Kesepakatan Kecil

Seorang lelaki bertubuh gempal dengan wajah yang terlihat menakutkan bagi siapapun yang memandang, menatap tajam ke arah Begawan Bagaspati. Mata lelaki tua itu terlihat berkilat-kilat marah pada sosok pertapa ini.

Dengan sebuah kalung besar yang terbuat dari untaian bulatan kayu stigi berwarna hitam, kepala botak atas menyisakan rambut putih dari telinga ke bawah yang dibiarkan terurai panjang begitu saja, baju berwarna kuning kemerahan yang sudah terlihat lusuh dan sebuah tongkat kayu galih nagasari yang berwarna hitam legam dengan ukiran berbentuk seperti kepala tengkorak manusia, lelaki tua berjanggut warna merah ini terlihat seperti seorang dedengkot dunia persilatan.

Dia adalah Mpu Paksijambu, salah satu dedengkot golongan hitam yang merupakan pimpinan Perguruan Bukit Jerangkong, sebuah perguruan silat yang ada di lereng timur Gunung Penanggungan. Dia adalah seteru abadi Begawan Bagaspati. Selain musuh bebuyutan, keduanya memang memiliki banyak masalah di masa lalu. Salah satunya adalah kisah cinta mereka yang berlabuh pada Handini, seorang putri Rama ( lurah ) Wanua Teleng.

Kala itu, Paksijambu yang merupakan putra seorang Akuwu begitu tergila-gila pada Handini tapi sayangnya Handini telah jatuh hati pada Bagaspati yang merupakan putra seorang brahmana yang bernama Mpu Panuluh. Meskipun akhirnya Handini bisa di tangkap oleh nya lalu merudapaksa putri Akuwu Teleng ini sampai saat terakhir perempuan cantik itu masih tetap mengatakan bahwa ia mencintai Bagaspati. Setelah itu Handini bunuh diri karena sudah tidak suci lagi. Oleh karena itu, Paksijambu muda sangat dendam kepada Bagaspati yang dia anggap telah merebut cinta perempuan yang dicintainya.

Karena permasalahan itu, selama berpuluh-puluh tahun Mpu Paksijambu terus saja memusuhi Begawan Bagaspati dengan segala cara. Setelah hampir mati di hajar oleh Begawan Bagaspati, Mpu Paksijambu akhirnya berguru kepada seorang penganut aliran Siwaisme yang sesat dan berhasil menguasai Ajian Segoro Geni yang membuatnya menjadi seorang pendekar golongan hitam yang sakti mandraguna.

Tempo hari, dia diajak oleh Rikmakeling, kawannya, untuk mengacaukan pernikahan perempuan yang dia sukai. Dia setuju dan mereka bersama dengan beberapa orang pendekar golongan hitam sekutu Rikmakeling berhasil menghancurkan acara pernikahan itu. Begitu gembira nya Mpu Paksijambu melihat adanya Begawan Bagaspati di acara itu. Dia langsung menerjang maju ke arah musuh bebuyutannya itu dengan sekuat tenaga.

Puluhan jurus mereka lewati namun belum juga Mpu Paksijambu bisa mengalahkan Begawan Bagaspati. Sedangkan Begawan Bagaspati sendiri juga mengkhawatirkan keselamatan para murid nya yang baru saja belajar ilmu beladiri hingga dia tidak sepenuhnya bertarung melawan dedengkot golongan hitam ini.

Saat Waringin, murid keduanya keteteran melawan musuh, Begawan Bagaspati tidak bisa berdiam diri. Dia langsung meninggalkan pertarungan nya melawan Mpu Paksijambu dan segera meninggalkan tempat itu bersama para muridnya. Mereka berhasil lolos dari kepungan musuh yang menyerbu Padepokan Kambang Putih.

Mpu Paksijambu yang tidak membiarkan Begawan Bagaspati lolos begitu saja, langsung memburu ke arah perginya musuh bebuyutannya itu hingga sampai di tempat bermalam nya Airlangga dan para pengikutnya.

"Paksijambu!

Mau apa kau kemari hah? Apa belum cukup aku menghajar mu?", tanya Begawan Bagaspati yang tidak senang dengan kehadiran Mpu Paksijambu yang di anggap telah mengganggu waktu istirahat para muridnya.

Hehehehehehehehe..

"Bagaspati, pertarungan kita belum selesai jadi tentu saja aku tidak akan melepaskan mu begitu saja.

