Ketahuan?

Keesokan harinya, wajah cantik Cillia terlihat memberangut karena semalam tidak mendapatkan jatah hupla hupla dari suaminya. Maklumlah, suaminya saat ini tengah terbutakan oleh pesona kecantikan sang pembantu, yang tak hanya cantik dari segi wajah, namun juga sangat memikat secara personalnya.

Vincent duduk di meja makan sambil menikmati kopi buatan mbok Sidah. Ia membaca tablet pintarnya, mengisi waktu sebelum sarapan dihidangkan. Cillia menyusul duduk, sudah berdandan cantik namun masih ada roll rambut melekat pada bagian poni.

"Silahkan, Tuan, Nyonya." Nora meletakkan piring berisi nasi goreng kornet sapi. Sarapan pagi mereka hari ini terlihat cukup berat bagi Cillia yang suka menimbang porsi makan. Ia ingin menjaga badannya supaya tetap kurus.

"Nasi goreng?? Di pagi hari?" Celanya.

"Iya, Nyonya," jawab Nora.

"Aku tidak mau makan nasi goreng."

"Belakangan ini nasinya sisa banyak karena Nyonya tidak pernah makan di rumah. Jadi saya inisiatif membuat nasi goreng," ujar Nora.

"Apa?? Jadi ini nasi kemarin??" sergah Cillia semakin dikuasai dengan amarah.

"Tapi masih bagus kok, Nyonya. Nasi goreng juga lebih enak menggunakan nasi yang sudah dingin. Yang penting bukan nasi basi." Nora menjabarkan alasannya, Vincent manggut manggut.

"Jangan di makan, Sayang! Itu nasi basi," cegah Cillia saat Vincent menyendok makanannya.

"Bukan nasi basi, Nyonya." Nora menekan ucapannya.

"Kamu itu cuma pembantu saja belagu!! Saya itu nyonya rumah!!"

"Cillia!!" Vincent mencoba meminta kesabaran istrinya. Ia membela Nora.

"Buang semuanya!!" Perintah Nora.

Nora diam saja, ia menatap nasi goreng yang berbau sangat harum. Sungguh amat di sayangkan kalau nasi sebanyak itu harus di buang. Masih banya orang di luar sana yang tidak bisa makan. Apa dia tak pernah bersyukur dengan apa yang ia miliki.

"Saya makan saja," ucap Nora.

"Kalau saya bilang buang ya buang!! Apa perlu aku lemparkan ke wajahmu?" Emosi Cillia, ia berkata kata kasar pada Nora.

"Cillia!! Bisakah kamu diam?? Aku ingin menikmati sarapanku!!" Vincent menghentikan tingkah kasar istrinya.

"Tapi, Sayang, dia...

"Nasi gorengnya enak! Rasakan dulu!" Vincent membela Nora, ia menyuapkan satu sendok penuh nasi goreng ke dalam mulut, Vincent memakan nasi gorengnya dengan lahap.

Vincent terang terangan membela Nora di hadapan Cillia, membuat wanita itu kesal dan langsung pergi dari meja makan.

"Maaf, Tuan. Saya tak menyangka kalau Nyonya begitu benci dengan nasi sisa semalam."

"Nasi goreng masakanmu sangat enak, Nora. Sayang kalau di buang." Vincent tersenyum, Nora membalasnya dengan senyuman yang tak kalah manis.

"Saya permisi, Tuan." Nora pamit.

"Tunggu!!" Vincent mencekal lengan Nora.

"Ya, Tuan."

"Kamu tidak marah kan?" tanya Vincent.

"Atas apa, Tuan?" Nora pura pura tak mengerti.

"Karena saya menciummu semalam."

"Emm ... sebenarnya saya ... saya sudah mengaggumi Tuan sejak pertama kali bertemu. Saya pikir betapa beruntungnya Nyonya Cillia mendapatkan suami yang tampan dan sangat keren seperi Tuan Vincent," jawab Nora malu malu, ia seperti gadis polos yang benar benar terpedaya oleh permainan cinta dari Vincent, padahal aslinya justru Noralah yang memperdaya tuannya ini.

"Benarkah?" Vincent terlihat sumringah. Ia mulai berani menggenggam tangan Nora begitu ada lampu hijau dari si empunya.

"Benar, Tuan. Saya permisi dulu, masih banyak pekerjaan." Nora menarik tangannya dari genggaman Vincent.

"Hari ini aku akan pulang cepat," tukas Vincent.

"Saya akan menunggu Anda, Tuan," jawab Nora.

