17) Daftar Sekolah

Suasana depan rumah sangat indah, bunga-bunga yang sudah tak bagus dan sudah tua di buang semua oleh sang empunya. Lalu di ganti dengan bunga baru yang dibeli olehnya langsung tadi pagi seusai sarapan, sembari mengajak jalan-jalan sang anak perempuan.

Kehidupan Soraya semakin terasa indah dengan hadirnya Gadis. Pun dengan Gata yang sangat menyayangi anak kecil itu. Saat ini mereka bertiga tengah duduk dengan minuman segar di hadapan mereka. Usai membantu sang ibu, dua anak itu lantas mencuci tangan dan duduk di teras sesuai perintah sang ibunda tercinta.

"Ibu, nanti tumbuh bunga nggak, yang itu. Yang Gadis tanam?" tanya bocah kecil itu, tangannya menunjuk tanaman bunga yang tertanam miring karena murni dia yang menanam sendiri. Sengaja Soraya membiarkan Gadis mencoba mengikuti apa yang ia lakukan, walaupun hasilnya belum memuaskan. Tak apa, karena semua itu baru belajar.

Gata yang tengah minum itu buru-buru menelan air yang susah berada di mulut, agar tak keluar karena ia akan selalu tertawa saat melihat tanaman milik sang adik.

"Tumbuh dong, Sayang. Itu 'kan sudah ada yang kecil. Beberapa hari lagi pasti mekar," jawab Soraya serius. Saking seriusnya ia sampai melirik kesal sang putra yang menertawakan hasil karya sang anak perempuan.

"Lucu, Bu," ujar Gata pada ibunya.

"Oh iya, Gadis. Gadis mau sekolah nggak?" tanya Soraya. Kemarin, surat-surat pindah Gadis selesai di buat, dan sudah masuk ke dalam kartu keluarganya. Jadi Soraya berniat untuk menyekolahkan anak perempuan itu.

"Mau," jawab Gadis semangat.

Soraya tersenyum dan mengangguk. "Kamu minum dulu ya, es nya." ujarnya. "Besok kamu nggak pergi 'kan Ta?" sambung wanita itu bertanya pada sang anak pertama.

"Nggak kayaknya, kenapa?" jawab sang putra.

"Kamu anterin ya, ibu pengin daftar sekolah di ujung gang itu. Nanti pulangnya kita main di mall. Seneng banget ibu kalau lihat Gadis main sambil tertawa kayak waktu itu, mood booster banget buat ibu." kata Soraya.

"Memangnya minggu bisa daftar?" tanya balik Gata.

"Bisa, ibu lihat pendaftaran ada setiap hari. Kemarin juga ibu tanya sama tetangga katanya bisa daftar hari apa saja," jelas Soraya.

Hingga benar saja, besoknya Soraya dan kedua anaknya sudah siap untuk pergi. Gadis begitu ceria dan semangat saat di ajak mandi dan berganti pakaian. Ia benar-benar merasa senang saat membayangkan bagaimana nanti saat ia sekolah. Ia berharap akan banyak teman baru di sana.

Dengan satu motor yang dikendarai oleh Gata, tiga manusia itu lantas pergi menuju tempat tujuan, meninggalkan rumah yang sudah terkunci. Gadis yang berdiri di bagian depan sangat senang, setiap apa yang ia lihat selalu sana ia pertanyakan. Biasa, anak kecil memang seperti itu bukan, rasa penasarannya sangat tinggi.

Lagipula, sampai hari ini, Gadis memang terlihat lebih ceria, lebih cantik dan terlihat lebih terurus. Gadis mungil itu juga terlihat lebih tembem pipinya, mungkin karena Soraya yang sangat memperhatikan kebersihan dan makannya. Gadis benar-benar berada di tangan yang tepat, walaupun ibu kandungnya sudah pergi bersama adik bayi untuk selamanya.

Hingga sampailah di sekolah TK yang di tuju. Gadis yang masih betah di atas motor itu lantas turun bersamaan dengan sang kakak yang mengehentikan motor. Netra bocah itu sangat senang saat melihat begitu banyak permainan yang berada di samping sekolahannya. Pun dengan tempat yang sejuk karena adanya pepohonan yang menjulang tinggi ke atas sana.

"Ibu, Gadis sekolah di sini?" tanya bocah itu.

