Happy Reading teman teman!!
.......
.......
.......
.......
..."Tidak ada waktu untuk terlambat"...
Pagi harinya, Rahman kini telah sampai di sekolah sekitar jam setengah 8 kurang. Dan itu membuatnya terlambat lagi walaupun tak separah hari itu.
Kini dia lagi lagi harus berhadapan dengan Widina guru BK sekolah SMA nya.
“Loh kamu kok terlambat lagi Rahman,” ucapnya dengan tersenyum.
“Macet Bu,” ucap Rahman dengan tersenyum.
“Beneran macet? Atau terlambat bangun?”
Rahman tersenyum.“Dua duanya.”
“Yaudah, hukuman spesial buat kamu bersihin kamar mandi,” ujarnya dengan tersenyum.
“Kok bersihin kamar mandi? Kan cuma terlambat beberapa menit saja?” tanyanya.
“Iyalah kan kamu itu udah sering banget terlambat jadi ...ya tau sendiri lah hukumannya.”
“Terserah Ibu deh,” ucapnya dengan pasrah.
Sementara di tempat lain, Alicia sedang menunggu Rahman yang tak kunjung datang ke sekolah. Membuatnya begitu khawatir dengan teman laki lakinya itu.
“Masa sih? Dia terlambat lagi,” ucapnya dengan khawatir.
Dia juga belum sempat menaruh tasnya di dalam kelas karena menunggu Rahman.Tiba tiba Widina pun datang menghampiri Alicia.
“Alicia.”
“Ibu Widina, ada apa Bu?”
“Tolong Ibu, jagain anak yang di hukum di kamar mandi lagi ya Al?”
“Siapa Bu?” Alicia mengira jika itu adalah Rahman.
“Rahman,” jawab Widina.
“Kebiasaan banget ya anak itu,” ucapnya dengan tersenyum.
Kemudian Alicia langsung berjalan menuju ke kamar mandi sekolah untuk menemui Rahman.
“Lihat saja gua akan marahin anak itu,” ucapnya dengan tersenyum.
Beberapa waktu berselang, dia pun telah sampai di kamar mandi sekolah terdapat Rahman di sana sedang membersihkan kamar mandi.
Alicia meletakkan kedua tangannya di pinggang, sementara Rahman menatap baik baik gadis cantik itu.
“Sampai kapan sih lo terlambat terus gini Man?” tanya Alicia dengan raut wajah datar.
“Maafin gua Alya,”jawabnya.
Alicia mengerutkan dahinya.“Gua gak Alya, gua Alicia Rahman.”
“Oh maaf Alicia.”
“Cerita sama gua, kenapa lo bisa terlambat?”
Rahman tersenyum.“Gua terlambat bangun Al,” jawabnya.
Alicia tersenyum.“Mau mulai besok gua bangunin?”
Rahman bingung dengan yang di ucapkan Alicia.“Lo banguninnya gimana?”
“Gua telpon lo, sampai lo bangun,” jawabnya dengan tersenyum.
“Kalau handphonenya gua matiin gimana?” tanyanya.
“Susah banget sih, di ajak maju juga,” jawabnya dengan tersenyum.
“Iya iya, gua gak akan matiin handphonenya kok,” ucap Rahman dengan tersenyum.
“Awas aja sampai handphone lo mati, gua cubit cubit pipi lo sampai merah.”
Rahman mencubit pipi Alicia dengan tersenyum.“Kejam banget sih Kak.”
“Kejam dong, sampai lo mau berubah menjadi lebih baik,” ucapnya dengan datar.
Kemudian Alicia mengambil alat untuk membersihkan toilet.“Gua bantuin biar cepat bersihinnya.”
“Gak usah, gua bisa sendiri,” ucapnya mencoba menolak Alicia.
Alicia tersenyum.“Gua itu temen lo Man, gua gak ingin lihat lo bersihin ini sendirian.”
“Waktu itu kok lo gak mau bantuin gua?” ucapnya dengan tersenyum.
“Kan gua waktu itu belum akrab sama lo,” jawabnya dengan santai.
“Emang kita udah akrab?”
“Ini kita sudah akrab,” jawabnya dengan tersenyum.
Rahman dan Alicia mulai membersihkan kamar mandi itu dengan bahagia.
...EGSATO...
Beberapa saat setelah itu mereka berdua pun telah selesai membersihkan kamar mandi sekolah, kamar mandi sekolah sudah terlihat bersih dan mereka berdua duduk di kursi yang ada di depan kamar mandi.
“Capek juga ya Man ternyata,” ucapnya dengan tersenyum.
“Ya memang, tapi lo kenapa mau aja bantuin gua?”
Alicia tersenyum.“Kan lo temen gua.”
