10) Bertemu Dia

Sepasang netra indah itu tak henti-hentinya senang memandang keindahan di depannya. Wajah cantik, rambut panjang yang di kepang layaknya princess Anna dan gaun lucu yang menambah gadis kecil itu semakin imut-imut menggemaskan. Ya ampun, Soraya sampai begitu kagum dengan kecantikan Gadis. Sampai bolak-balik mencium pipi anak itu.

"Hehe, Ibu. Aku geli," ujar Gadis yang merasa kegelian karena Soraya juga menciumi lehernya, bukan hanya pipi saja.

"Hehe, maaf. Lagian kamu kenapa se-menggemaskan ini sih, Gadis. Ya ampun, ibu seneng banget deh setelah ada kamu." ujar Soraya yang selalu lupa akan kehadiran bocah kecil itu dari mana.

"Ibu Sora, kapan aku pulang?" tanya gadis itu menoleh ke arah wanita cantik yang lantas diam.

"Kenapa?" tanya Soraya dengan wajah sendu. "Kenapa harus pulang, Dis?" sambungnya bertanya. "Kamu nggak betah sama ibu?" lagi dan lagi, Soraya bertanya. Entah kenapa rasa sayangnya pada Gadis membuatnya takut jikalau sampai anak kecil itu merasa tak betah bersama dirinya.

"Gadis pengin sama ibu Lana," Gadis menunduk. Mengatakan apa yang ia rasakan dengan sangat pelan. Seketika itu air mata Soraya jatuh. Ia tak benci pada anak yang merindukan ibunya, ia justru merasa kasihan karena anak sekecil itu sudah dipisahkan oleh takdir nyata dengan sang belahan jiwa.

"Sini Sayang. Peluk ibu Sora, Nak." Soraya memeluk Gadis. "Nanti kapan-kapan kita ke rumah ibu Lana ya, kalau ayah sudah ada waktu. Sekarang Gadis sama ibu Sora ya," sambung wanita itu.

Gadis hanya menganggukkan kepalanya saja. Masih belum paham dengan rumah ibunya yang kini entah di mana. "Gadis mau jalan-jalan nggak?" tanya Sora yang mana membuat gadis kecil itu mendongak. Ia lalu menjawab dengan anggukan kepala.

Soraya tersenyum. "Sekarang ibu ganti baju sama kirim pesan ke Kak Gata dulu ya, biar nanti pas kakak kamu pulang dia nggak nyariin. Kamu tunggu di sini, ok." wanita itu lalu berdiri.

Gadis yang sudah cantik tersenyum lebar, lalu menganggukkan lagi kepalanya. Setelah mendapat jawaban dari gadis itu, Soraya benar-benar berlalu dari kamar anak perempuan itu. Pergi ke kamarnya dan mengganti pakaiannya, tak lupa ia juga mengirim pesan pada Gata agar nanti saat anak pertamanya pulang tak mencari-cari keberadaannya.

Lagipula, nanti putranya itu jelas menyusul. Dan lagi ia sudah lama tidak jalan-jalan ke pusat perbelanjaan yang biasanya jadi kesenangan tersendiri bagi para wanita. Bukan hanya belanja kadang ibu-ibu datang hanya untuk cuci mata saja. Seperti Soraya.

Siap dengan celana panjang ketat dan atasan kaos oblong putih, serta rambut yang sengaja ia ikat tak kencang dan waist bag kesayangannya yang berwarna putih. Kini Soraya lalu kembali ke kamar si kecil dan segera pergi dari rumah itu. Tentu saja tak lupa mengunci pintu.

Dengan motor kesayangan, Soraya dan Gadis membelah jalanan ibukota. Sengaja wanita itu membawa kendaraannya dengan laju pelan agar bisa sembari bercerita dengan anak kecil yang berdiri di bagian depan.

"Biasanya kamu pergi ke mana, Sayang?" tanya Soraya pada Gadis.

"Ke tukang sayur aja, ibu," jawab Gadis yang lantas membuat Soraya tersenyum lebar. Ia tak percaya dengan apa yang dikatakan si bocil, menurutnya mungkin Gadis hanya tidak tahu nama dari sebuah tempat.

"Hehe kamu ada-ada saja. Masak ke tukang sayur. Hari ini kita akan main ya, nanti Gadis main sampai capek." ujar Soraya lagi.

