Happy reading!!
.......
.......
.......
.......
.......
..."Setidaknya dia tau kalau aku cinta dia"...
...M...
alamnya Alicia pun masih sulit untuk tertidur, seperti ada suatu pikiran yang membuatnya tidak bisa tertidur. Dia berbaring di kasur kamarnya sembari melihat lihat langit langit kamarnya.
Hanya ada nama seseorang yang selalu ada di pikirannya saat ini, cowok yang sangat akrab dengannya yaitu Rahman.
"Apa gua suka sama Rahman ya?"
"Kenapa setiap gua sama dia?gua nyaman banget," ucapnya dengan tersenyum.
Alicia mengambil buku hariannya dan juga pensil di atas meja yang ada di samping kasur kamarnya, kemudian dia duduk di kasurnya dia menaruh bantal di pangkuannya. Kemudian dia menulis sesuatu yang beralaskan bantal.
"Apa gua segampang ini ya jatuh cinta ke cowok?"
"Tapi Rahman beda dengan mantan mantan gua dulu, dia juga beda dengan cowok cowok yang ada di sekolah."
Alicia menuliskan sesuatu di buku itu:
Tentang dia.
Dia memang bukanlah laki laki yang spesial, dia juga bukan laki laki yang pintar tapi dia laki laki yang baik, baik banget dia beda dengan laki laki lain yang pernah aku jumpai di sekolahan.
Mungkin aku mulai jatuh cinta dengannya, tapi apa benar aku jatuh cinta dengannya?Rasanya nyaman banget ada di dekatnya dan dia selalu membuatku bahagia.
Kalau memang benar aku jatuh cinta dengannya,aku harap Rahman adalah orang yang tepat untukku dan aku juga percaya kok kalau Rahman orang yang tepat.
Tapi apa benar aku jatuh cinta dengannya?apa benar aku menaruh perasaan ke Rahman?
Kemudian pintu kamarnya pun terbuka, sesegera mungkin dia menaruh bukunya di bawah bantal.Ternyata yang membuka pintu adalah Winda mama Alicia.
"Kok belum tidur Sayang?"
"Alicia belum bisa tidur, Ma," jawabnya.
"Habis minum kopi ya, kok gak bisa tidur?"
"Alicia gak suka kopi, Ma," ucapnya dengan tersenyum.
Kemudian Winda duduk di kasur di samping anak gadisnya.
"Kamu hari hari ini Mama lihat, kok kayak bahagia banget Sayang?" ucap Winda dengan tersenyum.
Alicia tersenyum."Alicia dari dulu juga sudah bahagia Ma."
"Tapi beda banget kaya biasa biasanya...Jangan jangan kamu udah punya pacar lagi ya?"
"Apasih Mama?Alicia itu gak mau pacaran, Ma," ucapnya.
"Mama lihat kemarin kamu boncengan motor sama cowok," jawabnya dengan tersenyum.
Alicia pun bingung, kenapa Mamanya mengetahui jika dia boncengan sama Rahman padahal Rahman gak pernah datang ke rumahnya.
"Itu temen Alicia Ma,namanya Rahman," ucapnya dengan tersenyum.
"Temen atau pacar?" tanyanya dengan tersenyum.
"Temen, Mama."
"Tapi sekarang Mama mau tanya... Kenapa kamu sekarang kalau setiap pulang sekolah selalu aja keluar?"
"Alicia itu di ajak Rahman berbagi ilmu kepada anak anak yang kurang mampu Ma dan Alicia seneng banget ketemu sama anak anak rasanya Alicia seperti punya adik Ma," ucapnya dengan tersenyum.
"Oh jadi itu yang membuat kamu bahagia Sayang?"
"Iya Ma," ucapnya dengan tersenyum.
Kemudian Winda mengelus pipi anak gadisnya itu.
"Maafin Mama ya Nak, gak bisa ngasih adik buat kamu."
Alicia tersenyum."Gak apa apa kok Ma."
Kemudian Alicia bersandar di bahu Winda."Alicia bersyukur banget punya Mama dan Papa yang sayang banget sama Alicia."
Winda pun memeluk anak gadisnya yang bersandar di bahunya."Mama sayang sama Alicia."
"Alicia juga sayang sama Mama."
Kemudian Winda mencium kening anaknya.
...EGSATO ...
Sementara di tempat yang berbeda, kini Rahman sedang duduk melamun di teras rumahnya memikirkan suatu hal. Di temani dengan secangkir kopi dengan sebatang rokok di tangannya.
