Nora berjalan dengan anggun sambil mengibaskan pelan rambut panjang indahnya dengan tangan. Sorakan membahana semua pengunjung club menambah semangat bagi dara cantik ini untuk segera menghibur mereka semua. Beberapa body guard berjaga di depan dan belakang Nora supaya tidak ada yang menyentuhnya.
“Lilith!! Lilith!! Lilith!!” Mereka meneriakkan nama panggung Nora. Beberapa membawa poster foto Nora dengan baju seperti iblis wanita bernama Lilith, lengkap dengan gaya seksi dan juga mimik wajah yang imut. Nora memberikan tanda tangan pada beberapa penggemar. Tingkah imutnya sungguh membuat siapa pun terpesona dan jatuh cinta.
“Kemana saja kamu, Nora? Mereka sudah menunggumu dari tadi.” Elysia sang manager menegur kelakuan Nora begitu gadis itu tiba di belakang panggung.
“Sory kakak Elli cantik, my rich man first.” Nora terkekeh, ia mengedipkan sebelah matanya supaya dimaafkan. DJ cuma perkerjaan sampingan bagi Nora yang merupakan seorang selingkuhan dokter Farhan yang kaya raya. Ia menghabiskan sore dengan Farhan karena malamnya sang dokter harus menghadiri ulang tahun istrinya.
“Dasar! Apa kamu mau di banded dan kehilangan job?” Elysia mengomel sambil membantu Nora memasang mic dan juga earphone besar dengan hiasan tanduk iblis seperti Lilith.
“Inikan memang hari terakhirku manggung. Aku mau vacum beberapa saat.” Nora tertawa sambil membetulkan headsetnya.
“Ah, iya, aku lupa.”
“Kakak juga pasti lelahkan mengurus jadwalku?”
“Benar, aku ingin liburan ke luar negeri!! Bertemu bule tampan dan having s3ks setiap hari,” kikih Elli.
“Seperti di sini kurang bule saja.” Nora terkekeh juga, mereka tinggal di pulau dewata saat ini, ada banyak pelancong dari luar negeri, bule juga.
“Hahaha … di sini kebanyakan cuma modah cupet, not real rich.” Elli mendororong Nora untuk segera menaikki panggung.
“Kyyyaaa!!” Begitu Nora naik ke atas panggung sorakan langsung membahana.
“Are you ready???” tanya Nora.
“Yeeeaaaahhh!!”
“Come on, lets rooockkk!!!” Nora meloncat loncat, sambil mengajak semua penggemarnya berinteraksi dengan menepukkan tangan ke atas kepala. Jumping jack ringan diiringi dengan musik yang menghentak hentak. Di belakangnya terdapat layar besar LED dengan wajah wajah cantik Nora. Bertuliskan DJ LILITH yang terus bergerak mengisi layar LED supaya semakin semarak.
Di sisi kanan dan kiri ada layar LED tak kalah besar dengan live penampilan Nora. Tangan Nora sesekali menggesek disk dan sesekali bergoyang di atas kepala. Semua orang ikut berjingkrak, melompat, dan bersorak. Mereka menyanyi, berteriak dengan gembira. Sorak sorai memenuhi area club terbesar dan termahal di pulau itu.
“Lilith!! Lilith!!” seru mereka semua. Nora tersenyum puas! Dulu dia di abaikan, sekarang dia diinginkan oleh banyak orang. Kehidupan mewahnya yang terlihat sempurna di media sosial akan membuat siapa pun iri. Tubuh dan wajahnya selalu menjadi fantsi terliar bagi banyak pria.
Semua Nora dapat dari menjual dirinya pada sang iblis. Menjadi Lilith, menurut cerita, Lilith adalah mempelai wanita sang iblis itu sendiri.
“Lilith!! DJ Lilith!!!”
“Terima kasih semuanya!!” seru Nora melambaikan tangan pada penggemarnya, ia akan vakum untuk beberapa waktu. Ingin membalas dendam, selesai sudah menikmati mimpi indah, saatnya menghadapi kenyataan.
.
.
.
Klik!
Pintu hotel berbunyi, Nora dan Farhan masuk ke dalam kamar suit dengan penuh gairah. Nora terkekeh tiap kali Farhan dengan nakal menelusuri area area sensitifnya. Rasanya geli, terutama di area leher dan belakang telinga.
“Hahaha … sabar donk, Sayang!” Nora mendorong dada bidang Farhan.
“Mana bisa, aku sangat rindu padamu.” Farhan menarik pinggang Nora hingga mendekat padanya. Tubuh mereka kembali saling melekat erat, keduanya saling tatap penuh dengan gairah yang membara.
Tak ada cinta di antara mereka, hubungan mereka murni patient with benefit. Hahaha … pokoknya Nora banyak berhutang budi dengan Farhan hingga ia selalu memberikan semua yang Farhan inginkan, termasuk tubuhnya.
Bagaimana bisa Nora mengenal Farhan??
Kembali ke delapan tahun lalu. Saat Nora begitu terpuruk setelah kehilangan keprawanannya di tangan sabahat masa kecilnya, Arga.
