Happy reading!!
.......
.......
.......
.......
.......
...Bahagia🙂...
Sore harinya, setelah selesai mengajari anak anak. Alicia mengobati luka lebam Rahman yang ada di pipinya.
“Gak usah di obati Al,” ucapnya.
“Lo bandel banget sih.” Kemudian Alicia mengolesi luka lebam Rahman dengan obat yang dia bawa dari rumah, namun Rahman malah kesakitan.
“Sakit tau Al,” ucapnya.
“Dari pada infeksi, kan?”
“Tapi sakit Al,” ucapnya.
“Gak peduli sih gua,” ucap Alicia dengan tersenyum.“Lagian siapa suruh tawuran lagi?”
“Tadi terakhir Al,” ucapnya dengan tersenyum.
“Dari kemarin juga lo bilang gitu, tapi juga masih aja lo lakuin,” ucapnya dengan terus mengusapi pipi Rahman dengan obat dan seperti sebelumnya Rahman masih sangat kesakitan.
“Di bilangin, sakit Alicia.”
“Gua dari tadi kan udah bilang, gua gak peduli,” ucapnya dengan memanyunkan bibirnya.
“Aww, terserah lo aja deh Al,” ucapnya dengan tersenyum.
“Lo itu harus nurut sama gua,” ucapnya dengan tersenyum.
“Iya deh, Kak,” ucap Rahman dengan tersenyum.“Aww, sakit.”
“Nah gitu dong...btw menang gak nih tawurannya?”
“Menang dong walaupun cuma 9 orang.”
Alicia tersenyum.“Ah masa?”
“Lo ngeledek gua apa gimana nih?”
“Iya deh iya, gua percaya kalau lo menang,” ucapnya dengan tersenyum.
“Nah gitu dong, lo itu harus percaya terus sama gua,” ucapnya dengan tersenyum.
Alicia tersenyum.“Iya iya.”
Kemudian Alicia menaruh obat obatnya yang telah di pakai mengobati Rahman ke dalam tas miliknya.
Alicia menatap Rahman.“Man, sekali kali jalan yuk!”
“Kemana Al?”tanyanya dengan penasaran.
“Makan atau apa gitu,” jawabnya.
“Kapan Al?”
“Sekarang.”
Rahman mengerutkan dahinya.“Gua gak bawa duit Al sekarang.”
“Gua bayarin tenang aja,” ucapnya dengan tersenyum.
“Tapi Al-” baru saja mau mengatakan sesuatu tiba tiba Alicia memotong ucapan Rahman.
“Gak usah tapi tapian deh Man,” potongnya.
“Yaudah deh ayo,” ucapnya setuju.
“Tapi gua masih cantik gak Man?” Alicia mengeluarkan senyuman manis.
“Lo itu sampai kapanpun tetap aja cantik Al,” ucapnya dengan tersenyum.
Alicia mencubit pipi Rahman.“Pintar banget gombal lo ya.”
Rahman tersenyum.“Emang kenyataannya gitu, dari dasarnya lo itu Emang cantik Al.”
“Walau gua gak mandi, gua tetap cantik kan Man?”
“Iya Alicia...tapi bau kalau gak mandi,” jawabnya santai.
Alicia menatap tajam Rahman.“Gua gak pernah bau ya.”
“Ah masa?”
“Iya Rahman, gua itu memang gak pernah bau,” ucapnya dengan tersenyum.
“Kalau baru bangun tidur, lo coba cium ketiak lo bau apa gak?”
Alicia tersenyum.“Ya bau lah anjir, gua yakin semua orang pasti ketiaknya bau.”
“Katanya gak pernah bau?
“Apasih, tiba tiba bahas ketiak seperti gak ada topik lain aja,” ucapnya dengan tersenyum.
“Kan lo yang mulai,” ucapnya santai.
“Lo anjir yang mulai,” ucap Alicia dengan tersenyum.
“Oke gua ngalah, cowok itu memang selalu salah di mata cewek.”
