15 : Menantu, Bukan Pembantu

“Pokoknya Mama enggak mau tahu. Hari ini juga, saat kamu pulang. Kamu harus bawa Alina pulang juga!”

“Rita beneran enggak cocok buat beres-beres apalagi kalau urusan masak, Suf! Takutnya bukannya kenyang lebih-lebih enak, yang ada malah keracunan!”

“Sudah, Alina enggak usah kerja-kerja di luar. Kalau dia nekat tetap kerja, pastikan pekerjaan di rumah sudah beres. Baru dia boleh pergi.”

“Lagian lumayan juga kalau Alina kerja. Rumah rapi, ada penghasilan tambahan buat keluarga kita juga!”

Dari seberang, ibu Mimi teriak-teriak. Ibu Mimi yang menelepon Yusuf di jam kerja, mendesak Yusuf untuk segera membawa Alina pulang. Hanya saja, alasan itu terjadi bukan karena ibu Mimi menyesal telah zalim kepada Alina. Melainkan, ibu Mimi sadar, Rita tidak bisa diandalkan.

Ibu Mimi tidak membutuhkan Alina sebagai menantu. Karena ibu Mimi dengan sadar, membutuhkan Alina sebagai pembantu. Apa pun alasannya, Alina harus tunduk dan kembali beres-beres, mengerjakan semua pekerjaan di rumah Yusuf. Termasuk juga, hasil kerja Alina yang wajib disetorkan kepada ibu Mimi layaknya gaji Yusuf selama ini.

Kini, di tempat duduk kerjanya, Yusuf jadi gelisah. Bukan karena perkara permintaan sang mama yang akan sulit ia kabulkan. Terlebih membawa Alina pulang, tak semudah membawa wanita normal pada kebanyakan.

Ini mengenai Yusuf yang masih di jam kerja. Sementara kini, di depan ruang kerjanya yang juga diisi banyak karyawan, ada Dharen. Dharen masih ditemani Alina dan kakek Restu.

Karenanya, Yusuf buru-buru mengakhiri sambungan telepon mamanya. Ia menyimpan asal ponselnya ke saku sisi kanan celana bahan warna hitam, yang kali ini menyempurnakan penampilannya.

Alina tetap terlihat cantik meski hari ini, tak sampai merias wajah. Namun kedua mata Alina tampak bengkak parah. Bahkan meski Alina memakai kacamata. Diam-diam, Yusuf justru fokus mengawasi Alina. Padahal, Dharen yang kembali arogan bin bengis, tengah mengajak Yusuf berbicara.

“Eh, kamu siapa namanya!” kesal Dharen sambil menunjuk-nunjuk wajah Yusuf. Kemudian, ia sengaja menanyakannya kepada Alina.

“Yusuf,” bisik Alina tak sedikit pun iba kepada Yusuf. Hatinya telanjur bu.suk karena hubungan mereka. Sementara sesuatu yang bu.suk, apalagi hati, pasti sudah tidak bisa bekerja dengan semestinya lagi.

“PAK YUSUF!” Dharen sampai berteriak.

Namun, alasan Yusuf terusik, bukan karena bentakan Dharen. Melainkan usaha rekan kerjanya. Karyawan yang berdiri di sebelah kanan Yusuf, sengaja menendang kaki kanan Yusuf.

“Tolong jangan bikin saya marah-marah karena lebaran kurban masih lama. Belum saatnya bagi saya untuk mengorbankan karyawan seperti Anda. Yang sekadar ditanya saja tidak merespons!” bengis Dharen masih marah-marah.

Bukan hanya Alina yang diam-diam menahan tawa sambil menunduk, akibat kemarahan Dharen. Karena kakek Restu yang terkenal pendiam, juga sampai melakukan hal yang sama. Malahan, kakek Restu jadi jauh lebih bahagia ketika memergoki Alina juga menahan tawanya.

Namun dalam hatinya Dharen berdalih, tadi Yusuf justru sibuk mengawasi Alina. Layaknya pagi ini, ketika mereka bertemu di depan perusahaan hingga lift. Yusuf seolah menaruh perhatian lebih kepada Alina. Khas orang yang cemburu, sekaligus posesif.

