Happy reading!
.......
.......
.......
.......
.......
...🙁🙁🙁🙁🙁🙁...
Beberapa saat setelah itu, Alicia pun kini telah sampai di rumahnya. Alicia langsung menaruh motornya di garasi rumahnya, kemudian dia berjalan menuju ke rumahnya yang begitu besar itu.
Dia berjalan perlahan menuju ke dalam rumahnya, ruang tamu rumahnya tampak begitu sepi, tidak ada seorang pun di sana selain dirinya. Lalu dia berjalan perlahan menaiki anak tangga menuju ke kamarnya yang ada di lantai atas.
Setelah itu Alicia berjalan perlahan dan masuk ke dalam kamarnya. Sesampainya di dalam, Alicia langsung membaringkan tubuhnya di kasur yang ada di dalam kamarnya.
“Capek banget gua.” Kemudian dia tersenyum.“Tapi gua seneng banget bisa berduaan sama Rahman.”
“Rasanya seneng banget deh,” ucapnya dengan tersenyum.
Kemudian dia mengambil handphone miliknya yang ada di dalam tasnya. Setelah itu dia melihat foto selfienya, bersama Rahman.
“Kita cocok banget gak sih?” Alicia tersenyum melihat foto itu.
“Andai aja gua dari dulu ketemu sama Rahman, gua pasti gak akan sakit hati untuk beberapa kalinya,” ucapnya dengan tersenyum.“Dan gua yakin banget, kalau Rahman bukan tipe pria seperti itu.”
Setelah itu dia membuka aplikasi WhatsApp, beberapa teman temannya mengomentari status WhatsApp miliknya, yang berisi foto selfie dia dengan Rahman.
Rahmah bule
Cie,gua gak di ajak😂.
^^^Lo gak ikut tadi😂.^^^
Takut lo keganggu nanti🗿.
^^^Gua gak ke ganggu kok.^^^
^^^Kalau Lo ikut🗿.^^^
Btw,lo udah jadian kan sama Rahman?.
^^^Belum.^^^
Lo naksir kan sama dia?
^^^Rahasia dong🤭^^^
Pelit lo Al,sama sahabat sendiri😭.
^^^Biarin😂.^^^
Please jawab deh pertanyaan gua🥺.
^^^Gak mau🤭.^^^
😭😭🥺.
^^^😂^^^
^^^Iya, gua naksir sama Rahman.^^^
Kenapa lo gak tembak aja dia Al?.
^^^Proses Le,lihat aja nanti😂.^^^
Mudah mudahan berhasil ya sahabatku💪😘.
^^^Doain ya Le😘.^^^
Iya.
Kemudian Alicia melihat balasan dari Tasya.
Tasya gak jelas🗿.
Lo udah jadian sama Rahman?.
^^^Kepo ya😂^^^
Iya kepo banget🙂.
Namun Alicia hanya membaca saja chat dari Tasya.
Sejak kapan lo sombong gini?.
Woi jawab anjir.
Di read doang😭.
Al.
Ini Lo kan?.
Al.
Al.
^^^Itu tadi mama gua yang bales.^^^
Seriusan?😭.
^^^Iya.^^^
Sumpah lo?.
^^^Gak boleh pakai sumpah sumpah gitu sayang.^^^
Tapi gua malu anjir,kalau itu beneran mama lo😭.
^^^Masa lo percaya?.^^^
Lo bohongin gua ya anjir?.
^^^Iya.^^^
🖕👿.
^^^😂😘.^^^
Gua ngambek ah.
^^^Biarin, mau gua kasih tau gak nih?.^^^
Oh iya,gua gak jadi ngambek🙂.
^^^Belum.^^^
Tapi lo naksir kan?.
^^^Gua naksir sama lo anjir.^^^
^^^I love you😘.^^^
🤮
Gua masih normal ya anjir.
^^^Tapi gua naksir sama lo🥺.^^^
Sejak kapan sih lo jadi gila gini Al?perasaan lo dulu gak gini deh.
^^^🤣^^^
^^^Jujur sih,gua naksir sama Rahman^^^
^^^Sya.^^^
Anjir sahabat gua jatuh cinta lagi nih😘.
^^^Tapi gimana ya ngungkapinnya.^^^
^^^Gua malu Sya.^^^
Kalian berdua itu udah cocok banget loh.
^^^Tapi gua malu anjir.^^^
^^^Walaupun gua akrab sama dia.^^^
Atau gua bantu nih 😀.
^^^Gak usah.^^^
^^^Awas jangan liar mulut lo itu.^^^
Iya iya, Al.
^^^Tapi gua gak tau.^^^
^^^Harus gimana?.^^^
Lo tinggal ngungkapin.
Udah simpel kan sayang.
^^^Tapi gak semudah itu Tasya.^^^
Terserah loh deh🙁.
