Happy reading
.......
.......
.......
.......
.......
.......
..."Di mulai dari dalam keluar.Kita memulainya dengan memperbaiki sikap kita, bukan mengubah kondisi di luar kita.” Bruce Lee...
Angin angin berhembus kencang, kendaraan berlalu lalang di jalan raya, terdapat banyak orang yang sibuk dengan pekerjaannya masing masing. Rahman mengendarai motornya dengan begitu santai, niatnya bersekolah sangat tinggi tidak seperti biasa biasanya.
Dia mengendarai motornya dengan begitu santai, Rahman melihat kanan kiri terdapat orang orang yang sedang sibuk dengan pekerjaannya. Namun tiba tiba motornya pun mati hingga membuat dia kesal.
“Kenapa ini motornya?” ucapnya. “Pasti mogok lagi,” kesalnya.
Kemudian Rahman mencoba lagi untuk menyalahkan motornya namun tak kunjung bisa di nyalakan hingga membuatnya harus turun dan menuntun motornya yang tidak bisa di nyalakan.
“Nasib nasib, niat udah seratus persen, eh malah mogok nih motor,” kesalnya.
Dia terus menuntun motornya dengan perasaan yang kesal dengan motornya yang tiba tiba mogok begitu saja tanpa alasan. Hingga dia ingin berhenti sejenak di samping jalan dan mencoba untuk menelpon teman temannya agar bisa membantunya di saat ini.Dia memarkiran motornya di depan kursi panjang yang ada di samping jalan.
Kemudian setelah itu Rahman duduk di kursi itu dan mengambil handphone miliknya di dalam tas warna hitamnya, dia memencet aplikasi whats app dan mencari nomor kontak yang tertulis nama Andika Geng.
Andika Albiano adalah teman sekelasnya dan teman sebangkunya, dia adalah teman yang paling dekat dengan Rahman saat ini atau bisa di sebut dengan sahabat.Dia memencet tombol telpon di nomor kontak itu, untuk menelpon Andika dan untungnya Andika mau menerima telpon darinya.
“Hei Dik lo di mana anjir?” tanyanya.
“Gua udah di sekolahan anjir, udah di kelas ini gua,” jawabnya.
“Tumben rajin juga lo hari ini.”
“Iya dong, emang napa sih lo tumbenan nelpon gua?” tanyanya.
“Motor gua tiba tiba mogok anjir, niatnya mau minta bantuan sama lo, tapi lo udah di sekolah aja.”
“Mau gua jemput nih, Man?” tanyanya.
“Gak usah ah, lo kan udah di sekolah,” jawabnya.“Ada bengkel di dekat sini?” tanyanya.
“Emang Lo ada di mana anjir?”
“Gua di depan warung bakso pak Tono nih,” jawabnya.
“Oh, yaudah lo jalan aja ,bentar lagi pasti ada bengkel, sekitar setengah kilo deh,” ucapnya.
“Anjir, jauh banget itu,” keluhnya.
“Ya emang cuma itu anjir, bengkel di dekat situ.”
“Oh yaudah makasih ya, Dik.”
“Iya sama sama, cepetan loh bentar lagi masuk.”
“iya iya.”
Kemudian Andika memutus sambungan teleponnya, sementara Rahman berdiri dan mulai menuntun motornya lagi dan mencari bengkel yang di tunjukkan oleh Andika.
“Nasib nasib, sial banget gua di hari ini,” kesalnya.
...EGSATO ...
Sementara di waktu yang sama dan tempat yang berbeda, gadis cantik dengan rambut yang di kuncir ke belakang seperti ekor kuda dan poni yang menghiasi dahinya sedang berjalan melewati koridor sekolah. Gadis itu adalah Alicia Dwi Septiani siswi kelas 12 ipa 1, dia juga adalah seorang ketua OSIS di sekolahannya saat ini.Alicia berjalan menuju ke ruang guru untuk menemui tantenya yang bernama Irina.
Irina adalah wali kelas di kelas 12 ips 2, kelas Rahman saat ini.Dia berjalan dengan begitu santai, banyak sekali pria yang menatapnya ketika dia berjalan. Karena kecantikannya yang di atas rata rata siswi sekolah ini.
“Hai Al,” sapa salah satu cowok.
“Hai Vin,” balasnya.
“Pagi pagi udah cantik banget,mau kemana sih?” tanyanya berbasa basi.
“Mau ke ruang guru,ketemu sama ibu Irina,” ucapnya dengan senyuman yang terus terpancar di wajah cantiknya itu.
Walaupun cantik dan pintar, Alicia tidak pernah bersifat sombong dengan sesama temannya. Dia baik, ramah dan juga murah senyum. Hingga tidak ada seorang pun yang benci dengan gadis cantik ini.
“Hai Kak Alicia,” sapa salah satu siswi kelas 10.
