“S—sayang, tolong jangan dengerin kata Mama. Kalaupun Mama mengharapkan kita bercerai, aku enggak mau. Aku enggak mau cerai dari kamu!”
“Demi apa pun, aku enggak bisa tanpa kamu!”
“Sumpah, aku tidak akan membagi hati apalagi cintaku ke istri baruku. Urusan aku dan dia hanya untuk dapat anak. Itu pun cukup satu! Sa—yang!” Kali ini Yusuf sampai berseru. Sebab Alina yang awalnya sudah memakai piama kimono warna lavender, masuk ke dalam kamar mandi.
Alina membawa piama lengan panjang. Hingga Yusuf berpikir, sang istri sedang mens. “Kamu lagi mens?”
“Enggak ....” Dari dalam kamar mandi, Alina sampai berseru. Meski sampai detik ini, suara Alina masih terdengar malas menanggapinya.
“Oh ... syukurlah. Masa iya, malam Jumat, nganggur?” keluh Yusuf langsung mendelik. Sebab terbukanya pintu kamar mandi juga membuatnya mendapati sang istri tak memakai piama kimono lagi. Padahal jika Alina memakai piama kimono layaknya tadi, sang istri terlihat makin se.ksi. Dan ia sungguh menyukainya.
“Terus, kenapa kamu ganti?” sergah Yusuf.
“Mas saja mau poligami!” balas Alina tak mau kalah. Bisa ia pastikan, Yusuf kesulitan menjawab.
“S—sayang ....”
“Mas tahu, kan? Poligami tanpa izin istri, enggak sah? Apa pun alasannya. Bahkan meski aku dianggap mandul.”
“S—sayang!”
“Kalau Mas nekat, aku bisa menjer.at kalian dengan pasal perz.inahan. Mas jangan lupa, aku ini seorang hacker. Aku dan keluargaku sudah terbiasa membuat berita viral dan itu memang pekerjaan kami!” Alina terus membuat Yusuf menyerah. Karena jika memang Yusuf tidak mau menceraikannya, setidaknya wajib tidak ada poligami dalam pernikahan mereka.
Yusuf menghela napas sambil memejamkan erat kedua matanya. “Aku benar-benar enggak bisa tanpa kamu.”
“Namun bagiku, lebih baik bercerai daripada ada dalam bagian dari poligami. Ini mengenai suami yang sampai kapan pun tidak bisa benar-benar adil. Juga istri yang pastinya akan selalu merasa iri. Suami kok dibagi-bagi. Makanan saja kalau dibagi jadi kurang, apalagi suami?” tegas Alina. “Bukannya poligami untuk ibadah, yang ada malah jadi musibah. Lagian, ngapain Mas belagu mau poligami. Kalau gaji Mas saja, selalu bikin hari-hariku rasa akhir bulan?!”
Yusuf mendengkus dan langsung mencekal sebelah tangan Alina. “Kamu boleh mengajukan syarat apa pun, asal bukan perceraian.”
“Tahu kamu mau poligami saja, hatiku sudah hancu.r lebur. Dan sekarang, kamu ingin aku melihat kebahagiaanmu dengan wanita lain, Mas?” lirih Alina. Suaranya tertahan di tenggorokan. “Sudah jangan egois, ... tolong ceraikan aku. Agar kita sama-sama mendapatkan apa yang aku mau. Mas jadi anak berbakti ke mama Mas, dan dapat istri yang istri mama Mas harapkan. Sementara aku juga bisa waras dan perlahan menjalani hidup normal!”
Hampir sepuluh menit berlalu, keadaan tetap sama. Yusuf tetap menahan sebelah tangan Alina. Hingga mau tak mau, Alina mengeluarkan jurus terakhirnya.
“Biarkan aku kembali bekerja!” ucap Alina.
Bagai api dalam sekam, itulah Alina. Alina yang tak mau terus menjalani hubungan penuh derita, melakukan segala cara untuk menyudahinya. Apalagi Alina tahu, Yusuf sangat pencemburu. Sementara saat sebelum menikah, sebenarnya Alina merupakan atasan Yusuf. Karena dukunya, mereka memang bekerja di perusahaan yang sama.
