TENTANG ALYA

Happy reading!!!

.......

.......

.......

.......

.......

...Dia tetaplah dia...

Beberapa saat setelah itu, Alicia pun telah sampai di depan rumah Rahman. Alista yang ada di depan rumah pun langsung menghampiri Alicia, dia mengira jika itu adalah Alicia wanita yang di ceritakan oleh anaknya.

“Kamu Alicia ya?” tanya Alista dengan tersenyum.

“Iya, Tante,” jawab Alicia dengan tersenyum ramah.

Kemudian dia turun dari motornya dan menghampiri Alista serta tak lupa mencium tangan wanita itu.

“Rahman ada kan, Tante?”

“Ada, masih mandi sepertinya, Nak,” jawabnya dengan tersenyum.

Alicia tersenyum.“Oh yaudah, Tante.”

“Yaudah ayo masuk dulu Alicia!”

“Iya, Tante,”ucapnya dengan tersenyum ramah.

Kemudian mereka berdua pun berjalan masuk ke dalam rumah dan setelah itu duduk di sofa.

“Tante buatin minum ya, Nak?”

“Gak usah Tante,” jawabnya.

“Gak apa apa, Nak,” ucap Alista dengan tersenyum.

“Please Tante gak usah,” ucapnya.

“Yaudah kalau begitu,” ucapnya dengan tersenyum.

Kemudian Alicia mengambil handphone miliknya dari dalam tasnya, jujur dia masih malu dengan wanita yang ada di sampingnya itu.

“Tante itu beneran gak nyangka loh, kalau Rahman itu punya pemikiran seperti itu,” ucap Alista dengan tersenyum.

Alicia hanya tersenyum menanggapi ucapan Alista.

“Tapi selagi itu bagus, Tante akan selalu dukung,” ucapnya dengan tersenyum.

“Jujur ya Tante, Alicia sendiri sebenarnya juga gak nyangka Tante.” Alicia mencoba akrab dengan wanita yang ada di sampingnya itu.

“Kamu siswi terpintar di sekolahan kan, Nak?”

Alicia tersenyum.“Gak Tante, biasa aja kok.”

Pasti Rahman sudah cerita semuanya tentang Alicia kepada ibunya.

“Pokoknya Tante minta bantuan sama kamu, ajak Rahman supaya bisa berubah menjadi lebih baik lagi ya, Nak?”

“Iya Tante, Alicia selalu negur dan nasehati dia kok kalau dia salah.”

“Bagus itu Alicia,” ucapnya dengan tersenyum.

“Tapi dulu waktu dia belum akrab sama Alicia, kalau Alicia nasehatin gak pernah di dengerin.”Alicia tersenyum.“Tapi sekarang, kalau Alicia nasehatin, udah mau dengerin  kok dia Tante,” lanjutnya.

“Setau Tante, cuma kamu doang ya cewek yang akrab sama Rahman?”

“Iya Tante cuma Alicia doang, Alicia juga gak pernah lihat Rahman main sama cewek lain, selain sama Alicia.Padahal setau saya nih ya Tante, Rahman itu sifatnya seperti tertutup banget sama cewek.”

“Berarti kamu itu orang spesial bagi dia Nak,” ucap Alista dengan tersenyum.

“Spesial Tante?”

Alista tersenyum.“Iya Spesial, udah pernah di ceritain tentang Alya kan sama Rahman?”

“Udah Tante.”

“Semenjak kepergian Alya, sifat Rahman beda banget, padahal dulu waktu smp dia itu anak yang rajin loh dan ceria banget,” ucapnya dengan tersenyum.

“Mungkin sangat sulit Tante bagi dia untuk ngelupain Alya, apalagi Alya adalah sahabat terbaiknya.”

“Iya Nak, dia begitu terpukul atas kepergian Alya,” ucapnya dengan tersenyum.

Kemudian Rahman pun telah selesai memakai pakaian rapi dan menghampiri dua wanita yang duduk di sofa yang ada di ruang tamu.

“Yuk berangkat Al!”

Kemudian Alicia dan Alista berdiri.

“Yuk,” ucapnya setuju.

Alicia pun mencium tangan Alista, kemudian di susul oleh Rahman.

“Pergi dulu ya Tante,” pamitnya dengan tersenyum.

“Hati hati loh, Sayang,” ucap dengan tersenyum.

“Iya Ibu.”

“Iya Tante.”

Kemudian Alicia dan Rahman langsung pergi menuju ke tempat biasanya.

...EGSATO ...

Rahman dan Alicia pun kini sedang mengajari anak anak yang ada di gazebo.

“Udah dapat buku semua kan ya?”

“Sudah Kak,” jawab mereka serentak.

“Yaudah, habis ini langsung kakak jelasin yang kemarin.”

