selesai bekerja Arya langsung pulang, ia ingat tadi pagi ada durian yang sudah menggantung di tali, karena sudah mateng.

Kali ini Arya berniat untuk mengambil buah duriannya.

"Kalau aku petik buah durian itu pasti Amira senang"

Pas Arya datang,Amira sedang masak di dapur, Arya pun mengucap salam

"Assalamu'alaikum.. sayang"

"Wa'alaikumsalam.."

"Aa mau langsung manjat pohon durian dulu ya.. " kata Arya dari luar.

Lalu Amira pun melihat keluar

"Hati-hati a.. ", kata Amira dan kembali ke dapur lagi, soalnya masakan nya belum mateng.

Amira membuat telor orak arik.

Tiba-tiba terdengar suara dahan patah dan *bugh*suara benda terjatuh

"Allohu Akbar...."

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!