Happy reading!!!
.......
.......
.......
.......
...Kita tidak pernah memahami jika tidak saling merasakan....
Pagi yang cerah, Rahman dan Alista melakukan aktivitas seperti biasa biasanya. Alista sedang menyapu lantai rumahnya, dengan begitu bahagia, dia bernyanyi nyanyi walau pun suaranya tidak terlalu enak.
Namun beberapa saat setelah itu, tiba tiba Rahman menghampiri ibunya yang sedang menyapu di teras.
"Ibu," panggilnya.
"Iya ada apa Sayang?"
"Ini ada telpon dari om Anto." Rahman memberikan handphone itu kepada Alista.
Alista menerimanya dan langsung mengangkat telpon dari Anto.
"Ada apa Sayang tumben telpon?"
"Kok manggilnya Sayang?"
"Kan kita bentar lagi nikah, masa gak boleh manggil Sayang," ucapnya dengan tersenyum.
Terdengar bunyi suara tertawa Anto dari dalam handphone Alista.
"Kenapa ketawa?"
"Gak, gak."
"Ada apa kamu nelpon aku Sayang?"
"Gak usah kerja ya hari ini."
Seketika Alista bingung dengan ucapan calon suaminya itu."Kenapa gak boleh kerja?"
"Gak usah kerja aja, Ta."
"Tapi kenapa sih? Kan kerja dapat duit lagian aku juga bisa ketemu sama temen temen."
"Kamu kan nanti jadi bos."
"Bos?" Alista bingung perkataan yang di ucapkan calon suaminya itu.
"Iya, habis ini kamu kan jadi bos," ucapnya di ikuti suara tertawa setelahnya.
"Bercanda,kan?"
"Gak, yaudah nanti aku ke rumah kamu ya.Jangan kerja dulu loh."
"Jam berapa kamu ke rumah?"
"Habis ini, sekitar jam 7an lah,"
"Oh, yaudah aku tunggu ya Sayang."
"Iya, sayang."
"Bye Sayang."
Kemudian Alista mematikan sambungan telponnya dengan Anto. Setelah itu Alista menaruh handphonenya di meja yang ada di teras rumahnya.
Kemudian duduk di lantai teras, dia tersenyum senyum sendiri. Raut wajah menampakkan jika dia sangat bahagia.
"Kamu dari dulu selalu membuatku bahagia To," ucapnya dengan tersenyum.
Seketika dia mengingat masa lalunya bersama Anto saat SMA dulu, dia selalu bahagia ketika bersamanya.
Flashback on
Di pagi yang cerah, kini Alista berjalan perlahan melewati koridor sekolah dengan begitu semangat. Namun tiba tiba ada suara wanita yang memanggilnya dari belakang.
"Ta."
Kemudian Alista menoleh ke belakang ke arah wanita yang memanggilnya.
"Tungguin gue dong," ucapnya dengan nafas yang terpatah patah.
"Lo baru datang?" ucapnya dengan tersenyum.
"Gua ngejar lo, dari bawah tadi, Ta."
"Perasaan gua dari tadi jalan deh," ucap Alista dengan tersenyum.
"Iya lo emang jalan, tapi lo tadi udah jauh banget,Ta," ucapnya.
Alista terkekeh."Kenapa pakai di kejar segala? Entar di kelas juga ketemu kok."
"Gua kan mau bareng sama,lo," ucapnya dengan tersenyum.
"Ada ada aja deh lo, Na."
Wanita itu adalah Irina, tante Alicia dan juga wali kelas Rahman. Dulu saat SMA memang Alista dan Irina adalah sahabat yang sangat akrab, mereka saling melengkapi satu sama lain.
Walau pun mereka sedikit berbeda, Alista terlahir dari keluarga yang sederhana, sementara Irina terlahir dari keluarga yang kaya raya. Perbedaan itu lah yang membuat mereka sangat akrab.
Baru saja hendak berjalan, tiba tiba terdengar suara cowok dari belakang, yang memanggil nama mereka berdua. Dia adalah Anto cowok yang sangat dekat dengan Alista.
"Anto," ucap Alista.
"Kita nanti main yuk!"
"Gua gak bisa deh keknya," ucap Irina.
"Kenapa gak bisa, Na?" tanya Alista.
"Kenapa gak bisa?"tanya Anto.
"Gua nanti mau pergi sama ayah."
"Oh yaudah kalau begitu, kita berdua aja ya, Ta?"
"Iya To."
...EGSATO ...
Beberapa saat setelah itu, mereka berdua pun sampai di tempat biasa Anto, Alista dan juga Irina bermain ketika sepulang sekolah. Terkadang juga, Anto mengajak teman laki lakinya.
