Tanpa merasa berdosa atau setidaknya bersalah, Yusuf berangsur mendekap tubuh Alina. Dekapan yang benar-benar inte.ns, tapi Alina sudah langsung memberontak. Alina sudah langsung menjaga jarak.
“Ini, apa lagi?” tanya Yusuf, antara bingung tapi juga marah. Masa iya, dipeluk saja, Alina jadi tidak mau?
“Mulai malam ini juga, sejak Mas mantap untuk poligami, Mas juga enggak perlu memberiku nafkah batin lagi,” ucap Alina. Sadar, sang suami terkejut bahkan marah, Alina berkata, “Buat apa buang-buang waktu tidur dengan wanita yang kalian tuduh mandul? Bahkan mama Mas sendiri, lebih berharap Mas nikah sama kucing ketimbang wanita sepertiku, kan?”
“S—sayang, kamu ini ya. Makin ke sini makin baperan. Sensi banget, enggak bisa palah-pilih ucapan mama. Padahal kamu tahu mama kayak apa,” ucap Yusuf yang pada akhirnya tidak bisa untuk tidak marah.
“Lah, aku kan memang begini adanya, Mas. Masa lima tahun menikah, Mas baru tahu? Oalah ya pantas ... selama ini kan, Mas memang nikah dengan aku, tapi fokus Mas tetap ke mama Mas. Jadi ya gini hasilnya. Mas jadi suami enggak tahu diri. Beneran mirip sama mama Mas! Andai yang dapat istri sepertiku suami lain, pasti jidat mereka sampai hitam gara-gara sibuk sujud syukur!” kesal Alina.
Padahal harusnya Yusuf tahu, dituduh mandul saja sudah sangat menyakitkan bagi Alina. Ditambah lagi, selama pernikahan, Alina sudah bersusah payah menjadi istri yang baik. Alina sudah mendu.ngukan telinga berikut hatinya demi tetap waras menghadapi ibu mertua dakjal seperti ibu Mimi. Alina bahkan rela melepas karier cemerlangnya dan benar-benar menjadi IRT layaknya yang Yusuf minta. Namun jangankan kenyamanan apalagi kehidupan mewah, sekadar menjaga perasaan Alina saja, Yusuf tidak bisa. Yusuf masih saja mengutamakan mamanya.
“S—sayang!” ucap Yusuf berusaha membujuk Alina. Ia tak mau hubungan mereka makin keruh.
“Satu lagi, Mas. Aku beneran enggak akan izinin Mas menyentuhku, selama Mas BELUM MENCERAIKAN ISTRI BARU MAS!” sergah Alina. “Karena apa? Karena aku enggak mau tertular penyakit kelam.in!”
Apa yang Alina tegaskan kali ini benar-benar membuat Yusuf tercengang.
“Memangnya, wanita muda mana, yang mau menjadi istri kedua? Wanita macam apa, yang mau jadi mesin pencetak anak, untuk pria tua bahkan sudah beristri? Fix, OTAK DIA BERMASALAH! Usianya belum dua puluh tahun. Di era yang serba canggih ini, usia itu baru membuatnya lulus SMA. Masa depannya masih sangat panjang!”
“PADAHAL, kata mama Mas, dia anaknya sahabat mama Mas. ATAU, kalian memang sekumpulan manusia enggak punya otak bahkan hati, makanya cara pikir kambing saja lebih masuk akal!”
“Alina Princesela Kalandra ...!”
“Ya, itu namaku, Mas. Nama yang diberikan oleh orang tuaku, dengan harapan, aku yang cerdas serba bisa ini, juga selalu diperlakukan layaknya princess, terlebih oleh suami dan mama mertuanya!” tegas Alina.
“Kembali ke pembahasan kita sebelumnya. WANITA macam apa? Baru lulus SMA sudah mau menikah! Meski enggak bis aku pungkiri, beberapa anak SMP sekarang, dandannya sudah mirip tante-tante!”
“Yang jelas aku yakin, pilihan mama pasti yang terbaik!” tegas Yusuf memotong ucapan Alina.
“Lah, tahu gitu, ngapain enggak ceraikan aku saja?” balas Alina.
“MEMANGNYA LAKI-LAKI MANA YANG MAU MENIKAHI WANITA MANDUL?!” lantang Yusuf.
Di balik pintu kamar Yusuf dan Alina berada, ibu Mimi yang sengaja menempelkan telinga kanannya di pintu, tersenyum puas. “YESSSS!” batinnya.
“HARUSNYA KAMU MIKIR. Harusnya kamu berterima kasih karena aku sengaja mempertahankan kamu. Aku kasihan ke kamu karena aku terlalu sayang. Aku peduli banget ke kamu!”
“Alasanku menikah lagi, hanya agar kita punya anak. Setelah itu, kita sama-sama lagi!” tegas Yusuf lagi.