Alicia tersenyum.“Emang kenyataanya gitu.”
Alicia melepas ikat rambutnya, hingga terlihat rambut panjang sepunggung Alicia yang tak terikat..Dia tampak begitu cantik.
Kemudian Alicia menatap Rahman. “Kalau gua potong pendek lo setuju gak?”
“Pendek seberapa?”
“Seperti potongan cowok yang rapi gitu.”
Rahman tersenyum.“Jangan anjir, lo ganteng nanti.”
“Gak apa apa,kan gua jadi makin imut, kan?”
“Tomboy yang ada, kalau gua sih gak setuju ya.”
Alicia tersenyum.“Kalau potongan kaya lo gimana?setuju gak?”
“Mullet gini?”
“Iya,” ucapnya.
“Kalau lo tanya gua, jawaban gua tetap gak setuju.”
Alicia tersenyum.“Ternyata lo peduli juga ya sama gua Man.”
“Lo kan temen gua Al, ya gua harus peduli lah,” ucapnya dengan tersenyum.
Setelah itu Alicia pun berdiri.“Yuk pergi keburu sore nanti.”
Kemudian Rahman pun berdiri.“Rambut lo gak di ikat dulu.”
“Gak usah Man,” ucapnya dengan tersenyum.
“Entar kalau terbang terbang gimana?”
“Kan pakai helm Man,” jawabnya.
“Oh iya juga ya Al,” ucapnya.“Tapi mau kemana sih kita Al?”
“Makan ke restoran yang ada di Deket sini,” jawabnya santai.
“Yang besar itu, kan?”
“Iya.”
“Nanti bayarnya mahal lagi,” ucapnya dengan tersenyum.
Alicia tersenyum.“Kan gua yang bayarin tenang aja.”
“Kalau nanti uang lo habis gimana?”
“Minta papa lagi dong,” jawabnya dengan santai.
Rahman tersenyum.“Mentang mentang anak orang kaya.”
Alicia tersenyum mendengar ucapan Rahman.“Yaudah ayo, keburu maghrib nanti!”
“Yuk.”
...EGSATO ...
Rahman dan Alicia kini telah sampai di restoran yang mereka tuju. Restoran yang besar di pinggir pantai.
“Bagus banget, kan?”
“Iya.”
Kemudian setelah itu Alicia turun dari motor terlebih dahulu dan melepas helmnya. Setelah itu Rahman melepas helmnya lalu turun dari motor.
“Gua masih cantik gak Man?”
“Masih dong, sampai kapanpun pasti lo tetap cantik,” ucapnya dengan tersenyum.
Alicia mengambil ikat rambut dari tasnya, kemudian dia mengikat rambut indahnya itu seperti biasanya.
“Gua tuh ya, kalau bangun tidur rambut itu berantakan banget,” ucapnya sembari mengikat rambutnya.
“Terus?”
“Ya itu doang,” ucapnya dengan bingung.
“Gak jelas lo,” ucap Rahman dengan tersenyum.
“Lo itu yang gak jelas anjir,” ucap Alicia dengan tersenyum.
Kemudian mereka berdua berjalan menuju ke dalam restoran yang ada di depan mereka.
“Lo nanti mau pesen apa?”
“Terserah lo aja deh,” ucapnya dengan tersenyum.
“Nanti jangan salahin gue ya, kalau lo gak suka menu makanan kesukaan gue?.”
Rahman tersenyum.“Emang lo mau pesen apasih?”
“Gua gak mau makan nasi, jadi gua pesen kentang goreng aja.”
“Gua gak suka kentang goreng,” ucapnya dengan tersenyum.
“Tuhkan lo gak suka,” ucapnya dengan tersenyum.
Kemudian Rahman melihat daftar menu yang ada di sana.“Burger sepertinya enak nih.”
“Oh lo mau burger?”
“Ya sepertinya gitu sih,” ucapnya dengan tersenyum.
“Terus minumnya?”
