Happy Reading teman teman!!.
.......
.......
.......
.......
.......
...😀😀😀😀😀😀...
Setelah menyerahkan tugas itu ke Irina, Alicia kembali ke kelasnya, di tengah perjalanan dia bertemu dengan Tasya sahabat dekatnya dari smp.
"Sya ikut gua yuk!"ajaknya.
Tasya mengerutkan dahinya."Kemana Al?" tanyanya dengan penasaran.
"Ke ruang OSIS bentar, ngambil formulir untuk siswa siswi yang daftar OSIS," jawabnya.
"Kan gua gak OSIS anjir, ngapain lo ngajak gua?" tanyanya.
"Apa salahnya sih lo bantuin temen Sya?" Alicia tersenyum.
Setelah itu datang seorang cewek cantik berwajah bule dengan rambut agak kecoklatan yang di ikat dua.Dia adalah Rahmah gadis blasteran Indonesia Amerika,dia juga sahabat dekat Alicia sama seperti Tasya.
"Kalian habis dari mana aja sih? gua cariin juga ternyata di sini," tanyanya.
"Gua habis ngumpulin tugas ke tante Irina," jawab Alicia.
"Lo mau gak Sya?" tanya Alicia.
"Mau kemana sih kalian?" tanya Rahmah.
"Ini Alicia, ngajak gua ke ruang OSIS." Jawab Tasya.
"Terus Tasya gak mau karena bukan pengurus OSIS." Alicia tersenyum.
"Yaudah sama gua aja Al," ucap Rahmah.
"Yaudah gua ikutan juga kalau gitu," ucap Tasya dengan tersenyum.
"Katanya tadi gak pengurus OSIS Sya?" ucap Alicia.
"Kan gua mau bantu sahabat gua yang cantik ini." Tasya tersenyum.
"Alesan aja lo," ucap Rahmah dengan tersenyum.
"Yaudah ayo!" ajak Alicia.
Kemudian mereka bertiga berjalan melewati koridor sekolah untuk pergi ke ruang OSIS yang berada tak jauh dari keberadaan mereka saat ini.
"Sebentar lagi ada pemilihan Osis ya Al?" tanya Tasya dengan penasaran.
"Iya Sya, bentar lagi gua akan lepas jabatan deh, bye OSIS," ucapnya dengan tersenyum bahagia.
"Enak gak sih jadi OSIS Al?" tanya Rahmah.
"Enak aja sih kalau gua, tergantung lo nya," jawabnya dengan tersenyum.
"Kalau gua sih ogah banget ya," saut Tasya.
"Terserah lo, kalau gua mah enak dapat pengalaman," ucap Alicia dengan tersenyum.
Tasya tersenyum."Pengalaman jadi babu sekolah,"ledeknya.
"Terserah lo aja deh Sya, yang penting gua bentar lagi lepas jabatan." Alicia tersenyum.
Beberapa saat setelah itu mereka bertiga pun telah sampai di ruangan OSIS sekolahnya yang tampak tidak terlalu besar dan juga tidak terlalu kecil.
"Lo berdua ikut masuk gak?" Alicia menanyai kedua sahabatnya.
"Ikut dong, gua pengen lihat ruangan OSIS nya," ucap Rahmah dengan tersenyum.
"Gua juga ikut Al."
"Yaudah ayo masuk kalian berdua!" ajak Alicia.
Kemudian mereka bertiga masuk ke dalam ruangan Osis itu, tampak terdapat beberapa barang barang di dalam ruangan itu.
"Ada komputernya juga Al," ucap Tasya dengan tersenyum.
"Iya itu buat gua bikin surat Sya," ucap Alicia.
"Bikin surat apa bikin surat Al?"
"Bikin surat lah, emang bikin apalagi?" ucap Alicia dengan tersenyum.
"Kirain nonton film di sini," ledek Tasya.
"Ngapain juga gua nonton film di sini, enakan juga di rumah," ucap Alicia dengan tersenyum.
"Iya deh percaya murid paling pintar soalnya," ucap Tasya dengan tersenyum.
"Jangan gitu ah, gua baper loh nanti," Alicia tersenyum.
Setelah itu Rahmah berbaring di atas sofa panjang yang ada di ruangan itu."Empuk juga nih sofa," ucapnya.
"Lo ngapain tiduran di sana Mah?Di marahin ketua OSIS lo nanti," ucapnya."Ketua OSIS nya galak loh," bisiknya.
"Apa lo bilang?"