“Iya?” balasnya dengan tersenyum.
“Kak, saya pengen daftar OSIS,tapi saya mau nanya, daftarnya di Kakak kan?”
“Oh kamu mau daftar OSIS ya, Dek?” ucapnya.“Siapa nama kamu?” tanyanya.
“Indah Adindawati Kak,” jawabnya.
“Kelas apa kamu?”tanyanya lagi.
“10 ipa 1, Kak,” jawab Indah.
“Yaudah nanti saya ke kelas kamu, ngasih formulirnya,” jelasnya.
“Yaudah Kak kalau begitu.” Indah tersenyum.
“Yaudah saya pergi dulu ya Indah, mau ke ruang guru,” pamitnya.
“Makasih ya Kak,” ucapnya dengan tersenyum.
Alicia hanya tersenyum ke arah gadis itu, kemudian dia melanjutkan perjalanannya menuju ke ruang guru untuk menemui Irina. Hingga akhirnya dia pun sampai di ruang guru.Dia jalan perlahan masuk ke dalam ruang guru itu, dan menghampiri Irina yang sedang duduk di tempatnya.
“Tante,” panggilnya.
“Eh ponakan tante,” balasnya dengan tersenyum.
“Ini tugasnya udah jadi, Tante.” Alicia memberikan buku tulisnya ke Irina.
Irina menerima bukunya itu. “Bagus, keponakan Tante,” ucapnya dengan tersenyum.
“Habis ini Tante ngajar kelas mana?” tanyanya dengan penasaran.
“Kelas 12 Ips 2,” jawabnya.
“Oh yaudah Tante, Alicia balik ke kelas dulu ya,” pamitnya.
“Iya Sayang,” ucapnya.
Kemudian Alicia berjalan menuju keluar pintu meninggalkan tantenya yang ada di dalam ruang guru.
...EGSATO...
Sementara di tempat lain,Rahman pun telah sampai di bengkel yang di maksud oleh Andika.
“Kenapa, Dek?” tanyanya.
“Gak tau Bang, tiba tiba mati gitu aja.”
“Yaudah taruh sana dulu biar nanti saya perbaiki,”
“Masih lama gak, Bang?” tanyanya.
“Setelah saya perbaiki motor ini dulu,” ucap penjaga bengkel itu.
“Yaudah Bang saya duduk dulu di sini,” ucapnya.
Kemudian Rahman duduk di kursi yang di sediakan oleh bengkel. Namun baru saja duduk, tiba tiba handphone miliknya bergetar menandakan ada telpon masuk.Sehingga Rahman pun langsung mengambil handphonenya di dalam tas.
Ternyata itu adalah telpon dari Irina wali kelasnya, dia pun langsung memencet tombol hijau untuk menerima panggilan itu.
“Asalamualaikum.”
“waalaikum salam, Bu,” jawabnya.
“Kamu gak masuk hari ini, Nak?” tanyanya.
“Masuk kok Bu, cuma ini motor saya baru saja mogok jadi berhenti dulu di bengkel,” jawabnya dengan santai.
“Oh motor kamu mogok, apa perlu Ibu jemput?” tawarnya.
“Gak usah Bu, bentar lagi selesai kok ini,” jawabnya.
“Oh yaudah, selesai dari bengkel langsung berangkat ke sekolah ya, Nak!” perintahnya.
“Iya Ibu Irina,”
“Jangan mampir kemana mana lagi loh.”
“Iya Bu,”
Irina mematikan sambungan telponnya, sementara Rahman kini sedang duduk merenungi kesialanya yang tengah melandannya hari ini. Kemudian setelah itu datanglah seorang pria ke bengkel itu.
“Gimana bos udah jadi?” tanya pria itu ke penjaga motor itu.
“Belum bos bentar lagi, duduk aja dulu bos,” ucapnya.
Setelah itu pria itu menghampiri Rahman yang sedang duduk.
“Kamu kok mirip Alista?” ucapnya membuat Rahman semakin bingung dengan pria itu.
Rahman sama sekali tidak pernah melihat pria yang ada di depannya, namun dia berpikir jika itu adalah teman ibunya dulu. Setelah itu pria itu duduk di kursi di samping Rahman duduk.
“Kamu anaknya Alista, ya?” tanya pria itu.
Rahman tersenyum.“Kok om tau sih?” tanyanya dengan bingung.
“Kenalkan nama saya Anto, temen sekolah SMA ibu kamu,” ucapnya dengan mengulurkan tangannya.
Rahman berjabat tangan dengan pria yang bernama Anto itu.“Rahman Ardika anaknya ibu Alista.”
“Ibumu di rumah sekarang?” tanyanya.
“Gak Om, lagi kerja,” jawabnya.
“Kerja di mana?” tanyanya lagi.
“Di pabrik sepatu Om,” jawabnya.