Vincent terlihat sumringah, seperti kucing yang berhasil mendapatkan ikan. Ia pun bersenandung ringan dengan begitu cintanya di sambut oleh Nora. Cinta terlarang bagi pria yang sudah beristri, namun kembali lagi cinta itu buta dan bodoh. Vincent telah jatuh cinta pada sosok manis Nora.

Nora memang berbeda, lebih manis, lembut, dan penurut, tidak seperti istrinya yang kasar dan juga tak bisa diatur. Vincent yang sudah lama terkekang dalam pernikahan yang tidak harmonis mulai menuruti apa keinginan hatinya. Ia mulai memberi makan egonya, menuruti kehendak dosa dengan mencintai orang lain saat ia telah memiliki seorang istri.

...****************...

Nora berjalan pelan menuju ke sebuah toko reparasi elektronik. Setelah Vincent dan Cillia berangkat ke kantor masih masing, ia memiliki sedikit waktu untuk keluar dari rumah. Mudah bagi Nora meminta mang Ujang membukakan pintu pagar untuknya karena satpam itu juga tergila gila dengan sosok seorang Nora.

"Cari apa, Neng?" tanya pemilik toko yang langsung sumringah begitu melihat pembeli cantik masuk ke dalam toko sederhananya.

Nora masuk dan melihat ada dua orang pria di sana. Pria dengan rambut cepak yang saat ini tengah meladeni Nora dan satu seorang pria berrambut sedikit gondrong, tengah sibuk mereparasi ponsel.

"Kata Bombom aku bisa mendapatkan camera micro di sini." Nora duduk, sudut matanya menelisir ke seluruh penjuru toko reparasi kecil itu lamat lamat, ternyata tidak seperti yang ia bayangkan. Toko itu sangat kecil dan juga berantakan.

"Kamera micro?" tanya si penjual dan Nora pun mengangguk.

"Joe!! Kamera mikromu masih ada?" Pria itu menjawil pundak temannya.

"Nggak ada, mesti ngerakit dulu." Joe memutar kursi dan kini berhadapan dengan Nora.

"Lama nggak, Bang."

"Tergantung," jawab Joe.

"Sama uang? Nggak perlu takut sama uang, aku punya uang kok." Nora mengeluarkan uang dari dalam tas belanja.

"Tergantung sama sperpatnya ada nggak." Joe menjawab dengan hal lain, membuat wajah Nora memerah. Kebiasaan, ada uang segalanya menjadi cepat. Namun kali ini yang dibutuhkan adalah spearpart untuk membuat camera mikro yang harus di rakit dulu.

"Mau buat apa kameranya?" tanya Joe.

"Bobol brankas, butuh tahu nomor sandinya," jawab Nora. Kedua pemilik toko saling pandang sesaat, mereka heran mendengar jawaban Nora. Nora juga terlihat santai, ia tampak tak merasa bersalah.

"Gimana? Bisa apa enggak?" Nora kembali bertanya, ia tak punya waktu untuk basa basi. Bisa bisa kalau enggak ya enggak. Nora harus mencuri kalung itu dari berangkas, mumpung kalung itu masih ada di tangan Cillia.

Joe mengambil benda kecil dari dalam laci, ia menaruhnya di atas meja tepat di depan Nora. Nora melihat benda kecil seukuran permen dengan lensa kecil di bagian tengah. Nora melihat benda itu sepintas, benarkan benda kecil ini benar benar bisa merekam dengan jelas saat Cillia membuka brankasnya?

"Katanya tadi nggak ada?!" Nora mencebik.

"Kan harus tahu untuk apa kamera ini di gunakan." Joe berdiri di depan Nora, menjelaskan cara memakai kamera. Nora geli, jadi alasan mencuri cukup masuk akal bagi mereka.

"Ini kartu micro memorinya, dan ini cable cargernya. Hanya bisa menyala sekitar lima sampai enam jam saat batre penuh," terang Joe tanpa sedikit pun menatap ke arah Nora.

"Aku rasa ini sudah cukup, berapa harganya?" tanya Nora.

"Ambilah, bayar begitu kamu berhasil mencuri brankasnya." Joe meninggalkan area conter dan kembali ke meja reparasi. Nora mengamati Joe sesaat, perasaan hanya dia cowok yang tidak bergeming saat melihat kecantikan Nora.

"Baiklah, terima kasih. Aku pasti akan membalas budi bila rencanaku berhasil." janji Nora dan Joe mengangguk.

Nora kembali ke rumah, ia harus memasang kamera ini tepat di depan brankas supaya bisa melihat nomor brankasnya saat Cillia memutar knop. Saat tengah menyetel kamera, Nora yang membungkuk mendadak di kagetkan dengan pelukan dari arah belakang. Ia tersentak ke atas.