Dia berulang ulang menghisap rokoknya dan mengeluarkan asap rokok itu.
"Alicia," ucapnya dengan tersenyum.
"Gadis yang kini dekat banget denganku, seperti saat aku dekat dengan Alya dulu."
"Sifatnya juga mirip," ucapnya dengan tersenyum."Rasanya aku menemukan lagi sesosok Alya yang hilang."
Kemudian dia membuka handphonenya, dia membuka aplikasi WhatsApp, setelah itu dia melihat status yang paling atas, status Alicia yang di kirim 1 menit yang lalu.
Terlihat wajahnya yang begitu cantik, dengan senyuman manis khas miliknya, rambut yang tak di ikat namun lurus sangat mendukung dengan wajah cantiknya.
"Tumben jam segini belum tidur anak ini," ucapnya dengan tersenyum.
Kemudian Rahman mengomentari status Alicia.
Mirip tante tante😂
Setelah itu Alicia langsung membalasnya.
^^^Affah iya?^^^
^^^😠^^^
Rahman tertawa membaca balasan Alicia.
Iya,mirip banget
^^^🖕😠^^^
Jam segini kok belum tidur?
^^^Gak tau gua belum bisa tidur^^^
Tidur Al besok sekolah
Nanti gak bisa bangun pagi loh.
^^^Gw kan gak kek lo^^^
^^^🤭^^^
Iya deh iya.
^^^Lo pasti gabut kan?^^^
^^^Sampai sampai ngomenin story gua.^^^
Gabut banget.
^^^Biasanya aja gak pernah.^^^
Tapi lo cantik banget anjir.
^^^Halah🗿^^^
Di bilangin juga😅
^^^Gak usah di puji juga gw udah cantik kok.^^^
^^^🤭^^^
Terserah lo aja deh Al.
^^^Video callan yuk^^^
Lo kangen sama gua kan?
🗿
^^^Kalau bilang kangen boleh ga?^^^
Boleh.
^^^Kalau kangen banget^^^
^^^😘^^^
Boleh dong
😘
^^^Cie di bales nih emote love gw.^^^
^^^🤭^^^
Gua kan gabut Al
😅
Kemudian panggilan video masuk dari Alicia, Rahman pun langsung menerimanya.Terlihat wajah cantik Alicia di layar handphone.
"Gua cantik gak Man?"
"Banget," ucapnya dengan tersenyum.
"Masa pake banget Man?"
"Iya harus dong," ucapnya datar.
"lo ngerokok?"
"Baru tau?"
"Iya, baru tau gua," ucapnya dengan tersenyum.
"Padahal gua sering lo ngerokok di toilet sekolah."
"Gua laporin guru loh entar," ucapnya dengan tersenyum.
"Yah cepu," ucap Rahman dengan tersenyum.
"Harus dong,vsiapa suruh ngerokok di sekolahan," ucap Alicia dengan tersenyum.
"Oh iya btw besok gimana?"
"Gimana apanya?"
"Sekolah gua," jawabnya dengan tersenyum.
"Yah besok masuk lah, emang kenapa sih?" ucapnya dengan raut wajah bingung.
"Gua mau terlambat ah," ucapnya dengan tersenyum.
Alicia mengerutkan dahinya."Awas aja lo sampai terlambat besok, gua gepukin lo."
"Kejam amat, Mbak," ucap Rahman dengan tersenyum.
"Kejam dong kan gue gituloh," ucap Alicia dengan tersenyum.
"Pokoknya besok gak boleh terlambat titik."
"Iya deh iya mbak ketua OSIS."
"Nah gitu dong," ucapnya dengan tersenyum.
Setelah itu Alista pun keluar dari dalam rumah lalu menghampiri Rahman yang sedang duduk di teras rumah.
"Lagi video callan sama siapa Sayang?"
"Sama Alicia Bu," Jawabnya.
Kemudian Alista duduk di samping Rahman yang sedang melakukan video call dengan Alicia.
"Oh ada Tante Alista, belum tidur Tante?"
"Belum bisa tidur sayang."
"Oh, sama aja Tante,"
"Tapi lo besok jaga kan Al?"
"Jaga sih,"
"Jaga apa Sayang?"
"Jaga gerbang sekolah Tante," ucapnya dengan raut bahagia.
"Oh, jaga gerbang sekolah,"ucap Alista dengan tersenyum.
"Wajar lah Bu, kan ketua OSIS orang paling sibuk di sekolahan," ucap Rahman dengan tersenyum.
"Harus dong itu," ucap Alicia dengan tersenyum."Oh iya, Tante cantik banget deh."