"Ketua OSIS nya baik kok Rahmah, baik banget," kemudian Tasya mencubit pipi sahabatnya itu."Mana pintar lagi."
"Aww sakit Tasya," ucapnya sembari menyingkirkan tangan Tasya.
"Ups,maaf ya ketua OSIS," Tasya tersenyum.
"Karena gua baik hati,jadi gua maafin," Alicia tersenyum.
Kemudian Alicia langsung mengambil barang barang yang di perlukannya
...EGSATO...
Beberapa saat setelah itu motor Rahman pun telah selesai di perbaiki oleh penjaga bengkel itu dan dia hendak membayarnya.
"Gak usah bayar,nanti di bayarin sama Om," ucap Anto.
"Tapi Om," ucapnya.
"Gak apa apa, pokoknya nanti titip salam buat ibu ya kalau ketemu," ucapnya sambil tersenyum.
"Katanya tadi Om, mau ke rumah?"
"Iya nanti Om ke rumah kamu," jawabnya.
"Yaudah makasih ya, Om,"
"Sama sama," ucapnya dengan tersenyum,
Kemudian Rahman menaiki motor matic miliknya yang sudah bisa menyala lagi."Mari Om," ucapnya dengan tersenyum.
"Hati hati di jalan Rahman," balas Anto.
"Iya Om." Kemudian dia langsung menjalankan motornya dengan kecepatan yang lumayan tinggi
Dia tidak sempat melihat jam, karena dia tau bahwa dia telah terlambat berangkat ke sekolah.
"Gua harus pergi cepat cepat,"
Namun sayangnya ketika di tengah perjalanan dia bertemu dengan beberapa anak SMA sebelah yang sering tawuran dengan SMA nya. Mereka pun melihat keberadaan Rahman, karena salah satu dari mereka menunjuk Rahman. Mereka langsung menyalahkan motornya dan hendak mengejar Rahman.
Jumlah mereka sekitar enam orang dengan memakai tiga motor.Rahman yang hanya seorang diri pun tidak kuat menghadapi mereka berenam sehingga dia memutuskan untuk belok ke kanan, ke arah jalan kecil yang hanya bisa di lalui oleh motor.
Dia mempercepat laju motornya, sementara keenam musuhnya masih mengejarnya.Kini Rahman harus berbuat apa? gak mungkin jika dia berhenti dan menghadapi mereka berenam kekuatan mereka tak jauh berbeda dengan Rahman.Mereka berenam bagaikan enam kali lipat kekuatan dari Rahman.
Rahman terus mempercepat laju motornya,melewati rumah rumah yang ada di kanan dan kiri jalan. Hingga akhirnya dia sampai di suatu jembatan kecil di sana. Karena jembatan itu terbuat dari kayu, jadi dia harus sedikit berhati hati melewati jembatan itu.
Keenam orang itu pun semakin dekat dengan Rahman, dia sudah berada di sebrang jembatan.Tapi Rahman telah selesai melewati jembatan itu. Dia mempercepat laju motornya hingga kini mereka berenam tertinggal jauh di belakang.
"Lumayan lah," ucapnya dengan tersenyum.
Kemudian dia sadar,jika dia tidak sama sekali mengetahui jalan yang dia lewati saat ini sehingga dia bingung.Jika dia tidak kembali melewati jalan itu, dia rasa tidak akan bisa menemukan jalan keluar.
Di tengah kepasrahannya, dia bertemu dengan seorang petani yang sedang berjalan,Rahman pun berniat untuk bertanya kepada petani itu.Setelah itu dia berhenti di dekat petani itu dan petani itu menoleh ke Rahman.
"Permisi Pak, ini jalan bisa menuju ke jalan raya gak Pak?" tanyanya.
"Bisa Dek, Adek lurus aja jika nanti ada pohon kelapa berjejer empat, nanti Adek belok ke kanan,"
Kemudian Rahman menyadari jika keenam musuhnya udah hampir dekat hingga membuat Rahman harus cepat cepat pergi.
"Yaudah Pak terima kasih."
"Sama sama, Dek," balasnya.
Kemudian Rahman langsung melajukan motornya dengan kecepatan yang tinggi. Untuk menghindari kejaran dari keenam musuhnya itu. Dia terus melajukan motornya dengan kecepatan tinggi, hingga akhirnya dia sampai di tempat yang di tunjukkan oleh petani tadi saat dia bertemu.
Dia pun langsung belok kanan dengan yakin, berharap jika keenam musuhnya tidak mengetahui jika dia belok ke kanan.Sementara keenam musuhnya kini telah sampai di tempat belokan.
