11 : Menantu Sin.ting yang Melarikan Diri

Kamar di sebelah dapur dan dimaksud menjadi kamar baru untuk Alina, lebih layak disebut gudang. Kamar yang awalnya rapi karena tak luput dari tangan cekatan Alina yang membereskan, kini penuh barang-barang.

“Aku, disuruh tidur kamar rasa gudang begini? Dikiranya aku ibu Mimi, yang gaya hidupnya memang fifty fifty sama tikus?!” lirih Alina benar-benar sinis.

Di luar sana, Yusuf sedang protes kenapa pria itu sampai dikurung di kamar. Itu cara ibu Mimi memisahkan Yusuf dari Alina. Namun Alina justru diam-diam berterima kasih.

“Soalnya kalau mas Yusuf terus ngikutin aku, yang ada aku makin repot. Minggat-minggat setelah ibu Mimi tidur. Dikiranya aku ini panti sosial. Dikasih hati sama jantung, ta.i di usus pun di embat!” sebal Alina sambil mengintip keadaan luar sana.

“Kalau cara kamu begini, jelas kamu salah, Bu Mimi. Duh, ngeri kalau kamu beneran jadi manusia bisul!” batin Alina memilih mengunci pintu ruangan di sana dari dalam.

“Sudah numpang, jangan pura-pura amnesia buat enggak bantu-bantu, kamu ya. Beres-beres dulu sebelum tidur!” seru ibu Mimi sambil menggedor-gedor pintu kamar Alina berdiri.

Alina yang memang masih berdiri di balik pintu langsung mendelik kesal. “Oke, sekalian wajah kamu juga bakalan aku pel! Sementara mulut kamu juga lebih pantas minum air pel buat herbal malam!”

Kebetulan, alat pel dan beres-beres lainnya juga ada di sana. Padahal, biasanya semua itu Alina susun rapi di sebelah jemuran belakang.

“Emang si Mimi sudah sakit. Kehed tuh orang. Semoga yah, ya Allah. Dengan keridhoan hamba dizalimi dia, calon mantu dia yang katanya Masyaa Allah. Jadi Musibah Ya Allah!” gerutu Alina.

Alina sungguh membawa alat pel yang ada tongkatnya lengkap dengan ember. Alina mengisi nyaris penuh embernya, kemudian membawanya ke ibu Mimi.

“Syukurlah langsung tahu diri!” sinis ibu Mimi yang nyaris masuk kamarnya.

“Hitung-hitung buat salam perpisahan!” ucap Alina sangat bersemangat.

“S—salam, ... s—salam perpisahan gimana, maksudnya?” balas ibu Mimi yang memang mulai takut. Karena jika Alina sampai sangat semangat seperti sekarang. Padahal ia terus membuat Alina kesal, yang ada—

“Byur ...!”

Tanpa basa-basi lagi, Alina sungguh mengguyur wajah maupun bagian tubuh ibu Mimi yang lain.

Setelah terdiam cukup lama karena syok, akhirnya ibu Mimi menjerit. Jeritan yang sampai berhasil menggetarkan rumah. Juga, jeritan yang langsung berhenti ketika Alina sampai menjadikan ember pelnya sebagai topi ibu Mimi. Kepala hingga leher ibu Mimi sampai tertutup air.

Meski sempat kembali diam, ibu Mimi juga kembali berteriak. Wujud dari rasa kesalnya kepada Alina. “Dasar menantu sin.ting!”

Padahal luka-luka yang selama ini ibu Mimi torehkan, khususnya luka batin kepada Alina, jauh berkali-lipat menyak.itkan. Namun lagi-lagi, ibu Mimi tetap merasa yang paling terzalimi.

“Brak ... brakk ... brakkk!” Alina yang belum puas dengan penderit.aan ibu Mimi. Apalagi ibu Mimi terus berteriak, sengaja menjadikan ember pel di kepala ibu Mimi menjadi kendang dadakan.

“Yusuffff, istri mandul kamu, bang.keeeeee!” teriak ibu Mimi. Pusing bahkan vertigo rasakan, ibu Mimi rasakan gara-gara kejadian sekarang.

“Mana mungkin si Yusuf bisa nolongin. Orangnya saja situ kunci!” sinis Alina sambil melangkah pergi.

Alina kembali masuk ke kamar belakang. Meninggalkan ibu Mimi yang terus meraung-raung kesal kepadanya.