“Oke, ada yang tau kata tanya gak?”

“Kata yang ada tanda tanya itu kan, Kak?” tanya Dewi.

“Iya Dewi, bener banget, ada yang bisa jelasin gak apa itu kata tanya?”

“Kata tanya adalah kata yang digunakan dalam sebuah kalimat untuk menanyakan suatu hal atau mengajukan pertanyaan, baik terkait benda, tindakan, atau keadaan,” jelas Kayla.

“Bagus Kayla, kemudian Ada yang tau jenis jenisnya gak?”

“Apa, bagaimana, di mana, kapan, mengapa, berapa, siapa, Kak,” jawab Dewi.

“Bener banget Dewi jadi itu tadi adalah jenis jenis kata tanya,” jelasnya.

“Apa? Berfungsi untuk menanyakan suatu benda, pengertian, peristiwa dan lain lain.”

“Yang kedua siapa? Berfungsi untuk menanyakan pelaku atau orang.”

“Terus yang ketiga di mana? Berfungsi untuk menanyakan keberadaan, atau letak suatu tempat.”

“Terus yang keempat kapan? Berfungsi untuk menanyakan waktu.”

“Terus yang kelima mengapa?Berfungsi untuk menanyakan alasan.”

“Terus yang ke enam adalah bagaimana? Berfungsi untuk menanyakan suatu keadaan, cara dan kabar.”

“Dan yang terakhir adalah Berapa? berfungsi untuk menanyakan sebuah jumlah.”

“Karena udah kakak Alicia jelasin, jadi Kakak akan kasih kalian tugas.”

“Kayla berikan 5 contoh kata tanya Apa?”

“Rina 3 contoh kata tanya Kenapa? dan 2 contoh kata tanya Di mana?”

“Rifan 5 contoh kata tanya siapa?”

“Alifa 5 contoh kata tanya berapa?”

“Dan Dewi 3 contoh kata tanya bagaimana? dan 3 contoh kata tanya mengapa?”

Dewi mengerutkan dahinya.“Kok Dewi banyak banget, Kak?”

“Kan Dewi yang jawab tadi,” jawab Alicia dengan tersenyum.

“Yaudah, Kak,” ucapnya dengan tersenyum.

“Cepetan ya ngerjainnya? Setelah itu kita ganti pelajaran matematika,” ucap Alicia.

“Iya, Kak,” jawab semua serentak.

“Kakak tungguin loh ya?”

...EGSATO ...

...Beberapa saat setelah itu pelajaran pun selesai, Alicia dan Rahman pun kini hanya berdua di gazebo itu, mereka duduk berdampingan....

“Man, gua boleh nanya sesuatu ke lo gak?”

Rahman mengerutkan dahinya.“Mau nanya apa?”

“Tentang Alya,” jawabnya.

Rahman mengangguk.

“Spesial banget ya dia di hidup lo?”

“Spesial banget,” jawabnya santai.“Hanya dia gadis yang selalu membuat gua bahagia di setiap harinya.”

“Apakah masih ada, cewek  yang sama seperti Alya, yang membuat kamu bahagia setiap harinya sekarang?”

“Mungkin itu masih ada, tapi gua belum bisa nemuin itu,” jawabnya santai.

“Gimana caranya jadi seperti Alya?”

Rahman bingung dengan pertanyaan Alicia.“Lo mau jadi Alya?”

“Gak, cuma gimana caranya?” tanya Alicia lagi.

“Pertanyaan lo itu gak logis banget ya Al?” jawabnya santai.

“Gak logis gimana sih?” ucapnya dengan tersenyum.

“Lo tiba tiba aja bilang gitu, seolah olah lo mau jadi Alya,” ucapnya datar.

“Gua itu gak pengen jadi Alya Man, tapi gua pengen tau aja kenapa dia berpengaruh banget di hidup lo?”

“Ibu cerita ke lo ya? Tentang gua?”

Alicia mengangguk pelan.“Iya, tapi cuma sedikit sih.”

“Entah kenapa? Setelah kepergian Alya, gua jadi gak semangat ngelakuin semuanya, seperti separuh semangat hidup gua itu hilang.”

Rahman menghela nafas.“Untung aja masih ada ibu, wanita yang selalu ada di dekat gua, wanita yang selalu mendukung gua dan... gua tidak tau lagi jika ibu tiba tiba pergi meninggalkan gua, mungkin semua semangat hidup gua akan hilang.”

“Tapi masih ada harapan kan? Untuk mengembalikan separuh semangat hidup lo yang telah hilang itu?”

Rahman mengangguk.“Masih ada namun sangat tipis.”

“Tapi lo masih bisa berubah menjadi lebih baik lagi kan? Untuk separuh semangat hidup lo yang masih ada?”

