Happy Reading.
.......
.......
.......
.......
.......
...“Kini kau telah kembali dan kita mulai kisah kita yang baru”...
...Alista...
Di rumahnya, kini Rahman sedang duduk di depan televisi menyaksikan acara televisi, sembari memakan makanan yang di belikan ibunya sesuai janji ibunya tadi.Dia begitu menikmati acara televisi itu,dia terkadang tertawa tertawa sendiri seperti orang gila.
Beberapa saat setelah itu Alista yang baru selesai mandi pun datang menghampirinya, dengan daster kuning yang dia kenakan, serta rambut yang di tutupi oleh handuk.Kemudian dia duduk di samping anaknya yang kini telah berusia 18 tahun.Anak yang dia besarkan sendiri tanpa bantuan dari suaminya yang sudah berhianat kepadanya.
"Sayang lagi lihat apa?" tanyanya.
"Ini Bu film kartun kesukaan Rahman," jawabnya dengan tersenyum.
Kemudian setelah itu ibunya langsung berbaring di pangkuan anaknya.
"Ibu ganggu aja, anaknya lagi nonton televisi," ucapnya dengan kesal.
Alista hanya tersenyum mendengar ucapan anaknya."Gak boleh ya Sayang?"
"Ya gak boleh lah, Bu,"
"Padahal dulu ketika kamu nangis aja Ibu yang menggendong kamu, Ibu yang menyusui kamu," ucapnya dengan tersenyum.
Rahman sedikit kesal dengan ibunya yang selalu membahas masa lalu. "Iya Bu gak apa apa, tapi gak usah bawa bawa masa lalu ya," ucapnya dengan tersenyum.
Alista tersenyum."Sama pijetin kepala Ibu ya sayang."
"Iya Ibu," ucapnya dengan terpaksa.
Rahman mulai memijat kepala ibunya, Alista tampak begitu bahagia. "Tadi kamu bolos apa gak?" tanyanya.
Mendengar pertanyaan itu Rahman langsung terdiam,karena jujur saja dia tadi memang bolos.
"Di tanyain Ibu kok diam aja," ucapnya.
"Maafin Rahman Bu, tadi Rahman bolos lagi." jawabnya.
"Mau sampai kapan kamu begini terus Sayang?"
"Tadi terakhir Bu, soalnya tadi itu motornya mogok," jawabnya.
"Beneran motor kamu mogok?" tanya Alista."Terus uangnya pas buat biaya motornya?"
"Lebih malahan," jawabnya dengan santai.
"Kok bisa sih?" ucapnya dengan bingung.
"Ya bisa lah, kan di bayarin sama Om siapa tadi ya?" ucapnya dengan memegangi dagunya."Pokoknya teman Ibu deh, orang yang akrab dengan Ibu dulu."
Mendengar ucapan anaknya,seketika Alista teringat sahabat SMA nya yaitu Anto.Sehingga dia teringat masa lalunya yang indah bersama pria itu walau hubungan mereka dulu hanya sebatas sahabat. Jujur Alista sangat merindukan Anto,walau kini mungkin dia sudah punya istri,dia menanyakan pada dirinya sendiri apakah Anto menyukainya dulu?.
"Katanya tadi, sore hari dia mau kesini," ucapnya.
Alista mengerutkan dahinya. "Beneran dia mau kesini Sayang?" tanyanya.
"Iya Ibu, katanya dia kangen sama Ibu," jawabnya dengan tersenyum.
"Anto ternyata kamu masih ingat denganku ya,"
Tak lama setelah itu suara seorang pria terdengar dari luar rumah."Itu bu Om nya."
Seketika Alista langsung berdiri dan berlari keluar rumahnya menghampiri Anto sahabat SMA nya. Setelah sampai tepat di depan Anto, Alista langsung memeluk sahabat SMA nya itu.
"Gua kangen sama lo Anto." Air matanya seketika menetes.
"Gua juga kangen sama lo Alista," ucapnya dengan tersenyum.
Seketika ingat jika Anto dan dirinya tak seperti dulu lagi, Anto mungkin sudah memiliki keluarga sekarang dan Alista, siapa dirinya? Dia hanya janda yang kekurangan kasih sayang. Dia merasa tidak pantas memeluk Anto, kemudian dia melepaskan pelukannya.
"Maaf gua reflek tadi," ucap Alista dengan tersenyum.
"Ngapain di lepasin?" tanyanya santai.
"Nanti istri kamu salah paham," jawabnya dengan perasaan yang gerogi.
Anto mengerutkan dahinya"Istri?"
"Iya," ucap Alista dengan mengangguk.