“Ya sudah, diatur saja begitu! Namun semuanya tetap seperti tadi. Kalau Mas butuh se.ks dan lainnya, minta saja ke istri baru Mas. Istri baru yang Mas yakini terbaik karena itu pilihan mama Mas. Meski aku juga sampai mendoakan, SEMOGA WANITA MUDA YANG MENG.OBLOKAN DIRI MAU MENIKAH DENGAN SUAMI ORANG. SEMOGA WANITA YANG HANYA AKAN MENJADI PENCETAK ANAK ITU, BUKAN WANITA YANG OTAKNYA KURANG. BUKAN JUGA WANITA HAMIL DI LUAR PERNIKAHAN Karena KEBABLASAN KETIKA PACARAN!”
“Apa? Mas enggak terima? Mas saja menuduh aku mandul. Aku juga boleh dong, nuduh balik ke Mas, jangan-jangan justru Mas YANG MANDUL!”
“AKU AKAN MEMBUKTIKAN BAHWA AKU TIDAK MANDUL, ALINA! ISTRI BARUKU PASTI AKAN LANGSUNG HAMIL!”
“Dan semoga itu bukan benih orang!” tegas Alina.
“Sudah, jangan dilanjutkan lagi. Setelah bahagia dengan pernikahan barumu, Mas cukup ceraikan aku!” tegas Alina berusaha berdamai dengan kenyataan. “Namun selama itu juga, semuanya seperti yang aku katakan.”
“Aku benar-benar akan mempercantik diri, dan aku pastikan, kamu akan sangat sulit menggapai bahkan sekadar menyentuhku. Aku juga akan menjalani hidup mewah dengan hasil kerja kerasku dalam bekerja nanti. Iya, ... aku siap menjadi sekretaris sekaligus asisten pribadi Bos Dharen, seperti tawaran langsung dari paman beliau! Di perusahaan nanti, kita akan menjadi orang asing dan kamu akan kembali menjadi bawahanku! Selanjutnya, ketika kamu bahagia dengan caramu, aku juga akan bahagia dengan caraku, Mas!” batin Alina.
Keadaan benar-benar telanjur keruh. Di lain sisi, Yusuf memang sangat marah kepada Alina. Namun di sisi yang lain lagi, Alina terlalu sempurna untuk tidak ia sentuh. Karena jangankan laki-laki di luar sana, Yusuf yang statusnya sebagai suami Alina juga selalu merasa tergo.da kepada istrinya sendiri.
Wajah cantik, fisik kencang, dan semuanya dalam porsi pas tanpa kurang. Itulah Alina. Yusuf memang seberuntung itu, meski khusus untuk urusan momongan, menjadi pengecualian.
“Semuanya beneran enggak dimulai dari setelah aku menikah lagi saja?” ucap Yusuf sambil memandangi punggung Alina.
Alina sudah tidur di posisi biasa wanita itu tidur. Namun kali ini, Alina yang membelakangi Yusuf juga sampai menutup rapat tubuhnya.
“Enggak. Semuanya benar-benar sudah dimulai dari malam ini. Selain itu, ... saat nanti aku punya uang, aku juga akan cek kesehatan. Karena harusnya aku tidak mandul. Tidak ada sejarah itu dalam keluargaku. Bahkan kamu tahu sendiri, aku punya kembaran. Kembaranku yang dua tahun kemarin nikah, anaknya sudah bisa jalan!” balas Alina masih dingin.
Yusuf mendengkus frustasi. Namun segera ia mendekati Alina. “S—sayang ... punyaku sudah bangun dari tadi hanya karena aku lihat paha kamu! Dia tahu kamu memang miliknya!” rengeknya benar-benar memohon.
“Meski menolak ajakan berhubungan dari suami bisa bikin aku dimurtadkan. Aku percaya, Allah maupun malaikatnya bisa menilai dari sisi yang berbeda. Aku merasa dizal.imi dan ini sudah berulang kali,” balas Alina benar-benar enteng sekaligus cuek.
“S—sayang, ih ....”
“Kalau Mas beneran mau banget, ya sudah sana minta ke mama Mas. Mama Mas kan istri idaman. Toh selama menikah saja, yang pegang gaji Mas, mama Mas. Harusnya mama Mas juga dong, yang memenuhi kebutuhan se.ksual Mas. Kecuali kalau gaji Mas, aku yang pegang dan mama Mas terima beres!” Alina yang memejamkan mata juga berkata, “Bismillah ... OTW ganti suami juga karena aku yakin, ketimbang menceraikan istri barunya, juga menerima peraturanku, suamiku lebih memilih untuk menceraikan aku!”
Yusuf mendelik karena terlalu syok. Namun ketimbang Yusuf, ada yang lebih syok dan itu mamanya Rita. Sementara Rita ini, merupakan calon istri muda Yusuf.
Lantas, apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa menantu pilihan ibu Mimi, membuat mamanya syok?
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 113 Episodes
Comments
himawatidewi satyawira
thor pny golok? udh diasah ndak?
2024-10-05
0
Sandisalbiah
omongan Akina langsung tembus ke langit tuh.. si Riyan hamil dgn pacarnya dan sayang Tusuk yg bakalan jd bapaknya 😂😂😂😂
2024-07-27
0
NUR 14✨
good buat mu Alina, saatnya bangkit lawan mama mertua sekaligus suami yg slma ini nindas kamu
2024-07-08
0