Seketika Rahman mengingat Alya, rasanya dia melihat ada sedikit kemiripan di sifat Alicia dan juga Alya.
“Tapi kenapa lo tiba tiba manggil gua Alya, emang mirip ya gua sama Alya sahabat lo itu?”
“Gak kok, tadi cuma salah manggil aja aslinya,” jawabnya.
“Boong, pasti ada sebab lain lo manggil gua Alya.”
“Gak ada kok,” ucapnya dengan tersenyum.
Alicia tersenyum.“Mungkin karena sifat gua mirip Alya kan?”
“Gak, Alicia.”
“Lo itu gak usah bohong Rahman, gua kan temen lo, lo cerita aja ke gua.”
Rahman tersenyum.“Kita ke kantin aja dulu Al.”
“Yaudah deh, pokoknya lo kalau ada apa apa cerita aja sama gua ya?”
“Iya Alicia,” jawabnya dengan tersenyum.
Alicia mengulurkan jari kelingkingnya.“Janji ya,”
Rahman menempelkan jari kelingkingnya ke jari kelingking Alicia.“Lo juga janji, kalau ada apa apa cerita sama gua,”
Alicia tersenyum.“Iya gua janji.”
Rahman baru menyadari jika tas Alicia dari tadi masih dia bawa.
“Tas lo dari tadi belum lo masukin ke kelas?”
Alicia memegangi kepalanya dan tertawa ketika menyadarinya.“Oh iya gua lupa anjir, lo sih emang,”
Rahman tersenyum.“Kok nyalahin gua sih lo?”
“Yaudah, kita langsung ke kantin aja,” ucapnya.“Nanti gua bayarin tenang aja.”
...EGSATO ...
Setelah itu mereka pun telah sampai di kantin sekolah, mereka berdua pun duduk di kursi yang ada di kantin.Mereka berdua duduk berhadapan sembari menunggu pesanan mereka.
“Lo gak takut ketinggalan pelajaran apa Al?”
“Gua gak ketinggalan pelajaran kok Man,” jawabnya santai.
“Oh iya, nanti gimana?”
“Ya seperti kemarin lah Man,” jawabnya dengan santai.“Tapi nanti gua jemput aja ya, lo kirim aja alamat rumah lo!”
“Gak kejauhan apa lo?”
“Gak lah, segitu aja masa kejauhan.”
“Yaudah iya, hati hati loh nanti Al,” ucapnya dengan tersenyum.
“Iya tenang aja,” ucapnya dengan tersenyum.
Setelah itu dari kejauhan ada Rahmah dan Tasya yang kelihatan sedang mencari seseorang. Setelah mereka berdua menoleh ke Rahman dan Alicia, tiba tiba mereka berjalan mendekati Rahman dan Alicia yang sedang duduk.
Mereka menaruh satu jarinya di depan mulut, sehingga membuat Rahman sadar apa yang akan mereka lakukan setelah ini?Rahman yang mengetahui rencana mereka untuk mengangeti Alicia pun memilih untuk menoleh ke arah lain agar tidak melihat Tasya dan juga Rahmah.
Mereka jalan mengendap ngendap agar tidak di ketahui oleh Alicia, namun justru.
“Kalian berdua mau apa sih?”
Mendengar ucapan Alicia, Rahmah dan Tasya pun kaget, ternyata wanita itu telah mengetahuinya.
“Kok lo tau aja sih Al?”
“Kalian berdua itu dari tadi udah kelihatan dari pantulan handphone gua,” jawabnya santai.
“Oh, anjir.”
Kemudian mereka berdua di samping kanan dan kiri Alicia.
“Gua gak kasih tau, kan?”
“Iya iya,” jawab Tasya santai.
“Gua cariin lo dari tadi, sampai muter muter” Tasya menoleh ke Rahmah.“Sampai kita capek iya gak Mah?”
“Iya nih, ternyata sedang berduaan sama Rahman,” ucap Rahmah dengan tersenyum.
Kemudian Rahman tersenyum, sementara tiga gadis yang ada di depannya itu tampak sibuk.
“Tadi lo itu di cariin sama bu Irina,” ungkap Tasya.
“Sekarang dia kemana Sya?”
“Gak tau, pulang sepertinya,” jawabnya santai.
Kemudian Tasya menatap tajam Rahman.“Lo kok bisa deket sama sahabat gua sih, lo pakai pelet ya?”
Alicia menoleh ke Tasya.“Hush Tasya gak boleh gitu.”
Rahman yang mendengar itu pun hanya tersenyum
“Tapi aneh aja loh, tiba tiba aja lo bisa dekat sama nih cowok,” ucap Tasya dengan tersenyum.