"Iya. Ayo kita masuk." Soraya menggandeng tangan anak perempuan itu, sementara Gata, ia lantas menunggu di atas motor sembari memberitahukan aktifitas sang ibu pada ayahnya. Jangan mengira kalau itu adalah kemauan Gata, tentu bukan. Itu adalah permintaan sang ayah yang menyuruh dirinya untuk selalu mengabari di manapun keberadaan ibunya.

Sementara itu, Soraya lantas masuk ke ruangan pendaftaran. Ia disambut baik oleh bu Anna, yang katanya biasa di panggil Bunda Anna. Soraya menyuruh Gadis untuk memanggilnya demikian.

"Surat-surat nya lengkap, ya Bunda Soraya. Gadis mau seragam nya yang rok atau yang celana?" ujar Bunda anna seraya kembali bertanya.

"Memangnya anak perempuan lain pakainya apa, Bunda?" tanya balik Soraya. Usai mendaftar dan membayar Soraya lantas di tanyai tentang seragam.

"Ada yang rok, ada yang celana. Tergantung Bundanya, kadang ada yang anaknya tidak suka juga , Bunda. Dengan rok." jawab Bunda Anna dengan senyum sopan.

"Oh gitu." Soraya mengangguk-anggukkan kepalanya. "Ya sudah, rok saja Bunda Anna." sambung perempuan itu.

"Baik, sebentar ya, saya ambilkan dulu." Bunda Anna, wanita berbadan gempal namun masih terlihat muda itu lantas bangun dari duduknya, ia berjalan ke arah lemari kaca transparan yang terlihat sekali kalau isinya adalah piala dan seragam sekolah anak-anak, juga ada buku-buku di sana.

Tak lama, setelah mencari ukuran yang pas untuk Gadis, bunda Anna lantas membawanya ke hadapan Soraya. "Ini Bunda, kayaknya ini pas untuk Gadis." ujarnya saat sudah duduk.

Soraya tak mau salah, ia lantas mengambil dan membuka bungkus baju itu. setelahnya ia tempelkan atasan dan rok lucu itu pada Gadis, setelah di rasa pas ia lalu melipat dan memasukkan nya kembali ke pembungkus baju itu. "Ok. Bunda Anna, bajunya cocok. Sekolahnya semoga cocok dan sudah dibayar untuk setahun kedepannya ya. Semoga nantinya pelajaran yang didapatkan berguna dan bermanfaat." Ujar wanita itu seraya berdiri dan menyalami wanita gempal itu.

"Terimakasih Bunda Soraya. Terimakasih Gadis. Sampai jumpa besok ya ...," ujar Bunda Anna tersenyum lebar.

"Bye, Bunda Anna." Gadis dadah pada bunda Anna.

Soraya tersenyum dan berlalu dari sana setelah mengucap salam. Ia menggandeng kembali tangan mungil itu, sementara tangan lainnya membawa kantong berisi seragam Gadis yang akan dipakai besok.

"Wah, Gadis akan sekolah besok. Jadi hari ini, kita main dulu. Mau nggak, Gadis?"

Gadis tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Ia sangat senang saat akan diajak main. Kembali ke motor dan tak ada basa-basi, Gata lantas melajukan kembali motornya menuju mall yang diinginkan sang ibu.

Ia bahkan begitu sampai di tempat bermain langsung menemani Gadis, dan menyuruh Soraya duduk manis. Soraya memandang dengan senyum ceria saat kedua anaknya terlihat tengah tertawa lepas di arena bermain. Indah dan damai yang dirasakan ibu dua anak itu. Ya, jangan ungkit tentang Gadis yang bukan anaknya, karena Soraya sudah menganggapnya seperti anak sendiri.

Kegembiraan serta kebahagiaan itu sampai membuatnya mengirim pesan pada sang suami. [Terimakasih. Entah bagaimana jalannya yang jelas aku bahagia memiliki Gadis. Walaupun maaf susah tercipta untukmu, tapi untuk Gadis, aku memiliki begitu banyak cinta untuknya.]

Terpopuler

Comments

Siti Aisyah Aisyah

Siti Aisyah Aisyah

lnjut

2024-01-30

0

Aqil Aqil

Aqil Aqil

soraya bidadari tak brsyap

2024-01-30

0

aqil siroj

aqil siroj

ya tuhannn bener" dahhh hatinya speak bidadari loh

2024-01-30

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!