“Si Yusuf ada apa ya, ke Suster Janc.ukku?” pikir Dharen. Ia meninggalkan ruang kerja Yusuf dengan jengkel.

“Untuk rapat nanti siang, bagaimana?” tanya kakek Restu, sementara Alina segera mundur, mengikuti di belakang keduanya.

“Nanti, kita bahas dengan papa Devano juga!” sergah Dharen masih jengkel. Terlebih marah-marah memang sudah menjadi lagu wajibnya dalam menjalani kehidupan ini.

Efek tidak punya orang tua sejak kecil, kepada pak Devano yang merupakan kakak dari mamanya, Dharen memang memanggilnya papa. Sejauh mengawasi, Alina juga merasa, kakek Restu tidak pernah marah kepada Dharen. Kakek Restu begitu sabar bahkan cenderung kasihan, dalam menghadapi Dharen.

“Pokoknya aku enggak mau bekerja sama dengan klien, yang porsi galaknya lebih badas dari aku. Masa iya, harus aku yang mengikuti kemauannya? Kalau mereka tetap enggak mau, lebih baik enggak bekerja sama saja. Nanti aku yang tegaskan ke perwakilan mereka. Bahwa jika mereka tetap tidak mau mendengarkan masukan dari kita, lebih baik enggak usah kerja sama saja!” tegas Dharen ketika akhirnya, mereka sudah adai di ruang kerja kakek Restu.

Di perusahaan besar mereka, posisi Dharen menempati generasi ke dua, setelah menjadikan kakek Restu sebagai pimpinan tertinggi. Sementara generasi pertama, tentu dipegang oleh pak Devano, kemudian baru Dharen. Dharen sendiri menerima posisi itu karena menggantikan alm. mamanya.

“Kompeni dilawan. Ya sudah, gencata.n senj.ata sekalian. Aku siap bawa bambu runcing yang pernah populer di zamannya,” batin Alina masih berdiri di belakang sofa tunggal, Dharen duduk.

Alina mendekap beberapa map di sebelah pinggang kanannya. Namun baru saja, dan sampai terus diulang, perut Alina bunyi. Bunyi keroncongan khas orang kelaparan.

Kelima pasang mata di sana, langsung menjadikan Alina sebagai pusat perhatian. Sekretaris pak Devano maupun sekretaris kakek Restu, merasa kasihan tapi juga ingin tertawa gara-gara keadaan Alina.

“Aduh ...,” batin Alina. Tangan kirinya yang tidak memegangi map, refleks memegangi perutnya yang dicubit saja susah, saking ratanya.

Dharen yang tidak tahan dengan bunyi di perut Alina, berangsur balik badan. Ia sampai menengadah hanya untuk menatap kedua mata Alina.

“Sus, perut kamu kena gempa. Atau memang ada dinosaurus ngam.uk kelaparan di sana?” tanya Dharen dengan nada yang benar-benar sinis.

Tentu saja alasan perut Alina sibuk keroncongan karena terakhir Alina makan itu, kemarin pagi. Nasi goreng buatannya saat di rumah Yusuf, itu saja dengan jumlah tak seberapa. Sementara pagi tadi, Alina menolak sarapan pemberian Binar. Sebab terlalu stre.s, membuat Alina tak napsu makan.

Meski malu setengah mati gara-gara pertanyaan Dharen, Alina tetap tersenyum. Lain dengan pak Devano dan kakek Restu yang malah Alina pergoki sibuk menahan senyum.

Ketika jam istirahat tiba, Alina diperbolehkan meninggalkan ruang kerja kakek Restu. Termasuk kedua sekretaris yang tadi sempat di dalam. Jadi, kini di dalam ruang kerja kakek Restu hanya tinggal pak Devano, Dharen, dan juga kakek Restu.

“Ya Allah, ... semenjak menikah dengan mas Yusuf, aku memang enggak ada simpanan blas. Bensin motor dari perusahaan pun, memang sudah ada jatahnya dari perusahaan. Mau enggak mau, daripada pingsan apalagi penyakitan gara-gara kelaparan, nanti aku mau pinjam uang ke mbak Binar,” pikir Alina yang hendak masuk ke ruang kerjanya.

