BERTEMU

Happy reading ya guys!!!

.......

.......

.......

.......

...“Berhentilah meragukan diri sendiri,bekerja keras dan wujudkan”...

Rahman kini sudah berada di belakang sekolahnya, dia berniat untuk langsung ke rumah dan bolos pelajaran pada hari ini.Dia sudah sangat capek dengan semuanya,hari ini dia begitu sial.Bahkan sial yang datang bertubi tubi, membuatnya begitu kesal.

Dia memanjat tembok yang menghalangi sekolahnya dengan begitu santai, tampak di sekitar sana terlihat begitu sepi sehingga membuat dia sangat santai memanjat tembok itu.

Namun setelah itu tiba tiba ada tangan yang memegangi kakinya dari bawah.Rahman menoleh ke bawah ternyata itu adalah Alicia gadis yang menunggunya tadi saat di hukum.

“Lo turun gak,” ucapnya.

“Lo ngapain sih ganggu aja dari tadi?” tanyanya.

Kemudian Alicia mengambil sepatu di kaki Rahman.“Lo turun gak!” perintahnya.

“Siniin gak sepatu gua,” ucap Rahman.

“Lo turun dulu baru gua kasih nih sepatu,” ucapnya.

Kemudian Rahman langsung turun dan menghampiri Alicia.“Mana sepatu gua?”

“Lo boleh ngambil sepatu ini, kalau lo gak bolos,” jawabnya dengan santai.

“Lo ngatur ngatur banget sih,terserah gua kek mau bolos atau apa?” ucapnya dengan kesal.

“Lo itu udah sering banget bolos.”

“Terus gua harus bilang wow gitu ya,” ucapnya dengan santai.

“Kasihan orang tua lo,” ucapnya dengan peduli.

“Orang tua gua gak kenapa kenapa kok,” ucapnya dengan santai.

Kemudian Rahman mengambil sepatunya dari tangan Alicia.

“Gua pergi dulu ya, ketua OSIS,” ucapnya dengan melambaikan tangannya.

Kemudian Rahman memanjat kembali tembok itu.

“Gua bilangin ke guru loh,” ucap Alicia.

“Bilangin aja, sekalian kepala sekolah, atau lo umumin sekalian pakai toa biar semua orang tau,” ucapnya dengan tersenyum.

Rahman langsung melompat dari tembok itu meninggalkan Alicia. Sementara Alicia masih berdiri menghadap ke tembok itu.

Alicia menghela nafas.“Biarin aja deh, gak penting juga buat gua, semoga sebentar lagi dia cepetan sadar deh,” ucapnya dengan tersenyum.

...EGSATO ...

Beberapa saat setelah itu,Rahman kini sudah berada di taman, dia duduk di kursi panjang yang ada di sana. melihat di sekitarnya tampak begitu sepi hanya ada dirinya dan beberapa orang saja di tempat itu.Rahman mengeluarkan handphone di dalam tasnya serta earphone juga.

Dia memasang kedua earphonenya di telinga kanan dan kirinya.Lalu dia memutar lagu kesukaannya sambil melihat suasana sekitar yang tampak hening.

“Tenangnya hari ini, gua capek banget, coba aja motor gua gak mogok tadi, pasti niat gua ke sekolah masih ada,” ucapnya dengan tersenyum. “Dan sekarang niat itu udah hilang,” lanjutnya.

Tiba tiba dia melihat sesosok gadis kecil yang membawa dagangannya di keranjang. Dia berjalan menyusuri taman menawarkan dagangannya itu kepada orang yang ada di taman, namun tidak seorang pun yang berniat untuk membelinya.Sehingga Rahman pun sedikit kasihan dengan gadis kecil itu.

Kemudian dia mengeluarkan uangnya yang masih tersisa 8 ribu,dia berniat untuk membeli dagangan gadis itu, jika gadis itu menawarkan kepadanya.

Gadis kecil itu berjalan menuju ke tempat Rahman berada,hingga akhirnya dia sampai tepat berada di depan Rahman.“Permisi Kak,” ucapnya.

“Dek, Kakak beli ya,” ucapnya dengan tersenyum.

Raut wajahnya tampak begitu bahagia.“Berapa Kak?” tanyanya.

“Iya Dek,berapaan kue bolunya itu?” tanyanya.

“Seribuan satu Kak,” jawabnya dengan tersenyum ramah.

“Yaudah Kakak beli 8 ya, Dek?” ucapnya dengan tersenyum.

“Beneran Kak?” tanya gadis itu.

“Iya, Dek,” kemudian Rahman melihat lihat dagangan gadis kecil itu.“Yang warna hitam 4 sama merah 2 dan hijau 2 ya dek,” pesannya.

“Iya Kak.” Kemudian gadis itu menaruh 8 kue yang di pesan oleh Rahman ke dalam kresek putih.

