Arya selalu menebar senyuman manisnya walaupun dia sedang sakit
Para tetangga, kerabat dan teman kerja Arya datang menengok ke rumah. Arya selalu tersenyum kepada siapa pun yang datang.
Entah kenapa hari itu Arya terlihat begitu segar, begitu tampan, mata Amira terus memandang Arya.
Arya pun mengulas senyum pada istri tercinta nya itu lalu Arya pun menyanyikan lagu
***
Hatimu tempat berlindung ku
Dari kejahatan syahwat ku
Tuhan pun merestui itu
Di jadikan engkau istriku
Engkau lah bidadari surga ku
****
Amira merangkul Arya, "Aku sayang banget sama aa, jangan tinggalkan Amira a"
"Aa juga sangat menyayangi mu,sayang"
"Cepat sembuh ya a"
" Aamiin.. kita pasrahkan semua nya pada Alloh, sayang.. "kata Arya.
Mungkin hari itu hari terakhir Arya bisa bicara.Karena keesokan harinya Arya sudah mulai tidak bisa berbicara lagi.
Mata nya kini terpejam, dan suara grok grok terdengar dari tenggorokan nya.
Kami semua sangat panik.Lalu datang seorang sesepuh di desa tersebut.
Dia melihat Arya.Lalu memegang pergelangan tangan nya, kemudian memegang dada Arya, terakhir memegang leher Arya, setelah itu ia menyebut Asma Alloh di telinga Arya beberapa kali, diiringi semua orang yang ada di sana.
"Alloh.."
"Alloh.."
"Alloh.."
Dan Arya pun menghembuskan napas terakhirnya. 😭
"Innalilahi wa inna ilaihi raji'un.."
Amira terkulai lemah. Dia diam tidak bicara, tidak menangis,tidak bergerak sama sekali, matanya kosong..
Amira begitu syok. Dia seakan akan tak percaya dengan apa yang dia alami saat ini.
Sungguh singkat pernikahan yang mereka jalani
Pernikahan mereka kurang lebih 3 tahun 5 bulan. Berakhir dengan begitu cepat.
Suami yang sangat mencintai nya.
Suami yang selalu memanjakan nya.
Sekarang Dia pergi, dan tak akan kembali lagi.
Jenazah Arya pun lalu di mandikan, Amira pun di papah oleh dua orang agar bisa ikut memandikan Arya untuk yang terakhir kalinya.
Selesai di mandi kan lalu jenazah nya di balut dengan kain kafan. kemudian semua yang ada di sana ikut solat jenazah.
Selesai menggali lubang, bapak-bapak membawa Jenazah Arya untuk di makam kan.
Tanah merah sekarang sudah hampir menutupi lubang pemakaman Arya.
Amira pun seakan tak percaya dengan apa yang terjadi saat ini, dia pun akhirnya pingsan dan di bopong pulang dari pemakaman.
Setelah beberapa lama sampai rumah akhirnya Amira pun sadar, dia menjerit menangis memanggil nama Arya.
"Aa.. jangan tinggalkan Amira a.."
"Amira ikut aa.."
"Amira tak mau disini sendiri.."
"Aa.."
"A Arya..."
😭😭😭
Air mata Amira tumpah tak terbendung lagi.
Beberapa orang mencoba untuk menenangkan nya.
Para pelayat berangsur pulang, tinggal beberapa orang lagi yang menemani di sana.
Amira pun tertatih menuju kamarnya lalu mengunci nya dari dalam.
Amira mengeluarkan satu baju kesukaan Arya, lalu baju tersebut di peluk nya dengan erat, dan sesekali Amira mencium nya. Air mata nya pun tak berhenti terus mengalir.
"Ya Alloh.. kenapa Kau pisahkan kami? "
"Kenapa Kau ambil suami ku...? "
"Ya Alloh.. tolong ambil juga nyawaku, aku ingin bersama nya. " sambil terisak isak.
Sudah hampir 3 hari Amira tidak keluar kamar.
Tidak satu orang pun yang bisa membujuknya.
Dia tidak makan, tidak minum, dan tidak melakukan aktivitas apapun selama itu.
Semakin lama bukan nya Amira lupa, malah semakin teringat. Bayang bayang Arya saat dia masih hidup selalu berputar putar di ingatan nya.
Apalagi kalau malam, lantunan lagu yang selalu Arya nyanyikan, terus terngiang-ngiang di telinga nya.