***

Keesokan harinya, adzan subuh sudah berkumandang. Namu kepala ibu Mimi masih terasa sangat berat. Permukaan bumi ini masih terasa berputar-putar bagi ibu Mimi. Padahal, kepala, leher, maupun tengkuknya sudah dipenuhi koyok.

Ibu Mimi keluar dari kamar dengan langkah terseok-seok. Kedua tangannya berpegangan pada dinding. Namun, air di lantai depan kamarnya membuatnya terpeleset dan berakhir terbant.ing. Ternyata air pel yang Alina siramkan semalam kepadanya, masih dibiarkan begitu saja.

“ALINA, KAMU INI BENERAN SINTING, YA? SENGAJA BANGET BIKIN SAYA CEPAT MATI!”

Tak ada tanggapan berarti. Rumah tetap dalam keadaan sepi hingga ibu Mimi, terpaksa bangun sendiri. Terseok-seok ia membuka kunci pintu kamar Yusuf.

“Kamu belum bangun, Suf!” seru ibu Mimi yang sampai membuka pintu kamar Yusuf. Hingga ia melihat apa yang terjadi di dalam sana. Sang putra meringkuk di pinggir tempat tidur. Dan bisa dipastikan, Alina tidak ada di sana. Apalagi, pada kenyataannya pintu kamar Yusuf juga ia kunci dari luar.

“Mama, tolong jangan terlalu keras ke Alina. Karena Mama tahu, dampaknya pun enggak baik buat Mama!” tegas Yusuf, tapi ia masih melakukannya dengan sangat sabar.

“Enggak ... kalau ke Alina, Mama beneran enggak bisa.” Kemudian, ibu Mimi berkata, “Sudah jangan bahas dia lagi. Hari ini kamu wajib fokus cari hotel yang bagus tapi murah. Buat acara pernikahan kamu dan Rita!”

“Kita wajib undang kerabat sekaligus keluarga kita. Namun pastikan, Si Mandul yang sint.ing itu enggak bikin rusuh. Dia wajib datang menyaksikan kebahagiaan kalian, tapi dia wajib jaga sikap!” tegas ibu Mimi yang jadi kerap meringis menahan pusing. Sesekali, kedua tangannya juga memijat kepalanya.

Yusuf merasa serba salah. Namun ia sudah refleks memanggil-manggil Alina. Ia mengkhawatirkan Alina karena kamar yang harus Alina tempati lebih mirip gudang.

“S—sayang ...?” teriak Yusuf untuk kesekian kalinya.

“Apaan sih, Suf. Kamu masih panggil dia sayang ... sayang. Kalau Rita dengar, dia pasti cemburu badai!” kesal ibu Mimi.

Selain pintunya masih tertutup rapat, kamar yang Alina tempati juga dalam keadaan sepi. Sementara pintu dapur dalam keadaan terbuka dan semua lampu menyala.

“Sudah, kamu mandi. Subuhan sana!” usir ibu sengaja memak.sa. Lagi-lagi ia terpaksa mengunci Yusuf di dapur. Karena Yusuf terus berusaha mencari Alina.

Hingga waktunya jam sarapan tiba, semuanya masih dalam keadaan sama. Ibu Mimi yang sudah mandi, dan kepalanya tak pusing seperti sebelumnya, sampai mengomel.

“Ini sudah jam berapa? Kenapa lampu masih dinyalakan semua? Sengaja pemborosan, kamu?!” teriak ibu Mimi.

Niat hati langsung mematikan lampu, keadaan yang sangat sepi, membuat ibu Mimi bingung.

“Loh, kok malah enggak ada orang. Dapur pun masih berantakan. Boro-boro ada masakan. Inu masih mirip keadaan dapur kemarin sore.” Yang memang sengaja ibu Mimi berantakan agar bisa menjadi bahan pekerjaan Alina. Agar Alina makin tersi.ksa

“YA AMPUN, SUFFFF! SEPERTINYA ISTRI MANDULMU MINGGAT!”

Ibu Mimi sangat heboh. Alina maupun barang-barangnya sungguh tidak ada. Celakanya, ternyata pintu rumah mereka sampai dikunci dari luar.

Sementara saat kejadian minggat, Alina memang sengaja melakukannya. Alina mengunci pintunya dari luar. Kemudian, kuncinya dibuang sembarang sekuat tenaga. Gaya yang Alina pakai, tentu gaya kera sakti selaku panutannya.