Setelah selesai menaruh kue kue itu ke kresek ,kemudian gadis itu memberikan bingkisan itu ke Rahman dan Rahman memberikan uang 8 ribu miliknya ke gadis kecil itu.

“Makasih Kakak ganteng,” ucapnya dengan tersenyum manis.

“Sama sama Adik cantik,” balasnya dengan tersenyum.

Karena sedikit kecapekan, gadis kecil itu berniat untuk duduk di samping Rahman.“Kak,boleh ikutan duduk gak Kak?” mintanya.

“Boleh Dek, sini aja duduk di samping Kakak” ucapnya dengan tersenyum.

“Makasih Kak,” kemudian gadis kecil itu duduk di samping Rahman.

“Enak gak Kak kue bolunya?” tanyanya.

“Enak kok Dek, enak banget.” Jawabnya dengan tersenyum.

“Beneran,Kak?” tanyanya dengan tersenyum bahagia.

“Iya Dek, kakak belum pernah cobain kue seenak ini,” ucapnya dengan tersenyum.

“Makasih ya Kakak, di puji terus jadinya.”

Rasa kue bolu milik gadis itu memang sangatlah enak,sehingga Rahman memakan beberapa kue bolu yang ada di tangannya itu..

“Oh iya, nama Adek siapa kalau boleh tau?” tanyanya.

“Nama saya Adinda Dewi Septia, Panggil aja Dewi kak,” perkenalanya. “Kalau nama Kakak siapa?”

“Rahman Ardika, panggil aja Kak Rahman,” ucapnya dengan tersenyum.

“Kakak habis sekolah ya?” tanyanya lagi.

“Iya Dek, kakak habis sekolah,” jawabnya dengan tersenyum.“Kalau Adik gak sekolah?”

“Aslinya pengen Kak,” Dewi menunduk.“Tapi gak ada biaya Kak,” ucapnya dengan tersenyum.

Mendengar ucapan Dewi, membuat Rahman semakin sadar jika dia adalah anak yang beruntung masih bisa bersekolah,tapi dia tidak memanfaatkan hal itu.

“Semenjak ayah Dewi meninggal, Dewi tinggal berdua dengan ibu, Kak,” ucapnya dengan tersenyum.

Kemudian dia memiliki pikiran ingin mengajarkan pelajaran sekolah kepada Dewi.Namun kemampuannya yang kurang membuatnya jadi sedikit pesimis.Tapi dia tidak memperdulikan semua itu dan terus memaksa dirinya sendiri.

“Dewi, mau di ajarin pelajaran sama Kakak?” tanyanya dengan tersenyum.

Wajah Dewi tampak terlihat bahagia. “Serius Kak, mau ajarin Dewi?” tanyanya.

“Beneran Dek, kamu mau gak?”

“Kalau Dewi sih, mau banget Kak,” jawabnya dengan tersenyum bahagia.

“Yaudah besok kamu ngajaknya kumpul di mana?”

“Di tempat main Dewi,” jawabnya.“Tapi Kak, Dewi ngajakin temen boleh kan, Kak?”

“Boleh dong, boleh banget,” jawab Rahman dengan tersenyum.

“Makasih ya, Kak,” Dewi tersenyum bahagia.

Melihat senyuman Dewi itu membuat hati Rahman ikut bahagia,dia tersenyum.

“Kakak bantu jualan boleh kan Dewi?”

“Gak usah Kak,” ucapnya dengan tersenyum.

“Gak apa apa Dewi.” Kemudian Rahman mengambil dagangan Dewi lalu dia berdiri dan mulai berjalan.

“Kue kue!” teriaknya memanggil pelanggan, sementara Dewi mengikuti di belakang Rahman.

Beberapa saat setelah itu,tiba tiba ada pembeli yang datang.“Kue bolu nya dua ya bang,” pesannya.

“Warna apa?”

“Hitam sama ijo Bang,” jawabnya.

Kemudian Rahman membungkus dua kue bolu itu dan memberikannya kepada pembeli.

“Ini Bang uangnya,”

“Makasih,” ucapnya dengan tersenyum ramah.

“Sama sama Bang.” kemudian pembeli itu langsung pergi.

Kemudian beberapa saat setelah itu datang banyak sekali orang yang menghampiri Rahman untuk membeli kue bolu Dewi.

“Bang dua Bang,”

“Bang kuenya tiga Bang,”

“Bang lima Bang,”

Dewi yang melihat itu begitu bahagia. Hingga beberapa saat, kini kue bolu Dewi tinggal tersisa sembilan.Mereka berdua duduk di kursi panjang yang sebelumnya mereka duduki tadi.

“Alhamdulilah laku banyak Dewi,” ucap Rahman dengan tersenyum bahagia.

“Iya Kak,” ucapnya dengan tersenyum.