"Ya Alloh.. Pertemukan lah sekali saja aku dengan suami ku.. Aku mohon kepada-Mu ya Rabb. "
Amira bersimpuh menadahkan diri pada sang Pencipta.
Dari luar, pintu di gedor -gedor agar Amira mau membuka nya.
Ibu , Purnama dan bapak memanggil manggil Amira, agar dia bersedia keluar. tetapi tetap saja nihil, sekarang jangan kan membuka pintu, suara tangisan nya pun sudah tak terdengar lagi.
Akhirnya keluarga Amira memutuskan untuk mendobrak pintu kamar nya.
Amira di temukan terkulai lemah di atas sajadah dengan masih menggunakan mukena.
Lalu mereka membawa Amira ke dokter.
Dokter pun menyarankan agar Amira di rawat selama beberapa hari saja di Rumah Sakit.
Sampai sekarang Amira pun tak ingin makan sama sekali. Dia seakan akan menjadi mayat hidup..
Keluarga Amira bingung harus berbuat apa.
"Nak kenapa kamu seperti ini?.., Apa kamu tidak menyayangi Purnama lagi?.., Dia masih membutuhkan seorang ibu. Bangkitlah kembali nak.. masa depanmu masih panjang. Ikhlaskan lah kepergian Arya, biar dia tenang di alam sana. "
Kata bapak, menasehati Amira.
Amira tidak mengeluarkan sepatah katapun. Hanya air mata yang menjawab semuanya.
Para tetangga datang menengok Amira, di antara mereka ada yang menyarankan agar keluarga Amira memanggil seorang kiai yang bisa menasehati Amira agar tidak terlalu larut dalam kesedihan.
Besok pagi nya di panggil lah seorang kiai yang di sarankan oleh ibu Amah(nama tetangga Amira).
Pak kiai memegang kepala Amira, lalu memberi air agar di tetes kan ke dalam bibir Amira sedikit-sedikit.
Setelah airnya masuk mulut Amira. Amira membuka perlahan lahan matanya. Dilihat nya ke sekeliling orang-orang yang ada di sana.
Kemudian Amira melihat ke arah pak kiai, mulut nya mau berbicara tapi terasa begitu sulit baginya.
"Apa yang mau kamu tanyakan Amira? " kata pak kiai
Amira menjawab dengan terbata-bata.
"Ke na pa Alloh mengam bil orang yang aku sayang? "
Kita semua ini ciptaan-Nya, bukan hanya Arya..,Aku, kamu dan semuanya juga akan kembali menghadap Nya.
"Ke na pa harus dia dulu pak?... "tanya Amira lagi.
" Jika kamu mempunyai banyak bunga, bunga manakah yang akan kamu petik?.. yang sudah layu apa yang masih segar?.. " Pak kiai malah balik bertanya pada Amira.
Amira berpikir sejenak lalu menjawab, "Saya memilih untuk memetik bunga yang masih segar pak.. "
"Nah, makanya Alloh menginginkan untuk memetik dahulu bunga yang mekar, yang masih segar"
"Arya selama masa hidupnya selalu menebar kebaikan kepada semua orang termasuk padamu istrinya.makanya dia tergolong ke dalam golongan bunga mawar mekar tersebut.Toh bunga yang sudah layu kan akan jatuh dengan sendirinya. "
Begitu penuturan pak kiai
"Bangkitlah kembali nak.. semua yang kita miliki hanyalah sekedar titipan, yang bisa kapan saja Alloh ambil kembali. "
"Kita boleh saja sedih dengan kepergian orang yang kita sayangi tapi bukan berarti kita terus larut dalam kesedihan itu"
"Cobalah bangkit, perbaiki diri kita, banyak berdoa untuk Almarhum suami mu, agar semua amal ibadah nya di Terima dan segala dosa nya Alloh maafkan. "
"Aamiin yra.."
Setelah memberi wejangan panjang lebar akhirnya pak kiai pun kembali.
Amira mulai meresapi setiap perkataan pak kiai, Dia sekarang mulai mau makan, walaupun hanya sesuap dua suap.
Setelah beberapa hari Amira sekarang sudah di ijin kan untuk pulang ke rumah.
Dia mulai kuat untuk membereskan baju dan segala macam peninggalan Arya untuk di sumbangkan kepada orang-orang yang membutuhkan.
Agar nantinya menjadi tambahan amal ibadah buat Arya
enam bulan lebih kepergian Arya, akhirnya Amira mulai beraktivitas kembali seperti biasa
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 43 Episodes
Comments