Anto mengangguk.“Memang ayah kamu gak kerja ya?” tanyanya.
“Ayah sama ibu udah lama cerai Om,” jawabnya.
“Ada masalah apa kok bisa cerai?” tanya Anto lagi.
“Maaf Om, saya gak bisa cerita sama Om, soalnya ini rahasia keluarga saya.”
“Oh yaudah, ibu kamu kapan pulangnya? Biar Om ke rumah nanti.”
“Jam 4 sore Om kayaknya,” jawabnya.
“Yaudah nanti Om ke rumah kamu,” ucapnya.
“Emang Om tau rumah aku?,” tanya Rahman.
Anto tersenyum.“Kan Om sahabat ibu kamu, ya pasti tau lah rumahnya.”
“Yaudah kalau begitu.”
Anto adalah sahabat dekat Alista ketika sma dulu, mereka berdua selalu kemana mana bersama.Bahkan Anto sempat menaruh perasaan dan jatuh cinta ke Alista, namun dia memilih tidak memberitahukan perasaan itu kepada Alista.Karena dia tau jika Alista menyukai seseorang lain yang ada di sekolahnya. Bahkan dia sendiri adalah tempat bercurhatnya Alista dulu.
Setelah lulus SMA, dia memilih untuk pergi jauh dari kehidupan Alista, sekaligus dia bekerja di luar negri untuk menyambung hidupnya. Namun ketika dia telah memiliki penghasilan yang cukup, dia berniat untuk mengungkapkan perasaanya kepada Alista yang selama ini dia pendam dan sekaligus mengajaknya untuk menikah.
Namun ketika Anto sudah tiba di depan rumah Alista kala itu.Dia melihat Alista bersama lelaki lain yang tak lain adalah suami Alista. Dia terlambat tidak mengungkapkan perasaanya dan dia menyesal telah meninggalkannya begitu saja.
Karena kekecewaan dan penyesalan yang mendalam, dia pun mengurungkan niatnya untuk bertemu dengan Alista dan kedua kalinya dia memilih pergi dari kehidupan Alista.
“Ngomong ngomong motor kamu kenapa?” tanyanya.
“Gak tau Om tiba tiba mati.”
Kemudian dia berdiri dan menghampiri penjaga bengkel yang tengah memperbaiki motor Anto. “Motor anak ini aja bos perbaiki dulu, kasihan mau sekolah dia.”
“Oh yaudah,Bos.” Setelah itu penjaga bengkel itu mulai memeriksa motor milik Rahman.
“Sekalian aku yang bayarin motor anak ini,” ucapnya.
“Siap Bos siap.”
Kemudian setelah itu Anto kembali duduk di kursi yang ada di samping Rahman duduk.
“Kamu kelas berapa?” tanyanya.
“Kelas 12 Om Anto.”
“Bentar lagi lulus ya?” Anto tersenyum.
“Iya Om gak kerasa.” Rahman tersenyum.
Kemudian Anto mengeluarkan foto di dalam sakunya.Di dalam foto itu terdapat Anto dan Alista yang sedang duduk berdua dengan seragam putih abu abunya.“Lihat deh ibu kamu waktu muda,” tunjuknya.
Kemudian Rahman mengambil foto di tangan Anto.“Ini beneran foto ibu Om?”
“Iya, ini foto ibu kamu sama Om.” Jawabnya.
“Cantik banget ya ibu ternyata waktu muda.” Rahman tersenyum.
Anto hanya tersenyum, ini mungkin waktu yang pas untuk melamar sahabatnya itu yang kini sudah berstatus sebagai janda.Namun dia tidak mau egois, dia takut mungkin saja anaknya nanti akan menolaknya apalagi anaknya sudah dewasa sekarang dan juga dia takut jika Alista tidak memiliki perasaan yang sama seperti perasaanya.
Perasaan yang tak akan pernah pudar,karena hanya Alista lah wanita yang mampu membuatnya jatuh cinta.Dia tak sabar ingin bertemu dengan Alista seorang sahabat yang paling dia sayangi.Walaupun dia di luar negri, sering berinteraksi dengan bule bule cantik,namun perasaanya tidak akan pernah berubah kepada Alista.
“Saya gak sabar ingin bertemu dengan ibu kamu,udah beberapa tahun kami berdua tidak bertemu.”
Wajah Anto tampak terlihat begitu bahagia, menunjukkan jika dia sangat rindu dengan Alista.
“Anak Om udah berapa kalau boleh tau?”
Anto tersenyum.“Om belum punya istri.”
Rahman mengerutkan dahinya.“Masa sih,Om?” tanyanya.
“Iya, Om belum pengen menikah.”
...Lanjut gess...
*Insyaallah updatenya setiap hari.
*Mudah mudahan kalian suka dengan ceritanya.
*Dan terima kasih yang telah membaca.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 31 Episodes
Comments