Karena meski memang sangat lapar, Alina tidak uang untuk membeli makanan bahkan sekadar minuman. “Ini yang dinamakan titik nadir. Ya enggak apa-apa, sih. Semangat!” lirih Alina mendadak dikejutkan oleh sebelah tangannya yang ditarik pak.sa dari belakang.

Alina pikir, itu Dharen yang kembali menguji kesabarannya. Namun ternyata, itu justru Yusuf.

Terpopuler

Comments

Ira Rachmad

Ira Rachmad

sumpah..asli ngikik sendirian aku

2024-10-21

0

Abinaya Albab

Abinaya Albab

dharen sama zeedev 11 12 klo ngomong asal njeplak juga galaknya allahuakbar /Grin/

2024-08-09

0

Sandisalbiah

Sandisalbiah

hah.. miris banget nasib Alina jd istri lelaki tulalit... pantas aja istri pak Akala begitu membenci Yusuf

2024-07-28

0

lihat semua
Episodes
1 1 : Mandul Dan Poligami
2 2 : Bagai Api Dalam Sekam
3 3 : Menolak Disentuh
4 4 : Rita, Pacaran Kebablasan, Hamil Di Luar Pernikahan, Menantu Idaman Ibu Mimi!
5 5 : Persiapan
6 6 : Si Mandul Dan Si Masya Allah
7 7 : Menjadi Pengasuh Dharen
8 8 : Dharen, Target Suami Baru Alina
9 9 : Kecemburuan Yusuf
10 10 : Terlalu Jiji.k
11 11 : Menantu Sin.ting yang Melarikan Diri
12 12 : Dibagi Dua
13 13 : Pengasuh Jan.cuk
14 14 : Rita yang Merasa Tidak Pernah Salah
15 15 : Menantu, Bukan Pembantu
16 16 : Kekhawatiran Dan Kepedulian
17 17 : Jebakan Rita Dan Tidur Bersama!
18 18 : Pengacara
19 19 : Terikat Kesepakatan
20 20 : Cantik Banget!
21 21 : Mesin Cuci
22 22 : Resep Hidup Hemat
23 23 : Sudah Janji
24 24 : Undangan Pernikahan
25 25 : Menyusun Rencana Dan Persiapan
26 26 : Zeedev Dan Sudah Sampai Hotel
27 27 : Kacau Dan Tidak Nyaman
28 28 : EMOSI ISTRI PERTAMA
29 29 : Salah Cari Lawan
30 30 : Lelah (Tidak Apa-Apa )
31 31 : Mendadak Liburan
32 32 : Pernikahan Macam Apa?
33 33 : Balas Dendam Dengan Bahagia
34 34 : Ini Belum Apa-Apa, Mas!
35 35 : Menemani Selama 24 Jam
36 36 : Sunah Rasul Malam Jumat
37 37 : Pelukan Penenang
38 38 : Ayang!
39 39 : Memulai Misi
40 40 : Miranda (Misi Menyelamatkan Calon Janda)
41 41 : Emosi Dan Tawa Di Balik Misi
42 42 : Mandul, Hamil, Dan Kehamilan Rita
43 43 : Merasa Di Atas Awan
44 44 : Erick Dan Masa Lalu Rita
45 45 : Voucher Dan Member
46 46 : Tidak Mau Mencerai Dan Minta Dinafkahi
47 47 : Sederet Rencana
48 48 : Beberapa Bukti
49 49 : Sebenarnya Sudah Sangat Kacau