Hingga yang ada, baik Yusuf maupun ibu Mimi, terpaksa lewat jendela. Untuk keluar masuknya.

“Di rumah sendiri, masa kayak gini. Mirip ma.ling,” keluh ibu Mimi.

“Kan, ... Mama sih, terlalu keras ke Alina.” Yusuf benar-benar marah.

“Loh, kok kamu malah marah? Kalau kamu mau marah-marah. Harusnya kamu melakukannya ke Alina. Karena dia yang minggat dan sampai kunci pintu dari luar!” kesal ibu Mimi.

Yang membuat Yusuf bertanya-tanya, ke mana Alina pergi?

Yusuf tidak khawatir Alina sampai dibega.l. Karena ketimbang Alina, yang ada begalnya yang ketakutan pada ulah Alina.

Terpopuler

Comments

Lies Atikah

Lies Atikah

bagus lin tiggal kan dan jangan kembali apapun yang terjdi

2024-12-12

0

himawatidewi satyawira

himawatidewi satyawira

bagus tp murah?🤔kandang klinci

2024-10-06

0

himawatidewi satyawira

himawatidewi satyawira

🤣🤣🤣

2024-10-06

0

lihat semua
Episodes
1 1 : Mandul Dan Poligami
2 2 : Bagai Api Dalam Sekam
3 3 : Menolak Disentuh
4 4 : Rita, Pacaran Kebablasan, Hamil Di Luar Pernikahan, Menantu Idaman Ibu Mimi!
5 5 : Persiapan
6 6 : Si Mandul Dan Si Masya Allah
7 7 : Menjadi Pengasuh Dharen
8 8 : Dharen, Target Suami Baru Alina
9 9 : Kecemburuan Yusuf
10 10 : Terlalu Jiji.k
11 11 : Menantu Sin.ting yang Melarikan Diri
12 12 : Dibagi Dua
13 13 : Pengasuh Jan.cuk
14 14 : Rita yang Merasa Tidak Pernah Salah
15 15 : Menantu, Bukan Pembantu
16 16 : Kekhawatiran Dan Kepedulian
17 17 : Jebakan Rita Dan Tidur Bersama!
18 18 : Pengacara
19 19 : Terikat Kesepakatan
20 20 : Cantik Banget!
21 21 : Mesin Cuci
22 22 : Resep Hidup Hemat
23 23 : Sudah Janji
24 24 : Undangan Pernikahan
25 25 : Menyusun Rencana Dan Persiapan
26 26 : Zeedev Dan Sudah Sampai Hotel
27 27 : Kacau Dan Tidak Nyaman
28 28 : EMOSI ISTRI PERTAMA
29 29 : Salah Cari Lawan
30 30 : Lelah (Tidak Apa-Apa )
31 31 : Mendadak Liburan
32 32 : Pernikahan Macam Apa?
33 33 : Balas Dendam Dengan Bahagia
34 34 : Ini Belum Apa-Apa, Mas!
35 35 : Menemani Selama 24 Jam
36 36 : Sunah Rasul Malam Jumat
37 37 : Pelukan Penenang
38 38 : Ayang!
39 39 : Memulai Misi
40 40 : Miranda (Misi Menyelamatkan Calon Janda)
41 41 : Emosi Dan Tawa Di Balik Misi
42 42 : Mandul, Hamil, Dan Kehamilan Rita
43 43 : Merasa Di Atas Awan
44 44 : Erick Dan Masa Lalu Rita
45 45 : Voucher Dan Member
46 46 : Tidak Mau Mencerai Dan Minta Dinafkahi