Pokoknya mudah mudahan berhasil ya.
^^^👍😘.^^^
😘.
Tasya adalah sahabat Alicia sejak smp, sementara Rahmah sahabatnya dari SMA.Wajar jika Tasya sangat akrab dengan Alicia.
Namun Alicia tiba tiba mendapatkan chat dari mantan pertamanya.
Kak Rezi.
Pacar baru kamu ya?.
Dia aslinya gak ingin menjawabnya, namun dia gak enak juga kalau gak menjawab chat darinya. Walau mereka udah gak ada hubungan apa apa, namun mereka berdua masih saling menyimpan nomer handphone.
Alicia juga masih menyimpan nomer handphone mantan ketiganya, hanya nomer handphone mantan keduanya yang dia blokir, karena dia sudah muak sama kelakuan pria itu.
^^^Y.^^^
Dia pun berbohong kepada pria itu, karena dia gak ingin pria itu mengetahui tentangnya saat ini.
“Gua itu sebel banget sama lo,” kesalnya.
Selamat ya Alicia.
Mudah mudahan bisa sampai ke pernikahan 🥰.
“Idih emote love anjir, gua jijik banget.”
^^^Mksh.^^^
Beberapa saat setelah itu, giliran Rahman yang mengomentari status Whats App miliknya.
Rahman.
Gua tambah cakep aja ih.
^^^Siapa dulu yang di sampingnya.^^^
Aslinya sih gak cakep.
Cuma sampingnya aja yang cantiknya kelebihan😂.
^^^Harus dong😅^^^
😘.
“Anjir dia kirimin emote ini ke gua, jadi semakin yakin kalau dia juga suka sama gua.”
^^^😘.^^^
Lo cantik banget sih Al?.
^^^Gua itu ya.^^^
^^^Udah cantik dari dulu😅.^^^
Percaya deh😀.
^^^Jangan gitu ah gua jadi baper nih.^^^
^^^😂🤣.^^^
Gitu aja baper lemah.
😂😂.
^^^Dari pada lo.^^^
^^^Insecure 😂.^^^
Terserah gw lah.
^^^Oh iya, btw lo lagi ngapain?.^^^
Gua lagi santai santai aja sih.
Kalau lo?.
^^^Sama aja.^^^
Sudah makan belum?.
^^^Kan tadi gua makannya sama lo🙁.^^^
Gak makan lagi?.
^^^Gak usah,udah kenyang gua mah.^^^
Kemudian Alicia berjalan menuju keluar kamarnya untuk menemui Winda yang mungkin ada di kamarnya.
Dia berjalan menuju ke kamar orang tuanya, sembari memanggil manggil mamanya.
“Mama,” panggilnya.
Kemudian tak lama setelah itu Winda pun keluar dari kamarnya, lalu berjalan menghampiri anaknya yang sedari tadi memanggilnya.
“Ada apa Sayang?”
“Temenin Alicia di dalam kamar dong Ma, Alicia mau curhat sama Mama.”
Winda tersenyum dan mengelus pipi anak gadisnya itu.“Mau curhat apa Sayang?”
“Tentang perasaan Alicia.”
“Kamu jatuh cinta lagi ya Sayang?”
Alicia mengangguk pelan mendengar pertanyaan mamanya.
“Cie jatuh cinta sama siapa nih?”
Kemudian mereka berdua pun berjalan menuju ke kamar Alicia yang tak jauh dari keberadaan mereka saat ini. Sesampainya di sana, Alicia dan Winda langsung duduk di kasur yang ada di dalam kamarnya.
“Kamu naksir sama siapa Sayang?coba cerita sama Mama.”
“Sama Rahman Ma, cowok yang akrab banget sama Alicia saat ini.” Kemudian Alicia menyandarkan kepalanya di bahu Winda yang ada di sampingnya.
“Kamu udah yakin Sayang?”tanyanya.
“Alicia udah yakin seratus persen Ma, dan ibunya juga akrab banget sama Alicia,” jelasnya.
“Jangan sampai yang kemarin kemarin terulang lagi ya Sayang,” ucapnya sembari mengelus rambut anaknya.
“Tapi...” ucapnya lirih.
“Tapi apa Sayang?”
“Alicia takut seperti dulu lagi, papa gak ngizinin Alicia, Ma.”
“Kalau emang papa nanti gak ngizinin, Mama juga gak bisa berbuat apa apa Sayang.” Winda mengelus rambut anaknya.“Mudah mudahan papa ngizinin ya Sayang.”
“Iya, Ma,” ucapnya dengan mengangguk.
Kemudian terdengar suara ketukan pintu dari luar kamarnya.
“Alicia bukain pintunya.” Suara pria dari luar kamarnya, yang tak lain adalah Aryo papanya sendiri.
“Iya Pa, bentar.”