"Tadi dia lewat yang mana anjir?" tanya salah satu siswa itu.
"Mungkin yang selatan," ucap salah satu siswa.
Kemudian mereka berenam yakin jika Rahman belok ke jalan yang kiri padahal itu berbanding terbalik dari kebenarannya.
"Ini beneran kan jalan yang di lalui dia?"
Sementara Rahman kini dia hampir sampai ke jalan raya, dia tidak menemukan ke 6 orang yang mengejarnya itu.
"Apa mungkin mereka salah jalan ya?" tanyanya pada dirinya sendiri. "Bisa jadi juga."
Walau begitu Rahman tetap melajukan kecepatan motornya, hingga akhirnya dia sampai di jalan raya.
"Huh udah sampai aja nih di jalan raya," ucapnya lega.
Sementara keenam orang itu masih bingung dengan jalan yang mereka lalui, hanya terdapat persawahan dan pohon pohon di sekitar jalan ini.
"Beneran kan ini yang di lewati dia?"
"Keknya jalan yang satunya deh."
"Mana ini jalannya jelek banget gini lagi," kesalnya.
Kemudian mereka pun memutuskan untuk tidak melanjutkan perjalanan, karena mengetahui jika ini adalah jalan yang salah.Sementara Rahman kini menjalankan motornya dengan begitu santai karena mengetahui jika enam orang itu sudah tidak terlihat lagi.
...EGSATO...
Sementara di kelas,Irina pun khawatir dengan keadaan Rahman yang tak kunjung datang, Rahman telah dia anggap sebagai anaknya sendiri.Walau jika Rahman tau kebenarannya mungkin Rahman akan membencinya, tapi Alista berjanji agar tidak memberi tahukan hal ini kepada Rahman, Irina lah yang akan memberi tahu Rahman sendiri jika sudah ada waktu yang tepat.
"Kemana ya Rahman? Kok belum datang datang ya," cemasnya.
Dia melihat ke arah jam tangan miliknya."Udah jam 9 lebih,dia belum juga datang, mudah mudahan gak terjadi apa apa sama kamu, Nak."
Setelah itu Irina mengambil foto dirinya bersama suaminya yang juga ayah dari Rahman dan mantan suami Alista. Dia mengelus foto itu dengan air mata yang tiba tiba menetes.
"Maafin Ibu Rahman, Ibu telah merebut kebahagiaan kamu dan juga ibumu," ucapnya sembari mengelus foto foto itu.
"Entah perasaan jahat apa yang merasuki Ibu waktu itu? Ibu egois, Ibu gak memikirkan perasaan kamu dan ibu kamu,"
Seketika dia mengingat momen masa lalunya.
"Kamu jahat Irina,kamu jahat," ucapnya dengan tangisan yang begitu hebat.
Alista menangis dengan menggendong anaknya itu.
"Ayo Sayang kita pergi dari sini!" ajak suami Alista.
"Ayo," ucap Irina dengan tersenyum bahagia.
Irina hanya mementingkan kebahagiaannya sendiri pada saat itu, padahal Alista sahabat baiknya dari SMA.Bahagia di atas air mata orang lain, dia bahkan tidak menyadari jika betapa jahatnya dia dahulu,dia rela menghianati sahabatnya demi lelaki yang di sayanginya. Walau sudah beberapa tahun menikah Irina belum juga di karuniai anak,menurutnya ini ada balasan dari perbuatannya dahulu.
Setelah itu dia baru sadar, jika di depannya sudah ada Alicia keponakannya sendiri.
"Tante kok nangis?"
Irina mengelus matanya."Gak kok Sayang, cuma kemasukan debu aja."
Alicia tersenyum."Jangan bohong, Tante," ucapnya.
"Gak Sayang, Tante cuma kemasukan debu doang," ucapnya."Oh iya mau apa kesini Sayang?" tanyanya.
"Mau ketemu sama Tante aja," ucapnya.
"Emang kamu gak masuk sayang?"
"Jam kos Tante," jawabnya.
"Beneran?"
"Iya Tante," jawabnya.
"Tante mau sarapan dulu, kamu gak ikut?" tanyanya.
"Boleh Tante," jawabnya.
"Yaudah ayo!"
Kemudian mereka berdua pun pergi ke kantin untuk sarapan pagi.
...Lanjut ya teman teman!!...
*makasih yang udah membaca.
*Update setiap hari Insyaallah
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 31 Episodes
Comments