"Kamu ngeledekin Tante ya?"
"Kenyataan Tante."
"Tante udah tua gini kok, di bilang cantik," ucap Alista dengan tersenyum.
"Tapi awet muda kan,Tan?" ucapnya dengan tersenyum.
"Gak," ucapnya dengan tersenyum.
Tiba tiba Alicia menguap.
"Di tutupin Al, nanti ada lalat masuk loh," ucap Rahman.
"Tuh kan udah ngantuk," ucap Alista dengan tersenyum.
"Kok tiba tiba ngantuk banget ya Tan."
"Yaudah kamu tidur aja Sayang, besok kan Sekolah."
"Iya Tante, yaudah udahan dulu ya Tante, Rahman. Alicia mau tidur."
"Iya Sayang," ucap Rahman dengan tersenyum.
Seketika mata Alicia melotot."Apa Sayang?"
"Gua keceplosan, ibu sih," jawabnya.
"Kok ibu sih, yang di salahin," ucap Alista dengan tersenyum.
"Yaudah bye Tante, Rahman," ucapnya dengan melambaikan tangannya.
"Bye Sayang," ucap Alista.
Kemudian Alicia mematikan sambungan video callnya. Setelah itu Rahman mematikan handphonenya dan menaruh handphone itu di sampingnya.
"Kamu suka sama Alicia Sayang?"
Rahman mengerutkan dahinya."Gak Bu, kan aku sama Alicia cuma temen."
Alista tersenyum."Kalau kamu sama Alicia, Ibu pasti restuhin kok Sayang."
"Gak Bu, Rahman cuma temenan sama Alicia."
"Ingat kata Ibu, lama lama juga kamu pasti suka sama Alicia." Alista tersenyum.
"Ibu, pengen Rahman pacaran sama Alicia?"tanyanya dengan tersenyum.
Alista mengelus pipi Rahman. "Bukannya Ibu memaksa kamu, tapi Ibu yakin, Alicia itu anak yang baik."
"Kalau Rahman milih yang lain gimana Bu?"
"Terserah kamu aja, penting wanita yang kamu pilih itu wanita yang baik," ucapnya dengan tersenyum.
Kemudian Rahman berdiri.
"Mau kemana Sayang?"
"Mau tidur Bu, Rahman udah ngantuk."
Kemudian Rahman berjalan menuju ke kamarnya, rasa ngantuk makin menyerang membuat matanya tampak begitu gelap.
Sesampainya di kamar, dia langsung berbaring di kasur kamarnya.
"Apa benar ya yang di katakan Ibu? lama lama gua bisa suka sama Alicia."
"Tapi mana mungkin? Alicia mau dengan cowok nakal sepertiku ini."
"Dia cantik, baik, sempurna banget, dia lebih pantas mendapatkan cowok yang lebih baik dari aku."
Alicia selalu ada di pikirannya saat ini, seperti seolah olah dia jatuh cinta kepada gadis itu.
"Alicia, apa mungkin gua jatuh cinta sama lo?"
Beberapa hari ini memang mereka berdua terlihat begitu akrab, seperti sahabat yang sudah lama kenal.Tapi Rahman bingung akan hal itu, dia belum bisa mengakui pada dirinya sendiri, jika dia suka sama Alicia.
Rahman pun tidak menyangka dia akan seakrab ini dengan Alicia sekarang. Padahal dulu mereka berdua sering sekali bertengkar karena memang anak pintar dan anak nakal tidak akan pernah akur.
Tapi kali ini berbanding terbalik, mereka berdua justru bersatu untuk tujuan yang sama, tujuan yang memang sangat baik.
Sementara Alicia di rumahnya pun masih bingung tentang perasaannya terhadap Rahman apakah benar dia mencintai gadis itu.
"Man apa gua beneran suka sama lo?"
Alicia pun berbaring di kasur kamarnya.Tak jauh berbeda dengan Rahman, Alicia pun selalu memikirkan Rahman seolah olah Rahman telah menguasai otaknya.
Kemudian memeluk guling yang ada di sampingnya dan mencoba untuk memejamkan matanya namun tetap saja Rahman tidak bisa hilang dalam pikirannya.
"Aku jatuh cinta gak ya ini?" ucapnya."Ah bodoh amat, mending gua tidur."
Kemudian setelah itu, Alicia memejamkan matanya dan berusaha untuk tidur walaupun sulit baginya karena selalu ada Rahman di pikirannya.
...Lanjut gess!!...
*Makasih yang udah baca
*Bantu vote ya
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 31 Episodes
Comments