Benar saja, begitu sampai Soraya lantas mengajak anak yang setia menggandeng tangannya itu ke sebuah tempat bermain yang penuh dengan aneka permainan. Di mana awalnya Gadis meminta mandi bola dengan Soraya sampai meminta permainan yang lainnya.

Soraya menuruti apa yang jadi keinginan Gadis. Ia bahkan sampai membuat penuh galeri ponselnya dengan foto baru Gadis. Dari yang blur karena belum di cekrek sudah berganti gaya, sampai video pendek dan panjang saat anak itu bermain dengan senangnya.

Rasanya Soraya turut bahagia melihat anak itu tertawa lepas. Terlebih saat Gadis mendapat teman baru di sana. Soraya pun merasa senang, saking senengnya sampai mengajak teman baru Gadis makan siang di tempat yang anak-anak sukai.

Bahkan usai makan, Gadis masih meminta untuk bermain. Dan tentu saja, Soraya menuruti apa keinginan putrinya itu. Ia perkenalkan pada orang tua teman Gadis bahwa Gadis adalah anaknya. Orang awam tak akan mengira jika Gadis adalah anak tiri dari Soraya. Bentuk cinta kasih yang wanita itu berikan benar-benar nyata, layaknya ibu kandung pada anaknya.

Hingga saat lelah sudah dan Gadis merasa mengantuk, ia pun lantas memberi kabar pada Gata kembali agar putranya itu menyusul. Kebetulan juga putranya memang berniat ke sana karena ada buku yang akan di beli, jadi Soraya menunggu di sana seraya memangku Gadis yang ternyata terlelap dalam pangkuannya karena kelelahan.

Lumayan lama Soraya di sana sampai tangannya terasa kebas dan kesemutan, hingga ia merasa ada seseorang yang duduk di sebelahnya yang mana lantas membuatnya terbengong-bengong menatapnya.

"Kenapa?" tanya seorang pria yang duduk di sebelahnya.

"Serius Mas, ini kamu?" tanya Soraya tak percaya.

"Kamu punya anak lagi?" pria yang duduk di sebelah Soraya itu menunjuk Gadis yang tertidur di dalam dekapannya.

"Iya, ini anak ke dua aku. Kamu apa kabar, Mas?" tanya Soraya yang masih merasa tak percaya ada pria itu di sebelahnya.

"Baik, kamu gimana?" tanya pria itu lagi. "Baik banget kayaknya ya, sampai-sampai terlihat kayak gadis gini," sambung pria itu memperhatikan Soraya yang terus saja tersenyum ke arahnya.

"Mmm, aku jadi ge-er. Mas juga sekarang kayak muda banget. Gimana, masih tinggal di pondok timun?"tanya balik Soraya.

"Pindah aku, Ra. 'Kan itu rumah mantan," jelas pria itu yang mana membuat Soraya mengangguk-anggukkan kepalanya. Hingga akhirnya Gata sampai dan mendekat ke arah keduanya.

"Om, kok bisa di sini?" Gata mendekat dan menyapa orang yang sudah lumayan ia kenal.

"Iya, nggak sengaja ketemu ibu kamu, jadi Om samperin. Kamu tinggi banget loh, Ta." sapa balik pria itu.

"Mirip aku nggak, Mas?" tanya Soraya yang tersenyum terus-menerus.

"Mirip lah, anak laki-laki memang biasanya mirip sama ibunya. "

Gata lantas mengambil Gadis yang mana akhirnya bangun dan diam duduk di pangkuan Gata. Ke tiga manusia besar itu lantas kembali ngobrol sampai waktu sore. Setelah di rasa puas bicara tentang apa saja, Gata dan Soraya lalu pamit kepada pria itu. Pria itu juga mengiyakan karena ia akan pulang jua.

Tentu saja, sebelum pulang Gata meminta ibunya untuk menemani dirinya membeli buku, sekalian mencari buku cerita baru untuk Gadis agar tak merasa bosan dengan cerita-cerita masa kecil Gata.

Terpopuler

Comments

Siti Aisyah Aisyah

Siti Aisyah Aisyah

lanjut up lg thor

2024-01-24

1

Aqil Aqil

Aqil Aqil

rasain lm zaki biar sizakix uring-uringn bgs bngt crtx thor tmbh upx dong bnxkn klu bs😄

2024-01-24

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!