Rahman ikut bahagia, melihat Dewi yang tersenyum bahagia karena dagangannya telah banyak yang laku.

“Makasih ya Kak, udah bantuin Dewi jualan,” ucapnya dengan tersenyum bahagia.

“Iya sama sama Dewi,” ucapnya dengan tersenyum.“Oh iya kakak habis ini tunjukin tempatnya ya.”

“Oh iya Kak, tapi besok, Dewi sama temen temen kesananya jam berapa?” tanyanya.

“Kalau Kakak habis pulang sekolah, mungkin jam 2, Dek,” ucapnya dengan tersenyum.

“Oh iya Kak,”

Kemudian Rahman dan Dewi, naik ke  motor milik Rahman untuk pergi ke tempat yang di tunjukkan oleh Dewi.

...EGSATO ...

Sore harinya, Alicia pun pulang sekolah paling akhir,tampak lingkungan sekolah terlihat begitu sepi, hanya ada beberapa guru saja yang masih ada di sekolahan,serta satpam sekolah yang menjaga gerbang sekolahan.

Alicia berjalan perlahan lahan, melewati koridor sekolah yang tampak begitu sepi.

“Tante Irina udah pulang sepertinya,” ucapnya.

Kemudian setelah itu dia telah sampai di gerbang sekolah yang masih terbuka.

“Kok baru pulang Neng Alicia?” tanya satpam itu.

“Iya Pak, masih ada tugas tadi yang harus saya selesaikan,” jawab satpam itu.

“Oh,” satpam itu mengangguk.“Pulang sendirian aja neng?” tanyanya.

“Nanti di jemput sama papa, Pak,” jawabnya dengan tersenyum.

“Yaudah hati hati ya, Neng,” ucapnya dengan tersenyum.

“Iya Pak,” ucapnya dengan tersenyum.

Alicia berjalan meninggalkan sekolahannya itu, langkah demi langkah dia lalui hingga kini dia sampai di kursi panjang yang ada di depan sekolahanya dan dia pun duduk di kursi itu.

Suasana jalan di sore ini tampak begitu sepi, dia hanya melihat sedikit saja kendaraan yang lewat di depannya. Namun setelah itu dia melihat sesosok gadis kecil yang membawa dagangannya yang tak lain adalah Dewi, gadis kecil yang bertemu dengan Rahman tadi.

Dewi menghampiri Alicia yang duduk di kursi panjang yang ada di depan sekolah.“Kakak mau beli gak?” tanyanya.

Alicia tersenyum.“Berapaan harganya, Dek?” tanyanya.

“Seribuan, Kak,” jawabnya.

“Itu masih ada berapa DEK?” tanyanya.

“Masih ada 5 kak kue bolunya,” jawabnya.

“Kakak beli semua Dek,” ucapnya dengan tersenyum.

“Iya Kak,” ucapnya dengan tersenyum.

Dewi membungkuskan 5 kue itu untuk Alicia dan memberikan kue itu ke Alicia.“Ini Kak kuenya,”

Alicia menerima kue itu dan mengeluarkan uang di saku bajunya. “Ini uangnya Kek, kembaliannya ambil aja,”

“Kak, tapi ini kebanyakan Kak,” ucapnya.

“Gak apa apa Dek,kamu ambil aja.” ucapnya dengan tersenyum.

“Tapi Kak,” ucapnya.

“Gak apa apa Dek, oh iya nama Adek siapa?” tanyanya.

“Dewi Kak,” jawabnya dengan tersenyum.“Kalau nama Kakak?”

“Nama Kakak Alicia Dek,” jawab Alicia dengan tersenyum.“Sini duduk dulu di samping kakak.”

Kemudian Dewi duduk di samping Alicia. Sementara Alicia memakan kue bolu yang baru dia beli.

“Enak banget kue bolu kamu Dek,” ucapnya dengan mulut yang penuh dengan kue.

“Makasih kak, tapi 20000 ini kebanyakan loh Kak," ucapnya.

“Gak apa apa Dek, anggap aja ini hadiah dari kakak buat kamu.”

Dewi pun tersenyum.“Sekali lagi, terima kasih ya kak Alicia.”

“Iya Dek, btw ini kue buatan Adek sendiri?”

“Ini buatan Dewi sama ibu Kak,” jawabnya dengan tersenyum.

“Beneran ini enak banget kuenya Dek.”  Alicia terus menikmati kue bolu itu.“Jadi pengen bisa membuat kue seenak ini,” ucap Alicia dengan tersenyum.

Dewi pun tersenyum bahagia, kue bolunya bisa habis di hari ini dan juga mendapatkan uang lebih.

...Lanjut ya guys!!...

*Terima kasih yang udah baca:D.

*Insyaallah lanjut setiap hari kalau gak sibuk.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!