47 47 : Sederet Rencana
48 48 : Beberapa Bukti
49 49 : Sebenarnya Sudah Sangat Kacau
50 50 : Surat Gugatan Cerai
51 51 : PENDARAHAN
52 52 : Merasa Tidak Bersalah
53 53 : TALAK
54 54 : Istirahat Total
55 55 : C.iuman Pertama
56 56 : Bertemu Rita dan Erick
57 57 : Ribut Dan Kejutan
58 58 : Waktu Bahagia
59 59 : Putusan Perceraian
60 60 : Kencan Dan Syukuran
61 61 : Berusaha Romantis
62 62 : Minuman yang Dikhususkan
63 63 : Perlawanan Dari Alina
64 64 : Berakhir Tenggelam
65 65 : Akan Menikah
66 66 : Selangkah Lagi
67 67 : Akhirnya Sah!
68 68 : Sus Dan Bayik Sudah Menikah
69 69 : Memang Dia Suamiku!
70 70 : Secuil Kebu.sukan yang Akhirnya Terungkap
71 71 : Rita Oh Rita
72 72 : Kehidupan Setelah Menjadi Suami Istri
73 73 : Digere.bek
74 74 : Talak Dan Bukan Mimpi
75 75 : Keseng.saraan Yusuf
76 76 : Kehamilan Alina
77 77 : Ngem.is
78 78 : Kabar Kehamilan Alina dan Laki-Laki Mandul
79 79 : Niat Banget
80 80 : Pembuktian dan Tes Mandul
81 81 : Kurang Subur Dan Sifilis
82 82 : Keluarga Dari Kampung
83 83 : Yusuf yang Ingin Bahagia
84 84 : Buah yang Sangat Manis
85 85 : Berderai Air Mata
86 86 : Waktu yang Berputar Sangat Cepat
87 87 : Harus Segera Menjalani Persalinan
88 88 : Pembukaan!
89 89 : Akhirnya Lahiran
90 90 : Efek Mengidam
91 91 : Kabar Yusuf dan Bu Mimi
92 92 : Kabar Terbaru Rita
93 93 : Kasih Sayang Untuk Oskar
94 94 : Bahagia Bersama Orang yang Tepat
95 95 : Mengasuh Anak-Anak
96 96 : Kumis Cakar Katulistiwa
97 97 : Sempurna Di Mata Orang Lain
98 98 : Karena Akina
99 99 : Pernikahan Yusuf
100 Novel Keluarga Alina & Dharen
101 100 : Episode Spesial
102 Sampai Jumpa Dan Terima Kasih!
103 Novel Menikahi Wanita Taruhan
104 Novel : Talak Di Malam Pertama (Kesucian yang Diragukan)
105 Promo Novel : Rujuk Bersyarat Turun Ranjang
106 Novel : Bukan Tulang Rusuk, Tapi Tulang Punggung (Penyesalan Papa Dari Anakku)
107 Promo Novel : Bukan Mauku Hamil Di Luar Nikah
108 Promo Novel : Gadis Berisik Kesayangan CEO Pembaca Pikiran
109 Novel Akina : Ternyata Aku ISTRI KEDUA (Dibuang Setelah Istri Pertama Hamil)
110 Tukar Tambah Pasangan (Gara-Gara Dituduh Mandul)
111 Novel Baru : Kau Selingkuh Dengan Istriku, Kuratukan Istrimu
112 Promo Novel : Kejar Aku Mas Mafia! (Kisah Cinta Dua Dunia)
113 Novel Baru : Pengantin Samaran Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa
Episodes

