Sudah pukul sembilan malam lebih. Namun, Dharen yang terlalu penasaran kepada Alina, diam-diam membuntuti Alina. Dharen takut, pengasuhnya yang bar-bar, berakhir mati sia-sia karena ulah suami sekaligus sang mertua.
“Loh, dia ke kliniknya mbak Binar? Mau ngapain? Apa mau beli obat cacing, biar dinosaurus di perutnya enggak sibuk demo sambil zumba lagi? Apa, ... dia malah mau menjalani pekerjaan tambahan?” lirih Dharen yang kemudian sengaja memasuki halaman klinik milik Binar.
Namun anehnya, setelah memarkir motornya, Alina tak kunjung keluar. Padahal, Dharen sudah menunggu lama. “Nih orang pingsan, sakratulmaut karena penyakit kronis apa gimana? Atau, ... di dalam ada keluarga yang sakit makanya dia sengaja jaga?” pikir Dharen masih bertanya-tanya. Ia masih di dalam mobil, di balik kemudi sementara kali ini, atap mobilnya ia biarkan tertutup.
Di lain sisi, Yusuf merasa sangat marah atas penolakan sekaligus pemberontakan yang terus Alina lakukan. Begitu juga dengan ibu Mimi yang masih sakit pinggang setelah terbanti.ng karena terpeleset lantai yang dipel Rita. Rita yang sampai malam ini masih ada di sana dan memang akan menginap di sana. Bilangnya sih untuk merawat ibu Mimi, tapi melihat Yusuf saja, Rita tidak bisa untuk tidak tebar pesona.
Di kamar ibu Mimi, kebersamaan Yusuf dan sang mama menghasilkan kesepakatan final. Yusuf akan menikahi Rita dalam waktu dekat sebagai gebrakan untuk membalas sakit hatinya kepada Alina.
“Sabtu besok juga, aku akan menikahi Rita. Aku tidak akan memberitahu Alina secara khusus, tapi aku pastikan, dia akan datang sebagai undangan,” tegas Yusuf dan ibu Mimi sangat bahagia. Ibu Mimi sangat bangga dengan gebrakan yang dilakukan oleh putra semata wayangnya.
Diam-diam, Rita yang beg.o tapi licik, tersenyum girang. Rita masih menguping pembicaraan di dalam kamar ibu Mimi. “Yes! Sepertinya emosi mas Ucup lagi kurang baik. Sepertinya, dia juga sengaja menjadikan aku pelampia.san. Ini cocok buay aku beraksi dan menjebaknya. Agar saat malam pertama nanti, aku dan mama enggak harus bikin drama.”
“Iya, malam ini juga kami harus tidur ninaninu bareng!” batin Rita sangat bersemangat. Padahal, sampai detik ini ia masih berhijab lengkap dengan cadar. Andai ibu-ibu pengajian yang sudah jadi suhu tahu, matenglah Rita diceramahi tiada henti.
“Setelah ini, mau tidak mau. Suka tidak suka, mas Yusuf tidak berhak protes dengan keadaan perutku. Untung sejak aku hamil, tubuhku langsung melarnya pesat banget. Malahan, tubuhku tiga kali lipat lebih besar dari tubuh si Alina yang mirip model majalah dew.asa.”
“Namun berkat tubuh melarku juga, kehamilanku tidak begitu menyita mata. Semuanya hanya berpikir aku terlalu gendut. Ditambah lagi, jurus jitu mama yang mengatakan aku ada lambung kronis, juga langsung diterima oleh tetangga maupun orang terdekat kami.” Rita yang masih berbicara dalam hati, dengan segera menuju tasnya.
Tas Rita ada di meja ruang keluarga. Dari tas terbilang besar berwarna ungu muda tersebut, Rita mengeluarkan obat bi.us khusus untuk laki-laki. Rita mengeluarkan mengeluarkan botol kecil yang cara kerjanya diteteskan. Rita sengaja membuat teh manis dan Rita contoh dari youtub.e.
“Sekarang aku cerdas karena aku belajar dari suhu youtub.e!” batin Rita dengan bangganya. Tak sabar rasanya bersanding dengan Yusuf tanpa hambatan apa pun. Juga, tan sabar rasanya untuk tidur bersama Yusuf sekaligus ninaninu seperti bahasa kekiniannya.