"Sepi ya gak ada Irina?"
"Iya sepi banget, Ta."
"Lo gak ngajakin temen temen laki laki lo yang lain?"
"Gak ada yang mau Ta, pada sibuk semua mungkin."
"Sunyi banget ya kalau cuma berdua gini?" ucap Alista.
"Gak apa apa, kita kan bisa saling curhat," jawabnya santai.
"Iya."
Mereka berdua duduk berdampingan di bawah pohon yang ada di tempat itu, sembari menikmati pemandangan di sekitar yang begitu indah.
"Lo tau Endo anak IPA gak?"
"Tau."
"Dia ganteng banget ya?"
"Lo suka sama dia?" tanya Anto.
"Gak, cuma kagum aja gitu sama dia.Kenapa bisa ganteng banget ya?"
"Lo juga cantik kok."
Alista mencubit pipi Anto."Ih gombal ya."
"Emang kenyataannya gitu Ta, lo itu emang cantik banget," ucap Anto dengan tersenyum.
"Aslinya lo itu cemburu, kan? kalau gua bilang Endo itu ganteng."
Anto menggeleng pelan."Gak, ngapain juga cemburu."
Alista tersenyum."Tapi lo juga ganteng kok To."
Anto hanya memanyunkan bibirnya.
"Di bilangin juga, gak percaya," ucap Alista dengan tersenyum.
Anto tersenyum."Lo suka kan sama dia?"
"Gak, gua cuma kagum sama dia."
Anto mencubit pipi Alista."Beneran?lo gak mau beritahu gua."
Kemudian Alista membaringkan tubuhnya dan bersandar di paha Anto.
"Jujur sih, gua itu jatuh cinta sama dia."ucapnya."Ternyata gini ya rasanya jatuh cinta, To."
"Gimana rasanya?"
Alista tersenyum."Rasanya itu, seperti gua pengen banget ketemu dengannya dan gua itu selalu mengharap kehadirannya."
Alista menghela nafas."Walaupun gua gak pernah bicara sama dia."
Anto mengelus wajah Alista yang bersandar di pahanya.
"Oh iya Anto, tadi gua bawa kue buatan ibu loh."
Kemudian Alista pun duduk, lalu setelah itu dia mengambil wadah kotak yang berisi kue di dalamnya.
"Ini itu kue buatan ibu gua, To." kemudian Alista membuka wadah kotak itu.
Tercium bau kue yang begitu sedap.
"Enak banget ini kelihatanya," ucapnya dengan tersenyum.
Kemudian Alista mengambil satu kue itu dan dia menyupkan kue itu ke mulut Anto.
"Enak banget Ta," ucap Anto dengan mengunyah kue yang memenuhi mulutnya.
"Emang enak banget, To," ucapnya dengan tersenyum.
Kemudian Anto mengambil satu kue dan menyuapkan kue itu ke mulut Alista.
"Enak kan, Ta."
"Enak banget, apalagi di suapin sama lo," ucapnya dengan tersenyum .
Anto pun hanya tersenyum mendengar itu.
"Lo itu sahabat cowok terbaik yang gua miliki saat ini,To."
"Lo juga sahabat cewek terbaik yang pernah gua miliki, Ta," ucap Anto dengan tersenyum.
Kemudian Alista bersandar di bahu Anto."Gua gak ingin kehilangan lo Anto."
"Gua juga gak ingin kehilangan lo Alista."
"Jikalau suatu saat nanti, kalau kita sudah berkeluarga masing masing, lo harus sering sering bermain ke rumah gua loh, bawa istri dan anak anak lo juga," ucapnya dengan tersenyum.
"Iya, kalau gua masih di kasih umur panjang," ucap Anto dengan tersenyum.
Alista tersenyum.
"Kalau kita berdua menikah gimana?"
Alista tersenyum."Kita, kan cuma sahabat,To."
"Jodoh gak ada yang tau, kan?"
Setelah itu Alista menegakkan kepalanya, yang semulanya bersandar di bahu Anto.
Alista mencubit pipi Anto."Tapi gua gak ingin nikah sama sahabat sendiri, gak seru."
"Kan cuma semisal, Ta."
Flashback off.
"Ternyata kita beneran jodoh To, dulu maafin gue, sudah bilang kalau nikah sama sahabat sendiri itu gak seru." Alista tersenyum."Ternyata kita ngelakuin itu sebentar lagi To."
"Jujur gua gak sabar untuk hidup bersama denganmu."
Setelah itu Rahman pun menghampiri Alista.
"Ibu kenal tante Irna gak?"