“Es coklat sepertinya enak deh,” jawabnya dengan tersenyum.
“Gak usah basa basi gitu kali kalau mau minta.”
“Lah terus, gua harus gimana?”
Alicia tersenyum.“Ya langsung aja ngomong terus terang.”
“Iya deh iya,” ucapnya dengan tersenyum.
Alicia menunjuk meja dan kursi yang ada di atas.“Yaudah lo duduk aja di sana ya, biar gua pesen makanannya.”
Kemudian Rahman melakukan apa yang di perintahkan oleh Alicia, dia berjalan melewati anak tangga kemudian duduk di kursi yang ada di lantai atas. Pemandangan pantai di sana tampak begitu indah, matahari di sore hari, tampak begitu cantik tak salah memang jika Alicia mengajaknya kesana.
“Indah banget nih pemandangan ya, seperti adem banget gitu.”
Tak lama setelah itu Alicia pun datang menghampirinya dan duduk di samping Rahman.
“Man indah gak pemandangan pantainya?”
“Iya, indah banget Al,” jawabnya dengan tersenyum.
“Gua itu sering kesini sama pacar gua yang dulu.”
“Yang ke berapa?”
“Semuanya.”
Rahman mengangguk.
“Gua suka tempat ini Man, tempat ini sangat indah,” ucapnya dengan tersenyum.
“Iya Al, memang indah banget.”
“Kita bisa menikmati senja juga di sini, kan?”
“Iya,” ucapnya dengan tersenyum.
...EGSATO ...
Di sisi lain, kini seorang pria pun masuk ke dalam restoran itu, dengan jas hitamnya. Dia berjalan menuju ke tempat kasir, dia memesan beberapa makanan di restoran ini untuk konsumsi meeting.
“Ini Pak pesanannya,” ucap kasir itu sembari memberikan kresek berisi beberapa makanan.
Kemudian dia memberikan uang kepada kasir itu.“Ini uangnya, Mbak.”
“Makasih Pak,” ucap kasir itu dengan tersenyum ramah.
“Sama sama, Mbak,” ucapnya dengan tersenyum.
Dia adalah Aryo, papa Alicia dan suaminya Winda.Baru saja balik dia tak sengaja melihat anaknya sedang duduk berdua dengan cowok di lantai atas.
Dia pun geram, jika mengetahui jika cowok itu adalah Rahman. Dia tau jika Rahman adalah murid paling nakal di sekolahan, dia tak ingin anaknya berduaan dengan Rahman, Aryo takut putri kesayangannya kenapa kenapa.
Tapi untuk memergoki mereka dia tidak ada waktu, meeting akan segera di mulai, sehingga membuatnya putar balik dan berjalan menuju keluar restoran itu.
Sementara Alicia pun tidak mengetahui jika papanya melihatnya dari bawah.
“Besok lo jangan terlambat ya Man?”
“Emang hari hari ini gua pernah terlambat?”
“Gak sih, tapi gua itu cuma ngingetin Rahman,” ucapnya dengan tersenyum.
“Yaudah kalau cuma ngingetin.”
Beberapa saat setelah itu, Makanan pesanan mereka berdua pun telah datang dan pelayan restoran itu menaruh pesanan mereka di meja.
“Makasih Mbak,” ucap Alicia dengan tersenyum ramah.
“Sama sama Kakak,” ucap wanita itu dengan tersenyum.
Kemudian pelayan restoran itu pergi meninggalkan Alicia dan Rahman yang sedang duduk.
“pesenan lo, kok jadi burger?”
“Gua ngikutin lo.”
“Katanya mau pesen kentang goreng tadi?” tanyanya dengan tersenyum.
“Gak jadi.”
“Oh,” ucapnya dengan tersenyum.
“Man lo sadar gak?”
“Sadar apa?”
“Kita kenapa bisa seakrab ini sekarang?”
“Gak tau juga,” ucap Rahman dengan tersenyum.