50 50 : Surat Gugatan Cerai
51 51 : PENDARAHAN
52 52 : Merasa Tidak Bersalah
53 53 : TALAK
54 54 : Istirahat Total
55 55 : C.iuman Pertama
56 56 : Bertemu Rita dan Erick
57 57 : Ribut Dan Kejutan
58 58 : Waktu Bahagia
59 59 : Putusan Perceraian
60 60 : Kencan Dan Syukuran
61 61 : Berusaha Romantis
62 62 : Minuman yang Dikhususkan
63 63 : Perlawanan Dari Alina
64 64 : Berakhir Tenggelam
65 65 : Akan Menikah
66 66 : Selangkah Lagi
67 67 : Akhirnya Sah!
68 68 : Sus Dan Bayik Sudah Menikah
69 69 : Memang Dia Suamiku!
70 70 : Secuil Kebu.sukan yang Akhirnya Terungkap
71 71 : Rita Oh Rita
72 72 : Kehidupan Setelah Menjadi Suami Istri
73 73 : Digere.bek
74 74 : Talak Dan Bukan Mimpi
75 75 : Keseng.saraan Yusuf
76 76 : Kehamilan Alina
77 77 : Ngem.is
78 78 : Kabar Kehamilan Alina dan Laki-Laki Mandul
79 79 : Niat Banget
80 80 : Pembuktian dan Tes Mandul
81 81 : Kurang Subur Dan Sifilis
82 82 : Keluarga Dari Kampung
83 83 : Yusuf yang Ingin Bahagia
84 84 : Buah yang Sangat Manis
85 85 : Berderai Air Mata
86 86 : Waktu yang Berputar Sangat Cepat
87 87 : Harus Segera Menjalani Persalinan
88 88 : Pembukaan!
89 89 : Akhirnya Lahiran
90 90 : Efek Mengidam
91 91 : Kabar Yusuf dan Bu Mimi
92 92 : Kabar Terbaru Rita
93 93 : Kasih Sayang Untuk Oskar
94 94 : Bahagia Bersama Orang yang Tepat
95 95 : Mengasuh Anak-Anak
96 96 : Kumis Cakar Katulistiwa
97 97 : Sempurna Di Mata Orang Lain
98 98 : Karena Akina
99 99 : Pernikahan Yusuf
100 Novel Keluarga Alina & Dharen
101 100 : Episode Spesial
102 Sampai Jumpa Dan Terima Kasih!
103 Novel Menikahi Wanita Taruhan
104 Novel : Talak Di Malam Pertama (Kesucian yang Diragukan)
105 Promo Novel : Rujuk Bersyarat Turun Ranjang
106 Novel : Bukan Tulang Rusuk, Tapi Tulang Punggung (Penyesalan Papa Dari Anakku)
107 Promo Novel : Bukan Mauku Hamil Di Luar Nikah
108 Promo Novel : Gadis Berisik Kesayangan CEO Pembaca Pikiran
109 Novel Akina : Ternyata Aku ISTRI KEDUA (Dibuang Setelah Istri Pertama Hamil)
110 Tukar Tambah Pasangan (Gara-Gara Dituduh Mandul)
111 Novel Baru : Kau Selingkuh Dengan Istriku, Kuratukan Istrimu
112 Promo Novel : Kejar Aku Mas Mafia! (Kisah Cinta Dua Dunia)
113 Novel Baru : Pengantin Samaran Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa
Episodes