Rahman tersenyum.“Walau itu berat, tapi gua akan tetap mencobanya Al.”

Alicia tersenyum.“Gua yakin lo bisa Man, lo cowok yang kuat.”

“Makasih Alicia, sudah support gua,” ucapnya dengan tersenyum.

Alicia memegangi kedua tangan Rahman.“Lo harus bisa demi ibu lo Man, semangat hidup lo yang masih ada.”

Rahman tersenyum. Dia menyadari ketika dia melihat Alicia, dia selalu teringat dengan Alya.Walau tidak ada kemiripan wajah di antara mereka berdua, Alicia jauh lebih cantik dari Alya. Namun mereka memiliki kesamaan sifat.

“Makasih ya Al, lo udah mau membantu gua dan maaf jika gua mengganggu waktu lo selama ini,” ucapnya.

Alicia tersenyum.“Gak apa apa kali Man, justru gua seneng banget, gua bisa ketemu anak anak yang sudah gua anggap seperti adik gua sendiri.”

“Jadi tau rasanya, punya adik itu seperti ini,” ucap Alicia dengan senyuman yang keluar dari wajah cantiknya itu.

“Gua juga seperti itu Al, padahal gua pengen banget punya adik tapi...” ucap Rahman lirih.

“Kata dokter mama gua udah gak bisa punya anak lagi, padahal gua pengen banget punya adik.”

“Kita sama ya Al,” ucapnya dengan tersenyum.

“Iya Man, kita punya keinginan yang sama.”

“Lo mau nanya apalagi tentang Alya?”

“Alya cantik gak Man?” tanya Alicia dengan tersenyum.

“Masih cantikan lo kok,” jawabnya dengan tersenyum.

“Kan semua wanita itu emang cantik, Man?”

“Tapi jujur, masih cantikan lo dari pada Alya,” ucapnya dengan tersenyum.

Alicia hanya tersenyum mendengar ucapan Rahman.

“Tapi gua jujur nih ya,” ucap Rahman.

“Jujur apa?” tanya Alicia dengan penasaran.

“Sifat lo, sama sifat Alya itu sama Al. Setiap gua bertemu sama lo, gua selalu teringat dengan Alya,” ucap Rahman dengan tersenyum.

“Seriusan?”

“Iya Al, kalau lo tanya sifat Alya, sifat Alya itu sama kaya lo.”

Mendengar ucapan Rahman, Alicia pun sedikit senang, mungkin Rahman bisa berubah dengan sedikit mudah setelah ini, dan tugasnya yaitu mendampingi Rahman agar dia bisa berubah menjadi lebih baik.

“Ngomong ngomong lo gak pengen buka hati buat cowok lagi Al?”

Alicia tersenyum.“Gua belum memikirkan itu Man.”

“Lo takut sakit hati lagi ya?”

Alicia mengangguk.“Iya Man, papa gua juga sekarang gak setuju jika gua pacaran lagi.”

“Mungkin papa lo gak pengen melihat anaknya yang cantik ini sedih.”

“Iya Man, papa sayang banget sama gua,”

“Enak banget ya lo, keluarga lo masih lengkap,” ucap Rahman dengan tersenyum.

Alicia tersenyum.“Alhamdulilah Man, tapi bentar lagi lo punya papa baru kan?”

“Iya sih,” jawab Alicia dengan tersenyum.

“Lo bahagia banget nih pasti,” ucap Alicia dengan tersenyum.

“Iya dong Al ,gua juga ingin lihat ibu gua bahagia,” ucapnya dengan tersenyum.

“Iya Man, gua doain semoga pernikahannya lancar ya,”

“Amin,” ucapnya dengan mengusap muka dengan kedua tangannya.

“Btw lo ada tugas sekolah gak?”

“Ada, tugas dari ibu Irina,” jawabnya.

“Oh dari tante gua, tugas apa tuh?”

“Ibu Irina, tante lo?”

“Baru tau lo?”

“Iya, sumpah gua baru tau.”

“Tante Irina adik satu satunya papa gua.”

Rahman mengangguk paham.

“Yuk pulang udah sore nih,”

“Oh iya gua belum sholat asar,” ucap Rahman dengan memegangi kepalanya.

“Kewajiban kenapa di lupain sih, ini udah jam setengah 5 loh?”

“Lo juga gak sholat?”

“Gua lagi pms, Rahman,” jawabnya dengan tersenyum.

“Alasan aja lo,” ucapnya dengan tersenyum.

“Di bilangin juga,” ucap Alicia dengan tersenyum.

“Terserah lo aja deh, sekarang kita pulang dulu!” ajak Rahman.

“Yuk,” ucap Alicia setuju.

...Lanjut gess...

*MAKASIH YANG UDAH BACA

*MUDAH MUDAHAN KALIAN TERHIBUR.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!