“Tapi kita akrab banget gak sih sekarang? Seperti kita udah temenan lama aja.”
“Padahal kita baru akrab beberapa hari yang lalu, kan? Bahkan nama Lo aja gue gak tau sebelumnya.”
Alicia mengangguk pelan.“Iya.”
Kemudian Rahman memakan burger itu, namun dia memakan burger itu dari rotinya terlebih dahulu, sehingga Alicia pun bingung.
“Kok gak sekalian makannya?”
“Gua kalau makan burger itu emang gini, entar dagingnya itu paling akhir.”
Alicia tersenyum.“Oh gitu.”
“Iya.”
“Selfie yuk Man, gua belum punya foto kita bersama.”
“Yuk Al.” ucapnya setuju.
Alicia membuka kamera di handphonenya, kemudian mengangkat handphone itu terlihat Alicia dan Rahman di layar handphone. Setelah terlihat sempurna, Alicia pun langsung menjepret fotonya.
“Bagus gak Al fotonya?”
“Bagus banget Man, lihat deh!” Alicia menunjukan foto itu kepada Rahman.
“Gua kelihatan ganteng banget anjir.”
Alicia mengambil handphonenya lagi dan kembali mengangkat handphonenya lalu menjepret foto dirinya dengan Rahman lagi.
“Nanti gua kirim fotonya ke lo, nanti kita buat sw, ya?”
“Gak ah, insecure gua,” jawabnya.
“Kok insecure sih, gak apa apa kali.”
“Yaudah iya deh,” ucapnya dengan tersenyum.
Alicia tersenyum.“Lo itu gak usah insecure sama gue, semisal nanti gua istri lo, masa lo mau insecure?”
Rahman mengerutkan dahinya.“Istri?”
“Cuma semisal doang anjir, tapi jodoh juga gak ada yang tau sih”
“Tapi kalau gua pribadi ya, dapat cewek kaya lo, merasa gak pantas sih Al.”
“Kenapa gak pantas? Kalau bahagia memangnya gak pantas ya?”
“Karena gua bukan cowok yang-” belum selesai Rahman berbicara Alicia langsung memotongnya.
“Lo cowok yang baik kok, gua adalah saksinya...walau di sekolahan, lo memang di cap sebagai siswa yang paling nakal,” ucapnya.
Alicia memegang kedua tangan Rahman.“Mereka belum tau sifat asli lo, mereka hanya menilai lo dari luar Man, sama seperti gua dulu menilai lo.”
“Tapi menurut gua, lo lebih baik dari gua, lo lebih peduli dari gua.”
Rahman pun tersenyum.“Gak usah berlebihan gitu, Al.”
“Gua gak berlebihan, itu memang kenyataannya, Man.”
“Gak usah berlebihan gitu kali.” Kemudian Rahman mengambil burger Alicia yang belum di makan sama sekali.“Nih makan dulu.”
Rahman menyuapi Alicia dengan bahagia, sementara Alicia menerimanya dengan begitu baik dan memakan burger itu dengan sangat menikmati.
“Man, gua udah yakin sekarang jika lo adalah cowok yang tepat, gua selalu bahagia ketika di dekat lo dan gua nyaman banget ketika bersama lo. Jujur sekarang gua cinta sama lo dan gua sayang sama lo, mungkin dalam waktu dekat ini, gua akan ngungkapin perasaan gua ini ke lo Man,” ucap Alicia di dalam hati.
“Alicia,ketika gua bersama lo gua selalu bahagia Al, jujur gua cinta sama lo tapi gua akan memendam perasaan ini, gua gak pantas sama lo,” ucap Rahman dalam hati.
“Namun jika lo, memiliki perasaan yang sama,gua harap lo cepetan ngungkapin itu ya, pasti nanti gua akan terima kok, walau itu gak akan mungkin sih,” lanjutnya.
...Lanjut gess!!!...
*Makasih yang udah baca.
*Update setiap hari Insyaallah.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 31 Episodes
Comments