"Nora ngapain kamu di kamar saya?"

...****************...

...Love, Like, comment...

Episodes
1 Awal Yang Pahit
2 Perjalanan Hidup
3 Tunjangan Bulanan
4 Masa SMA
5 Masa SMA II
6 Masa SMA III
7 Masa SMA IV
8 Berakhirnya Masa SMA
9 Perubahan Nora
10 Lilith
11 Tiba di Ibukota
12 Binggo!
13 Pembantu Baru
14 Hari Pertama Bekerja
15 Gencar Tebar Pesona
16 Jatuh Cinta
17 Terlalu Dingin
18 Ketahuan?
19 Ranjang Panas Majikanku
20 Tidak Berhasil??
21 Pembuktian Cinta
22 Under The Moonlight
23 Hilangnya Kalung
24 Si Gondrong Joe
25 Perhatian Yang Tidak Perlu
26 Genderang Perang
27 Menjadi Orang Lain
28 Tikungan Nora
29 Diambang Kebangkrutan
30 Rasakan Juga
31 Sisi Lain
32 Kecemburuan Vincent
33 Mulai Bergerak
34 Sisi Posesif Vincent
35 Hari Kemenangan Nora
36 Serangan Telak
37 Kartu As
38 Kebenaran
39 Sesumbar
40 Pertemuan Kembali
41 Makan Malam
42 Terjebak
43 Rasa Bersalah
44 Tinggal Selangkah Lagi
45 Tergapai Satu Demi Satu
46 Darah Lebih Kental daripada Air
47 Mata Ganti Mata
48 Hukuman Yang Pantas
49 Arga dan Masa Lalunya
50 Arga dan Masa Lalunya 2
51 Kekosongan Hati
52 Ingin Berdamai Dengan Masa Lalu
53 Pengasuh Baru
54 Rindu
55 Ini Istri Saya
56 Kebenaran Itu Menyakitkan
57 Mencari Mama Baru
58 Kesempatan
59 Pinangan Almaira
60 Ayo Kita Menikah!
61 Perasaan Lama Muncul Kembali
62 Kesadaran Arini
63 Kepura-puraan
64 Mencuri Kesempatan
65 Perlahan Lahan Membaik
66 Semakin Gila
67 Pertemuan Tak Terduga
68 Benar Bukan?
69 Dia Nora
70 Kepulangan Arini
Episodes

Updated 70 Episodes

1
Awal Yang Pahit
2
Perjalanan Hidup
3
Tunjangan Bulanan
4
Masa SMA
5
Masa SMA II
6
Masa SMA III
7
Masa SMA IV
8
Berakhirnya Masa SMA
9
Perubahan Nora
10
Lilith
11
Tiba di Ibukota
12
Binggo!
13
Pembantu Baru
14
Hari Pertama Bekerja
15
Gencar Tebar Pesona
16
Jatuh Cinta
17
Terlalu Dingin
18
Ketahuan?
19
Ranjang Panas Majikanku
20
Tidak Berhasil??
21
Pembuktian Cinta
22
Under The Moonlight
23
Hilangnya Kalung
24
Si Gondrong Joe
25
Perhatian Yang Tidak Perlu
26
Genderang Perang
27
Menjadi Orang Lain
28
Tikungan Nora
29
Diambang Kebangkrutan
30
Rasakan Juga
31
Sisi Lain
32
Kecemburuan Vincent
33
Mulai Bergerak
34
Sisi Posesif Vincent
35
Hari Kemenangan Nora
36
Serangan Telak
37
Kartu As
38
Kebenaran
39
Sesumbar
40
Pertemuan Kembali
41
Makan Malam
42
Terjebak
43
Rasa Bersalah
44
Tinggal Selangkah Lagi
45
Tergapai Satu Demi Satu
46
Darah Lebih Kental daripada Air
47
Mata Ganti Mata
48
Hukuman Yang Pantas
49
Arga dan Masa Lalunya
50
Arga dan Masa Lalunya 2
51
Kekosongan Hati
52
Ingin Berdamai Dengan Masa Lalu
53
Pengasuh Baru
54
Rindu
55
Ini Istri Saya
56
Kebenaran Itu Menyakitkan
57
Mencari Mama Baru
58
Kesempatan
59
Pinangan Almaira
60
Ayo Kita Menikah!
61
Perasaan Lama Muncul Kembali
62
Kesadaran Arini
63
Kepura-puraan
64
Mencuri Kesempatan
65
Perlahan Lahan Membaik
66
Semakin Gila
67
Pertemuan Tak Terduga
68
Benar Bukan?
69
Dia Nora
70
Kepulangan Arini

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!