Kemudian Alicia berdiri dan menghampiri pintu dan membuka pintu kamarnya. Setelah pintu terbuka terlihat wajah papanya yang tampak datar, seperti marah namun dia tidak bisa mengatakan jika papanya sedang marah.
“Papa mau bicara sama kamu,” ucapnya.
“Mau bicara apa, Pa?”
“Mau bicara penting sama kamu.”
Kemudian Winda berdiri dan berjalan menuju mereka berdua.
“Mau bicara apa? Sama Alicia,Pa.”
Aryo tersenyum.“Gak apa apa Ma.”
“Yaudah Mama pergi dulu ya Pa...udah ngantuk nih.”
“Mama kok pergi sih,” ucap Alicia dengan tersenyum.
“Mama udah ngantuk, Sayang,” ucapnya dengan tersenyum.
“Yaudah deh, Ma.”
Setelah itu Winda keluar dari kamar Alicia, meninggalkan anak gadisnya dan juga suaminya. Sementara Alicia langsung duduk di kasur kamarnya, di ikuti Aryo setelahnya.
“Kamu tadi berduaan sama cowok, kan?”
Alicia mengangguk pelan.“Alicia tadi sama temen Alicia, Pa.”
“Dia siswa paling nakal di sekolahan kamu, kan?”
Alicia bingung dengan papanya yang mengetahui tentang Rahman.
“Kok papa tau?”
“Papa udah tau semua dari kepala sekolah kamu,” jawab Aryo datar.
Aryo mendengus.“Jadi mulai sekarang jangan pernah deket lagi dengan anak itu.”
Alicia mengerutkan dahinya.“Kenapa Pa?”
“Kamu udah tau kalau dia nakal, kenapa kamu deketin...Atau jangan jangan, kamu pacaran sama anak nakal itu?”
“Gak Pa, Alicia cuma temenan sama Rahman,” ucapnya.“Tapi kenapa sih Pa?papa benci banget sama Rahman.”
“Papa gak ingin kamu jadi nakal Alicia,” ucapnya.
“Tapi dia cowok yang baik, Pa.”
“Kamu berani bantah papa ya sekarang, atau mungkin ini gara gara kamu temenan sama anak nakal itu.”
“Cukup ya Pa, Rahman gak seburuk yang papa kira.”
Kemudian Aryo menampar pipi Alicia.“Berani beraninya kamu ngomong gitu sama Papa, apa lebih penting anak nakal itu dari papa Hah!” ucapnya dengan nada tinggi.
“Papa gak ingin Nak, masa depan kamu hancur, pokoknya papa gak akan mengizinkan kamu dekat dengannya lagi!”
“Tapi dia gak seburuk itu, Pa.” Alicia mencoba menjelaskan ke papanya namun tetap sama saja.
“Kamu gak belajar dari kesalahan yang kamu perbuat dahulu, kamu memilih laki laki yang salah, yang hanya mementingkan harta,” ucapnya.“Terus sekarang kamu akan memulainya lagi seperti dulu, dekat dengan siswa paling nakal di sekolahan.”
Alicia hanya terdiam.
“Awalnya mungkin dia datang dengan baik baik, namun lama kelamaan pasti sifat aslinya muncul.” Aryo menghela nafas.“Terus Papa tidak bisa membayangkan kalau tiba tiba kamu hamil muda.”
“Rahman gak seburuk itu, Pa.”
Aryo menampar pipi Alicia lagi dengan keras.“BERANI KAMU SAMA PAPA SEKARANG!”
Alicia pun hanya menangis,air matanya terus mengalir dari mata indahnya itu.
Kemudian pintu kamar Alicia terbuka, kemudian Winda masuk ke dalam kamar.
“Udah Pa,” ucapnya mencoba menenangkan suaminya.
Kemudian Aryo menghela nafas. “Besok Papa akan datang ke rumah anak nakal itu, Papa akan memberi peringatan kepadanya agar gak deket deket lagi sama kamu.”
“Gak usah Pa.”
Lagi lagi tamparan jatuh di pipi Alicia.
“Udah Mas,” ucap Winda dengan meneteskan air mata.
Kemudian setelah menampar Alicia, Aryo langsung keluar meninggalkan anak dan juga istrinya. Setelah kepergian suaminya, Winda langsung memeluk putrinya.
“Udah sayang, gak usah nangis,” ucap Winda sembari mengelus air mata Alicia.
“Tapi Mama percaya, kan? Kalau Rahman gak seburuk itu...”
“Mama percaya Sayang.”Winda mencium kening putrinya.
“Sekarang kamu tidur ya Sayang, besok kan sekolah.”
“Iya Ma.”
...Lanjut gess!!...
*makasih yang udah baca.
*Jangan lupa votenya ya kak.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 31 Episodes
Comments