Anto tersenyum."Andai gua punya istri, pasti istri gua, gua ajak kesini Ta," ucapnya.
"Jadi lo belum punya istri?" tanyanya dengan penasaran.
Anto menggeleng pelan."Belum,"
"Lo kenapa gak cari istri? kita kan sekarang udah lumayan tua," ucapnya dengan tersenyum.
"Dan kenapa lo gak cari suami lagi?" tanyanya.
Alista tersenyum."Gua gak mau sakit untuk kedua kalinya, lebih baik gua hidup sendiri dengan anak gua." ucapnya.“Dan lo kenapa gak nikah?”
"Gua belum bisa nemuin wanita,yang lebih baik dari dia," ucapnya dengan tersenyum.
Alista tersenyum."Dia siapa nih?."
"Kepo ya lo," ucapnya dengan tersenyum.
Alista mencubit pipi Anto."Main rahasiaan nih sama gua," ucapnya dengan tersenyum.
"Harus dong," ucapnya."Ngomong ngomong lo makin tua, makin cantik aja Ta," ucapnya dengan tersenyum.
Alista tersenyum."Cie gombal ya," ucapnya.
"Beneran Ta, gua gak bohong," ucapnya dengan mengacungkan dua jari.
Alista tersenyum."Yaudah ayo masuk dulu, nanti gua buatin teh, gak kangen apa sama teh buatan gua?"
"kangen banget dong gua," ucapnya dengan tersenyum.
Kemudian mereka berdua masuk ke dalam rumah.
...EGSATO ...
Beberapa saat setelah itu Anto dan Alista pun duduk di sofa yang ada di ruang tamu.
"Teh lo masih enak aja, dari dulu gak pernah berubah," ucapnya dengan tersenyum.
"Dari dulu juga biasa aja kok, lo aja yang lebay," ucapnya dengan tersenyum.
Beberapa saat setelah itu Rahman datang menghampiri mereka berdua yang duduk di sofa.
"Mau kemana Sayang?" tanyanya.
"Mau main bola, Bu," jawabnya.
"Pulangnya jangan sore sore ya sayang," ucapnya dengan tersenyum.
"Iya Ibu," ucapnya dengan tersenyum.
Kemudian Rahman meninggalkan mereka berdua dan langsung pergi menuju tempatnya untuk bermain bola.
"Oh iya, gua boleh gak nanya sesuatu ke lo?"
"Mau nanya tentang apa?" tanyanya dengan tersenyum.
"Tentang kehidupan lo," jawabnya.
"Oh, iya gak apa apa nanya aja," ucapnya dengan tersenyum.
"Lo cerai kapan?,"
"Udah berapa tahun yang lalu,saat Rahman masih berumur setengah tahun kalau gak salah," ucapnya dengan tersenyum.
"Kok bisa sih,emang masalah apa kok bisa cerai?" tanyanya lagi.
"Dia selingkuh sama wanita lain To,"ucapnya dengan muka datar.
"Yang sabar ya, Ta," ucapnya.
"Gua pikir dia baik, karena dia lebih tua dari gua To," ucapnya. "Tapi ternyata," lanjutnya.
"Yaudah lo yang sabar ya, tapi cowok yang lo sukai dulu apa kabar?,"
Alista tersenyum."Dia udah bahagia dengan istri dan anak anaknya To," ucapnya.
"Dan lo sekarang?" tanyanya.
"Gua bahagia kok sama anak gua," ucapnya dengan tersenyum.
"Beneran nih bahagia?" tanyanya.
"Iya beneran," jawabnya dengan tersenyum."Terus lo kenapa gak nikah nikah?"
"Gua gak bisa kalau tidak nikah sama dia," ucapnya dengan tersenyum.
"Dia siapa sih,cerita dong sama gua masa lo diem dieman aja sama gua," ucapnya dengan tersenyum.
"Gua cerita boleh gak?"
"Ya boleh lah, gua kan sahabat lo." ucapnya dengan tersenyum."Gua juga dulu sering kan cerita sama lo."
"Jadi dulu gua sempat mau melamar dia," ucapnya dengan tersenyum.
"Sebelum keluar negri?atau sesudah?,"
"Sesudah,namun gua sedikit kecewa ketika itu dia sudah punya suami," ucapnya dengan tersenyum.
"Ya, jadi sedih deh ceritanya," ucapnya.
"Aku malah bahagia kok hari itu, ternyata dia udah punya suami. Namun sekarang aku denger kabarnya dia udah cerai jadi ada sedikit kesempatan lagi bagi gua."