Ketika akhirnya Rita menyuguhkan segelas teh manis buatannya yang sudah dihiasi ob.at tetes khusus, Alina merasakan firasat. Di kamar Alina menginap, selain Alina jadi sibuk deg-degan parah. Alina sampai berkeringat sekaligus gemetaran hebat seolah dirinya telah meminum obat dan itu dalam do.sis berlebihan. Alina merasakan apa yang tengah Yusuf rasakan setelah suaminya itu meminum teh pemberian Rita.
Di dalam kamarnya, Yusuf jadi gelisah. Terkantuk-kantuk, tapi juga sangat bergai.rah. Namun, yang dipikirkan sekaligus Yusuf mau hanya Alina. Malahan, Yusuf jadi sibuk merintih memanggil nama Alina. Yusuf lupa, bahwa kini, wanita yang ia pastikan masih menjadi istrinya, tidak ada di rumah apalagi kamarnya. Juga, mengenai keputusan final Yusuf yang sudah merencanakan pernikahannya dan Rita, demi memberi Alina pelajaran.
“Harusnya ini sudah,” batin Rita yang memberanikan diri untuk mengetuk pintu kamar Yusuf. Meski dari tadi, dirinya sengaja terjaga di sana.
“S—sayang, ....” Yusuf segera melangkah menuju pintu. Ia begitu yakin, yang datang memang Alina sang istri. Alina yang sedang sangat ia nanti.
Meski jujur, sebenarnya Yusuf juga jadi bertanya-tanya. Kenapa dirinya mendadak sangat kacau layaknya sekarang? Karena meski sudah menahan hasr.at sejak kemarin, Yusuf merasa apa yang ia rasakan kali ini tidak normal. Ia sampai berkeringat, gemetaran, bahkan emosional hanya karena harus menahan.
Setelah akhirnya pintu kamar, Yusuf buka, Rita yang ada di hadapannya mendadak mirip Alina. Meski jelas keduanya sangat berbeda, efek obat yang Rita taruh di teh yang juga Yusuf habiskan, sukses membuat Yusus tidak bisa membedakan kenyataan dan halusinasi.
Sementara itu di kamarnya, Alina yang menenangkan diri dan baru saja minum menggunakan air mineral, tak sengaja menjatuhkannya. Sebab, Alina juga sampai terduduk tak tahan dengan rasa aneh yang sangat menyi.ksanya.
Yusuf sungguh masuk perangkap Rita. Rita si anak milenial yang jago untuk urusan pacaran apalagi ranjang, dengan begitu mudah melancarkan misinya. Semuanya sungguh seperti keinginan Rita. Ditambah lagi, yang Yusuf lihat bukan Rita, melainkan Alina. Malahan setiap panggilan sayang yang keluar dari bibir Yusuf juga masih Alina. Tentu Rita sakit hati. Namun demi misi ke depannya, Rita menahan itu.
“Sabar, Ta. Sabar. Setelah ini, kamu bakalan punya suami good looking dan good rekening. Bayi yang kamu kandung juga bakalan punya papa. Ditambah lagi, ibu Mimi sangat berharap punya cucu segera. Selain, tentu saja kamu yang bisa balas den.dam ke Erick!” batin Rita yang sudah benar-benar tak berbusana. Layaknya Yusuf yang juga terus memanggil Rita Alina.
Efek obat yang Rita teteskan ke teh manis Yusuf sangat luar biasa. Permainan ranjang Yusuf yang jadi ugal-ugalan, memuaskan Rita. Hingga kenyataan tersebut agak menutupi sakit hati wanita muda itu. Sebab lagi-lagi, nama yang Yusuf sebut tetap sama. ALINA!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 113 Episodes
Comments
Nartadi Yana
nama Yusuf tapi kelakuan iblis, zina
2024-11-21
0
Edy Sulaiman
dirinci dikit thor biar asyik nih...
2024-11-11
0
himawatidewi satyawira
8 tanjakan 15 tikungan, 6 turunan lngsng msk got🤣🤣🤣
2024-10-07
0