“Tapi ya gak usah di bilang pakai pelet segala kali,” ucap Alicia dengan tersenyum.
Beberapa saat setelah itu bakso pesanan mereka berdua pun telah sampai.
“Ini Nak Alicia baksonya,” ucap penjaga kantin yang akrab di sapa ibu Tun.
“Makasih Ibu Tun,” ucapnya dengan tersenyum.
“Iya Neng.”
Kemudian Ibu Tun pun pergi.
“Kok cuma dua Al?” tanya Alicia.
“Ya emang gua pesen dua,” jawabnya santai.
Tasya tersenyum.“Gua lapar Al,masa gak ada niatan sedikit pun lo beliin gua?”
Alicia menggeleng.“Gak.”
Rahmah yang melihat itu pun tertawa terbahak bahak.“Ngemis ya lo.”
“Yaudah gua beli sendiri aja deh.”
Kemudian Tasya berdiri dan berjalan menuju ke tempat ibu Tun berada. Setelah kepergian Tasya tiba tiba Andika datang menghampiri mereka bertiga yang sedang duduk.
“Gua gak salah lihat nih?Rahman duduk Ama dua cewek cantik,” ucapnya dengan tersenyum.
“Lo kalau mau ikutin duduk, duduk aja kali, gak usah pakai sok asik gitu,” ucap Alicia santai.
“Iya maaf, Kak ketua OSIS,” ucapnya dengan tersenyum.
Kemudian Andika duduk di samping Rahman yang sedang menikmati bakso yang ada di mangkoknya.
“Kurang enak apa coba?makan gini terus lihat ketua OSIS yang cantik ini,”ucapnya dengan tersenyum.
“Lo bisa diem gak, Ka?”
“Jutek banget kalau sama gua,” ucapnya dengan tersenyum.
“Lo sadar gak sih, kalau lo itu banyak omong?”
“Apasih nih bule Amerika,” ledeknya dengan tersenyum.
“Apa lo gak terima?” tanya Rahmah.
“Kalau gua bilang gak gimana?” tanyanya balik.
Alicia pun tersenyum.“Kata orang ini ya, kalau sering berantem itu biasanya malah jodoh.”
Rahmah terlihat kesal.“Ogah banget gua sama dia.”
“Lo pikir, gua juga mau sama bule Amerika,” ucapnya dengan tersenyum.
Kemudian tak lama setelah itu,Tasya pun telah kembali dan duduk di samping kiri Alicia.
“Lo ngapain di sini anjir?”
“Terserah gua lah,” jawabnya santai.
“Lo itu ngerusak suasana aja,” ucapnya dengan kesal.
“Suasana lo aja yang rusak,” ucapnya dengan tersenyum.
“Lo itu ya, kenapa sih?selalu bikin gue kesel mulu,” kesalnya.
“Gak gua aslinya yang bikin kesel, tapi lo nya aja baperan.”
Rahmah tersenyum.“Kata Alicia nih ya, kalau sering berantem itu biasanya jodoh.”
“Emang sinetron apa?”
“Kan itu udah teori lama,” ucap Rahmah.“Iya gak Al?”
Alicia hanya tersenyum.
“Gua tuh ogah banget,” ucap Tasya dengan tersenyum.
“Emangnya gua juga mau sama lo, mendingan juga sama ketua OSIS iya gak Man?”
“Emangnya Alicia mau sama lo?”
Alicia dan Rahman hanya tersenyum mendengar obrolan mereka berdua.
“Lo ngejek apa gimana?”
“Gak, emang kenyataan, selera Alicia itu tinggi ya,”
“Udah deh kalian berdua udah cocok tau gak, sama sama ngeselin,” ucap Rahmah dengan tersenyum.
“Lo gak usah gitu ya bule Amerika,” ucap Andika dengan tersenyum.
“Iya nih, ngikut aja.”
“Tuh kan kompak,” ucap Rahmah dengan tersenyum.
“Aslinya Rahmah itu balas dendam Sya, soalnya tadi dia habis gua ledekin,” ucap Alicia dengan tersenyum.
“Gak, gua gak balas dendam,” ucap Rahmah tersenyum.
“Gua itu mau makan jadi gak tenang deh gara gara kalian,” ucap Rahman dengan mulut yang di penuhi oleh makanan.
“Emang Andika nih yang mulai,” ucap Tasya dengan tersenyum.
“Gua ngalah deh, gua masih waras soalnya,” ucap Andika dengan tersenyum.
“Terus lo bilang gua gila gitu ya?”
“Udah udah, gua mau makan jadi gak tenang nih,” ucap Alicia dengan tersenyum.
...Lanjut gess...
*Makasih yang telah membaca.
*Bantu vote ya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 31 Episodes
Comments