Updated 113 Episodes

1
1 : Mandul Dan Poligami
2
2 : Bagai Api Dalam Sekam
3
3 : Menolak Disentuh
4
4 : Rita, Pacaran Kebablasan, Hamil Di Luar Pernikahan, Menantu Idaman Ibu Mimi!
5
5 : Persiapan
6
6 : Si Mandul Dan Si Masya Allah
7
7 : Menjadi Pengasuh Dharen
8
8 : Dharen, Target Suami Baru Alina
9
9 : Kecemburuan Yusuf
10
10 : Terlalu Jiji.k
11
11 : Menantu Sin.ting yang Melarikan Diri
12
12 : Dibagi Dua
13
13 : Pengasuh Jan.cuk
14
14 : Rita yang Merasa Tidak Pernah Salah
15
15 : Menantu, Bukan Pembantu
16
16 : Kekhawatiran Dan Kepedulian
17
17 : Jebakan Rita Dan Tidur Bersama!
18
18 : Pengacara
19
19 : Terikat Kesepakatan
20
20 : Cantik Banget!
21
21 : Mesin Cuci
22
22 : Resep Hidup Hemat
23
23 : Sudah Janji
24
24 : Undangan Pernikahan
25
25 : Menyusun Rencana Dan Persiapan
26
26 : Zeedev Dan Sudah Sampai Hotel
27
27 : Kacau Dan Tidak Nyaman
28
28 : EMOSI ISTRI PERTAMA
29
29 : Salah Cari Lawan
30
30 : Lelah (Tidak Apa-Apa )
31
31 : Mendadak Liburan
32
32 : Pernikahan Macam Apa?
33
33 : Balas Dendam Dengan Bahagia
34
34 : Ini Belum Apa-Apa, Mas!
35
35 : Menemani Selama 24 Jam
36
36 : Sunah Rasul Malam Jumat
37
37 : Pelukan Penenang
38
38 : Ayang!
39
39 : Memulai Misi
40
40 : Miranda (Misi Menyelamatkan Calon Janda)
41
41 : Emosi Dan Tawa Di Balik Misi
42
42 : Mandul, Hamil, Dan Kehamilan Rita
43
43 : Merasa Di Atas Awan
44
44 : Erick Dan Masa Lalu Rita
45
45 : Voucher Dan Member
46
46 : Tidak Mau Mencerai Dan Minta Dinafkahi
47
47 : Sederet Rencana
48
48 : Beberapa Bukti
49
49 : Sebenarnya Sudah Sangat Kacau
50
50 : Surat Gugatan Cerai
51
51 : PENDARAHAN
52
52 : Merasa Tidak Bersalah
53
53 : TALAK
54
54 : Istirahat Total
55
55 : C.iuman Pertama
56
56 : Bertemu Rita dan Erick
57
57 : Ribut Dan Kejutan
58
58 : Waktu Bahagia
59
59 : Putusan Perceraian
60
60 : Kencan Dan Syukuran
61
61 : Berusaha Romantis
62
62 : Minuman yang Dikhususkan
63
63 : Perlawanan Dari Alina
64
64 : Berakhir Tenggelam
65
65 : Akan Menikah
66
66 : Selangkah Lagi
67
67 : Akhirnya Sah!
68
68 : Sus Dan Bayik Sudah Menikah
69
69 : Memang Dia Suamiku!
70
70 : Secuil Kebu.sukan yang Akhirnya Terungkap
71
71 : Rita Oh Rita
72
72 : Kehidupan Setelah Menjadi Suami Istri
73
73 : Digere.bek
74
74 : Talak Dan Bukan Mimpi
75
75 : Keseng.saraan Yusuf
76
76 : Kehamilan Alina
77
77 : Ngem.is
78
78 : Kabar Kehamilan Alina dan Laki-Laki Mandul
79
79 : Niat Banget
80
80 : Pembuktian dan Tes Mandul
81
81 : Kurang Subur Dan Sifilis
82
82 : Keluarga Dari Kampung
83
83 : Yusuf yang Ingin Bahagia
84
84 : Buah yang Sangat Manis
85
85 : Berderai Air Mata
86
86 : Waktu yang Berputar Sangat Cepat
87
87 : Harus Segera Menjalani Persalinan
88
88 : Pembukaan!
89
89 : Akhirnya Lahiran
90
90 : Efek Mengidam
91
91 : Kabar Yusuf dan Bu Mimi
92
92 : Kabar Terbaru Rita
93
93 : Kasih Sayang Untuk Oskar
94
94 : Bahagia Bersama Orang yang Tepat
95
95 : Mengasuh Anak-Anak
96
96 : Kumis Cakar Katulistiwa
97
97 : Sempurna Di Mata Orang Lain
98
98 : Karena Akina
99
99 : Pernikahan Yusuf
100
Novel Keluarga Alina & Dharen
101
100 : Episode Spesial
102
Sampai Jumpa Dan Terima Kasih!
103
Novel Menikahi Wanita Taruhan
104
Novel : Talak Di Malam Pertama (Kesucian yang Diragukan)
105
Promo Novel : Rujuk Bersyarat Turun Ranjang
106
Novel : Bukan Tulang Rusuk, Tapi Tulang Punggung (Penyesalan Papa Dari Anakku)
107
Promo Novel : Bukan Mauku Hamil Di Luar Nikah
108
Promo Novel : Gadis Berisik Kesayangan CEO Pembaca Pikiran
109
Novel Akina : Ternyata Aku ISTRI KEDUA (Dibuang Setelah Istri Pertama Hamil)
110
Tukar Tambah Pasangan (Gara-Gara Dituduh Mandul)
111
Novel Baru : Kau Selingkuh Dengan Istriku, Kuratukan Istrimu
112
Promo Novel : Kejar Aku Mas Mafia! (Kisah Cinta Dua Dunia)
113
Novel Baru : Pengantin Samaran Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!