Ayo kita selesaikan dulu dendam lama kita!", ucap Mpu Paksijambu sembari memindahkan tongkat di tangan kiri ke kanan sebagai isyarat bahwa dia siap untuk bertarung.

"Dasar tua bangka sinting!

Sepertinya aku harus menghajar mu dulu agar kamu tidak terus-terusan mengganggu ketenangan ku...", setelah berkata demikian, Begawan Bagaspati langsung melesat cepat kearah Mpu Paksijambu sambil menghantamkan kepalan tangannya ke arah lelaki paruh baya berjanggut merah ini segera.

Whhhuuuuuggggghhhh!!

Dengan lincah, Mpu Paksijambu berkelit menghindari hantaman Begawan Bagaspati lalu mengayunkan bonggol tongkat nya yang berbentuk tengkorak manusia ke arah sang pertapa tua. Pertarungan sengit jarak dekat antara mereka pun segera terjadi.

Dua orang tua itu melapisi ilmu silat tangan kosong mereka dengan tenaga dalam tingkat tinggi hingga angin kencang pun berseliweran kesana kemari. Untung saja, mereka cukup membuat jarak dengan tempat bermalam rombongan Airlangga hingga tidak merusak tempat itu.

Sedangkan para murid Begawan Bagaspati dan rombongan Airlangga pun bersikap waspada dengan pertarungan sengit dua pendekar tua berilmu tinggi ini. Meskipun di malam buta, namun bagi semua orang pertarungan keduanya bisa terlihat begitu jelas.

Whuuuggghh whuuuggghh..

Plllaaaakkkkk dhhaaaassshhh dhhaaaassshhh!

Blllaaaaaaaaaarrrrrrrrrrr...!!!

Mpu Paksijambu tersurut mundur beberapa tombak ke belakang begitu pula dengan Begawan Bagaspati usai keduanya beradu pukulan. Sembari mendengus keras, Mpu Paksijambu pun segera menangkupkan kedua telapak tangan nya di depan dada sembari komat-kamit merapal mantra.

'Sira ratuning geni.. Jagat ira jagat geni..

Langit ira langit geni.. Segara ira segara geni..'

Perlahan dari telapak tangan Mpu Paksijambu yang menangkup di depan dada, muncul cahaya merah menyala seperti api yang berkobar disertai dengan angin panas dan asap putih. Semakin lama cahaya merah menyala berhawa panas ini semakin membesar hingga seukuran kepalan tangan manusia.

"Ajian Segoro Geni...!

Huhhhhh, pantas saja kau berani untuk menantang ku, Paksijambu! Tapi aku juga punya sesuatu yang lebih hebat dari ilmu kanuragan mu!!"

Setelah berkata demikian, Begawan Bagaspati segera merentangkan kedua tangannya ke samping kiri dan kanan lalu berkumpul di depan dada dengan sikap mudra. Cahaya merah menyala berhawa panas menyengat pun segera muncul di telapak tangannya. Dia ingin mengeluarkan sebuah ilmu kesaktian nya yang sangat terkenal di dunia persilatan Tanah Jawadwipa, Ajian Tapak Dewa Api.

Baik Senopati Cakrajaya maupun Airlangga cukup kaget juga melihat kehebatan pertapa paruh baya itu. Mereka saling berpandangan sejenak sebelum mundur ke belakang beberapa langkah untuk mengurangi rasa gerah yang tercipta dari hawa panas menyengat ilmu kanuragan tingkat tinggi Begawan Bagaspati.

Mpu Paksijambu segera menghantamkan tangan kanannya. Bola api sebesar buah kelapa pun langsung menerabas cepat kearah Begawan Bagaspati. Melihat hal itu, Begawan Bagaspati pun tak mau kalah dengan secepat kilat melesat ke arah datangnya bola api Ajian Segoro Geni yang di lemparkan ke arah nya. Secepat kilat, dia memapak serangan itu dengan tapak tangan kanannya yang berwarna merah menyala.

Blllaaammmmmmmm!!!

Ledakan dahsyat terdengar, menyebarkan gelombang kejut yang menyapu ke segala arah. Mpu Paksijambu terpental jauh ke belakang dan menghilang di balik kegelapan malam. Entah apa yang terjadi pada nya.

Sedangkan Begawan Bagaspati sendiri tersurut mundur beberapa tombak ke belakang. Walaupun demikian, pertapa tua ini masih sempat merubah gerakan tubuhnya dan mendarat di samping para muridnya.