"Irna temen SD, Ibu?"
"Iya Bu, katanya dia titip salam ke Ibu," ucapnya dengan tersenyum.
"Kamu ketemu dia di mana Sayang?"
"Di rumahnya Bu, waktu itu kan Rahman pergi ke rumah Dewi, anak yang Rahman ajari, ternyata ibunya Dewi itu temen Ibu, Tante Irna."
"Kok dia bisa tau, kalau kamu anak Ibu?"
"Dia bilang, kalau Rahman mirip sama Ibu."
"Tapi bener banget sih, kamu itu emang mirip banget sama Ibu," ucapnya dengan tersenyum.
"Masa gak ada mirip miripnya ayah sama sekali?"
"Ada, tapi sedikit."
"Tapi ibu kapan sih? Ngenalin ayah, sama Rahman."
"Kamu mau ketemu sama ayah Sayang?"
"Iya Bu, Rahman pengen banget."
Alista bingung, gak mungkin juga dia pergi ke rumah mantan suaminya. Yang di rumah itu juga ada Irina sahabat lamanya, yang merebut suaminya sendiri.
Kejadian yang membuat dirinya hancur, tidak akan pernah dia lupakan sampai kapanpun.Walaupun begitu, dia sudah memaafkan sahabat lamanya itu dan juga mantan suaminya.
Tapi dia juga salah, tidak pernah memperkenalkan anaknya kepada ayahnya sendiri. Padahal selama ini ayahnya lah yang sudah membiayai sekolahnya.
Beberapa saat setelah itu, tiba tiba ada mobil hitam yang berhenti di depan rumahnya. Sehingga membuat Alista dan Rahman pun penasaran siapa yang ada di dalam mobil itu.
Pintu mobil itu pun seketika terbuka, lalu keluarlah seorang pria dengan memakai pakaian rapi dan berjas. Pria itu berjalan perlahan menuju ke rumah Alista. Pria itu adalah Aryo, Papa Alicia dan juga kakak dari Irina.
Alista pun seketika berdiri dan Aryo menghampiri Alista.
"Ada apa kamu kemari?"
"Saya cuma mau memperingatkan kepada anak kamu, agar tidak dekat dekat lagi dengan anak saya."
"Emang anak saya pernah deket sama anak kamu?"
"Alicia, dia adalah anakku."
"Oh, jadi Alicia anak kamu." Alicia tersenyum."Untung aja dia gak ngikutin sifat kamu."
"Apa maksud kamu bilang gitu?"
"Ya memang kenyataan," jawabnya santai.
"Terserah kamu mau bilang apa?." ucapnya."Yang penting jauhkan anak kamu itu dari anakku."
Kemudian Aryo menatap tajam Rahman yang ada di samping Alista."Kamu itu cuma anak nakal, gak pantas untuk deketin anak saya."
Alista mendorong tubuh Aryo."Cukup gak usah ngerendahin anak aku, aku tau kok kalau dia anak nakal,t api kamu harus ingat. Jika salah satu keluarga kamu sendiri yang menghancurkan kebahagiaannya."
"Andai aku tau, kalau Alicia anak kamu." Alista menghela nafas."Aku juga gak akan membiarkan anakku untuk dekat dengannya."
Mendengar ucapan ibunya ,Rahman pun mengetahui, jika salah satu keluarga Alicia sendiri yang selingkuh dengan ayahnya.
"Ku minta sekarang kamu pergi dari sini!" ucapnya dengan nada tinggi.
Kemudian Aryo menghela nafas."Jadi awas saja jika anak kamu deketin anak saya lagi."
"Pergi gak!"
Kemudian Aryo langsung berjalan perlahan menuju ke mobilnya dan meninggalkan rumah Alista. Setelah itu Aryo masuk ke dalam mobilnya dan pergi.
"Awas aja kamu deket deket lagi sama Alicia!"
"Iya Bu."
"Tapi kamu jangan sekalipun membenci Alicia," ucapnya.
"Iya Bu, tapi selingkuhan ayah, keluarganya Alicia?"
Alista mengangguk."Iya."
"Tapi siapa Bu?"
Alista mengelus wajah anaknya. "Nanti kamu pasti tau sendiri Sayang."
"Sampai kapan, Bu?"
"Sampai waktunya tiba," ucapnya dengan tersenyum.
Kemudian Alista langsung masuk ke dalam rumahnya dan meninggalkan Rahman yang ada di teras.
...Lanjut gess...
*Makasih yang udah baca.
*Semoga sehat selalu ya😀😀
*Dukung sampai selesai ya guys.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 31 Episodes
Comments