"Gak jadi deh, pokoknya gua dukung terus lo Anto," ucapnya dengan tersenyum."Tapi dia siapa sih Anto?"
"Dia adalah wanita terbaik bagiku," jawabnya dengan tersenyum."Gua gak akan bisa menemukan lagi wanita seperti dia."
Alista tersenyum."Jadi penasaran, siapa ya wanita itu, kok bisa buat sahabatku jadi seperti ini."
"Dia adalah wanita yang spesial," ucapnya dengan tersenyum. "Namanya adalah Alista."
Alista mengerutkan dahinya."Maksud lo, gua?" tanyanya dengan menunjuk dirinya sendiri.
Anto tersenyum."Maaf ya Ta, gua suka sama lo selama ini," ucapnya.
"Ta tapi." Alista masih kaget dengan ucapan Anto.
"Tapi kalau lo tidak memiliki perasaan yang sama." Anto menghela nafas."Gua akan pergi kok dari hidup lo, pergi jauh," ucapnya dengan tersenyum.
"Tapi jujur, gua gak ingin kehilangan lo untuk kedua kalinya Ta," ucapnya dengan tersenyum.
"Gua jujur,gua gak bisa jauh dari lo Anto," ucapnya dengan tersenyum. "Gua selalu mengharapkan lo untuk kembali Anto."
Kemudian Alista bersandar di bahu kanan Anto."Gua juga suka sama lo To, andai aja lo gak pergi Anto."
"Maafin gua ya Alista udah ninggalin lo tanpa kabar," ucapnya.
"Gak apa apa To,tapi jujur gua bahagia banget lo kembali," ucapnya dengan tersenyum.
Kemudian Anto berniat untuk melamar Alista."Mau kan lo jadi istri gua setelah ini Ta?"
Alista menegakkan kepalanya."Tapi gua gak bisa nentuin keputusan ini sendiri To, gua juga harus meminta persetujuan dari Rahman juga To," ucapnya dengan tersenyum.
Anto mengelus pipi Alista."Gua tau kok kalau lo gak egois Ta," ucapnya dengan tersenyum.
"Tapi lo lucu banget sih, masa gak nikah gara gara gua doang," ucapnya dengan tersenyum.
"Gak tau juga kenapa? gua bisa cinta banget sama lo," ucapnya dengan tersenyum.
"Awal kita bertemu waktu di mana sih kok gua lupa ya?" tanyanya.
"Waktu mpls lah, waktu itu lo satu kelompok sama gua Ta," jawab Anto dengan tersenyum.
"Tapi tunggu deh," ucapnya."Lo beneran mau ngelamar gua waktu itu?" tanyanya.
"Beneran,bgua waktu itu udah memiliki uang yang cukup untuk melamar lo tapi_"
"Tapi gua udah nikah ya," potongnya, dengan senyuman yang keluar dari wajah cantiknya itu.
"Iya." Anto tersenyum.
Alista bersandar di bahu Anto."Lo tenang aja,Rahman pasti setuju,"
"Iya gua juga udah pernah bertemu kok sama Rahman sebelumnya." ucapnya dengan tersenyum.
"Tapi kok lo bisa tau jika Rahman anak gua?" tanyanya.
"Dia mirip banget sama lo Ta," jawabnya."Gua iseng nanya ke dia, ternyata beneran dia anak lo," lanjutnya.
Beberapa saat setelah itu, Rahman pun datang, seketika Alista menegakkan kepalanya.
"Eh Sayang," ucap Alista dengan tersenyum.
Rahman memberikan senyumannya, melihat mereka berdua yang berbahagia."Rahman setuju kok Bu, kalau ibu nikah sama om Anto.,"
Alista mengerutkan dahinya."Jadi dari tadi kamu dengerin omongan Ibu sama om Anto?" tanyanya.
Rahman tersenyum."Gak sengaja dengerin Bu,maaf," ucapnya dengan tersenyum.
"Gak apa apa Sayang," ucapnya dengan tersenyum.
"Tapi Rahman sangat setuju kok Bu, Ibu mungkin juga akan lebih bahagia nanti," ucapnya dengan senyuman yang terus terpancar di wajah tampannya itu.
Alista tersenyum."Makasih Sayang."
Rahman tersenyum,kemudian menghampiri ibunya setelah itu duduk di samping ibunya dan memeluk ibunya."Rahman sayang banget sama ibu."
"Ibu juga sayang banget sama Rahman," ucapnya dengan tersenyum.
...Lanjut gess!!...
*Insyaallah updatenya setiap hari.
*Makasih yang telah membaca.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 31 Episodes
Comments