"Guru baik-baik saja?", tanya salah satu muridnya yang bernama Sakri segera.

Hooosshhh hooosshhh..

"Aku aku baik-baik saja, Sakri. Terimakasih sudah mengkhawatirkan ku", ucap Begawan Bagaspati sembari tersenyum. Dia tahu bahwa diantara kelima orang muridnya, Wanabhaya, Waringin, Narashima, Sakri dan Rungkat, hanya Sakri saja yang begitu sayang kepada nya. Selain merupakan murid yang paling cepat menyerap ilmu yang diberikan, Sakri juga patuh pada nya. Yang paling bengal di antara mereka hanya Waringin saja.

"Sungguh pendekar yang berilmu tinggi sesuai dengan nama besar nya..

Maafkan kami tidak membantu mu tadi Begawan. Aku Senopati Cakrajaya dari Istana Kotaraja Wuwatan. Mohon terima hormat ku", ucap Senopati Cakrajaya sembari berjalan mendekati sang pertapa.

"Gusti Senopati jangan berlebihan..

Hamba hanya seorang pertapa dari dusun. Tidak perlu memuji berlebihan seperti itu", ucap Begawan Bagaspati sembari tersenyum tipis.

"Jika suatu saat nanti aku butuh bantuan dari Begawan, kemana harus mencari?", tanya Airlangga yang berjalan mendekati mereka.

"Datang saja ke Lereng Utara Gunung Penanggungan, Anak muda...

Pintu Padepokan Padas Putih akan selalu terbuka untuk mu", jawab Begawan Bagaspati segera.

Sebuah kesepakatan kecil terjadi pada malam hari itu. Semuanya sungguh tidak menduga bahwa pada akhirnya kesepakatan kecil itu akan terjadi di masa depan.

Malam berlalu begitu cepat. Setelah melepaskan dingin menyelimuti seluruh dunia, akhirnya malam pun berakhir dengan cahaya terang di ufuk timur. Diiringi dengan kokok ayam jantan yang terdengar bersahutan dari arah barat, matahari pagi mulai muncul di langit.

Setelah selesai membereskan semua barang bawaan, rombongan itu pun segera meninggalkan tempat itu. Di tengah jalan, mereka berpisah. Begawan Bagaspati dan para murid nya menuju ke selatan sedangkan rombongan Airlangga melanjutkan perjalanan ke arah barat.

Saat matahari sepenggal naik ke langit, mendung tebal yang menutupi langit pun jatuh menjadi rinai hujan lebat yang mengguyur kawasan sekitar Hutan Tarik.

Di bawah pohon wadang, sesosok tubuh yang tertelungkup perlahan mulai menggerakkan jari jemari tangannya. Air hujan deras rupanya telah membangunkannya dari pingsannya.

Ya, dia adalah Mpu Paksijambu yang semalam bertarung melawan Begawan Bagaspati. Hantaman Ajian Tapak Dewa Api telah membuatnya terpelanting dan menabrak pohon wadang itu hingga dia pingsan di tempat. Lelaki paruh baya berjanggut merah ini perlahan bangkit dari tempat nya sembari mengedarkan pandangannya ke arah bekas tempat pertarungan nya dengan Begawan Bagaspati.

Melihat lawannya sudah tidak ada lagi di tempat itu, pun juga dengan para murid dan orang-orang yang lainnya, Mpu Paksijambu menggeram keras sebelum berkata lantang,

"Bagaspati..!!!

Tunggu pembalasan dendam ku!!!"

Terpopuler

Comments

Imam Sutoto

Imam Sutoto

buseeet keren banget nih lanjut

2024-06-07

0

Abdul Rouf

Abdul Rouf

berati gue kebalik bacanya/Facepalm/ yg ku baca dulu cucu murid bagas pati, dan cucu prabu airlangga

2024-03-02

1

Asep Dki

Asep Dki

mestinya kng ebez cerita airlangga dulu sebelum ke panji watugunung panji tejo laksono dan jayabaya...tpi is ok...jdi tambah wawasan lgi..😁😁😁😁👍👍👍👍👍👍👍👍