Updated 113 Episodes

1
1 : Mandul Dan Poligami
2
2 : Bagai Api Dalam Sekam
3
3 : Menolak Disentuh
4
4 : Rita, Pacaran Kebablasan, Hamil Di Luar Pernikahan, Menantu Idaman Ibu Mimi!
5
5 : Persiapan
6
6 : Si Mandul Dan Si Masya Allah
7
7 : Menjadi Pengasuh Dharen
8
8 : Dharen, Target Suami Baru Alina
9
9 : Kecemburuan Yusuf
10
10 : Terlalu Jiji.k
11
11 : Menantu Sin.ting yang Melarikan Diri
12
12 : Dibagi Dua
13
13 : Pengasuh Jan.cuk
14
14 : Rita yang Merasa Tidak Pernah Salah
15
15 : Menantu, Bukan Pembantu
16
16 : Kekhawatiran Dan Kepedulian
17
17 : Jebakan Rita Dan Tidur Bersama!
18
18 : Pengacara
19
19 : Terikat Kesepakatan
20
20 : Cantik Banget!
21
21 : Mesin Cuci
22
22 : Resep Hidup Hemat
23
23 : Sudah Janji
24
24 : Undangan Pernikahan
25
25 : Menyusun Rencana Dan Persiapan
26
26 : Zeedev Dan Sudah Sampai Hotel
27
27 : Kacau Dan Tidak Nyaman
28
28 : EMOSI ISTRI PERTAMA
29
29 : Salah Cari Lawan
30
30 : Lelah (Tidak Apa-Apa )
31
31 : Mendadak Liburan
32
32 : Pernikahan Macam Apa?
33
33 : Balas Dendam Dengan Bahagia
34
34 : Ini Belum Apa-Apa, Mas!
35
35 : Menemani Selama 24 Jam
36
36 : Sunah Rasul Malam Jumat
37
37 : Pelukan Penenang
38
38 : Ayang!
39
39 : Memulai Misi
40
40 : Miranda (Misi Menyelamatkan Calon Janda)
41
41 : Emosi Dan Tawa Di Balik Misi
42
42 : Mandul, Hamil, Dan Kehamilan Rita
43
43 : Merasa Di Atas Awan
44
44 : Erick Dan Masa Lalu Rita
45
45 : Voucher Dan Member
46
46 : Tidak Mau Mencerai Dan Minta Dinafkahi
47
47 : Sederet Rencana
48
48 : Beberapa Bukti
49
49 : Sebenarnya Sudah Sangat Kacau
50
50 : Surat Gugatan Cerai
51
51 : PENDARAHAN
52
52 : Merasa Tidak Bersalah
53
53 : TALAK
54
54 : Istirahat Total
55
55 : C.iuman Pertama
56
56 : Bertemu Rita dan Erick
57
57 : Ribut Dan Kejutan
58
58 : Waktu Bahagia
59
59 : Putusan Perceraian
60
60 : Kencan Dan Syukuran
61
61 : Berusaha Romantis
62
62 : Minuman yang Dikhususkan
63
63 : Perlawanan Dari Alina
64
64 : Berakhir Tenggelam
65
65 : Akan Menikah
66
66 : Selangkah Lagi
67
67 : Akhirnya Sah!
68
68 : Sus Dan Bayik Sudah Menikah
69
69 : Memang Dia Suamiku!
70
70 : Secuil Kebu.sukan yang Akhirnya Terungkap
71
71 : Rita Oh Rita
72
72 : Kehidupan Setelah Menjadi Suami Istri
73
73 : Digere.bek
74
74 : Talak Dan Bukan Mimpi
75
75 : Keseng.saraan Yusuf
76
76 : Kehamilan Alina
77
77 : Ngem.is
78
78 : Kabar Kehamilan Alina dan Laki-Laki Mandul
79
79 : Niat Banget
80
80 : Pembuktian dan Tes Mandul
81
81 : Kurang Subur Dan Sifilis
82
82 : Keluarga Dari Kampung
83
83 : Yusuf yang Ingin Bahagia
84
84 : Buah yang Sangat Manis
85
85 : Berderai Air Mata
86
86 : Waktu yang Berputar Sangat Cepat
87
87 : Harus Segera Menjalani Persalinan
88
88 : Pembukaan!
89
89 : Akhirnya Lahiran
90
90 : Efek Mengidam
91
91 : Kabar Yusuf dan Bu Mimi
92
92 : Kabar Terbaru Rita
93
93 : Kasih Sayang Untuk Oskar
94
94 : Bahagia Bersama Orang yang Tepat
95
95 : Mengasuh Anak-Anak
96
96 : Kumis Cakar Katulistiwa
97
97 : Sempurna Di Mata Orang Lain
98
98 : Karena Akina
99
99 : Pernikahan Yusuf
100
Novel Keluarga Alina & Dharen
101
100 : Episode Spesial
102
Sampai Jumpa Dan Terima Kasih!
103
Novel Menikahi Wanita Taruhan
104
Novel : Talak Di Malam Pertama (Kesucian yang Diragukan)
105
Promo Novel : Rujuk Bersyarat Turun Ranjang
106
Novel : Bukan Tulang Rusuk, Tapi Tulang Punggung (Penyesalan Papa Dari Anakku)
107
Promo Novel : Bukan Mauku Hamil Di Luar Nikah
108
Promo Novel : Gadis Berisik Kesayangan CEO Pembaca Pikiran
109
Novel Akina : Ternyata Aku ISTRI KEDUA (Dibuang Setelah Istri Pertama Hamil)
110
Tukar Tambah Pasangan (Gara-Gara Dituduh Mandul)
111
Novel Baru : Kau Selingkuh Dengan Istriku, Kuratukan Istrimu
112
Promo Novel : Kejar Aku Mas Mafia! (Kisah Cinta Dua Dunia)
113
Novel Baru : Pengantin Samaran Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!