Pemuda itu menghilang dari pandangan Nora setelah memberikan sebutir pil pencegah kehamilan. Ia takut mempertanggungkan perbuatannya bila sampai Nora hamil. Apalagi Arga sudah punya pacar bernama Arini yang sangat cantik dan juga menyenangkan.
Nora yang kehilangan harta paling berharganya hanya bisa meratapi nasib. Dunianya terasa runtuh, kehidupannya menjadi kacau, rencananya balas dendam menjadi berantakan.
“Ngapain lihat-lihat??”
Saat berada di warnet untuk mencari lowongan kerja, Nora kembali bertemu dengan gadis cantik yang tengah melakukan chatting mesum dengan seorang pria.
“Apa hal itu menyenangkan? Kakak selalu terkikih dan juga tersenyum saat membalas obrolan.”
“Tentu saja menyenangkan, harus menyenangkan karena mereka membayarku untuk hal ini,” tandasnya.
“Hal ini menghasilkan uang?”
“Tentu saja, hanya orang bodoh yang mau diperlakukan seperti ini tanpa dibayar,” tukasnya.
Nora menatap layar komputer miliknya yang berisikan banyak lapangan pekerjaan. Namun rata rata pekerjaannya berat tapi gajinya sangat kecil karena Nora hanya lulusan SMA. Sementara itu, hanya melakukan chatting saja bisa menghasilkan uang.
Nora sudah tak punya apa pun lagi untuk dia perjuangkan karena Arga bahkan sudah merenggut kesuciannya. Persetan dengan harga diri, karena harga diri tak bisa membantunya mencari keadilan dan juga sesuap nasi.
“Apa bayarnya mahal?” tanya Nora lagi.
“Lumayan. Kenapa? Kamu mau coba?” tanyanya to the point.
“Hanya chatting kan, tidak tidur bersama?” tanya Nora.
“Well … kadang juga sampai ke atas ranjang sih. Siapa namamu? Aku Elysia, kamu bisa memanggilku Elli.” Elli menatap Nora, keheranan karena ia jauh lebih muda, namun membutuhkan uang.
“Nora … namaku Nora.”
Jadi begitulah, Nora memulai karirnya dalam dunia malam. Tak perlu menampakkan diri dan pamer kecantikan.
Ia hanya perlu meladeni chatting mereka, mend3sah manja saat meladeni phones3k mereka, dan juga memamerkan belahan dada lewat foto saja tanpa memberikan foto wajah. Hal ini begitu mudah dilakukan, uang Nora menumpuk dengan cepat.
Klient pertama yang memberinya banyak uang saat itu adalah …
“Terima kasih, Dokter, sudah menjadi klient setiaku sampai saat ini.” Nora mengalungkan lengannya pada leher Farhad.
“Saat itu aku sungguh terbius dengan suaramu yang s3ksi dan merdu, Sayang. Kamu sungguh membuatku berfntasi yang tidak tidak.” Farhan tertawa di sela sela kecupan mesra keduanya.
“Yang aku heran kenapa kamu tidak jijik saat melihat wajahku?” Nora menatap sendu, setelah melakukan phonesk beberapa kali, Farhad yang kecanduan dengan suara merdu Nora ingin bertemu. Ia rela terbang dari Bali ke ibukota demi Nora.
Nora yang sungkan akhirnya berkata jujur, tentang kekurangan wajahnya. Mengherankan, sugar daddynya ini justru sangat baik dan malah memeluk Nora. Ia berjanji akan memperbaikki wajah Nora hingga menjadi secantik bidadari. Syaratnya hanya satu, Nora menjadi simpanannya dan hanya melayani dia saja.
Nora langsung setuju, sudah menjadi rencananya untuk mengubah wajah dan balas dendam pada keluarga Jahyadi. Iblis ternyata sangat baik, ia mengirimkan seorang penolong untuknya, seorang dokter bedah terkemuka. Meski pun ia harus menjual nurani dan harga dirinya, Nora rela.
Uang pemberian Farhan ia gunakan untuk belajar DJ. Dengan bantuan Farhan yang mengenal banyak selebgram dan juga bos bos cafe, nama Nora mulai mengudara. Ia menjadi DJ profesional dan juga selebgram terkenal di pulau Dewata.
“Ughhh … pelan-pelan!!” Nora menggeliat manja di bawah kungkungan Farhan. Pria tampan dengan tubuh atletis dan kaca mata bulat, sayangnya sudah beristri. Tak mungkin bisa Nora nikmati atau miliki pria itu seutuhnya.
“Bagaimana bisa pelan-pelan, kamu akan meninggalkanku besok!” Farhan menghujani tubuh Nora dengan kenikmatan. Nora menggigit bibir bawahnya yang sensual, tanpa terasa air mata mengalir, bukan air mata kesedihan, namun air mata kebahagaiaan karena setelah sekian tahun akhirnya kesempatan balas dendam itu pun terjadi juga.
“Terima kasih, Dok. Terima kasih.” Nora tersenyum, ia memeluk tubuh kekar dokter Farhan sambil menikmati penyatuan mereka yang kian memanas.
...****************...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 70 Episodes
Comments