2024-02-19

2

lihat semua
Episodes
1 Pangeran dari Balidwipamandala
2 Di Pelabuhan Hujung Galuh
3 Pertapa Tua dan Kelima Muridnya
4 Kesepakatan Kecil
5 Istana Pakuwon Tamwlang
6 Orang Gila
7 Sendang Made
8 Pendekar Pemetik Bunga dari Bukit Kendeng
9 Padepokan Bukit Kembang
10 Rahasia Bukit Kembang ( bagian 1 )
11 Rahasia Bukit Kembang ( bagian 2 )
12 Dewi Anggrek Bulan
13 Ajian Guntur Saketi
14 Kotaraja Wuwatan
15 Taman Sari Istana
16 Rencana Pernikahan
17 Siasat
18 Pernikahan Airlangga dan Galuh Sekar
19 Mahapralaya Medang ( bagian 1 )
20 Mahapralaya Medang ( bagian 2 )
21 Mahapralaya Medang ( bagian 3 )
22 Pelarian
23 Mereka Yang Berpindah
24 Penginapan Kembang Cempaka
25 Penginapan Kembang Cempaka ( bagian 2 )
26 Kleyang Kabur Kanginan
27 Pemilik Pedang Naga Api
28 Melawan Nini Gagak Hitam
29 Amanat
30 Sepasang Dewa Pedang dari Gunung Bromo
31 Ajian Sepi Angin
32 Latih Tanding
33 Perampok Tujuh Kapak Emas
34 Perampok Tujuh Kapak Emas ( bagian 2 )
35 Perampok Tujuh Kapak Emas ( bagian 3 )
36 Perampok Tujuh Kapak Emas ( bagian akhir )
37 Sesama Buronan
38 Lelaki Bertopeng Daun Krombang
39 Menolong Yang Setia
40 Bara Api Dendam Mpu Wasesa
41 Kucur Tirta Embun
42 Kucur Tirta Embun ( bagian 2 )
43 Kucur Tirta Embun ( bagian 3 )
44 Kucur Tirta Embun ( bagian akhir )
45 Menuju Bukit Rangrang
46 Maharesi Mpu Gatra
47 Yang Terpilih
48 Pengkhianat
49 Adu Nyawa Di Tepi Sungai Kapulungan
50 Sayembara Tamwlang
51 Wanua Kitri
52 Ki Bandol Si Rampok Tubuh Besi
53 Sakri dari Padepokan Padas Putih
54 Siapa Pemilik Selanjutnya?
55 Padepokan Padas Putih
56 Padepokan Padas Putih ( bagian 2 )
57 Padepokan Padas Putih ( bagian 3 )
58 Padepokan Padas Putih ( bagian 4 )
59 Padepokan Padas Putih ( bagian 5 )
60 Pertapaan Vanagiri
61 Suara Rakyat Medang
62 Malam Pertama Yang Tertunda
63 Utusan
64 Ujian Kebijaksanaan
65 Kotaraja Wuwatan Mas
66 Hari Penobatan
67 Pembunuh Bayaran dari Wuratan
68 Dua Benteng Kerajaan Medang
69 Galuh Sekar Hamil
70 Sepasang Iblis Abu-abu
71 Bantuan
72 Murka Prabu Hasinaraja
73 Perang Pertama ( bagian 1 )
74 Perang Pertama ( bagian 2 )
75 Perang Pertama ( bagian 3 )
76 Perang Pertama ( bagian 4 - Pertarungan Para Tumenggung )
77 Perang Pertama ( bagian 5 )
78 Perang Pertama ( bagian akhir )
79 Kabupaten Gelang-gelang
80 Ancaman
81 Pertemuan Pendekar
82 Suara Hati Parahita
83 Situasi di Lembah Seribu Bunga
84 Pangeran Lembah Hantu
85 Adu Kecerdikan
86 Para Pengatur Wilayah
87 Ksatria
88 Kelahiran Putra Pertama
89 Pemicu Perluasan Wilayah
90 Upaya Penculikan Sang Putri Sanggramawijaya
91 Keputusan Sang Raja Medang
92 Pengorbanan
93 Adu Nyawa di Rawa Pucang
94 Taktik Perang
95 Pengepungan Kotaraja Tanggulangin
96 Melawan Raja Hasin ( bagian 1 )
97 Melawan Raja Hasin ( bagian 2 )
98 Ratu Lodaya Nyai Calon Arang
99 Pagebluk
100 Pralaya Kotaraja Wuwatan Mas
101 Pralaya Kotaraja Wuwatan Mas 2
Episodes