“Kamu mau kerja lagi?” ucap Yusuf berat. Karena membiarkan Alina kembali menjadi wanita karier, sama saja membuat Alina meninggalkannya kapan pun istri cantiknya itu mau.
“Perusahaan bilang, kapan pun aku kembali, mereka akan langsung menerima. Terakhir, pak Dharen selaku CEO baru di saja, putuh sekretaris sekaligus asisten pribadi!” balas Alina bersikap elegan.
“Kamu masih berhubungan dengan orang perusahaan?” Tanpa Yusuf sadari, suaranya naik drastis. Hatinya sangat terluka, hanya karena kemungkinan Alina akan kembali menjadi atasannya. Padahal, itu belum benar-benar terjadi.
“Lebih tepatnya, mereka terus memintaku kembali. Namun Mas jangan khawatir, sampai detik ini, aku belum pernah mengabarkan hubungan kita. Bukan hanya karena peraturan perusahaan yang melarang sesama karyawan memiliki hubungan spesial semacam kencan apalagi menikah.”
“Namun karena pada kenyataannya, kamu ingin kembali?!” balas Yusuf mendadak sinis.
Alina menatap kedua mata Yusuf penuh kepastian. “Membiarkanku kembali bekerja, tidak lebih menyakitkan dari membiarkan Mas menikahi wanita lain, Mas. Wanita yang lebih muda, dan peranakan maupun rahimnya belum kering!”
“Demi tetap menjadi anak berbakti, juga agar Alina tetap menjadi istriku. Terlebih, laki-laki mana yang mau menikahi wanita mandul, secantik dan sehebat apa pun wanita itu?!” batin Yusuf menyemangati dirinya sendiri.
“Awalnya memang hanya bekerja. Namun setelah aku mendapatkan banyak uang, aku akan menggunakannya untuk membayar perceraian kita!” batin Alina.
“Baiklah. Namun dengan catatan, tolong bersikap lebih baik lagi kepada mama. Termasuk juga, ... ke istri baruku, maupun keluarganya!” ucap Yusuf berat.
Alina mengulurkan tangan kanannya dan kebetulan bukan tangan yang ditahan Yusuf. Ia bermaksud menyalami tangan kanan Yusuf yang menahan tangan kirinya.
Paham maksud sang istri, Yusuf melepaskan tangan kiri Alina. Ia berangsur menyalami tangan kanan Alina yang jelas menunggunya membalas.
“Terima kasih banyak karena telah membu.nuh hatiku, Mas! Namun berkat Mas pula, aku jadi sadar untuk semakin membahagiakan diriku!” tegas Alina ketika tangan kanan Yusuf, menjabat tangan kanannya. “Sementara mengenai permintaan Mas, yang memintaku untuk lebih baik ke mama Mas, bahkan ke istri baru Mas berikut keluarganya, ... MINTALAH ITU DI DEPAN ORANG TUAKU! ATAU SETIDAKNYA, BIARKAN AKU MENIKAH LAGI DAN MEMBUAT POSISI KITA IMPAS! SANGGUP, TIDAK?”
Bukan hanya dunia Yusuf yang seolah langsung berhenti berputar hanya karena ucapan Alina barusan. Karena dunia Alina juga seolah benar-benar berhenti berputar.
Namun Alina terus meyakinkan dirinya. Bahwa membiarkan sang suami berpoligami akan menjadi awal dari kebahagiaannya. Alina akan melangkah jauh, meninggalkan suami dan rumah tangga toxic mereka, untuk kebahagiaan yang benar-benar nyata.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 113 Episodes
Comments
Lies Atikah
ayo di madu itu gak enak makan ati lin
2024-12-12
0
himawatidewi satyawira
sup..blm pernah dilempar kulit duren montong?
2024-10-05
1
Sandisalbiah
hah.. Yusuf... gak pake otak ngomong ke istri buat berlaku baik ke istri baru... langsung smacdown aja tuh laki, Alina ..biar semaput dia
2024-07-27
0