Updated 101 Episodes

1
Pangeran dari Balidwipamandala
2
Di Pelabuhan Hujung Galuh
3
Pertapa Tua dan Kelima Muridnya
4
Kesepakatan Kecil
5
Istana Pakuwon Tamwlang
6
Orang Gila
7
Sendang Made
8
Pendekar Pemetik Bunga dari Bukit Kendeng
9
Padepokan Bukit Kembang
10
Rahasia Bukit Kembang ( bagian 1 )
11
Rahasia Bukit Kembang ( bagian 2 )
12
Dewi Anggrek Bulan
13
Ajian Guntur Saketi
14
Kotaraja Wuwatan
15
Taman Sari Istana
16
Rencana Pernikahan
17
Siasat
18
Pernikahan Airlangga dan Galuh Sekar
19
Mahapralaya Medang ( bagian 1 )
20
Mahapralaya Medang ( bagian 2 )
21
Mahapralaya Medang ( bagian 3 )
22
Pelarian
23
Mereka Yang Berpindah
24
Penginapan Kembang Cempaka
25
Penginapan Kembang Cempaka ( bagian 2 )
26
Kleyang Kabur Kanginan
27
Pemilik Pedang Naga Api
28
Melawan Nini Gagak Hitam
29
Amanat
30
Sepasang Dewa Pedang dari Gunung Bromo
31
Ajian Sepi Angin
32
Latih Tanding
33
Perampok Tujuh Kapak Emas
34
Perampok Tujuh Kapak Emas ( bagian 2 )
35
Perampok Tujuh Kapak Emas ( bagian 3 )
36
Perampok Tujuh Kapak Emas ( bagian akhir )
37
Sesama Buronan
38
Lelaki Bertopeng Daun Krombang
39
Menolong Yang Setia
40
Bara Api Dendam Mpu Wasesa
41
Kucur Tirta Embun
42
Kucur Tirta Embun ( bagian 2 )
43
Kucur Tirta Embun ( bagian 3 )
44
Kucur Tirta Embun ( bagian akhir )
45
Menuju Bukit Rangrang
46
Maharesi Mpu Gatra
47
Yang Terpilih
48
Pengkhianat
49
Adu Nyawa Di Tepi Sungai Kapulungan
50
Sayembara Tamwlang
51
Wanua Kitri
52
Ki Bandol Si Rampok Tubuh Besi
53
Sakri dari Padepokan Padas Putih
54
Siapa Pemilik Selanjutnya?
55
Padepokan Padas Putih
56
Padepokan Padas Putih ( bagian 2 )
57
Padepokan Padas Putih ( bagian 3 )
58
Padepokan Padas Putih ( bagian 4 )
59
Padepokan Padas Putih ( bagian 5 )
60
Pertapaan Vanagiri
61
Suara Rakyat Medang
62
Malam Pertama Yang Tertunda
63
Utusan
64
Ujian Kebijaksanaan
65
Kotaraja Wuwatan Mas
66
Hari Penobatan
67
Pembunuh Bayaran dari Wuratan
68
Dua Benteng Kerajaan Medang
69
Galuh Sekar Hamil
70
Sepasang Iblis Abu-abu
71
Bantuan
72
Murka Prabu Hasinaraja
73
Perang Pertama ( bagian 1 )
74
Perang Pertama ( bagian 2 )
75
Perang Pertama ( bagian 3 )
76
Perang Pertama ( bagian 4 - Pertarungan Para Tumenggung )
77
Perang Pertama ( bagian 5 )
78
Perang Pertama ( bagian akhir )
79
Kabupaten Gelang-gelang
80
Ancaman
81
Pertemuan Pendekar
82
Suara Hati Parahita
83
Situasi di Lembah Seribu Bunga
84
Pangeran Lembah Hantu
85
Adu Kecerdikan
86
Para Pengatur Wilayah
87
Ksatria
88
Kelahiran Putra Pertama
89
Pemicu Perluasan Wilayah
90
Upaya Penculikan Sang Putri Sanggramawijaya
91
Keputusan Sang Raja Medang
92
Pengorbanan
93
Adu Nyawa di Rawa Pucang
94
Taktik Perang
95
Pengepungan Kotaraja Tanggulangin
96
Melawan Raja Hasin ( bagian 1 )
97
Melawan Raja Hasin ( bagian 2 )
98
Ratu Lodaya Nyai Calon Arang
99
Pagebluk
100
Pralaya Kotaraja Wuwatan Mas
101
Pralaya Kotaraja Wuwatan Mas 2

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!